Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
jantung Flo


__ADS_3

Sungguh hari yang melelahkan , bahkan Gavin mengabaikan telfon dari Monik sang kekasih . Pekerjaan yang menguras tenaga dan fikiran tapi berbeda dengan Felix yang terlihat santai , padahal dari tadi ia yang terus mengerjakannya , benar yang dikatakan kedua orang tuanya lelaki yang tengah fokus itu sangat pandai , bahkan dari tadi ia terus membantu Gavin .


" kamu sangat baik dalam bek ..."


" tidak juga tuan " jawab Felix


Jarum jam terus berputar , dan pekerjaan Felix sudah selesai .


" saya permisi tuan , pekerjaan saya sudah selesai " pamit Felix .


" ya kamu boleh pulang " jawab Gavin .


Felix berlalu meninggalkan Gavin yang masih duduk di kursi kebesarannya dengan berkas yang menumpuk tinggi dan tidak berkurang dari tadi .


Sepulang dati jalan dengan Kevin untuk menenangkan pikiran juga hati , Kini keduanya berada di Apartemen Gavin .


" aku akan memasak untuk kak kevin "


" aku akan menungu masakan mu "


Setelah semua pekerjaan selesai , Gavin segera bersiap untuk pulang , tapi tidak keapartemennya melainkan keaparteman tempat Monik tinggal .


" sayang kamu pulangnya malam sekali , lalu giman dengan Flo "


" tentu saja dia akan menginap dirumah temannya " jawab Gavin , dia yakin jika Flo akan menginap ke apartemen lamanya bersama Mike seperti biasanya .


" oh ... apa kamu lapar " tanya Monik .


" ya "


" bersihkan dulu badanmu lalu aku akan memasak makanan kesukaanmu "


" baiklah aku ke kamar dulu " kata Gavin .


Selesai memasak dan menata makanannya dimeja , Flo langsung pergi mandi dan mengganti baju , setelah itu ia makan bersama dengan Kevin .


" sudah jam segini tapi om tidak pulang " kata Flo .


" aku akan di sini sampai kak eh tuan gavin datang "


" tapi apa tidak papa " tanya Kevin .


" tidak "


" makasih , aku akan mencoba menelponnya "


" ya " jawab Kevin .

__ADS_1


Sayang seribu kali sayang , nomor yang di tuju tidak dapat di hubungi cobalah beberapa saat lagi , itulah sambutan yang terdengar saat menelfon nomer Gavin .


" kenapa " tanya Kevin saat melihat wajah Flo yang cemberut .


" apa tidak bisa di hubungi " tanya Kevin yang di jawab anggukan gadis cantik itu .


" jangan sedih aku di sini " jawab Kevin .


" andai kakak adalah om gavin " gumam Flo yang tidak di dengar oleh sang empu , entah kenapa Flo bisa bergumam seperti itu , tapi nyatanya hatinya sangat ingin hal itu .


Lagi - lagi Flo terbangun di dalam kamar Gavin dan melihat kevin di sofa ruang tengah dan memasak sarapan untuk dirinya dan Kevin , dan lagi dia tidak perlu kesusahan membangunkan Gavin , malah Kevin terbangun saat Flo berada di dapur sedang fokus memasak , malah gadis canyik itu tidak sadar jika Kevin tengah melihatnya di setiap pergerakan Flo , senyum tipis tentu tertarik di wajah tampan itu .


" kak kevin sudah bangun " tanya Flo setelah selesai menata masakannya di meja makan .


" hemm "


" ke kamar mandilah , kita akan makan bersama setelah aku mandi " kata Flo .


Kevin menunggu di ruang makan , Flo menyusul dan duduk di sana bersama Kevin , pagi ini Gadis itu terlihat murung , membuat Kevin tidak suka melihat itu .


" setelah ini kamu kuliah jangan murung seperti itu nanti teman kami tidak bisa mengenal kamu lagi " kata Kevin sambil menyantap makanannya , membuat Flo mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti apa maksud Kevin .


" kamu jelek jika seperti itu aku saja tidak ingin melihatnya karena saaaannngat jelek " kata Kevin lagi membuat Flo memonyongkan bibirnya seratus cm .


" jika seperti itu makin buruk lagi kamu sangat seram "


" KAK KEVIN ...." kesal Flo yang langsung di sambung tawa Kevin .


" lagian kamu pagi - pagi sudah masang wajah kayak gitu , nggak cantik tau sekarang senyum gih "


" hihihihihihih ..." kata flo dengan senyum di buat - buat .


" gemes banget tau nggak " kata Kevin sambil mencubit pipi Flo pelan .


Aw ... kenapa dadaku ah ... apakah aku sakit .... Batin Kevin .


Selesai makan Flo langsung berangkat ke kampus bersama Kevin tentunya , hening terasa didalam mobil perjalanan ke kampus terasa sunyi hanya ada suara deruman mobil , tidak ada suara senandung dari gadis kecil yang tengah menatap arah luar .


" flo sudah sampai " kata Kevin .


Tanpa ada jawaban gadis kecil itu keluar dari mobil berjalan masuk ke kampus .


" Flo " panggil Tee dan Farel saat melihat sang sahabat baru keluar dari mobil .


Ada apa dengannya ... batin Kevin


" lo kenapa " tanya Tee saat melihat sahabatnya hanya terdiam .

__ADS_1


" kamu ada masalah " tanya Farel .


" tidak "


" lalu "


" sudahlah aku ingin ke kelasku "


" pasti ini gara - gara si tua bangak itu " gumam Farel kesal .


" mungkin " sahut Tee .


Ya keduanya memang tahu masalah Flo bersama Gavin setelah dapat cerita dari Ken .


Flo masuk kelas yang masih sepi , duduk di meja dengan wajah tidak bisa di artikan .


oh no kenapa aku terus membayangkan wajahnya tapi ini sangat aneh jantungku serasa lari maraton kalau dekat dengan kak kevin


apa jangan - jangan jantungku mulai tidak


normal ...? nanti akau akan memeriksakannya ke doter .... jangan sampai ini gejala penyakit jantung ...


Sebelum pergi ke kantor Gavin pulang dulu ke apartemen , menganti baju dan mengambil berkas yang akan dibuat meeting nanti siang , wajahnya terlihat kesal kala mendapat kabar perusahaan Ken yang menolak kerja sama dengannya , sepertinya Ken marah dan sangat kecewa .


Dan kini ia harus membatalkan proyek besar untuk sementara , lalu mencari penganti pengusaha yang akan mau bekerja sama dengannya , meminta bantuan sang ayah juga tak mungkin , entah ia harus apa .


Mungkin akhir - akhir ini ia akan disibukan dengan pekerjaannya proyek yang batal dan dan masalah perusahaan yang sangat melelahkan .


" sayang kamu membatalkan kerja sama dengan gavin " tanya Rose .


" ya " jawab Ken


" baguslah " jawab Rose , Ken menatap sang istri dengan lekat .


" kenapa kamu menatapku "


" makasih udah menyayangi keponakanku " kata ken .


" tentu , karna Flo juga sangat menyayanginyaku bahkan aku masih mengingat saat dia menolongku dari orang - orang jahat yang akan melecehkanku "


" hahah .....iya , lalu dia menjodohkan kita berdua padahal saat itu kamu sangat membenciku " kata Ken dengan tawa .


" iya dulu aku benar - benar membencimu bahkan mendengar namamu saja ingin rasanya aku muntah , kalo bukan karena Flo dan Mike kita tidak akan bersama seperti ini "


" hemmm " dehem Ken yang tidak senang


" tapi sekarang aku cinta kok " jawab Rose yang membuat Ken tersenyum .

__ADS_1


Ingatan mereka akan Flo gadis kecil yang cerdas itu , gadis kecil yang banyak tingkah yang terkadang membuat orang bergelng gemas padanya .


Bagaimana tidak salah satunya saat Flo menjodohkan Ken dengan Rose dengan banyak cara yang akhirnya keduanya menikah , dia memang pantas di sebut mak comblang .


__ADS_2