
Sungguh hari yang melelahkan , bahkan Gavin mengabaikan telfon dari Monik sang kekasih . Pekerjaan yang menguras tenaga dan fikiran tapi berbeda dengan Felix yang terlihat santai , padahal dari tadi ia yang terus mengerjakannya , benar yang dikatakan kedua orang tuanya lelaki yang tengah fokus itu sangat pandai , bahkan dari tadi ia terus membantu Gavin .
" kamu sangat baik dalam bek ..."
" tidak juga tuan " jawab Felix
Jarum jam terus berputar , dan pekerjaan Felix sudah selesai .
" saya permisi tuan , pekerjaan saya sudah selesai " pamit Felix .
" ya kamu boleh pulang " jawab Gavin .
Felix berlalu meninggalkan Gavin yang masih duduk di kursi kebesarannya dengan berkas yang menumpuk tinggi dan tidak berkurang dari tadi .
Sepulang dati jalan dengan Kevin untuk menenangkan pikiran juga hati , Kini keduanya berada di Apartemen Gavin .
" aku akan memasak untuk kak kevin "
" aku akan menungu masakan mu "
Setelah semua pekerjaan selesai , Gavin segera bersiap untuk pulang , tapi tidak keapartemennya melainkan keaparteman tempat Monik tinggal .
" sayang kamu pulangnya malam sekali , lalu giman dengan Flo "
" tentu saja dia akan menginap dirumah temannya " jawab Gavin , dia yakin jika Flo akan menginap ke apartemen lamanya bersama Mike seperti biasanya .
" oh ... apa kamu lapar " tanya Monik .
" ya "
" bersihkan dulu badanmu lalu aku akan memasak makanan kesukaanmu "
" baiklah aku ke kamar dulu " kata Gavin .
Selesai memasak dan menata makanannya dimeja , Flo langsung pergi mandi dan mengganti baju , setelah itu ia makan bersama dengan Kevin .
" sudah jam segini tapi om tidak pulang " kata Flo .
" aku akan di sini sampai kak eh tuan gavin datang "
" tapi apa tidak papa " tanya Kevin .
" tidak "
" makasih , aku akan mencoba menelponnya "
" ya " jawab Kevin .
__ADS_1
Sayang seribu kali sayang , nomor yang di tuju tidak dapat di hubungi cobalah beberapa saat lagi , itulah sambutan yang terdengar saat menelfon nomer Gavin .
" kenapa " tanya Kevin saat melihat wajah Flo yang cemberut .
" apa tidak bisa di hubungi " tanya Kevin yang di jawab anggukan gadis cantik itu .
" jangan sedih aku di sini " jawab Kevin .
" andai kakak adalah om gavin " gumam Flo yang tidak di dengar oleh sang empu , entah kenapa Flo bisa bergumam seperti itu , tapi nyatanya hatinya sangat ingin hal itu .
Lagi - lagi Flo terbangun di dalam kamar Gavin dan melihat kevin di sofa ruang tengah dan memasak sarapan untuk dirinya dan Kevin , dan lagi dia tidak perlu kesusahan membangunkan Gavin , malah Kevin terbangun saat Flo berada di dapur sedang fokus memasak , malah gadis canyik itu tidak sadar jika Kevin tengah melihatnya di setiap pergerakan Flo , senyum tipis tentu tertarik di wajah tampan itu .
" kak kevin sudah bangun " tanya Flo setelah selesai menata masakannya di meja makan .
" hemm "
" ke kamar mandilah , kita akan makan bersama setelah aku mandi " kata Flo .
Kevin menunggu di ruang makan , Flo menyusul dan duduk di sana bersama Kevin , pagi ini Gadis itu terlihat murung , membuat Kevin tidak suka melihat itu .
" setelah ini kamu kuliah jangan murung seperti itu nanti teman kami tidak bisa mengenal kamu lagi " kata Kevin sambil menyantap makanannya , membuat Flo mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti apa maksud Kevin .
" kamu jelek jika seperti itu aku saja tidak ingin melihatnya karena saaaannngat jelek " kata Kevin lagi membuat Flo memonyongkan bibirnya seratus cm .
" jika seperti itu makin buruk lagi kamu sangat seram "
" KAK KEVIN ...." kesal Flo yang langsung di sambung tawa Kevin .
" lagian kamu pagi - pagi sudah masang wajah kayak gitu , nggak cantik tau sekarang senyum gih "
" hihihihihihih ..." kata flo dengan senyum di buat - buat .
" gemes banget tau nggak " kata Kevin sambil mencubit pipi Flo pelan .
Aw ... kenapa dadaku ah ... apakah aku sakit .... Batin Kevin .
Selesai makan Flo langsung berangkat ke kampus bersama Kevin tentunya , hening terasa didalam mobil perjalanan ke kampus terasa sunyi hanya ada suara deruman mobil , tidak ada suara senandung dari gadis kecil yang tengah menatap arah luar .
" flo sudah sampai " kata Kevin .
Tanpa ada jawaban gadis kecil itu keluar dari mobil berjalan masuk ke kampus .
" Flo " panggil Tee dan Farel saat melihat sang sahabat baru keluar dari mobil .
Ada apa dengannya ... batin Kevin
" lo kenapa " tanya Tee saat melihat sahabatnya hanya terdiam .
__ADS_1
" kamu ada masalah " tanya Farel .
" tidak "
" lalu "
" sudahlah aku ingin ke kelasku "
" pasti ini gara - gara si tua bangak itu " gumam Farel kesal .
" mungkin " sahut Tee .
Ya keduanya memang tahu masalah Flo bersama Gavin setelah dapat cerita dari Ken .
Flo masuk kelas yang masih sepi , duduk di meja dengan wajah tidak bisa di artikan .
oh no kenapa aku terus membayangkan wajahnya tapi ini sangat aneh jantungku serasa lari maraton kalau dekat dengan kak kevin
apa jangan - jangan jantungku mulai tidak
normal ...? nanti akau akan memeriksakannya ke doter .... jangan sampai ini gejala penyakit jantung ...
Sebelum pergi ke kantor Gavin pulang dulu ke apartemen , menganti baju dan mengambil berkas yang akan dibuat meeting nanti siang , wajahnya terlihat kesal kala mendapat kabar perusahaan Ken yang menolak kerja sama dengannya , sepertinya Ken marah dan sangat kecewa .
Dan kini ia harus membatalkan proyek besar untuk sementara , lalu mencari penganti pengusaha yang akan mau bekerja sama dengannya , meminta bantuan sang ayah juga tak mungkin , entah ia harus apa .
Mungkin akhir - akhir ini ia akan disibukan dengan pekerjaannya proyek yang batal dan dan masalah perusahaan yang sangat melelahkan .
" sayang kamu membatalkan kerja sama dengan gavin " tanya Rose .
" ya " jawab Ken
" baguslah " jawab Rose , Ken menatap sang istri dengan lekat .
" kenapa kamu menatapku "
" makasih udah menyayangi keponakanku " kata ken .
" tentu , karna Flo juga sangat menyayanginyaku bahkan aku masih mengingat saat dia menolongku dari orang - orang jahat yang akan melecehkanku "
" hahah .....iya , lalu dia menjodohkan kita berdua padahal saat itu kamu sangat membenciku " kata Ken dengan tawa .
" iya dulu aku benar - benar membencimu bahkan mendengar namamu saja ingin rasanya aku muntah , kalo bukan karena Flo dan Mike kita tidak akan bersama seperti ini "
" hemmm " dehem Ken yang tidak senang
" tapi sekarang aku cinta kok " jawab Rose yang membuat Ken tersenyum .
__ADS_1
Ingatan mereka akan Flo gadis kecil yang cerdas itu , gadis kecil yang banyak tingkah yang terkadang membuat orang bergelng gemas padanya .
Bagaimana tidak salah satunya saat Flo menjodohkan Ken dengan Rose dengan banyak cara yang akhirnya keduanya menikah , dia memang pantas di sebut mak comblang .