
Mentari terbit dengan indah dilangit , malam yang gelap berganti dengan cerahnya mentari , wajah bingung Monik karena harus meninggalkan Gavin dengan keadaan yang tak baik , sedangkan ia harus pergi keluar kota untuk pemotretan yang tak tau sampai kapan .
" Flo " panggil monik saat tau Flo baru masuk , mata Gavin menatap gadis kecil yang tengah berdiri dengan wajah kucel .
Tanpa ada jawaban , Flo duduk di meja makan mengambil piring nasi dan lauk , ia bertingkah seakan akan tidak terjadi sesuatu .
" flo " panggil monik lagi , yang hanya mendapat tatapan dari Flo dengan mulut yang penuh dengan makanan .
" flo sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu , tapi waktunya tidak cukup jadi flo tante titip om gavin ya , tante harus pergi karna pemotretan " kata Monik .
Sedangkan Flo ia masih duduk sambil melahap makanannya dan menatap Monik seakan mendengar semua penjelasannya , dia terlihat sangat menggemaskan , tapi dibalik wajah itu tersimpan luka yang menyayat .
" flo apa kamu mendengarnya " tanya Monik yang dijawab anggukan kali ini .
" makasih ya sayang " kata monik yang langsung memeluk mencium Flo dan beralih berpamitan ke Gavin dengan cara yang sama cumak bedanya viuman itu bukan di ppipi saja tapi juga di bibir Gavin , setelah itu dia pergi dengan terburu - buru .
Tanpa ada percakapan diruang makan itu hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring dari Flo yang tengah makan , gadis itu sepertinya sangat lapar hinga ia terus nambah dan tak tau sudah berapa kali mungkin ini yang ke empat kalinya , Gavin hanya melihat apa yang sedang dilakukan gadis itu tanpa ada rasa ingin bertanya ataupun sekedar basa basi .
Setelah makan selesai , Flo membersihkan meja dan mencuci peralatan makan , lalu ia pergi kekamar , tidak beberapa lama ia keluar dengan baju rapai dan tas yang berada di dadanya .
" om sudah minum obatkan tadi , kalo sudah Flo berangkat kuliah mungkin flo akan pulang malam karan flo harus menjenguk tante rose jangan lupa makan dan meminum obat , oh iya salepnya jangan lupa dipakai biar mukanya kembali ganteng " ucap Flo setelah itu ia pergi tanpa menunggu jawaban dari Gavin dulu .
Bagaimana bisa dia bersikap seperti itu saat berada didalam , setelah keluar dan menutup pintunya yang ia rasakan hanya luka dan air mata yang membasahi pipinya .
Setelah cukup mengusap air matanya ia berjalan pergi dan menata senyum .
Di bawah Kevin sudah menunggunya , tanpa banya bicara Flo langsung masuk kedalam mobil .
" kak aku tidak ingin ke kampus " kata Flo saat mobil sudah berjalan , tidak ada jawaban dari sang supir , Kevin terus fokus dengan jalanan .
__ADS_1
Rumah sakit
Jujur Ken tak ingin Rose tau dia takut jika itu akan menggangu kesehatannya , tapi tidak dengan Rose yang terus bertanya dan ingin tau , bukan Rose namanya jika ia tidak mendapatkan apa yang dia mau .
Dengan terpaksa Ken menceritakan semua yang sudah diceritakan Flo , bertapa terkejutnya Rose saat tau apa yang terjadi sebenarnya .
" ya tuhan " ucap Rose dengan air mata yang menetes .
" begitu kejam kehidupan ini " ucap Ken .
Sebuah pemandangan indah yang terlihat dari atas , Flo duduk di temani Kevin di sampingnya tidak ada suara dari keduanya yang ingin berbicara , hanya hembusan angin yang terasa sedikit kencang , membuat rambut panjang Flo berterbangan .
Mereka tengah duduk di tempat para layang , keduanya duduk di atas rumput hijau yang bergoyang - goyang karena angin , pemandangan langit terisi oelh para layang yang tengah terbang di sana .
" kak kevin tidak bekerja "
" aku izin tidak datang ke kantor , masih ada Felix di sana "
" hem jika aku sedang ada masalah " jawab Kevin dengan mata yang masih menatap lurus .
Mendengar jawaban itu Flo menoleh dan melihat kearah Kevin .
" masalah apa "
" entahlah tapi aku tidak yakin dengan ini "
" maksudnya "
" aku masih bingung dengan perasaanku , benarkah aku mencintainya , aku rasa itu jawabnya jika aku benar mencintainya tapi aku tidak berani mengatakannya bahkan untuk memilikinya "
__ADS_1
" kenapa "
" dia milik orang lain , awalnya aku akan mengambilnya tapi .. dia mencintai pemiliknya , bahkan dia akan berjuang untuk mendapatkannya itu membuatku runtuh karena aku hanya akan mencintainya dalam diam " jawab Kevin menoleh menatap gadis yang tengah menatapnya saat ini .
" apa kakak tak ingin berjuang untuk mendapatkanya "
" bagimana , dengan dia yang memperjuangkan orang lain "
" jika kakak benar mencintainya maka dapatkan lah berusahalah "
" aku takut jika aku sudah berusaha lalu kenyataan pahit menghampiriku dengan dia sudah mendapatkan apa yang ia mau "
" hemm .. pasti itu sangat menyakitkan " ucap Flo kembali lagi menatap depan .
Hening kembali menyelimutikedunya yang memikirkan masalah kehidupannya sendiri - sendiri .
Sebelumnya ...
setelah membantu Gavin , Kevin keluar mengikuti Flo dan Ken serta istrinya , entah kenapa melihat Flo keluar dengan seperti itu membuat Kevin cemas di buatnya .
Ia pergi dan menyusul mereka dengan kecepatan di atas rata - rata , awalnya dia tidak tau harus menyusul kemana tapi ia mulai dengan rumah sakit terdekat .
Untung saat sampai disana ia melihat mobil ken yang baru masuk .
Setelah memarkirkan otornya ia berjalan mengikuti Ken dan Flo yang berjalan masuk ke rumah sakit , namun langkahnya terhenti karena para perawat yang menghalangi jalannya karena membawa pasien yang terluka parah s, epertina ia habis mengalami kecelakaan , akibatnya ia tertinggal Flo Ken yang menghilang entah kemana .
Kini ia bingung berjalan menyusuri lorong rumah sakit mencari keberadaan Flo , terus berjalan dengan mata yang terus mencari - cari hingga ia melihat sosok yang ia cari tengah duduk bersama dengan pamannya .
Ia cukup lega dan berjalan hendak mendekat namun langkahnya terhenti saat mendengar pembicaraan Ken dan Flo , entah kenapa hatinya terasa sakit .
__ADS_1
Langkahnya tak lagi berjalan maju ia berbalik dan pergi begitu saja .
Aku fikir aku memiliki celah untuk mendapatkannya setelah aku sadar jika aku mulai mencintainya tapi setelah apa yang kamu ucapkan aku ingin memendam semua keinginanku itu entah lebih baik atau tidak .