Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
Kecewa


__ADS_3

Sinar matahari muncul dari celah - celah jendela sampai mengenai mata indah disana , perlahan mata indah itu terbuka .


" emmm " lenguhnya saat merasakan pegal dibagian pungung dan kedua lengan tangannya .


Flo terbagun dan menatap sekitar , benar ini pagi dan ia masih berada diruang makan lengkap dengan masakan tadi malam , raut kecewa tergambar diwajahnya , usaha memasak tadi malam tak ada hasil makanan yang susah payah ia masak masih wutuh ditempatnya .


" apa om Gavin tidak pulang lagi " gumamnya dengan mata berkaca - kaca


" tentu jika ia pulang pasti aku sudah tidur dikamar dan melihat masakannya sudah berkurang " gumamnya lagi .


Dengan malas Flo berdiri , membereskan meja makan dan dapur , setelah itu ia pergi kekamar mandi dan bersiap pergi kuliah .


Disisi lai Gavin tengah duduk diruang makan sambil memperhatikan Monik memasak , wajahnya terus tersenyum sambil membayangkan jika ia akan hidup bersam dengan wanita didepannya bersama beberapa anak mereka dan tinggal dirumah impian , itu pasti sangat menyenagkan .


" sayang kamu kenapa sih " tanya Monik


" aku lagi bahagia "


" karena "


" karna kamu "


" gombal "


" jujur aku tidak sabar menunggu saat itu tiba , saat dimana kita akan bersama dan hidup bahagia bersama keluarga kecil kita "


Gavin berjalan mendekat dan memeluk Monik dari belakang .


" sayang jangan gini susah mau geraknya "


" tapi aku pengen kayak gini terus "


" kamu ya , terus gimana masaknya "


kata Monik


Tiba - tiba suara ponsel Gavin berbunyi mengganggu suasana romantis .


" sudah sana dijawab nati kolega penting "


" tapi tidak sepenting dirimu "


" sayang bisa saja keponakanmu nanti dia ngomel lagi lo " kata Monik


" biarin "


" sayang "


" iya - iya " jawab Gavin


anak nakal is Colling ... benar juga yang dikatakan Monik , dengan malas Gavin menggangkat tefon itu .


" halo om "

__ADS_1


" iy "


" om masih sibuk sampai kapan "


" mungkin beberapa hari lagi "


" oh sesibuk itu ya "


" iya flo kenapa memangnya ap uang jajannya kurang "


" tidak kok em klao gitu om gak pulang lagi untuk beberapa hari "


" hemmm "


" kalo gitu aku nginep di tempat mike "


" hemm "


" yasudah babay sayang Love you " kata Flo dengan suara ceria dan senyum mengembang , walau sebenarnya dia kecewa .


kata Love yang dikatakaan Flo membuat orang yang berada disebrang sana membulatkan matanya , tiiiiiit ....


" dasar anak nakal " gumam Gavin


" kenapa ponakanmu lagi "


" hemm "


" dia bilang apa sampai kamu membulatkan mata kayak gitu "


" pasti dia anak yang mengemaskan " kata Monik


" iya sih tapi bikin pusing " kata Gavin menggakui bertapa mengemaskan gadis nakal yang selalu membuatnya pusing .


Dengan langkah gontai Flo berjalan keluar apart wajahnya terlihat murung tidak bersemangat .


" selamat pagi flo " tanya Tee saat melihat Flo dengan wajah msamnya .


" entahlah mungkin betek " jawab Farel .


" mungkin " sahut Tee


" jalan " perintah Flo sudah berada didalam mobil .


Felix yang tengah berada diperjalanan menuju kota lain , sudah dua hari ini ia izin dari kantor dengan alasan kepentingan keluarga yang tidak bisa diundur , dengan perasaan yang masih sedih saat melihat info yang diberikan sahabtnya Felix ingin memastikan kenyataan pahit yang tertulis didata kemarin , dan terus berharap info yang diberikan adalah sebuah kesalahan .


" tunggu aku " gumamnya berkali - kali .


Hampir tuhuju jam Felix mengendarai mobilnya dan kini ia sudah sampai disebuah rumah kecil yang terkesan sederhana , matanya terus menatap rumah kecil itu dengan tubuh yang masih berdiri sempurna disana , diam membisu hatinya terasa ter iris sakit itulah yang ia rasakan .


" maaf mas cari siapa " tanya seorang lelaki separuh baya , yang tak sengaja lewat dan melihat Felix disana .


" pemilik rumah ini "

__ADS_1


" pemilik "


" iya "


" maaf mas sebelumya anda siapa "


" sa saya ...."


" apa anda sodara atu kerabat pemilik soalnya anda sangat mirip " potongnya dan dijawab angukan oleh Felix .


" maaf sebelumnya , pemilik rumah ini sudah lama meninggal dan putrinya entah kemana kalo seingat saya dia dibawa oleh seseorang entah kepanti atu kemana saya kurang tau mas , dan rumahnya juga dibiarkan seperti ini , terkadang saya dan istri saya membersihkannya siapa tau putrinya akan kembali pulang " jelas bapak itu yang membuat Felix merasakan sesak didadanya , badanya terasa lemas matanya memanas .


Tuhan kenyataan pahit apa ini kenapa aku harus mendengarkannya batin Felix dengan air mata yang mulai menetes .


" pak bapak baik - baik saja " tanyanya yang dihirukan oleh Felix , melihat Felix yang linglung bapak itu segera menuntun Felix untuk duduk dikursi yang terletak diteras rumah .


" masnya baik - baik saja "


" yang sabar ya mas " kata bapak itu mencoba menenagkan Felix .


Sampai dikampus Flo tanpa banya kata ia segera masuk kedalam kelas begitupun dengan Tee dan Farel , tak disangka mereka telat beberapa menit dari jadual kelas , kemacetan dijalalan tadi menghambat segalanya hinga terlihat mereka tengah berlarian menuju kelasnya .


Bruk .... Flo terjatuh saat ia berlari dan tak memperhatikan jalan .


" aw " rintih Flo yang terjatuh dilantai .


" apa apa kamu baik - baik saja " tanya pemuda yang ditabrak Flo .


" em tidak tapi memang sedikit sakit dipinggang " jawab Flo jujur


" kamu sendiri " tanya Flo


" tidak aku baik - baik saja ayo aku bantu berdiri " sambil mengulurkan tangan membantu Flo berdiri .


" hemm makasih dan maaf "


" iya tidak papa kemarin aku juga menabrakmu dan kini berganti kamu yang menabrakku " jawabnya membuat Flo mengingat kejadian kemarin .


" oh iya itu kamu " kata Flo


" iya , kamu mau kekelas , kita satu angkatan dan kita juga satu kelas "


" benarkah "


" iya ayo kita masuk tadi aku juga telat karena macet "


" baiklah " jawab Flo dan berjalan beriringan dengan pemuda itu .


" oh iya kenalin namaku justin "


" kalo aku Florence biasa dipangil flo " jawab Flo sambil menjabat tangan Justin dengan senyum yang mengembang , membuat justin terpesona dengan senyum gadis cantik nan mengemaskan .


" ayok " kata Flo

__ADS_1


Yatuahn jantungku seperti maraton batin Justin .


Sudah cukup Gavin meningalkan pekerjaannya sekarang ia mulai bekerja kembali , apalagi Felix yang izin tidak bekerja jadi mau tidak mau dia harus bekerja meski sebenarnya ia masih betah berduaan dengan Monik , tapi mau bagaimana lagi keadaan tidak mendukung , lagian Monik juga harus sudah mulai pemotretan lagi .


__ADS_2