
Sinar matahari muncul dari celah - celah jendela sampai mengenai mata indah disana , perlahan mata indah itu terbuka .
" emmm " lenguhnya saat merasakan pegal dibagian pungung dan kedua lengan tangannya .
Flo terbagun dan menatap sekitar , benar ini pagi dan ia masih berada diruang makan lengkap dengan masakan tadi malam , raut kecewa tergambar diwajahnya , usaha memasak tadi malam tak ada hasil makanan yang susah payah ia masak masih wutuh ditempatnya .
" apa om Gavin tidak pulang lagi " gumamnya dengan mata berkaca - kaca
" tentu jika ia pulang pasti aku sudah tidur dikamar dan melihat masakannya sudah berkurang " gumamnya lagi .
Dengan malas Flo berdiri , membereskan meja makan dan dapur , setelah itu ia pergi kekamar mandi dan bersiap pergi kuliah .
Disisi lai Gavin tengah duduk diruang makan sambil memperhatikan Monik memasak , wajahnya terus tersenyum sambil membayangkan jika ia akan hidup bersam dengan wanita didepannya bersama beberapa anak mereka dan tinggal dirumah impian , itu pasti sangat menyenagkan .
" sayang kamu kenapa sih " tanya Monik
" aku lagi bahagia "
" karena "
" karna kamu "
" gombal "
" jujur aku tidak sabar menunggu saat itu tiba , saat dimana kita akan bersama dan hidup bahagia bersama keluarga kecil kita "
Gavin berjalan mendekat dan memeluk Monik dari belakang .
" sayang jangan gini susah mau geraknya "
" tapi aku pengen kayak gini terus "
" kamu ya , terus gimana masaknya "
kata Monik
Tiba - tiba suara ponsel Gavin berbunyi mengganggu suasana romantis .
" sudah sana dijawab nati kolega penting "
" tapi tidak sepenting dirimu "
" sayang bisa saja keponakanmu nanti dia ngomel lagi lo " kata Monik
" biarin "
" sayang "
" iya - iya " jawab Gavin
anak nakal is Colling ... benar juga yang dikatakan Monik , dengan malas Gavin menggangkat tefon itu .
" halo om "
__ADS_1
" iy "
" om masih sibuk sampai kapan "
" mungkin beberapa hari lagi "
" oh sesibuk itu ya "
" iya flo kenapa memangnya ap uang jajannya kurang "
" tidak kok em klao gitu om gak pulang lagi untuk beberapa hari "
" hemmm "
" kalo gitu aku nginep di tempat mike "
" hemm "
" yasudah babay sayang Love you " kata Flo dengan suara ceria dan senyum mengembang , walau sebenarnya dia kecewa .
kata Love yang dikatakaan Flo membuat orang yang berada disebrang sana membulatkan matanya , tiiiiiit ....
" dasar anak nakal " gumam Gavin
" kenapa ponakanmu lagi "
" hemm "
" dia bilang apa sampai kamu membulatkan mata kayak gitu "
" pasti dia anak yang mengemaskan " kata Monik
" iya sih tapi bikin pusing " kata Gavin menggakui bertapa mengemaskan gadis nakal yang selalu membuatnya pusing .
Dengan langkah gontai Flo berjalan keluar apart wajahnya terlihat murung tidak bersemangat .
" selamat pagi flo " tanya Tee saat melihat Flo dengan wajah msamnya .
" entahlah mungkin betek " jawab Farel .
" mungkin " sahut Tee
" jalan " perintah Flo sudah berada didalam mobil .
Felix yang tengah berada diperjalanan menuju kota lain , sudah dua hari ini ia izin dari kantor dengan alasan kepentingan keluarga yang tidak bisa diundur , dengan perasaan yang masih sedih saat melihat info yang diberikan sahabtnya Felix ingin memastikan kenyataan pahit yang tertulis didata kemarin , dan terus berharap info yang diberikan adalah sebuah kesalahan .
" tunggu aku " gumamnya berkali - kali .
Hampir tuhuju jam Felix mengendarai mobilnya dan kini ia sudah sampai disebuah rumah kecil yang terkesan sederhana , matanya terus menatap rumah kecil itu dengan tubuh yang masih berdiri sempurna disana , diam membisu hatinya terasa ter iris sakit itulah yang ia rasakan .
" maaf mas cari siapa " tanya seorang lelaki separuh baya , yang tak sengaja lewat dan melihat Felix disana .
" pemilik rumah ini "
__ADS_1
" pemilik "
" iya "
" maaf mas sebelumya anda siapa "
" sa saya ...."
" apa anda sodara atu kerabat pemilik soalnya anda sangat mirip " potongnya dan dijawab angukan oleh Felix .
" maaf sebelumnya , pemilik rumah ini sudah lama meninggal dan putrinya entah kemana kalo seingat saya dia dibawa oleh seseorang entah kepanti atu kemana saya kurang tau mas , dan rumahnya juga dibiarkan seperti ini , terkadang saya dan istri saya membersihkannya siapa tau putrinya akan kembali pulang " jelas bapak itu yang membuat Felix merasakan sesak didadanya , badanya terasa lemas matanya memanas .
Tuhan kenyataan pahit apa ini kenapa aku harus mendengarkannya batin Felix dengan air mata yang mulai menetes .
" pak bapak baik - baik saja " tanyanya yang dihirukan oleh Felix , melihat Felix yang linglung bapak itu segera menuntun Felix untuk duduk dikursi yang terletak diteras rumah .
" masnya baik - baik saja "
" yang sabar ya mas " kata bapak itu mencoba menenagkan Felix .
Sampai dikampus Flo tanpa banya kata ia segera masuk kedalam kelas begitupun dengan Tee dan Farel , tak disangka mereka telat beberapa menit dari jadual kelas , kemacetan dijalalan tadi menghambat segalanya hinga terlihat mereka tengah berlarian menuju kelasnya .
Bruk .... Flo terjatuh saat ia berlari dan tak memperhatikan jalan .
" aw " rintih Flo yang terjatuh dilantai .
" apa apa kamu baik - baik saja " tanya pemuda yang ditabrak Flo .
" em tidak tapi memang sedikit sakit dipinggang " jawab Flo jujur
" kamu sendiri " tanya Flo
" tidak aku baik - baik saja ayo aku bantu berdiri " sambil mengulurkan tangan membantu Flo berdiri .
" hemm makasih dan maaf "
" iya tidak papa kemarin aku juga menabrakmu dan kini berganti kamu yang menabrakku " jawabnya membuat Flo mengingat kejadian kemarin .
" oh iya itu kamu " kata Flo
" iya , kamu mau kekelas , kita satu angkatan dan kita juga satu kelas "
" benarkah "
" iya ayo kita masuk tadi aku juga telat karena macet "
" baiklah " jawab Flo dan berjalan beriringan dengan pemuda itu .
" oh iya kenalin namaku justin "
" kalo aku Florence biasa dipangil flo " jawab Flo sambil menjabat tangan Justin dengan senyum yang mengembang , membuat justin terpesona dengan senyum gadis cantik nan mengemaskan .
" ayok " kata Flo
__ADS_1
Yatuahn jantungku seperti maraton batin Justin .
Sudah cukup Gavin meningalkan pekerjaannya sekarang ia mulai bekerja kembali , apalagi Felix yang izin tidak bekerja jadi mau tidak mau dia harus bekerja meski sebenarnya ia masih betah berduaan dengan Monik , tapi mau bagaimana lagi keadaan tidak mendukung , lagian Monik juga harus sudah mulai pemotretan lagi .