
" aku akan datang dan meminta maaf padanya "
malam hari bulan terlihat begitu indah di langit , dengan bintang yang bertaburan indah , Cika yang duduk di depan vila menatap indahnya malam .
Wajahnya tampak terdiam memikirkan hal yang membuatnya sangat ingin tahu , beberapa hari ini sikap Marc sangat berbeda pada dirinya , anak laki - laki lebih muda darinya itu seakan tengah mengabaikan keberadaanya selama ini , bahkan pertama kali menginjak vila ini bersama hingga kini berlibur mereka akan berakhir .
" kenapa kamu di sini " suara seorang yang familiar di telinganya , memecahkan keheningan yang ada juga membangunkan dari pikiran Cika .
" em ti tida aku hanya mencari angin " jawab Cika .
" ini sangat dingin " kata Marc sambil meletakkan jaket di tubuh Cika membuat gadis yang lebih tua itu terkejut di buatnya .
" kamu memikirkan sesuatu " tanya Marc sambil memposisikan duduknya di samping Cika .
" tidak "
" kamu bisa berbohong tapi logat tubuhmu lebih jujur dari mulut mu " sahut Marc membuat Cika terdiam tak bisa berkata apa - apa , pemuda di sampingnya itu memang lebih muda darinya bahkan sangat muda jika bersanding dengannya namun cara berpikirnya sangatlah dewasa .
" em kamu sendiri ngapain malam - malam keluar bukanya tidur " kata Cika mengalihkan pembicaraan .
" aku belum bisa tidur , baru saja aku ke kamar flo melihatnya sepertinya dia sudah tidur dengan nyenyak " kata Marc .
" kamu sangat menyayanginya "
" hemm ... dia adik ku , sudah sepantasnya aku mencintai dan menyayanginya bukan "
" benar juga "
" kamu tau dalam hatiku hanya ada satu laki - laki dan dua perempuan " kata Marc membuat Cika mengerutkan keningnya dan menatap pemuda di sampingnya yang tengah menatap lurus .
Ada sedikit sengatan di dalam hatinya saat Marc mengatakan empat perempuan di hatinya .
" ayah , bunda Flo , dan ..." kata Marc terhenti dan menoleh melihat mata Cika yang menatapnya dengan lekat .
" dan orang yang ada di depan ku " jawab Marc membuat tersipu dan memalingkan wajahnya .
" sepertinya di sini sangat dingin akunharus masuk " kata Cika yang salah tingkah , dia berdiri dan akan pergi namun langkahnya terhenti saat tangan Marc menahannya .
Marc berdiri tepat di belakang Cika dan menarik pelan tangan kecil itu membuat sang empu menghadap kearahnya dan secara tidak langsung Cika mendongak dan menatap wajah tampan di depannya .
" aku mencintai mu " kata Marc , sedikit menunduk membisikkan kata itu tepat di telinga Cika .
Di tempat lain Seorang wanita yang marah tengah membanting semua yang ada di sekitarnya , dia tampak berantakan seperti orang gila .
" sialan pasti anak perempuan itu , pasti dia yang sudah melakukannya dia yang sudah mencari tau kebenarannya "
" ya pasti flo pelakunya " guammnya lagi
" aku akan membalas semuanya "
Sedangkan di tempat lain Hendrik yang berdiri di teras belakang rumahnya menatap langit , wajahnya tampak lelah .
__ADS_1
" pi "
" hem , kamu belum tidur "
" belum " jawab sang putra .
" papi sedang apa di sini , papi masih memikirkan mami " tanyanya .
" tidak sayang "
" mami jarang pulang apa lagi saat tau bisnis papi bangkrut "
" sudahlah jangan pikirkan itu , bagaimana dengan kuliahmu "
" baik papi tenang saja " jawab putranya .
" pi apa benar mami mengugat cerai papi , apa benar mami sudah menikah lagi " tanyanya .
" tidurlah ini sudah sangat larut , papi juga akan tidur papi sangat lelah " kata Hendrik yang langsung pergi meninggalkan sang putra sendiri .
" aku tau apa yang ada di pikiran papi , aku tau jika semua yang aku katakan itu benar " gumamnya .
Pagi hari yang cerah semua yang berada di Vila sudah bersiap untuk kembali pulang , terlihat wajah Cika yang tampak berseri bahagia namun tampak di tutup - tutupi .
" semua sudah siapn" tanya Marc
" sudah " jawab Tee dan Farel .
" kalo begitu ayo " kata Marc .
Dan hati ini mungkin jadualnya akan padat di tambah pekerjaannya yang mungkin sudah menumpuk di atas meja memenuhi mejanya .
" tuan Gavin " sapa Felix dengan menunduk sopan .
" bagai mana keadaan kantor "
" baik "
" di mana kevin " tanya Gavin .
" tuan kev .."
" aku ada disini " jawab Kevin yang baru datang .
" sebentar lagi akan ada rapat , di lanjut pertemuan dengan kolega , di lanjut lagi dengan melihat proyek " kata Kevin .
" baiklah aku akan masuk kedalam " kata Gavin yang langsung masuk kedalam ruangannya .
" aku akan menyerahkan surat pengunduran diri kamu setelah melihat proyek " kata Kevin .
" baiklah " jawab Felix yang langsung masuk kedalam ruangannya .
__ADS_1
Di dalam ruangan sudah bisa di tebak jika begitu banyak berkas yang menumpuk di sana , entah berkas apa saja yang ada di sana , yang pasti adalah dia harus mengecek semua berkas - berkas itu satu persatu dengan sangat teliti .
Masuk kedalam ruangan Kevin menghadap laptop nya , ia harus bisa mengesampingkan masalah pribadi dengan pekerjaannya .
" entah kenapa aku merasa takut apa yang terjadi padaku " gumam Kevin .
Perjalanan yang cukup lama hinga hari bergabyi menjadi siang , perjalanan berakhir setelah mengantarkan Cika , Tee , Farel dan Mike ke tempat tinggal mereka masing - masing , Marc dan Flo kini kembali pulang kerumah utama , yang awalnya Flo henda memilih tinggal dengan Mike seperti dulu lagi tapi di cegah oleh Marc yang melarangnya , dan membawa sang adik kecil kembali kerumah ardinarius .
Kepulangan keduanya di sambut hangat oleh Viona dan pelayang yang menunduk hormat atas kedatangan Flo dan Marc .
" selamat datang gimana dengan liburannya "
" sangat menyenangkan bun , yakan dek " jawab Marc yang di barengi anggukan Flo .
" kalian sudah makan "
" belum "
" baguslah kita makan siang bersama , kalian bersih diri dulu lalu ke ruang makan " kata Viona .
" biklah " jawab Marc .
Keduanya kembali ke kamar masing - masing dan membersihkan diri , tidak menunggu lama keduanya keluar dari kamar mereka secara bersamaan .
" kamu sudah selesai "
" seperti yang kamu lihat " jawab Flo .
" kita turun " ajak Marc di ikuti Flo di belakangnya .
Sampai di ruang makan , tampak Miguel yang sudah duduk di tempatnya di temani Viona di sana .
" kalian sudah datang "
" hemm "
" cepat duduk dan kita makan bersama " kata vioan .
Marc menarik kursinya dan dsegera duduk tepat di samping kiri Miguel sang ayah sedangkan Flo ia masih berdiri di tempatnya .
" flo kenapa masih berdiri di sana ayo duduk " kata Viona saat melihat Flo yang masih duduk terdiam di sana , membuat Miguel menoleh dan melihat Flo anak perempuannya yang langsung menatap tempat lain setelah melihatnya .
" dek ayo kamu lapar kan " kata Marc .
" a a aku akan makan di luar " jawab Flo yang langsung melangkah pergi .
Melihat itu miguel hanya bisa terdiam , ia tau pasti Flo menghindarinya mengingat bagaimana dulu ia selalu pergi saat Flo duduk di ruang makan hendak makan bersama .
" em marc kejar adik mu ajak dia makan bersama " kata Viona .
" i iya bun " kata Marc yang langsung berdiri dan menyusul kemana perginya Flo .
__ADS_1
" pasti dia tidak i ..."
" sudahlah kita tunggu sebentar ya , marc pasti mengajak adiknya ke sini lagi " jawab Viona mencoba memberi Miguel keyakinan .