Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
Cika dan Marc


__ADS_3

Sampai di toko bunga Cika , Flo melihat Marc sang kakak yang berada di sanana tengah berbicara dengan Cika .


" ngapain dia kesini , apa tidak kuliah " Gumam Flo


" lebih baik aku samperin mereka " kata Flo yang langsung berjalan mendekatinya .


" ehem " dehem Flo saat sudah berada di dekat mereka membuat keduanya terkejut dengan keberadaan Flo di sana .


" dek / flo " panggil Marc dan Cika bersamaan.


" apa kakak sering kesini "


" em itu tadi kakak mampir "


" ngak kuliah " tanya Flo yang


" oh dek kamu suka bunga yang mana " kata Marc mengalihkan oembicaraan entah mengapa ia terlihat begitu gugup .


" tidak aku tidak suka semuanya aku hanya suka kalo aku medapatkan penjelasan " jawab Flo sambil menatap Cika dan Marc bergantian .


" itu me t a ta tadi tuan Marc hanya mampir sebentar katanya ma mau beli bunga buat nyonya viona dan kamu flo "


" lalu kenapa kamu di sini dek apa nggak kuliah " sahut Marc , saat melihat Flo yang sepertinya tidak percaya dengan penjelasan Cika .


" aku jam kosong hari ini dan besok " jawab Flo


" apa kamu sudah makan ? " tanya Marc


" sudah tapi jika kamu mau mentraktir ku lagi aku tidak menolak " jawab Flo , Senyum tertarik di wajah Marc adiknya itu memang sangat unik , dan hanya satu di dunia menurutnya sih .


" baiklah ayo kakak tau restoran enak dekat sini paati kamu suaka " kata Marc mengajak Flo pergi namun di hentikan oleh Flo .


" ke napa ? "


" bukankah tadi mau membeli bunga buat aku dan nyonya " tanya Flo membuat Mark begitu sangat gugup .


" oh i iya juga , tolong bunga yang itu dan bunga itu " kata Marc


" oh iya sebentar " kata Cika yang juga gugup seperti halnya Marc .


melihat itu membuat Flo senang untuk menjahili kedua mahluk itu untuk mengisi ke bosanannya dan melupakan amarahnya dati Gavin .


" tunggu , bukankah itu bunga untuk pemakaman , apa kakak marc mau menguburku " kata Flo saat tanoa sadar Marc menunjuk bunga Cistus .


" oh maaf - maaf maksudku bunga yang itu "


" oh iya sebentar "


" kita mau ke kuil ? itu bunga pemujaan " kata Flo lagi .

__ADS_1


" kuil ? oh i iya sebelum ke restoran kakak ingin mengajakmu ke kuil unyuk berdoa " kata Marc .


" kita bukan orang budha " kata Flo .


" Ha / Ha " kaget Marc dan Cika , dan kini mereka terlihat sangat bodoh di depan Flo , ingin rasanya Flo tertawa tapi ia mencoba menahannya .


Bagaimana Marc bisa lupa dengan agamanya .


Pertemuan kedua Ken dan Gavin setelah kejadian itu .


Ditempat yang hanya menyisakan keduanya , Gavin dan Ken saling diam tanpa ada sepatah kata yang mereka ucapkan Hening menyelimuti keduanya . Hinga suara Ken memecahkan keheningan terdengar suara amarah yang bercampur kecewa terdengar tertahan .


" aku kira kamu lelaki baik - baik ternyata brengsek .."


" maaf tapi itu kenyataannya yang harus kamu terima , kamu bisa marah padaku bahkan membenci ku " jawab Gavin .


Tangan terkepal kuat rahang mengeras saat mendengar jawaban sahabat kecilnya itu , Ken hampir saja memukul Gavin , jika Gavin tidak segera menghindar .


" aku tak pernah menginginkan pernikahan ini , karena aku mencintai wanita lain "


" lalu kamu mempermainkan Flo "


" aku tidak mempermainkannya , aku berjanji akan menjaganya sebagai keponakan bukan untuk mencintainya sebagai pasangan "


" kelak kamu akan menyesalinya " ucap Ken yang berlalu pergi .


Tidak aku akan menyesal jika aku kehilangan orang yang aku cintai batin Gavin.


Jadi Flo mengajak Cika juga untuk makan bersama meski dengan sedikit memaksa .


" ini makanannya sangat lezat " kata Flo .


" kamu menyukainya " kata Ken


" jadi kamu sering kesini "


" em iya dulu teman kakak rumahnya dekat di dari sini jadi kakak sering kesini "


" oh jadi seperti itu , lalu kaka bertemu kak Cika karena sering kerumah teman " kata Flo


" bukan seperti itu Flo " sahut Cika


" atau teman kakak itu kak cika " Kata Flo lagi .


" ehem gimana degan kuliah mu " kata Marc yang mencoba mengalihkan pembicaraan .


" apa kalian berpacaran " tanya Flo membuat Cuka tersedak minumannya .


Uhuk ...uhuk ...

__ADS_1


" maksudku orang itu apa mereka pacaran " kata Flo sambil menunjuk dua orang laki - laki yang duduk tak jauh dari mereka , membuat Marc ataupun Cika menoleh kearah belakang .


" oh kirain " gumam Cika masih didengar Flo


" kirain apa "


" ti tidak "


" mereka laki - laki dek kenapa kamu bertanya seperti itu "


" oh benarkah aku kira salah satunya perempuan karena kemeja pink nya "


" kamu ada - ada saja " jawab Marc , lalu menyantap makanannya .


" hemmm ... selerak kakak ternyata yang lebih tua "


Uhuk ... uhuk ... kali ini Marc yang tersedak karena ucapan Marc .


" hati - hati kakak kalo makan " ucap Flo , di benar - benar luas hati ini dan sangat terhibur .


" maksudmu apa " tanya Marc setelah minum dengan wajah yang terlihat memerah setelah tersedak .


" selera makan kakak seperti orang tua , itu lihatlah kakak memesan makanan yang biasa di makan kakek dulu " kata Flo .


" oh em be benar tapi ini sangat lezat " jawab Marc , rasanya Flo ingin tertawa terbahak - bahak saat ini .


Hari semakin sore seperti yang sudah dijanjikan Gavin , kini Gavin dan Monik sudah berada di mall berbelanja seperti biasa acara jalan yang dimaksud kedua pasangan itu adalah belanja .


" sayang bagus yang mana " tanya monik


" semua bagus "


" yang bener dong "


" bener sayang semua yang kamu pakai pasti cocok dan terlihat cantik "


" ih kamu bisa saja , kalo begitu aku ambil keduanya ya "


" terserah kalo kamu mau semua se isi mall ini juga tidak papa pasti akan aku belikan " jawab Gavin .


" jangan itu terlalu berlebihan terus nanti siapa yang akan memakai baju bayi di ujung sana " kata Monik sambil menunjuk tempat peralatan bayi yang di jual di sana .


" tentu anak kit " jawab Monik .


" hemm .. sayang aku boleh bertanya "


" jika nanati aku hamil anakmu gimana apa kamu akan menikahiku "


" kenpa kamau bertanya seperti itu apa kamu hamil "

__ADS_1


" eh em tidak ....tidak .. bukan itu maksud ku "


" tentu sayang selagi itu anak aku , aku akan bertangung jawab kamu jangan khawatir , tapi selama ini untungnya kita main dengan pengaman " jawab Gavin membuat Monik terdiam .


__ADS_2