
Sampai di toko bunga Cika , Flo melihat Marc sang kakak yang berada di sanana tengah berbicara dengan Cika .
" ngapain dia kesini , apa tidak kuliah " Gumam Flo
" lebih baik aku samperin mereka " kata Flo yang langsung berjalan mendekatinya .
" ehem " dehem Flo saat sudah berada di dekat mereka membuat keduanya terkejut dengan keberadaan Flo di sana .
" dek / flo " panggil Marc dan Cika bersamaan.
" apa kakak sering kesini "
" em itu tadi kakak mampir "
" ngak kuliah " tanya Flo yang
" oh dek kamu suka bunga yang mana " kata Marc mengalihkan oembicaraan entah mengapa ia terlihat begitu gugup .
" tidak aku tidak suka semuanya aku hanya suka kalo aku medapatkan penjelasan " jawab Flo sambil menatap Cika dan Marc bergantian .
" itu me t a ta tadi tuan Marc hanya mampir sebentar katanya ma mau beli bunga buat nyonya viona dan kamu flo "
" lalu kenapa kamu di sini dek apa nggak kuliah " sahut Marc , saat melihat Flo yang sepertinya tidak percaya dengan penjelasan Cika .
" aku jam kosong hari ini dan besok " jawab Flo
" apa kamu sudah makan ? " tanya Marc
" sudah tapi jika kamu mau mentraktir ku lagi aku tidak menolak " jawab Flo , Senyum tertarik di wajah Marc adiknya itu memang sangat unik , dan hanya satu di dunia menurutnya sih .
" baiklah ayo kakak tau restoran enak dekat sini paati kamu suaka " kata Marc mengajak Flo pergi namun di hentikan oleh Flo .
" ke napa ? "
" bukankah tadi mau membeli bunga buat aku dan nyonya " tanya Flo membuat Mark begitu sangat gugup .
" oh i iya juga , tolong bunga yang itu dan bunga itu " kata Marc
" oh iya sebentar " kata Cika yang juga gugup seperti halnya Marc .
melihat itu membuat Flo senang untuk menjahili kedua mahluk itu untuk mengisi ke bosanannya dan melupakan amarahnya dati Gavin .
" tunggu , bukankah itu bunga untuk pemakaman , apa kakak marc mau menguburku " kata Flo saat tanoa sadar Marc menunjuk bunga Cistus .
" oh maaf - maaf maksudku bunga yang itu "
" oh iya sebentar "
" kita mau ke kuil ? itu bunga pemujaan " kata Flo lagi .
__ADS_1
" kuil ? oh i iya sebelum ke restoran kakak ingin mengajakmu ke kuil unyuk berdoa " kata Marc .
" kita bukan orang budha " kata Flo .
" Ha / Ha " kaget Marc dan Cika , dan kini mereka terlihat sangat bodoh di depan Flo , ingin rasanya Flo tertawa tapi ia mencoba menahannya .
Bagaimana Marc bisa lupa dengan agamanya .
Pertemuan kedua Ken dan Gavin setelah kejadian itu .
Ditempat yang hanya menyisakan keduanya , Gavin dan Ken saling diam tanpa ada sepatah kata yang mereka ucapkan Hening menyelimuti keduanya . Hinga suara Ken memecahkan keheningan terdengar suara amarah yang bercampur kecewa terdengar tertahan .
" aku kira kamu lelaki baik - baik ternyata brengsek .."
" maaf tapi itu kenyataannya yang harus kamu terima , kamu bisa marah padaku bahkan membenci ku " jawab Gavin .
Tangan terkepal kuat rahang mengeras saat mendengar jawaban sahabat kecilnya itu , Ken hampir saja memukul Gavin , jika Gavin tidak segera menghindar .
" aku tak pernah menginginkan pernikahan ini , karena aku mencintai wanita lain "
" lalu kamu mempermainkan Flo "
" aku tidak mempermainkannya , aku berjanji akan menjaganya sebagai keponakan bukan untuk mencintainya sebagai pasangan "
" kelak kamu akan menyesalinya " ucap Ken yang berlalu pergi .
Tidak aku akan menyesal jika aku kehilangan orang yang aku cintai batin Gavin.
Jadi Flo mengajak Cika juga untuk makan bersama meski dengan sedikit memaksa .
" ini makanannya sangat lezat " kata Flo .
" kamu menyukainya " kata Ken
" jadi kamu sering kesini "
" em iya dulu teman kakak rumahnya dekat di dari sini jadi kakak sering kesini "
" oh jadi seperti itu , lalu kaka bertemu kak Cika karena sering kerumah teman " kata Flo
" bukan seperti itu Flo " sahut Cika
" atau teman kakak itu kak cika " Kata Flo lagi .
" ehem gimana degan kuliah mu " kata Marc yang mencoba mengalihkan pembicaraan .
" apa kalian berpacaran " tanya Flo membuat Cuka tersedak minumannya .
Uhuk ...uhuk ...
__ADS_1
" maksudku orang itu apa mereka pacaran " kata Flo sambil menunjuk dua orang laki - laki yang duduk tak jauh dari mereka , membuat Marc ataupun Cika menoleh kearah belakang .
" oh kirain " gumam Cika masih didengar Flo
" kirain apa "
" ti tidak "
" mereka laki - laki dek kenapa kamu bertanya seperti itu "
" oh benarkah aku kira salah satunya perempuan karena kemeja pink nya "
" kamu ada - ada saja " jawab Marc , lalu menyantap makanannya .
" hemmm ... selerak kakak ternyata yang lebih tua "
Uhuk ... uhuk ... kali ini Marc yang tersedak karena ucapan Marc .
" hati - hati kakak kalo makan " ucap Flo , di benar - benar luas hati ini dan sangat terhibur .
" maksudmu apa " tanya Marc setelah minum dengan wajah yang terlihat memerah setelah tersedak .
" selera makan kakak seperti orang tua , itu lihatlah kakak memesan makanan yang biasa di makan kakek dulu " kata Flo .
" oh em be benar tapi ini sangat lezat " jawab Marc , rasanya Flo ingin tertawa terbahak - bahak saat ini .
Hari semakin sore seperti yang sudah dijanjikan Gavin , kini Gavin dan Monik sudah berada di mall berbelanja seperti biasa acara jalan yang dimaksud kedua pasangan itu adalah belanja .
" sayang bagus yang mana " tanya monik
" semua bagus "
" yang bener dong "
" bener sayang semua yang kamu pakai pasti cocok dan terlihat cantik "
" ih kamu bisa saja , kalo begitu aku ambil keduanya ya "
" terserah kalo kamu mau semua se isi mall ini juga tidak papa pasti akan aku belikan " jawab Gavin .
" jangan itu terlalu berlebihan terus nanti siapa yang akan memakai baju bayi di ujung sana " kata Monik sambil menunjuk tempat peralatan bayi yang di jual di sana .
" tentu anak kit " jawab Monik .
" hemm .. sayang aku boleh bertanya "
" jika nanati aku hamil anakmu gimana apa kamu akan menikahiku "
" kenpa kamau bertanya seperti itu apa kamu hamil "
__ADS_1
" eh em tidak ....tidak .. bukan itu maksud ku "
" tentu sayang selagi itu anak aku , aku akan bertangung jawab kamu jangan khawatir , tapi selama ini untungnya kita main dengan pengaman " jawab Gavin membuat Monik terdiam .