Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
penyesalan


__ADS_3

Isak tangis Gavin tumpah kala ia berada di pangkuan sang ibu , menyesal itulah yang di rasakan Gavin .


" ini salahku "


" aku memang bersalah aku memang bodoh tapi jangan hukum aku dengan mendiamkan aku , jika perlu pukul aku " gumam Gavin .


" aku membutuhkanmu ... " ucap Gavin membuat Angel menatapnya dengan pilu , tangan tuanya mengelus lembut kepala putra semata wayangnya .


Sudah beberapa hari semenjak kejadian itu Gavin terlihat semakin kurus , dia seperti tidak merawat tubuhnya dengan baik .


Diruangan lain tepatnya di ruang kerja .


" gimana kabar flo " tanya Charles pada tangan kanannya .


" nona muda flo kini tinggal bersama pamannya , setelah hampir dua bulan di rawat di rumah sakit karena kecelakaan "


" ke kecelakaan ?" kaget Charles .


" iya tuan besar , nona tertabarak mobil kala kabur dari kejaran para penjahat yang tengah mengejarya , akibatnya nona mengalami cedera di bagian tangan kanan yang cukup parah di tambah dengan patah tulang di bagian tulang rusuk dan gagar otak yang lebih parah kedua kaki nona mengalami lumpuh "


" bagaimana keadaanya sekarang " gumam Charles .


" yang pasti nona masih sering kerumah sakit "


Hasil otopsi yang dari sang putri yang tidak pernah ia lihat , dan mendengar pengakuan sang mantan istri membuat Jek begitu stres di buaya , duduk di samping makam yang masih basa , makam yang selalu ia kunjungi di setiap minggu menjadi rutinitas wajib baginya kala ia merindukan sang putri .


Hasil otopsi mengatakan jika sang putri mengalami kekerasan fisik , terutama di bagian alat vitalnya yang membengkak .


Dan mendengar pengakuan sang mantan istri yang semakain membuatnya terpukul jika ia telah menjual sang putri kepada Robert sejak usianya dua belas tahun , sebagai sumber ia mendapatkan uang dan fasilitas mewah yang ia nikmati .


" maafkan ayah yang tidak bisa datang di saat yang tepat , maafkan ayah yang tidak bisa menolongmu pasti kamu sangat menderita , sekarang tenaglah disana berbahagialah " gumam Jek .


" paman " panggil Flo yang baru datang bersama Felix yang mendorong kursi rodanya serta Miguel Viona Ken dan Rose .


" nona muda " jawab Jek yang langsung berdiri membungkuk hormat


" maaf kami baru datang hati ini " kata Miguel


" tidak papa tuan saya mengerti " ucap Jek dengan senyum meski ia tampak sendu .


" kami turut berduka atas semua yang di kamu alami dan putri mu " ucap Viona .


" makasih nyonya besar "


" semoga ia tenang di sana " sambung Ken .


" makasih telah datang dan menyempatkan waktu untuk kemari , dan maaf kan saya tidak bisa menjenguk nona muda " kata Jek .


" tidak papa kami mengerti "jawab Felix


" nona muda bagaimana keadaanmu sekarang ? ...."


" tanganku sudah bisa di gerakkan hanya saja kakiku tidak bisa berjalan lagi , dan mataku harus memakai kacamata untuk bisa melihat lebih jelas " jawab Flo dengan senyum .


" ini semua salah nya yang sudah buta dan gelap aka .." ucap Jek dengan pelan tapi masih terdengar jelas .


" apa dia juga yang membunuh ma ..." ucap Flo yang terpotong oleh Felix .


" jangan menyalahkan siapapun itu adalah takdir mama kamu tidak ada disini itu karena takdir " jelas Felix .

__ADS_1


" lalu apa aku boleh menyalahkan tuhan yang sudah membuat takdir tidak baik untuk ku dan mama , aku tidak percaya lagi padanya " ucap Flo lagi .


" sayang dengarkan paman sekarang kita sedang berkunjung berdoa untuk putrinya tuan jek " ucap Felix .


" maaf " jawab Flo .


" tidak papa nona " jawab Jek .


Dia juga masih menyalahkan semuanya padaku ...maafkan aku nak semua salahku ...


Pulang dati kediaman orang tuanya Gavin kembali ke tempat tinggalnya , senyum tertarik di wajah tampannya kala ia melihat ruang makan dan dapur dimana bayangan Flo yang memasak diamkan bayangan Flo makan bersama dan mencium pipinya kala ingin berangkat kuliah , beralih menatap ruang tengah yang mengingatkan di mana ia pertama kalinya memakan mie instan bersama Penonton berita karena gadis kecil itu menyukai pembaca berintanya , kini ia berjalan ke kamar Flo yang masih ada barang - barang Flo , melihat tas ping yang pernah membiat kerusuhan , melihat make up yang pernah ia minta tapi tidak pernah ia turuti dan ber akhir ia membelinya sendiri , melihat gaun - gaun indah yang sering ia gunakan , kembali ke kamarnya sendiri duduk di kasur dan berbaring disana , menghadap sisih yang kosong meninggalkan bekas Flo di sana bayangan Gadis itu saat yidur bayangan gadis itu yang jahil saat membangunkannya bayangan gadis itu menyiapkan baju kerjanya bayangan di mana gadis itu tidur dan memeluknya .


" dimana kamu sekarang " gumam Gavin sambil mengelus lembut tempat kosong di sampingnya .


Di kampus Ree dan Farel tampak diam dan lemas , ya seperti biasa penyebabnya adalah Flo , sejak pertama masuk setelah libur hingga saat ini mereka terlihat bermalas - malasan , terlihat tidak bersemangat untuk belajar .


Pengaruh Flo sangat kuat bagi mereka , bukan hanya Tee dan Farel di kelas tempat Flo belajar juga , seorang anak yang biasa duduk di pojok paling belakang sendiri seorang anak yang sering melamun dan tidak peduli dengan dosen pengajar kini sudah tidak ada , seeorang dosen yang sering menegurnya di setiap pelajaran kini terasa sepi .


Begitu pun dengan seorang yang tengah duduk diam di tempat duduk biasa Flo duduk , ia tampak melihat kearah kaca yang memperlihatkan taman disana , begitu indah .


Bolehkah aku merindukanmu ....


sungguh aku sangat merindukanmu , rasa rindu ini semakin hari semakin besar dan semakin menyiksaku .


Andai saja dulu aku yang lebih dulu memilikimu , bertemu denganmu ....


" jus " panggil Tee yang membuat anak laki - laki itu menoleh ke sumber suara yang memperlihatkan dua anak remaja yang tengah berdiri menatapnya .


" kelian ? kenapa ke sini " tanya Justin .


" kami bosan , jadi kami datang kemari hanya ingin melihat bangku Flo " jawab Farel .


" kami memang sering menemuinya hanya saja jika di kampus tidak bisa bersamanya serasa membosankan " lanjut Farel .


" a a aku "


" dia sudah resmi bercerai " sahut Tee .


" ce ce cerai "


" hemm , itu bukan pernikahan " lanjut Farel .


" awalnya hanya sebuah perjanjian namun setelah itu Flo berusaha mempertahankan pernikahan karena arti pernikahan , ia berusaha membuat orang tua itu mencintainya hanya untuk mempertahankan ikatan suci karena ia mengkhawatirkan masa depan " jelas Farel yang membuat Justin terdiam , ia juga pernah mendengar Farel mengatakan itu dimana saat itu Flo berada di ruang UGD .


" tapi semua usahanya patah dan ia memilih untuk berhenti dan kini sepertinya seseorang telah membuatnya galau " sahut Tee .


" datanglah berkunjung untuknya "


Kedatangan Kevin membuat Gavin terbangun dari tidurnya , kini Gavin berada di ruang kerjanya bersama asisten yang selalu setia menemaninya .


" tuan ini berkas - berkas penting yang harus tuan tanda tangani " kata Kevin .


" bagaimana dengan flo apa kamu tau "


"...."


" kamu dekat dengan cika bukan pasti kamu tau kabarnya "


"...."

__ADS_1


" cari tau dia " perintah Gavin .


" ...."


Gavin menyalakan komputer menjajahi senjajahi semua rekaman cc tv yang menampakkan semua yang di lakukan Flo .


Mulai dari Flo yang belajar memasak yang gahal berulang kali yang berakhir makanan di buang ke tempat sampah , senyum Gavin tertarik melihat begitu gemasnya gadis itu , sedetik kemudian senyumnya pudar kala melihat ia tengah menunggu dengan makanan yang sudah ia siapkan dengan susah payah , dan ber akhir ia yidak memakannya malah tertidur , lamu makanan itu ia buang kala pagi menjelang , video seperti itu berulang kali di setiap hari , hingga salah satu Video memperlihatkan Flo tengah terduduk dengan tangis di depan ruang kerjanya sangat lama , hingga ia keluar dengan Monik disana terlihat dengan cepat ia mengusap air matanya dan merubah senyum .


Ada kala Video dimana Flo menangis sendiri di balkon lalu berakhir tertidur di sofa dan bangun di pagi hari terlihat ia mengompres mata yang bengkak lalu kembali kekamrnya .


Dan salah satu Video yang paling menyesakkan yang membuat Gavin menangis di buatnya sebuah Video dimana tepat di hati ulang tahun Gavin .


" apa yang telah aku lakukan " gumam Gavin .


" tuan " panggil Kevi yang memang masih setia menunggu di sana .


" vin aku menyakitinya "


" anda juga menyia - nyiakannya tuan "


" aku tau aku sangat bodoh "


" dan sekarang anda baru menyadarinya "


" aku tau dan ini sudah terlambat "


" dan anda sudah mencintainya "


" cinta ? "


" ..."


" aku mencintainya ? "


" ..."


" dan aku baru menyadarinya "


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


HALO SEMUA TERIMA KASIH SUDAH MAU MENYEMPATKAN DIRI UNTUK MEMBACA KARYAKU INI , DAN MAAF ADA BEBERAPA PERBAIKAN DI BABA BAB SEBELUMNYA DARI BAB VIOLA .

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA .


DAN JANGAN LUPA UNTUK MAMPIR KE KARYA AKU , HAIKAL DAN ARIELLA .


__ADS_2