
Kedatangan teman - teman kampus menjadi kejutan tersendiri , apa lagi kedatangan seseorang yang selalu tergambar di pikirannya .
" cepat sehat dan kembali kekampus ya meski kamu tidak pernah berbicara dan hanya melamun di kelas " ucap salah satu temannya yang langsung mendapat pukulan kepala dari salah satu temannya yang lain .
" mak sud kami cepat sembuh dan belajar lagi bersama kita - kita " sahut yang lain .
" makasih kalian sudah mau menjenguk "
" sama - sama itu sudah menjadi kewajiban kita "
" kalo begitu kami pamit pulang " ucap Justin .
" lo ngapain pulang " tanya salah satu temannya lagi yang membuat Justin bingung begitupun dengan Flo .
" iya lo , mending di sini saja ngabisin waktu sama pujaan hati kalo pulang cepet nyesel lo entar di kampus galau lagi " sindir yang lain .
" la iya suka duduk di bangku pojok belakang sendiri samping kaca hanya untuk melamun " sahut yang lain .
" sudah mending di sini saja jaga binik , kita balik dulu " ucap yang lain .
" jangan sampek di ambil orang " sahut yang lainnya .
Setelah semua anak pulang kecuali Jusyin yang masih duduk di sofa dekat dengan Flo , keduanya tampak saling diam yang terlihat suasana canggung .
" ehem ..sudah malam lebih baik makan malam dulu paman sudah menyiapkan semua nya jutin tolong bantu flo " ucap Felix yang langsung pergi membuat Justin bingung harus apa .
" tidak perlu aku bisa sendiri lebih baik kamu ke ruang makan duluan " kata Flo membuat Justin menoleh kearahnya , mata indah yang berada di balik kaca mata masih sama seperti dulu masih terpancar indah .
Flo mencoba meraih kursi rodanya namun tangannya terhenti kala Justin yang tiba - tiba mendekat dan mengangkat tubuhnya , keduanya merasakan detak jantung yang berdetak begitu cepat memacu seperti tengah berlari .
Dengan pelan Justin mengangkat tubuh Flo meletakkan di kursi roda setelah itu dengan pelan juga Justin mendorong kursi rodanya ke ruang makan .
" terima kasih sudah membantu "
" sama - sama " jawab Justin .
" sekarang biar saya sendiri " kata Felix yang hendak mengambil Alih Flo namun terhenti kala melihat tangan jutsin yang memegang gagang dorongan kursi roda dengan erat terlihat tangan putihnya memerah .
" oh ok sepertinya paman melupakan sesuatu paman kedapur dulu bisa meminta tolong lagi justin " ucap Felix dan di angguki Justin pelan .
Dengan pelan Justin mengangkat tubuh kecil itu lagi untuk duduk di kursi setelah itu ia juga ikut duduk dikursi dekat Flo .
" maaf sudah menyusahkan " ucap Flo pelan .
" tidak "
" makasih " jawab Flo
" aku dengar kamu sudah ber .." tanya Justin membuat Flo yang awalnya menunduk mendongak menatap seseorang yang duduk di sampingnya .
" iya pasti kamu mendengar dari tee dan farel " ucap Flo lagi yang hendak menunduk namun tertahan dengan satu jari telunjuk justin yang diletakan di dahi Flo membuat , gadis cantik di depannya membelalakkan matanya .
" tadi mereka juga yang memberi tau ku di mana kamu " ucap Justin dengan terus menatap mata Flo yang terus berusaha memalingkan pandangannya
" ..... " ...
" kamu pernah melihat cahaya rembulan dari dekat " tanya Justin yang di jawab gelengan kepala oleh Flo .
" aku pernah ia bersinar indah , apa kamu pernah melihat bunga mekar di bawah sinar rembulan ? "
__ADS_1
" tidak "
" aku pernah itu sangat cantik , apa kamu pernah melihat pelangi dari dekat "
" tidak "
" aku pernah itu sangat indah , apa kamu pernah ..."
" semua yang kamu tanyakan hal khayal " sahut Flo .
" benarkah menurutku tidak , apa kamu pernah mengenal seseorang di depanmu "
" ....."
" aku pernah hampir tertabrak karena fokus dengan musik yang aku dengarkan untung nya seseorang menyelamatkan ku matanya indah terpancar seperti rembulan , wajahnya cantik seperti bunga yang mekar di bawah sinar rembulan begitu banyak warna dalam dirinya hingga seseorang yang melihatnya akn terjatuh karena pesonanya , ia terus tertawa dan tersenyum namun entah saat ini itu redup membuatku sedikit sedih di buatnya " jawab Justin yang masih belum di fahami oleh Flo .
" pasti dia seorang dewi "
" ya "
" ...."
" kalian pasti sangat cocok "
" benarkah ? kenapa bisa begitu ? "
" kalian memiliki kelebihan yang setara "
" aku bahagia mendengarnya " jawab Justin
" maaf paman pasti lama kalian pasti sudah menunggu "
Di tempat lain Gavin tengah duduk di kursi kebesarannya dengan di temani Kevin yang yang duduk di sofa memberikan informasi yang di minta Gavin .
" dia kecelakaan "
" ya "
" tertabrak saat ia di kejar penjahat "
" penjahat ? "
" penjahat yang sama yang mencelakinya waktu itu "
" lalu "
" para pelaku sudah di tangkap "
" itu tidak penting yang penting gimana keadaanya setel kecelakaan "
" nona flo mengalami gagar otak , benturan di kepalanya berakibat ke mata yang kini nona mengalami rabun , tangan kanannya mengalami cedera yang cukup serius dan patah tulang bagian tulang rusuk dan kelumpuhan "
" sangat parah "
" begitulah tuan "
" lalu ada lagi info "
" untuk kelumpuhan yang di alami nona flo hanya ada kemungkinan kecil nona bisa berjalan normal kembali "
__ADS_1
" kemungkinan ke kecil ? "
Setelah makan malam , Felix memberi waktu untuk Flo dan Justin mengobrol dengan meninggalkan mereka di ruang tv , yang hanya menyisakan keheningan .
" paman akan ke ruang kerja dulu kalian bicaralah masih ada yang ingin paman urus " ucap Felix yang langsung berlalu pergi .
" jika kembali kuliah pasti kamu akan ketinggalan banyak materi "
" mereka sudah mengurus kuliah untukku secara online "
" jika butuh bantuan kamu bisa menghubungiku "
" terima kasih "
" tak perlu sungkan "
" ....."
Suasana kembali hening dengan Justin yang tidak tau harus bicara apa , ia sangat canggung .
" malam ini pasti sangat dingin "
" mungkin "
" setelah ini tidurlah dan berselimut jangan lupa menyalakan ac penghangat "
" aku tau "
Suasana kembali hening .
" maaf tadi perkataan teman teman "
" hem tidak papa " ucap Flo
Hening kembali menyelimuti keduanya kembali diam hanya ada suara jam yang terdengar .
" tee dan farel pasti sering kemari "
" hemm "
" mereka teman yang baik "
Lagi - lagi hening kembali menerpa hingga suara Flo memecahkan keheningan .
" siapa rembulan dan bunga itu " tanya Flo tanpa berani menatap yang di tanya .
" seorang dewi " jawab Justin sambil terus menatap Flo .
" oh ..em dia pasti sangat cantik " jawab Flo dengan senyum .
" tentu , dia sangat cantik seperti apapun dan bagai manapun keadaanya dia akan tetap cantik seperti dewi "
" pasti sangat sempurna "
" ya tentu dia sangat sempurna " jawab Justin .
" tak seperti diri ku " gumam pelan Flo dengan kepa yang menunduk yang masih didengar Justin , senyum tertarik di wajah justin .
Andai kamu tau ...
__ADS_1
" bisakah besok aku datang kemari lagi " tanya Justin yang membuat Flo mendongakan kepalanya dan menatap seseorang di sampingnya yang tengah tersenyum kepadanya .