Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
Flo ..


__ADS_3

Flo terus berjalan entah kemana ia akan pergi dia tidak tau harus kemana lagi , seorang yang biasanya datang disaat seperti ini orang yang membuatnya tenang dan aman disaat seperti ini dan orang yang selalu membuatnya tersenyum dan tertawa dan kin orang itu tidak akan datang kembali .


Vila di bukit vila yang menjadi tempat Gavin menenangkan diri , begitu banyak masalah yang mendatangi Gain akhir - akhir ini tapi entah kenapa rasa yang lebih menyakitkan saat Flo mengatakan jika ia tidak mencintainya , entah kenapa gadis itu menyerang hatinya berkali - kali , menghilang dan mengatakan menyerah lalu pergi kemudian surat dari pengadilan dan kini dengan suara yakin dan lantang ia mengatakan jika ia tidak mencintainya .


*Kenapa kenapa seperti ini bukankah kemarin aku berharap dia bertemu orang yang ia cintai , berbahagia dengan laki - laki yang juga mencintainya tapi sekarang kenapa ......


sial* .....


Tanpa sadar langit cerah berganti mendung Flo terus berjalan tanpa tujuan dengan air mata yang terus ingin menetes .


Kenapa jalan hidupku selalu seperti ini ....


Kakinya terus melangkah tanpa ia sadari beberapa orang tengah mengawasinya dan tepat di jalan yang sepi , langkah Flo terhenti kala tiga orang menghadang jalannya membuat gadis itu terkejut bukan main .


" mau kemana kamu nak " kata orang dengan suara berat yang masih diingat siapa orang itu .


" kita ketemu lagi cantik " ucap yang satunya jika dilihat dia sepertinya anak buahnya .


" wah kenapa sepertinya kamu habis menaggis " ucap yang satunya .


" ma ma mau apa kalian ke " teriak Flo


" tentu saja dirimu " ucap mereka dengan tawa

__ADS_1


" sepertinya kelinci kecil ini tengah tersesat dan tengah mendatangi kita dengan sendirinya "


" benar jangan banyak bicara pegang dia " ucap seseorang dengan suara beratnya .


" baik bos " jawab kedua anak buahnya yang hendak menangkap Flo tapi sebelum itu terjadi Flo lebih dulu melarikan diri .


" sial kejar "


Gadis itu terus berlari secepat mungkin menghindari para penjahat yang terus mengejarnya


Di sisih lain Justin yang masih berhenti di pinggir jalan , mencoba bernafas dengan dada yang terasa sesak , perkataan Gavin terus berputar - putar di otaknya , entah kenapa rasanya begitu sakit setelah mendengar kenyataannya .


Remaja itu masih terduduk diam menatap jalanan yang sepi nan kosong , bayangan bersama gadis pujaannya menaiki motor dan melihat senyum lewat kaca kecil , bayangan Flo yang tertawa membuat dadanya semakin sesak , ia mencoba memejamkan matanya lalu membuka mata itu kembali membuang nafas dan hendak mulai menyalakan mesin mobilnya namun saat hendak menancap Gas ia melihat seorang gadis dari kejauhan tengah berlari hinga terjatuh lalu ia berdiri dan berlari lagi namun ia kembali terjatuh lagi tampak ia melihat keraha belakang melihat tiga orang laki - laki tengah mengejarnya yang semakin mendekat , lalu dengan segera ia kembali berdiri dan mencoba berlari meski kakinya terlihat pincang , ia terus berlari sekuat tenaga mencoba menghindari tiga orang laki - laki yang tengah mengejarnya .


" apa yang terjadi semoga dia baik - baik saja " gumamnya


Dengan terus mengendarai mobilnya Felix mencoba untuk menghilangkan fikiran negataif soal Flo dengan memikirkan hal - hal lain tentang pekerjaan , namun saat ia sudah mulai Fokus dengan pikiran pekerjaannya ia dibuat terkejut kala melihat Flo tengah berlari dengan wajah ketakutan di seberang sana tampak ia tengah di kejar oleh seseorang , dengan cepat Felix menghentikan mobilnya dan turun dari mobilnya .


Dengan bersamaan Felix dan Juatin yang berada di tempat yang berbeda dengan arah yang berbeda hendak menolong Flo namun saat mereka melangkah untuk menghampiri Flo mereka di buat terkejutan kala gadis itu berlari menyeberangi jalan menghindari penjahat tanpa ia sadari sebuah mobil dengan kecepatan di atas rata - rata tengah melaju kencang dari arah timur .


Bruak .... tubuh kecil itu terpental cukup jauh dengan mobil yang setelah menabrak Flo menabrak pohon di pinggir jalan .


" FLO ....." teriak Felix dan Justin bersamaan dengan cepat kedua lelaki itu berlari mendekat kearah tubuh yang sudah terbaring lemah di atas jalan .

__ADS_1


Sedangkan ketiga penjahat itu langsung kabur dari tempat kala melihat Flo yang sudah terbaring di atas aspal dengan dara segar yang mengalir .


Di sisi lain Gavin yang tertidur tiba - tiba terbangun dengan keringat bercucuran , entah kenapa ia begitu merasa takut dengan mimpi buruknya , mimpi di mana ia tengah mendorong flo hingga terjatuh dari atap gedung yang tinggi terlihat gadis itu memohon padanya tapi entah tanpa belas kasih ia dengan teganya malah mendorong gadis itu hinga terjatuh .


" f f flo " suara dengan tersengal - sengal dengan nafas yang memburu .


Pyar .... sebuah bingkai Foto terjatuh dari dinding dan pecah tak beraturan membuat Tee serta Farel yang tengah bermain game terkejut bukan main .


" ke kenapa bisa jatuh " kata Farel .


Sebuah Foto bersama , Tee Farel dan Flo yang berada ditengah ketiganya tengah tersenyum manis .


" f f f f flo b b b bertahanlah disini ada paman " ucap Felix sambil mencoba mengankat tubuh Flo .


" p p pa m" ucap Flo yang sudah tidak sangup untuk mengatakan sesuatu .


" f f flo ini pa apa paman " panggil Justin dengan pelan Flo melihat kearah anak lelaki yang tengah meneteskan air mata itu .Senyum tipis terlihat di wajah yang sudah berlumur darah .


" ber ber tahanlah pa paman a akan ..hiks ...." ucap Felix terhenti setelah Flo melihatnya dan tersenyum padanya lalu dengan perlahan gadis itu memejamkan matanya .


Sejak tadi Rose dan Ken terduduk di sofa ruang tengah entah kenapa mereka tengah menatap kosong kearah bingkai Foto yang terdapat Flo yang memperlihatkan Flo tertawa disana .


Setelah sedikit merasa tenang gavin segera berdiri dan segera pergi dari vila setelah melihat ponselnya yang terdapat begitu banyak panggilan dari kepala pelayan dan sebuah pesan masuk yang mengabarkan keadaan keadaan Monik .

__ADS_1


Menggunakan pesawat pribadi Gavin pergi dari Vila bukit dan langsung ke rumah sakit tempat dimana Monik di rawat .


__ADS_2