
Keluar dari apartemen gedung yang berdiri kokoh dan gagah , gedung tinggi yang terletak di kawasan elit , berjalan jauh dari kawasan itu dan berhenti tepat di pinggir jalan dengan kepala menunduk , ini kah cinta baru juga melangkah sudah di tendang Batin Flo dengan senyum miring dengan mata yang sudah berkaca - kaca .
Hem kehidupan begitu kejam ...
Flo tetap berdiri dan tak perduli dengan langit yang mulai mendung sepertinya hujan akan turun .
" aku akan menjelaskannya besok jika kamu datang ke kantor " jawab Kevin .
" oh baiklah "
" aku pergi dulu " kata Kevin yang langsung melangkah pergi keluar .
Keluar dari unit apartemen Gavin Kevin mencari - cari keberadaan Flo tapi ia tidak menemukannya .
" di mana dia " gumam Kevin
" pak apa bapak melihat anak perempuan ya..." tanya Kevin pada sekuriti yang tengah duduk tak jauh dati pintu masuk gedung .
" yang tadi datang sama tuan kan kalo ngga salah namanya nona Flo penghuni unit paling atas " sahut sekuriti .
" iya "
" dia keluar berjalan ke arah sana " jawab sekuriti .
" baiklah terima kasih " jawab Gavin yang langsung berlari keluar menuju jalan yang di tunjuk para sekuriti itu , berharap Flo masih ada disana .
Sayangnya ia tak menemukan Flo , Kevin berhenti tepat di jalan keluar Kawasan gedung apartemen , Tes .... setetes air terasa basah di kulit kepalanya , membuat ia mendongak melihat langit yang mulai mendung , tangannya menengadah merasakan air yang mulai turun dari langit , seketika pikirannya terlintas ke malam itu di mana hujan deras beserta petir , mengingat bagaimana Flo yang takut dengan petir , membuat Kevin khawatir akan hal itu .
Dengan cepat ia kembali berlari menuju mobil yang ia parkir , pikirannya di penuhi dengan bayang - banyang Flo yang menangis tersedu - sedu di dalam pelukan nya hinga tertidur , Kevin masuk kedalam mobilnya dan segera menjalankannya keluar dati kawasan elit .
Rintikan hujan mulai turun membasahi jalanan yang tadinya kering , Flo yang merasakan tubuhnya basah dengan segera ia berteduh berlari menuju halte bus .
Kevin menjalankan mobilnya dengan pelan menyusuri jalanan dengan hujan yang mulai deras disertai angin , ia semakin di buat khawatir kala kilat terlihat di langit .
__ADS_1
" di mana kamu " gumam Kevin .
Mobilnya terus berjalan dengan mata yang terus melihat ke kanan kiri jala , hingga ia menemukan sosok yang ia cari tengah berteduh di halte bus dengan tangan yang mendekap tubuhnya sendiri , dengan segera ia menghentikan mobilnya tepat di depan halte , dan segera keluar saketempat Flo berada .
" flo " panggil Kevin membuat Flo mendongak kearah lelaki yang berdiri tepat di depannya dengan baju yang sedikit basah .
Srek ... Kevin langsung menarik tubuh kecil di depannya kedalam pelukannya begitu lega yang ia rasakan saat menemukan Flo
" kita pergi dari sini " ucap Gavin melepas pelukan nya , ia juga melepas jasnya lalu memakainkannya kepada Flo agar gadis itu merasa hangat .
Selama di perjalanan Flo tidak mengatakan sepatah katapun , begitupun dengan Kevin yang menyetir mobilnya dengan Fokus meski sesekali melihat kearah Flo yang duduk di sampingnya dengan diam .
" kita sudah sampai " kata kevin saat mobil berhenti di sebuah garasi .
" kita kerumah ku bajumu basah begitupun dengan bajuku " kata Kevin , ia keluar mobil lalu berjalan memutar membukakan pintu untuk Flo .
Berjalan masuk kedalam rumah yang cukup besar meski tidak sebesar kediaman Andarius ataupun Ardinarius , tapi rumahnya sangat mewah .
" rumahnya memang tidak sebesar kediaman andarius atau kediaman ardinarius " kata Kevin .
" aku akan ke atas dulu mengambilkan baju ganti untukmu " kata Kevin , yang langsung berjalan menaiki tangga .
Beberapa menit kemudian Kevin kembali turun membawa baju ganti untuk Flo dengan bajunya yang masih belum di ganti dan terlihat masih basah .
" kamu ganti baju disana " kata Kevin menunjuk arah pintu yang tidak jauh dari tangga .
" aku akan keatas menganti baju ku " ucap Kevin , ia langsung pergi menuju tangga , dan Flo langsung berjalan menuju tempat yang di tunjuk Kevin , sebuah kamar yang tak begitu luas dan tidak begitu sempit , Flo masuk dan mulai mengganti bajunya .
Kaos lengan pendek oversizi dan celana panjang yang kebesaran serta kepanjangan jika di pakai Flo harus di tekuk tiga kali .
Flo keluar kamar setelah menganti baju dan membawa baju nya yang basah .
Melihat flo baru keluar kamar tamu , Kevin di buat gemas dengan penampilan Flo saat ini , ingin rasanya Kevin mencubit Flo , baju yang ia pinjamkan ke Flo terlihat begitu kebesaran .
__ADS_1
" mana baju basahnya " kata Kevin , Flo langsung menyerahkan baju serta jas yang ia bawa , kemudian kevin membawanya ke arah belakang dan kembali lagi tanpa baju basah itu .
" duduklah di sofa aku akan membuatkan minuman hangat untukmu " kata Kevin .
" em kak " panggil Flo menghentikan langkah Kevin .
" em tidak "
Flo duduk di sofa empuk berwarna hitam seperti yang di perintah Kevin .
Dua cangkir coklat hangat Kevin bawa ke ruang tengah setelah beberapa menit .
" minumlah agar tubuh mu terasa hangat " kata Kevi sambil menyodorkan secangkir cokalt hangat untuk Flo .
" kak kevin tinggal di sini sendiri " tanya Flo setelah menyeruput coklat hangatnya dan meletakkan cangkirnya di atas meja .
" em "
" apa di sini tidak ada pembantu atau pelayan yang ..."
" ada mereka akan datang pagi dan pulang sore " jelas Kevin .
" em "
Suasana kembali hening , hanya ada suara jam dan hujan di luar yang terdengar .
" hujan semakin deras " kata Kevin , Jedyar tepat setelah mengatakan itu terdengar suara petir yang begitu keras tiba - tiba lampu padam membuat semuanya menjadi gelap , membuat Flo lngsung melompat memeluk Kevin yang di buat Kaget dengan teriakan serta Flo yang tiba - tiba melompat dan memeluknya .
" sepertinya ada pemadaman listrik karena hujan deras disertai angin " kata Kevin yang hendak berdiri namun tertahan saat Flo memeluknya dengan erat .
" ikutlah denganku kita nyalakan lilin " kata Kevin sambil memeluk balik Flo hanya dengan tangan kanannya , dan tangan kirinya ia buat merambah untuk membantu ia berjalan di kegelapan .
Pemadaman listrik terjadi diseluruh kota , suasana gelap juga di rasakan oleh Gavin dan Monik , namun malam yang gelap serta hujan deras di luar tak membuat keduanya merasa bingung malah mereka asik dengan menciptakan adegan panas yang berpeluh .
__ADS_1