
Sepulang dari kampus Flo ditemani Kevin pergi kerumah sakit tempat dimana Rose dirawat , dengan membawa buah tangan keduanya berjalan memasuki ruangan serba putih yang didalamnya hanya ada Rose dan Ken saja .
" selamat sore om tan " sapa Flo bersamaan .
" selamat so... re " tanya Ken saat melihat Kevin bersama Flo
" selamat sore tuan ken selamat sore nyonya rose " sapa Kevin samabil membungkuk sopan .
" ngapain kamu kesini apa kamu di suruh gav ..."
" tidak om kak kevin kesini bersamaku bukan karena perintah om gavin "
" tpi bisa saja ..."
" tida tuan ken saya kemari memang benar - benar murni tanpa perintah tuan gavin " jawab Kevin membuat Ken terdiam .
" tante gimana keadaanya " tanya Flo .
" sudah sedikit membaik "
" syukurlah "
" tan ini kita bawain buah dan makanan bergizi bukan kita sih tapi tari kak kevin yang membelinya tante makan ya " kata Flo
" makasih " kata Rose kepada Kevin , mata Ken menatap Kevin dengan penuh tanya entah kenapa ia melihat gelagat yang aneh dari laki - laki itu .
" sama - sama nyonya semoga cepat sembuh tadi itu pilihan flo semoga anda menyukainya " jawab Kevin .
" flo ? sepertinya kalian sangat akrab " sahut Ken memicingkan satu alisnya menatap Kevin .
" iya kita memang sangat dekat " Jawab Flo .
" Flo sini tante kangen sama flo " pangil Rose , sebenarnya dadanya terasa sesak kala melihat Flo , setelah mendengar cerita dari Ken bertapa mirisnya gadis remaja itu , meski kini ia tengah tersenyum dan tertawa didepannya tapi mata indah miliknya tak pernah berbohong , jika luka terasa sangat perih .
" kemarin malam kan flo nginep , masak udah kangen aja baru juga ditinggal sebentar " ucap Flo .
" saya mau bicara dengan mu " kata Ken .
" dengan saya ? oh b baik tuan " jawab kevin .
" Flo jagain tante ya , kalo bisa paksa untuk makan yang banyak " kata Ken .
" siap om " kata Flo dengan suara tegasnya , meski gadis itu mengatakan dengan senyum tapi entah kenapa mata Ken dan Ros berkaca - kaca , dadanya terasa sesak .
__ADS_1
kenapa kamu begitu kuat batin Ken .
Berhenti diluar tempat yang sepi , Ken mengajak kevin duduk di kursi bersama .
" katakan dengan jujur kepadaku " kata Ken membuat Kevin bingung .
" maaf tuan maksudnya " tanya Kevin bingung apa yang di maksud ken untuk mengatakan yang sebenarnya .
Ditempat lain Gavin yang tak masuk kerja , dan menitipkan pekerjaannya kepada Felix dan Kevin yang entah juga tidak masuk bekerja , Gavin tengah duduk memikirkan sesuaatu dibalkon kamar dengan wajah yang masih babak belur .
" bagaimana bisa gadis itu kembali dengan wajah biasa saja dan seakan tidak terjadi sesuatu apa ini semua rencananya " gumamnya .
" tidak itu tidak mungkin aku bahkan menatapnya saat itu ia baru masuk dengan wajah bahagia dan seketika berubah terkejut "
" hah ... sial bagaimana bisa Ken tahu , ini salahku kenapa aku bisa ceroboh begini kenapa aku tidak mengunci pintunya "
" entahlah bagaimana kelanjutan hubungan persahabatan kami ..." gumamnya dengan diam membayang kan kebersamaannya bersama Ken .
" dia lelaki yang baik sangat baik " gumamnya , tapi seketika itu ia mengingat Monik cinta pertamanya .
" maaf ken mungkin aku akan memilihnya karan itu impian dan kebahagiaanku " gumamnya lagi .
Malam semakin larut Flo harus kembali pulang meski Ken dan Rose sangat keberatan dengan kepulangan Flo , tapi mau bagaimana lagi jika keinginan gadis remaja itu untuk memperjuangkan pernikahannya .
Sampai di depan Gedung apartemen Flo langsung masuk kedalam , sedangkan kevin hanya melihat Flo berjalan masuk hingga tubuh mungil itu menghilang di balik pintu life .
" Mobil itu " gumam Kevin saat ia rasa pernah melihat mobil yang terparkir tak jauh dari mobilnya .
Mobil yang selalu berjalan di belakang mobilnya dan akan berhenti tak jauh dari mobilnya berhenti , dan itu selalu saja terjadi di waktu menjemput Flo untuk kuliah dan menjemput Flo untuk pulang kuliah , mobil itu selalu pergi setelah Flo masuk ke kampus atau masuk ke apartemen , sebelumnya ia tidak menaruh curiga dengan mobil itu tapi saat ini ia merasa ada yang aneh .
" jangan jangan ... " gumam Kevin yang langsung berjalan pelan menuju mobil hitam yang selalu mengikuti mobilnya .
Tok ...Tok ... ketuk kevin yang membuat orang didalamnya terkejut .
" keluarlah " kata Kevin
" keluar atau mau aku laporkan polisi " kata Kevin lagi , yang membuat orang didalamnya langsung membuka pintunya dan menampakan wajahnya .
" kamu " kaget Kevin dengan wajah terkejut .
" iya ini saya "
" apa yang kamu lakukan disini " tanya Kevin saat tau siapa yang berada di dalam mobil.
__ADS_1
" sa saya hanya .. han .."
" apa kamu menguntit " tanya kevin lagi yang membuat orang tersebut bingung harus menjelaskan apa .
" tidak mana mungkin saya hanya "
" hanya apa ? jelaskan dengan benar atau saya laporkan perbuatan mu kepada pihak yang berwajib "
" tidak jangan lakukan itu saya akan menjelaskannya "
" sebenarnya nona flo itu ....."
Sampai di apartemen Flo langsung menganti bajunya lalu segera kedapur memasak makan malam , dia sudah cukup baik dalam memasak karena ia selalu giat dalam belajar untuk sang suami .
Akhirnya hari ini ia bisa memasak untuk Gavin " semoga saja ini lezat " gumamnya sambil mengotak atik masakan .
Bauk harum masakan tercium begitu memabukkan Gavin yang memang sudah merasa lapar dibuat heran dengan bauk masakan itu entah siap yang tengah memasak diapartemennya .
" bukankah monik ada pemotretan " gumamnya
" atau dia membatalkannya karena tak tega meninggalkanku " gumamnya dengan senyum .
Dengan segera ia keluar kamar dengan wajah sumringah , rasanya ia ingin segera memeluk tubuh wanitanya karena merasa bersalah sudah mengabaikannya kemarin .
" om udah turun ayo makan " kata Flo yang mematahkan kebahagiaan dan memudarkan senyum Gavin .
" tunggu apa lagi ayo makan setelah ini om harus minum obat " ucap Flo .
Gavin masih berdiri dengan rasa kecewanya " ayo " ajak Flo lagi kali ini gadis itu menyeret tubuh Gavin dan mendudukkannya di kursi , lalu ia mengambilkan nasi serta lauk yang sudah tertata rapi dimeja , menu masakan yang dibuat Flo hari ini adalah makanan kesukaan Gavin yang resepnya ia dapatkan dari sang mertua .
" siapa yang masak "
" tentu saja aku , makanlah tidak beracun kok " kata Flo melihat Gavin yang masih menatap makanan didepannya .
Satu suap makanan masuk kedalam mulut Gavi dikunyahnya pelan dan menikmati rasa dari makanan yang dimakannya .
Rasanya seperti masakan mami batin Gavin .
Dengan lahap Gavin memakan makan itu hinga kandas , berbeda dengan Flo yang makan dengan pelan dan menikmati masakannya sendiri , hatinya sangat senang kala melihat Gavin memakan masakannya dengan lahap senyum tipis tergambar diwajah cantiknya .
" bagaimana keadaan Rose " tanya Gavin dengan suara pelan , saat ia sudah selesai dengan makanannya .
" sudah membaik besok sudah boleh pulang " jawab Flo .
__ADS_1
Wajah bersalah tergambar diwajah Gavin .
" aku akan membersihkan semuanya setelah itu aku akan mengobati luka om " kata Flo .