Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
masakan pertama buat Gavin .


__ADS_3

Sepulang dari kampus Flo ditemani Kevin pergi kerumah sakit tempat dimana Rose dirawat , dengan membawa buah tangan keduanya berjalan memasuki ruangan serba putih yang didalamnya hanya ada Rose dan Ken saja .


" selamat sore om tan " sapa Flo bersamaan .


" selamat so... re " tanya Ken saat melihat Kevin bersama Flo


" selamat sore tuan ken selamat sore nyonya rose " sapa Kevin samabil membungkuk sopan .


" ngapain kamu kesini apa kamu di suruh gav ..."


" tidak om kak kevin kesini bersamaku bukan karena perintah om gavin "


" tpi bisa saja ..."


" tida tuan ken saya kemari memang benar - benar murni tanpa perintah tuan gavin " jawab Kevin membuat Ken terdiam .


" tante gimana keadaanya " tanya Flo .


" sudah sedikit membaik "


" syukurlah "


" tan ini kita bawain buah dan makanan bergizi bukan kita sih tapi tari kak kevin yang membelinya tante makan ya " kata Flo


" makasih " kata Rose kepada Kevin , mata Ken menatap Kevin dengan penuh tanya entah kenapa ia melihat gelagat yang aneh dari laki - laki itu .


" sama - sama nyonya semoga cepat sembuh tadi itu pilihan flo semoga anda menyukainya " jawab Kevin .


" flo ? sepertinya kalian sangat akrab " sahut Ken memicingkan satu alisnya menatap Kevin .


" iya kita memang sangat dekat " Jawab Flo .


" Flo sini tante kangen sama flo " pangil Rose , sebenarnya dadanya terasa sesak kala melihat Flo , setelah mendengar cerita dari Ken bertapa mirisnya gadis remaja itu , meski kini ia tengah tersenyum dan tertawa didepannya tapi mata indah miliknya tak pernah berbohong , jika luka terasa sangat perih .


" kemarin malam kan flo nginep , masak udah kangen aja baru juga ditinggal sebentar " ucap Flo .


" saya mau bicara dengan mu " kata Ken .


" dengan saya ? oh b baik tuan " jawab kevin .


" Flo jagain tante ya , kalo bisa paksa untuk makan yang banyak " kata Ken .


" siap om " kata Flo dengan suara tegasnya , meski gadis itu mengatakan dengan senyum tapi entah kenapa mata Ken dan Ros berkaca - kaca , dadanya terasa sesak .

__ADS_1


kenapa kamu begitu kuat batin Ken .


Berhenti diluar tempat yang sepi , Ken mengajak kevin duduk di kursi bersama .


" katakan dengan jujur kepadaku " kata Ken membuat Kevin bingung .


" maaf tuan maksudnya " tanya Kevin bingung apa yang di maksud ken untuk mengatakan yang sebenarnya .


Ditempat lain Gavin yang tak masuk kerja , dan menitipkan pekerjaannya kepada Felix dan Kevin yang entah juga tidak masuk bekerja , Gavin tengah duduk memikirkan sesuaatu dibalkon kamar dengan wajah yang masih babak belur .


" bagaimana bisa gadis itu kembali dengan wajah biasa saja dan seakan tidak terjadi sesuatu apa ini semua rencananya " gumamnya .


" tidak itu tidak mungkin aku bahkan menatapnya saat itu ia baru masuk dengan wajah bahagia dan seketika berubah terkejut "


" hah ... sial bagaimana bisa Ken tahu , ini salahku kenapa aku bisa ceroboh begini kenapa aku tidak mengunci pintunya "


" entahlah bagaimana kelanjutan hubungan persahabatan kami ..." gumamnya dengan diam membayang kan kebersamaannya bersama Ken .


" dia lelaki yang baik sangat baik " gumamnya , tapi seketika itu ia mengingat Monik cinta pertamanya .


" maaf ken mungkin aku akan memilihnya karan itu impian dan kebahagiaanku " gumamnya lagi .


Malam semakin larut Flo harus kembali pulang meski Ken dan Rose sangat keberatan dengan kepulangan Flo , tapi mau bagaimana lagi jika keinginan gadis remaja itu untuk memperjuangkan pernikahannya .


Sampai di depan Gedung apartemen Flo langsung masuk kedalam , sedangkan kevin hanya melihat Flo berjalan masuk hingga tubuh mungil itu menghilang di balik pintu life .


" Mobil itu " gumam Kevin saat ia rasa pernah melihat mobil yang terparkir tak jauh dari mobilnya .


Mobil yang selalu berjalan di belakang mobilnya dan akan berhenti tak jauh dari mobilnya berhenti , dan itu selalu saja terjadi di waktu menjemput Flo untuk kuliah dan menjemput Flo untuk pulang kuliah , mobil itu selalu pergi setelah Flo masuk ke kampus atau masuk ke apartemen , sebelumnya ia tidak menaruh curiga dengan mobil itu tapi saat ini ia merasa ada yang aneh .


" jangan jangan ... " gumam Kevin yang langsung berjalan pelan menuju mobil hitam yang selalu mengikuti mobilnya .


Tok ...Tok ... ketuk kevin yang membuat orang didalamnya terkejut .


" keluarlah " kata Kevin


" keluar atau mau aku laporkan polisi " kata Kevin lagi , yang membuat orang didalamnya langsung membuka pintunya dan menampakan wajahnya .


" kamu " kaget Kevin dengan wajah terkejut .


" iya ini saya "


" apa yang kamu lakukan disini " tanya Kevin saat tau siapa yang berada di dalam mobil.

__ADS_1


" sa saya hanya .. han .."


" apa kamu menguntit " tanya kevin lagi yang membuat orang tersebut bingung harus menjelaskan apa .


" tidak mana mungkin saya hanya "


" hanya apa ? jelaskan dengan benar atau saya laporkan perbuatan mu kepada pihak yang berwajib "


" tidak jangan lakukan itu saya akan menjelaskannya "


" sebenarnya nona flo itu ....."


Sampai di apartemen Flo langsung menganti bajunya lalu segera kedapur memasak makan malam , dia sudah cukup baik dalam memasak karena ia selalu giat dalam belajar untuk sang suami .


Akhirnya hari ini ia bisa memasak untuk Gavin " semoga saja ini lezat " gumamnya sambil mengotak atik masakan .


Bauk harum masakan tercium begitu memabukkan Gavin yang memang sudah merasa lapar dibuat heran dengan bauk masakan itu entah siap yang tengah memasak diapartemennya .


" bukankah monik ada pemotretan " gumamnya


" atau dia membatalkannya karena tak tega meninggalkanku " gumamnya dengan senyum .


Dengan segera ia keluar kamar dengan wajah sumringah , rasanya ia ingin segera memeluk tubuh wanitanya karena merasa bersalah sudah mengabaikannya kemarin .


" om udah turun ayo makan " kata Flo yang mematahkan kebahagiaan dan memudarkan senyum Gavin .


" tunggu apa lagi ayo makan setelah ini om harus minum obat " ucap Flo .


Gavin masih berdiri dengan rasa kecewanya " ayo " ajak Flo lagi kali ini gadis itu menyeret tubuh Gavin dan mendudukkannya di kursi , lalu ia mengambilkan nasi serta lauk yang sudah tertata rapi dimeja , menu masakan yang dibuat Flo hari ini adalah makanan kesukaan Gavin yang resepnya ia dapatkan dari sang mertua .


" siapa yang masak "


" tentu saja aku , makanlah tidak beracun kok " kata Flo melihat Gavin yang masih menatap makanan didepannya .


Satu suap makanan masuk kedalam mulut Gavi dikunyahnya pelan dan menikmati rasa dari makanan yang dimakannya .


Rasanya seperti masakan mami batin Gavin .


Dengan lahap Gavin memakan makan itu hinga kandas , berbeda dengan Flo yang makan dengan pelan dan menikmati masakannya sendiri , hatinya sangat senang kala melihat Gavin memakan masakannya dengan lahap senyum tipis tergambar diwajah cantiknya .


" bagaimana keadaan Rose " tanya Gavin dengan suara pelan , saat ia sudah selesai dengan makanannya .


" sudah membaik besok sudah boleh pulang " jawab Flo .

__ADS_1


Wajah bersalah tergambar diwajah Gavin .


" aku akan membersihkan semuanya setelah itu aku akan mengobati luka om " kata Flo .


__ADS_2