
Pagi hari yang cerah , setelah sarapan Flo langsung pergi ke apartemen Gavin membersihkan semua barang - barangnya seperti yang sudah di perintahkan Ken dan Rose .
Masih dengan pekerjaannya Kevin masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya , dia ingin segera menyelesaikan semuanya agar bisa cepat balik dia tau bukan seharusnya ia meninggalkan perusahaan yang sudah di wariskan untuknya , Charles sudah berkali - kali memberi taunya agar Kevin mengurus perusahaannya sendiri , tapi dia masih belum siap untuk itu semuanya , jadilah perusahaan masih di uarus dengan orang kepercayaan Angel dan Charles .
Gavin dan Monik memutuskan untuk kembali pulang , karena Gavin yang entah kenapa ia terlihat tidak bersemangat , tubuhnya disini tapi pikirannya di segala tempat .
" maaf gara - gara aku .."
" tidak papa kita juga sudah sering jalan bersama perusahaan lebih penting serta flo juga kan " kata Monik .
" maaf "
" tidak papa "
Felix sudah merencanakan semuanya untuk kesempatan memberitau semuanya kepada Flo bahwa dirinya adalah adik ibunya .
Di restoran tengah kota , Felix sudah terduduk di kursi menunggu gadis yang sudah ia hubungi beberapa jam yang lalu , berkat bantuan Kevin Felix bisa mendapatkan nomor sang keponakan .
Setelah pulang dari rumah Gavin Flo langsung membawa semua barangnya ke ruamh kediaman Ken , padahal ia ingin membawanya ke apartemennya namun di larang oleh Ken dan Rose .
Dan sekarang dia bersiap untuk pergi menemui Felix yang sudah menghubunginya beberapa jam yang lalu .
Di perjalanan Flo tampak kesal, bagaimana tidak sudah dari kemarin malam Flo tidak bisa menghubungi Kevin dan malah tadi Felix tiba - tiba menelfon dan mendapatkan nomornya dari Kevin .
Sampai di restoran yang sudah di janjikan , Flo berjalan masuk dengan langkah pelan sambil mencari orang yang sudah menunggunya .
__ADS_1
" dengan nona Flo "
" ya " jawab Flo .
" sudah di tunggu di ruangan vip "
" oh baiklah " jawab Flo yang langsung berjalan masuk menuju ruangan yang di sebutkan , sampai di sana Flo mendapati Felix yang duduk di kursi sambil membaca buku menu .
" kak felix"
" duduk lah "
" em ada apa kakak mengajak aku bertemu "
" baiklah " jawab Flo yang langsung membuka buku menu , Felix tersenyum melihatnya .
Lembar demi lembar Miguel baca , buku dengan sampul berwarna ping dengan motif bunga , yang terlihat begitu cantik , namun isinya menyimpan begitu banyak cerita yang mengandung air mata .
*Ini malam ulang thunnya di usianya yang ke delpan tahun , air mataku menetes kala ia bermain kuis tengah berdoa sebelum meniup lilin , kue yang ku buat memang kue biasa tidak seperti kue yang di beli di toko kue , meski begitu dia terlihat bahagia dengan senyum yang tertarik di wajah cantiknya .
" semoga papa bisa cepat pulang , membawa uang banyak seperti yang di katakan mama membawa mainan dan membawa kami jalan ke tempat yang indah serta membawa kami kerumah yang lebih besar , papa cepat pulang ya biar teman florence tau jika florence punya papa , biar florence tidak di olok - olok lagi di kelas , oh iya jika papa pulang dengan uang banyak mama pasti tidak akan jualan keliling lagi kan , jadi florence ada temannya di rumah* "
Air matanya menetes memetes isaknya terdengar samar .
" aku sangat kejam , itu bukan kesalahannya tapi aku membebankan semuanya kepadanya , bahkan kepada putriku sendiri , bertapa kejamnya aku " gumam Miguel dengan air mata , Jek hanya bisa menemaninya dengan diam , ini pertama kalinya dia melihat tuannya menangis seperti ini .
__ADS_1
Selesai dengan makan Flo dan Felix mulai berbicara serius .
" Florence lorenzo " panggil Felix membuat Flo menatap kearahnya .
" ....."
" putri felicia lorenzo " ucap Felix lagi .
" ba bagaimana kakak tau nama ma...."
" nama kakek dan nenek mu , martin lorenzo serta laura lorenzo "
" kakak tau da .."
" felix lorenzo " jawab Felix membuat Flo langsung terbelalak .
" ka ..."
" adik dari mama kamu Felix lorenzo itu saya " jelas Felix lagi , Flo berdiri dan langsung membuat Felix juga ikut berdiri , dengan cepat Flo langsung memeluk Felix dengan sangat erat , yang di balas pelukan Flo , tangis gadis kecil itu pecah di dada bidang Felix .
" ma .... ma mama sudah pergi hiks ...hiks ma .. ma ..mama sudah pergi jauh .." ucap Flo di dalam pelukan Felix dengan air mata yang terus mengalir dan suara yang terbata - bata .
" ma ... ma mama bilang flo haru jadi seperti paman ... flo harus seperti adik mama yang sangat pandai mama selalu merindukan paman ... mama selalu merindukan paman ....hiks .." kata Flo dengan tangis , semakin erat Felix memeluk tubuh kecil itu , tragisnya ikut pecah bersama tangis Flo .
" se se karang hiks ... hiks .. ma ...hiks ..hiks ...mama ...hiks hiks sudah pergi "
__ADS_1