Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
Kevin ..


__ADS_3

Mataku tidak berkedip saat melihat anak remaja didepanku , wajah yang teramat sempurna tak bisa mengalihakan mataku untuk melihat yang lainnya , dia tampak seperti seorang dewi .


" ehemmm " dehem salah satu remaja laki - laki disamping kanan , membuatku tersadar dan langsung memasang wajah cool .


" kaka kevin ngapain kesini " tanya Flo heran .


" muli dari sekarang saya yang akan mengantar jemput flo kekampus , dan akan mengantar kemanapun flo pergi " jelasku membuat ketiga remaja itu bingung dan saling menatap .


" kenapa memangnya " tanya salah satu


" saya diperintah tuan muda "


" HA ! " kaget Flo , aduh wajahnya sangat mengemaskan saat terkejut , lalu tiba - tiba wajah kaget flo berubah menjadi senyum manis enta apa yang tengah difikirkannya tapi ia terlihat sangat senag .


" benarkah om gavin yang memerintahmu , em kalo boleh tau apa alasannya "


" ka kalo itu saya kurang tau " jawabku berbobong , mana mungkin aku mengatakan jika aku tengah mencari tau siap om - om yang disukai Flo , dan bagaimana caranya aku bicara kalo aku diperintah untuk mengawasinya agar tidak melakukan hal - hal yang akan mencoreng nama baik tuan Gavin dan keluarga .


" benarkah " ucapnya sekarang wajah itu berubah cberut , sepertinya dia sedang kecewa tapi aku tak tau karna apa .


Aku bukak pintu mobil untuk Flo , dengan wajah yang masih cemberut Flo masuk diikuti kedua sahabatnya .


" kalian nga ..."


" kita ke cafe gray & green " kata Pemuda yang duduk disamping kursi kemudi , ini bocah seenak jidatnya ya main nyuruh - nyuruh orang .


" mobil kalian " tanya Flo pada keduannya .


" biar diambil supir farel " jawab pemuda yang berada disamping Flo .


Mereka sepertinya mengangapku sebagai supir peribadi .


Pov end ...


kabar yang mengejutka yang tak pernah ia bayangkan seorang yang selalu ia rindukan dan selalu ia cari kemanapun , kini terjawab dengan kabar duka , air mata yang seakan seakan sudah mengering tapi hati masaih merasakan pukulan , bagaimana ini bisa terjadi seperti ini rasa rindu yang berahir dengan duka yang mendalam .


Malang sekali nasibmu berpisah belasan tahun dan harus berahir seperti ini , tubuh tinggi dan tegap itu kini lunglai , seakan tak berdaya bahkan untuk sekedar berdiri , ia bersedih apa lagi saat ia membaca buku hitam , buku catatan yang ditinggalkan dan sebuah album yang berdebu .


" kenapa harus begini " gumamnya


" kenapa takdir begitu tidak adil padamu dan diriku , aku sangat merindukanmu lalu bagaimana aku mengobati rindu ini , sedangkan obatnya telah tiada "


" aku harus bagaimana aku runtuh , aku tak punyak siapapun disini aku sendiri dan aku tidak tau apa yang akan aku lakukan "


Sudah dua hari ini Felix masih terduduk lesu dilantai rumah kecil , setelah pergi kemakam yang tak jauh dari desa , Felix masih terus bersedih dan menetap dirumah kecil dengan tembok yang penuh dengan coretan gambar has anak kecil .


" ini pasti gambarnya , kau tau dia tumbuh dengan baik dia tersenyum sepertimu "


" matanya hidung dan bibirnya sangat mirip denganmu " gumamnya .


Dua wajah difoto yang ia pegang , wajah cantik nan manis yang ia rindukan , dan satu wajah yang mengingatkan kenagan yang hilang , dua wajah itu tersenyum didalam foto dengan senyum manis mereka .

__ADS_1


........


Cafe gray & green tiga remaja dan satu lelaki lebih tua dari mereka tengah duduk disebuah meja terletak didekat jendela , dan akan menampakkan pemandangan diluar .


"ini janagan lupa diminum " kata farel sambil menyodorkan sebungkus obat yang tadinya ia tebus diapotik sebelum kemari .


" kamu harus menjaga kesehatan "sahut Tee


" dasar bodoh apa kalian tidak tau ekspresi wajah dokter tadi "


" kenapa memang " tanya keduanya dengan wajah bodoh . Flo menjitak kepala Kedua sahabatnya secara bergantian .


" aw sakit " rintih keduanya .


" makanya punyak otak itu dipakai jangan diangurkan , mana mungkin ada orang periksa kesehatan dengan gejala berubah gaya fesyennya , kalian taukan tadi dokter hanya membodohi kalian dan bertapa malunya diriku karna kebodohan kalian dokter menatapku dengan tawa yang tertahan " omel Flo


" tapi flo ka "


" sudah - sudah tetap saja kalian membuatku malu jadi kalian harus menuruti permintaanku saat ini "


" huffffff ....."


" aku mau kalian belikan aku make up "


" Ha ...." kaget kedua remaja laki - laki didepannya .


" buat apa ? " tanya keduanya


" oh jadi lo beneran mau berubah gara - gara itu om - om " kata Farel


" iya jadi kalian berdua harus bantuin aku kalo bisa kalian bantu aku sampai aku bisa membuatnya mencintiku " ucap Flo dengan wajah sedih .


Jadi benar yang dikatakan Kak Gavin , om - om seperti apa yang membuat flo sampai seperti itu batin Kevin .


" lo kenapa kok sedih kita bantuin kok yakan rel " kata Tee


" kalian tau tadi aku habis ditolak secara langsung , belum aja apa - apa sudah ditolak mentah - mentah " kata Flo


ha dasar bodoh itu laki - laki , mana nyia - nyiain gadis cantik seperti ini lagi batin Kevi yang masih setia mendengar percakapan ketiganya .


" ha lo di tolak sama om - om tua itu , gila adek gue yang cantik ini ditolak seorang laki - laki bangkotan "


" dasar itu om - om , lihat saja kita akan membuatnya bertekuk lutut padamu nantinya " kata Tee


" janji " kata Flo


" iya janji kalo bisa aku buat dia bucin padamu sampai matai " jawab Farel membuat Flo senyum senag .


" jadi jangan sedih lagi ok "


" ok makasih tefa " kata Flo dengan senyum merekah

__ADS_1


" sama - sama adik kecil " jawab keduannya .


Ditengah asiknya Kevin mendengarkan percakapan para remaja , tiba - tiba matanya tertuju pada seorang perempuan cantik yang tengah berdiri didepan toko bunga dengan rambut hitam lengkap dengan bando pita dikepalnya .


" lo natap apa kak " tanya Tee mengagetka Kevin .


dasar tidak sopan batinya


" oh lo natap kak cika " sahut Farel mengikuti tatapan Kevin .


" wih lo naksir kak cika " sahut Tee


hadoh bocah - bocah ini batin kevin sambil memutar bola matanya malas .


" beneran kak kevin sudah mulai naksir kak cika " gantian Flo yang juga ikut - ikutan .


" gimana cantikkan " kata Flo


" sudah - sudah habiskan kopi kalian terus kita pulang " kata Kevin mengalihkan pembicaraan .


" wow sepertinya ada yang salting " goda Tee disahut tawa oleh Farel dan Flo


aduh nasib inilah akibatnya jika berdekatan dengan anak remaja seperti mereka batin Kevin


" kalo iya kita bantu kak kita ahli begituan " kata Tee yang tidak digubris oleh Kevin yang malah memilih menulikan telinga dan meminum kopinya .


" tapi kakak harus bantuin kita untuk membuat om - om tua itu suka sama flo " kata Farel yang tak didengar oleh sang empu .


Acara minum kopi mereka diramaikan dengan menggoda Kevin , bukan sampai disitu bahkan ketiga remaja itu menggoda kevin sampai membuat pemuda itu benar - benar malau , bagaimana tidak ketiga remaja itu malah mengajak menyapa Cika saat berada diluar cafe dengan embel - embel mengajak cika jalan ke mol bersama untuk memilihkan alat make up untuk Flo .


Dengan komat kamit Kevin berharap cika tidak menyutujuinya , tapi beribu sayang gadis itu malah bersemangat mengiyakannya , duh Kevin akan dibuat gila oleh ketiga remaja itu .


Dan Flo sepertinya mulai bersemangat lagi dengan tawa cerah Flo menggandeng tangan Cika untuk masuk kemobil .


" wah flo sekarang makin cantik ya "


" tentu ini demi si om "


" wah cinta bisa mengubah segalnya ya "


" tentu dong , flo aja sampai belajar memasak dan sekarang tee dan farel akan belikan make up untuk ku , dan nanti Mike akan mengajariku memakai make upnya "jelas Flo


" benarkah "


" iya dong " jawab Flo


" kalo gitu kak cika berdoa supaya adik kecil ini selalu bahagia dan dilimpahkan dengan cinta "


" makasih atas doanya kak "


" sama - sama adik kecil "

__ADS_1


__ADS_2