
Mataku tidak berkedip saat melihat anak remaja didepanku , wajah yang teramat sempurna tak bisa mengalihakan mataku untuk melihat yang lainnya , dia tampak seperti seorang dewi .
" ehemmm " dehem salah satu remaja laki - laki disamping kanan , membuatku tersadar dan langsung memasang wajah cool .
" kaka kevin ngapain kesini " tanya Flo heran .
" muli dari sekarang saya yang akan mengantar jemput flo kekampus , dan akan mengantar kemanapun flo pergi " jelasku membuat ketiga remaja itu bingung dan saling menatap .
" kenapa memangnya " tanya salah satu
" saya diperintah tuan muda "
" HA ! " kaget Flo , aduh wajahnya sangat mengemaskan saat terkejut , lalu tiba - tiba wajah kaget flo berubah menjadi senyum manis enta apa yang tengah difikirkannya tapi ia terlihat sangat senag .
" benarkah om gavin yang memerintahmu , em kalo boleh tau apa alasannya "
" ka kalo itu saya kurang tau " jawabku berbobong , mana mungkin aku mengatakan jika aku tengah mencari tau siap om - om yang disukai Flo , dan bagaimana caranya aku bicara kalo aku diperintah untuk mengawasinya agar tidak melakukan hal - hal yang akan mencoreng nama baik tuan Gavin dan keluarga .
" benarkah " ucapnya sekarang wajah itu berubah cberut , sepertinya dia sedang kecewa tapi aku tak tau karna apa .
Aku bukak pintu mobil untuk Flo , dengan wajah yang masih cemberut Flo masuk diikuti kedua sahabatnya .
" kalian nga ..."
" kita ke cafe gray & green " kata Pemuda yang duduk disamping kursi kemudi , ini bocah seenak jidatnya ya main nyuruh - nyuruh orang .
" mobil kalian " tanya Flo pada keduannya .
" biar diambil supir farel " jawab pemuda yang berada disamping Flo .
Mereka sepertinya mengangapku sebagai supir peribadi .
Pov end ...
kabar yang mengejutka yang tak pernah ia bayangkan seorang yang selalu ia rindukan dan selalu ia cari kemanapun , kini terjawab dengan kabar duka , air mata yang seakan seakan sudah mengering tapi hati masaih merasakan pukulan , bagaimana ini bisa terjadi seperti ini rasa rindu yang berahir dengan duka yang mendalam .
Malang sekali nasibmu berpisah belasan tahun dan harus berahir seperti ini , tubuh tinggi dan tegap itu kini lunglai , seakan tak berdaya bahkan untuk sekedar berdiri , ia bersedih apa lagi saat ia membaca buku hitam , buku catatan yang ditinggalkan dan sebuah album yang berdebu .
" kenapa harus begini " gumamnya
" kenapa takdir begitu tidak adil padamu dan diriku , aku sangat merindukanmu lalu bagaimana aku mengobati rindu ini , sedangkan obatnya telah tiada "
" aku harus bagaimana aku runtuh , aku tak punyak siapapun disini aku sendiri dan aku tidak tau apa yang akan aku lakukan "
Sudah dua hari ini Felix masih terduduk lesu dilantai rumah kecil , setelah pergi kemakam yang tak jauh dari desa , Felix masih terus bersedih dan menetap dirumah kecil dengan tembok yang penuh dengan coretan gambar has anak kecil .
" ini pasti gambarnya , kau tau dia tumbuh dengan baik dia tersenyum sepertimu "
" matanya hidung dan bibirnya sangat mirip denganmu " gumamnya .
Dua wajah difoto yang ia pegang , wajah cantik nan manis yang ia rindukan , dan satu wajah yang mengingatkan kenagan yang hilang , dua wajah itu tersenyum didalam foto dengan senyum manis mereka .
__ADS_1
........
Cafe gray & green tiga remaja dan satu lelaki lebih tua dari mereka tengah duduk disebuah meja terletak didekat jendela , dan akan menampakkan pemandangan diluar .
"ini janagan lupa diminum " kata farel sambil menyodorkan sebungkus obat yang tadinya ia tebus diapotik sebelum kemari .
" kamu harus menjaga kesehatan "sahut Tee
" dasar bodoh apa kalian tidak tau ekspresi wajah dokter tadi "
" kenapa memang " tanya keduanya dengan wajah bodoh . Flo menjitak kepala Kedua sahabatnya secara bergantian .
" aw sakit " rintih keduanya .
" makanya punyak otak itu dipakai jangan diangurkan , mana mungkin ada orang periksa kesehatan dengan gejala berubah gaya fesyennya , kalian taukan tadi dokter hanya membodohi kalian dan bertapa malunya diriku karna kebodohan kalian dokter menatapku dengan tawa yang tertahan " omel Flo
" tapi flo ka "
" sudah - sudah tetap saja kalian membuatku malu jadi kalian harus menuruti permintaanku saat ini "
" huffffff ....."
" aku mau kalian belikan aku make up "
" Ha ...." kaget kedua remaja laki - laki didepannya .
" buat apa ? " tanya keduanya
" oh jadi lo beneran mau berubah gara - gara itu om - om " kata Farel
" iya jadi kalian berdua harus bantuin aku kalo bisa kalian bantu aku sampai aku bisa membuatnya mencintiku " ucap Flo dengan wajah sedih .
Jadi benar yang dikatakan Kak Gavin , om - om seperti apa yang membuat flo sampai seperti itu batin Kevin .
" lo kenapa kok sedih kita bantuin kok yakan rel " kata Tee
" kalian tau tadi aku habis ditolak secara langsung , belum aja apa - apa sudah ditolak mentah - mentah " kata Flo
ha dasar bodoh itu laki - laki , mana nyia - nyiain gadis cantik seperti ini lagi batin Kevi yang masih setia mendengar percakapan ketiganya .
" ha lo di tolak sama om - om tua itu , gila adek gue yang cantik ini ditolak seorang laki - laki bangkotan "
" dasar itu om - om , lihat saja kita akan membuatnya bertekuk lutut padamu nantinya " kata Tee
" janji " kata Flo
" iya janji kalo bisa aku buat dia bucin padamu sampai matai " jawab Farel membuat Flo senyum senag .
" jadi jangan sedih lagi ok "
" ok makasih tefa " kata Flo dengan senyum merekah
__ADS_1
" sama - sama adik kecil " jawab keduannya .
Ditengah asiknya Kevin mendengarkan percakapan para remaja , tiba - tiba matanya tertuju pada seorang perempuan cantik yang tengah berdiri didepan toko bunga dengan rambut hitam lengkap dengan bando pita dikepalnya .
" lo natap apa kak " tanya Tee mengagetka Kevin .
dasar tidak sopan batinya
" oh lo natap kak cika " sahut Farel mengikuti tatapan Kevin .
" wih lo naksir kak cika " sahut Tee
hadoh bocah - bocah ini batin kevin sambil memutar bola matanya malas .
" beneran kak kevin sudah mulai naksir kak cika " gantian Flo yang juga ikut - ikutan .
" gimana cantikkan " kata Flo
" sudah - sudah habiskan kopi kalian terus kita pulang " kata Kevin mengalihkan pembicaraan .
" wow sepertinya ada yang salting " goda Tee disahut tawa oleh Farel dan Flo
aduh nasib inilah akibatnya jika berdekatan dengan anak remaja seperti mereka batin Kevin
" kalo iya kita bantu kak kita ahli begituan " kata Tee yang tidak digubris oleh Kevin yang malah memilih menulikan telinga dan meminum kopinya .
" tapi kakak harus bantuin kita untuk membuat om - om tua itu suka sama flo " kata Farel yang tak didengar oleh sang empu .
Acara minum kopi mereka diramaikan dengan menggoda Kevin , bukan sampai disitu bahkan ketiga remaja itu menggoda kevin sampai membuat pemuda itu benar - benar malau , bagaimana tidak ketiga remaja itu malah mengajak menyapa Cika saat berada diluar cafe dengan embel - embel mengajak cika jalan ke mol bersama untuk memilihkan alat make up untuk Flo .
Dengan komat kamit Kevin berharap cika tidak menyutujuinya , tapi beribu sayang gadis itu malah bersemangat mengiyakannya , duh Kevin akan dibuat gila oleh ketiga remaja itu .
Dan Flo sepertinya mulai bersemangat lagi dengan tawa cerah Flo menggandeng tangan Cika untuk masuk kemobil .
" wah flo sekarang makin cantik ya "
" tentu ini demi si om "
" wah cinta bisa mengubah segalnya ya "
" tentu dong , flo aja sampai belajar memasak dan sekarang tee dan farel akan belikan make up untuk ku , dan nanti Mike akan mengajariku memakai make upnya "jelas Flo
" benarkah "
" iya dong " jawab Flo
" kalo gitu kak cika berdoa supaya adik kecil ini selalu bahagia dan dilimpahkan dengan cinta "
" makasih atas doanya kak "
" sama - sama adik kecil "
__ADS_1