
Aku berjalan keluar kamar dan sudah disunguhi dengan bau harum masakan dari arah dapur " siap yang memasak " gumamku , karena penasaran aku berjalan mendekat kearah dapur , kudapati pemuda yang tengah berdiri didepan kompor sambil menggerakkan sepatula dengan sangat ahli .
" siapa kamu " tanyaku penasaran membuat pemuda itu terkejut .
" oh om kagetin aja " jawabnya
" kamu belum menjawab pertanyaanku "
" mike " jawabnya dengan mata yang masih Fokus dengan masakannya .
" oh " jawabku , tanpa mau membantu aku memilih duduk santai disofa sambil membuka koran , itung - itung kesempatan lah ada yang masakin lagian juga ngak ada pembantu , bersih - bersih juga sudah ada Flo , wah ini baru namanya untung .
" MIKE ....." teriak Flo mengisi ruanggan , cukup keras suara bocah itu ia pikir ini hutan apa .
" Apa " jawab pemuda itu yang juga dengan suara kerasnya .
" bantuin gue "
" iya bawel , ngerepotin muluk itu bocah nggak bisa ya buat orang tenag sebentar " omol pemuda itu menghentikan kegiatannya dan berjalan hendak menemui Flo .
" om masakannya udah matang tolong om tata diatas meja gih , gue bantu binik lo yang bawel " ucapnya sebelum benar - benar pergi . Kubulatkan mataku saat mendengar perintahnya , dan ini kedua kalinay ada orang menyuruhku setelah Flo .
Aku jadi heran sendiri kenapa anak jaman sekarang nggak ada sopan - sopannya ya , kuletakkan koran diatas meja lagi , aku berjalan kedapur dan memulai menata makanan diatas meja , sudah beberpa menit kedua anak remaja utu belum saja keluar apa yang mereka lakukan didalam kamar ya , jangan - jangan ah tidak mungkin aku harus berfikir posutif lagian mereka berdua juga sering bertengkar masak mau ngelakuin begituan , tapi bisa saja kan .
Ceklik ... tap .. tap .. tap ... sepertinya mereka sudah datang , aku menoleh untuk melihat mereka dan hendak bertanya apa yang tengah mereka lakukan , tapi saat mataku mulia melihat arah belakang bertapa terkejutnya aku melihat gadis tomboi berubah menjadi feminim , sumpah Flo terlihat sangat cantik dan juga mengemaskan apalagi saat ia tersenyum terlihat begitu manis dipandang , mataku terus menatapnya hinga aku tak sadar jika ia sudah berada tepat didepanku .
" pagi suami tercinta " sapanya yang membauatku terkejut , pangilan itu lagi sepertinya ia sengaja .
" pa pagi " jawabku gelagepan , Flo duduk tepat disamping kananku , dan juga Mike disamping kiri ku .
__ADS_1
Kami makan bersama dengan sangat tenag terlihat Flo juga sangat lahap dengan makanannya hinga tak memperhatikan sekitar , nggak salah sih masakanny rasanya memang sangat lezat . Sambil makan aku melirik Flo seperti ada yang aneh dengan anak ini , kenapa tiba - tiba jadi berubah , apa dia tengah jatuh cinta atau memang ingin merubah gaya Fesyennya .
" om Flo ingin beli make up " ucapnya yang membuatku tersedak .
" kenapa om " kawatirnya dengan cepat Flo mengambilkanku segelas air putih yang langsung aku teguk .
" ha make up "
" iya om " jawabnya .
" buat apa "
" buat goda om - om " sahut Mike
" apa ! ma maksudnya kamu suka sama om - om flo " kagetku
" iya " jawab Flo sangat enteng dengan senyum senag .
" emang kenapa paman ken "
" flo kamu itu masih kecil , masih remaja jangan main cinta - cintaan " jawabku tegas aku benar - benar takut jika nanti Flo kenapa - napa dan Ken sahabatku akan menyalahkanku atas semuanya karena aku tidak bisa menjaga Flo dengan baik . Oh tidak itu tidak akan pernah terjadi aku tidak akan membiarkannya .
" om kenapasih "
" pokonya om tidak suka ..."
" ya akan aku buat om suka lah " jawabnya yang memotong pembicaraanku .
" pokoknya tidak sekali tidak ya tidak , dan kamu dengar baik - baik aku tidak akan menurutimu untuk membeli make up atu semacamnya " kataku dengan tegas , terlihat wajah Flo menunduk sepertinya ia menahan air mata .
__ADS_1
" kalo tidak maka flo yang akan berusaha membuat om suka , flo akan membuat om suka apapun caranya titik " jawabnya , ia berdiri dan berjalan pergi meninggalkan ruang makan dan langsung keluar apart , dia benar - benar keras kepala memangnya om - om seperti apa yang dia sukai apa dia tamvan kaya atu ah masa bodoh , mau tamvan mau kaya kalo tujuannya cumak mau merusak masa depan anak dibawah umur juga tidak baik .
" om lo jahat banget sih " kata Mike sambil menatapku tidak senang , ia juga berlalu pergi mengikuti Flo .
" aghhh sial " gumamku , apa semua anak jaman sekarang seperti ini kelakuannya .
Apa salahnya aku melarang Flo , dan apa salahnya aku melakulannya toh itu juga buat kebaikannya sendiri , dan apanya yang jahat coba .
Flo Pov ....
Pagi ini aku sangat senag saat aku bangun dari tidur wajah yang aku tatap terlebih dulu adalah wajah om , wah itu pemandangan yang luar biasa , tapi dulu saat pertama kali melihat om kenapa aku sangat membencinya tapi ahirnya juga aku mencintainya seperti saat ini , aku tengah duduk manis didepan kaca dengan mike yang menata rambutku , tadi juga Mike yang memilihkan baju untukku .
" sudah " kata Mike sambil meletakkan catok .
" wah lo hebat banget " pujiku
" ya tentunya lah " jawabnya sombong
" yaelah gitu aja sombong lo "
" sudah - sudah mening kita keluar dan makan pasti lakik bangkotan lo udah nunguin "
" sialan lo , meski bangkotan dia tamvan bagke kagak kayak lo " kataku nyolot .
" iya iya udah ayo keluar makan " katanya sambil menarikku paksa .
" lepasin begok sakit tau " kataku dan langsung dilepaskan olehnya .
Kami berjalan kedapur kulihat om Gavin menoleh dan menatapku , aku tau ia terus menatapku senyum manis terbit membuat lubang kecil dipipiku terlihat .
__ADS_1
Aku sangat senag saat melihat wajah om Gavin menatapku seperti itu artinya rencanaku berhasil dong , dengan angun aku menyapanya seperti yang diajarkan Mike , setelah itu aku duduk tepat disampingnya , kami memulai makan dengan tenag dan lahap , masakan pagi ini sangat lezat , aku tau pastinya yang masak Mike karena tangannya sangat ajaib menurutku , aku sudah menghafalnya karena aku sudah merasakan makanannya setiap hari saat aku masih tinggal diapart bersama dengannya .
Disela - sela makanku aku teringat dengan saran Mike untuk membeli make up , wah aku harus mengatakannya , lagian uang yang kemarin om kasih kurang gara - gara tas yang aku beli sangat mahal , juga beberapa baju baru ditamambah kedokter kecantikan dan membeli sekincar ku , aku mengatakannya langsung kepada om Gavin dan ia terkejut dengan permintaanku ia bertanya untuk apa , tapi belum aku menjawab Mike sudah menyahutnya dan tiba - tiba om Gavin menangapinya dengan tidak senag , ditambah aku yang mengatakan jika aku akan berusaha membuatnya suka tapi apa yang aku dapat sebuah penolakan yang sangat menyakitkan belum melangkah lebih jauh tapi aku sudah mendapati penolakan dari om Gavin , aku tak tau bahwa sesakit ini rasanya ditolak cintanya , tapi aku tidak boleh menyerah , aku katakan padanya jika aku akan berusaha membuatnya suka apapun caranya , setelah itu aku pergi tanpa sepatah katapun dengan sangat sedih aku berjalan memasuki lif dan diikuti Mike yang tiba- tiba sudah berada dibelakangku , sepertinya dia iba melihatku .