
" kita ke rumah sakit tuan "Tanya Jek .
" kita pulang saja , tapi sebelum itu hubungi dokter pribadi untuk segera datang ke rumah " kata Miguel .
" baik tuan " jawab Jek , yang langsung mengemudikan mobilnya .
Masih di hotel Kevin dan Gavin yang bertengkar hebat keduanya saling pukul memukul .
" dasar brengsek !! ... Buk ....
dasar bajingan !! Buk ...
biadab kamu !!! Buk
" marah Kevin sambil terus memukul wajah Gavin yang memang sudah babak belur karenanya .
Gavin yang tidak terima , langsung melawan kevin dengan mendorong tubuh kevin hinga terjatuh ke lantai , dengan cepat ia menindih tubub kevin dan memukul wajah Kevin , sebagai mana yang di lakukan Kevin padanya .
" kau bilang aku bajingan ha !!! ... Buk .....marah Gavin sambil memukul wajah kevin .
" kau lah yang bajingan , brengsek ...beraninya kamu merebut ISTRI ORANG " kata Gavin dengan penuh penekanan diakhir kalimatnya .
menghentikan pukulannya dan menarik kemeja Kevin hinga kepala Kevin sedikit terangkat .
" istri orang ? merebut ? cuih ...!!! " kata Kevin , senyum miring tertarik di wajah tampan yang sudah babak belur itu .
" bukanya kamu sendiri yang bilang untuk mengambilnya "
" bukankah kamu juga yang bilang kamu tidak menginginkannya dan aku boleh mengambilnya jika aku mau "
" dan dengar baik - baik aku hanya mengambil apa yang tidak di inginkan " kata Kevin membuat Gavin terdiam tak berkata .
" benda berharga yang kau buang itu , sesuai perintah mu aku mengambilnya " kata Kevin sambil mendorong tubuh Gavin dengan kasar hinga terduduk di lantai , tidak ada perlawanan dari Gavin laki - laki itu hanya terdiam karena perkataan Kevin .
Setelah mengatakan itu Kevin langsung beranjak pergi dengan sedikit tertatih , meninggalkan Gavin yang masih terdiam membisu di tempatnya .
Sampai di rumah , Miguel dengan cepat berjalan memasuki rumah dengan menggendong Flo yang tidak sadarkan diri , membuat semua seisi rumah di buat tercengang dengan kehadiran miguel yang tampak sedikit keberatan membawa Flo serta wajah khawatirnya yang tergambar jelas , bukannya membantu semuanya malah berdiri melihat Miguel yang berjalan melewatinya , bukan hanya para pekerja di rumah besar itu yang tercengang tapi juga Viona dan Marc yang hanya menatap Miguel yang susah payah menggendong Flo .
" tolong siapkan kamarnya " kata Miguel , barulah membuat Viona dan Marc tersadar dan langsung bergerak membantu , terlihat keduanya tergopoh dan sedikit bingung .
" sayang tolong ganti baju nya " kata Miguel setelah membaringkan Flo di atas ranjang .
__ADS_1
" oh eh i iya ya "
" marc kita keluar " kata Miguel yang di ikuti Marc .
" apa yang terjadi yah " tanya Marc .
Viona sangat terkejut melihat tubuh Flo pergelangan tangan dan lengan yang membiru terlihat jelas , serta bagian leher yang begitu banyak bercak merah yang mulai membiru , bukan hanya itu bibir Flo tampak bengkak dan sedikit berdarah , yang membuat Viona semakin bingung dengan apa yang di alamai Flo saat ia melihat kancing baju Flo yang terlepas semua yang langsung menampakkan bagian depan Flo dengan sangat jelas , mata Flo juga terlihat membengkak sepertinya sudah lama ia menangis .
*Tuhan apa yang terjadi padanya ?
ini bukan miguel yang melakukannya kan ...
bukan .. pasti orang lain* ... batin Vioan .
Selesai menganti baju Flo dengan bantuan dua pelayan , Viona keluar kamar dan sudah mendapati Dokter pribadi keluarga yang sudah berdiri di dekat pintu .
" silahkan masuk " kata Miguel yang juga langsung masuk mengikuti di belakang Dokter .
Wajah penuh lebam dan tampilan yang berantakan Gavin berjalan dengan lemah menuju unit apartemennya , dia benar - benar kacau hari ini , kenapa kejadian hari ini harus terjadi .
Cklik ... " sayang kamu bar .... astaga kamu kenapa sayang " kata Monik yang terkejut melihat Gavin yang sangat kacau dengan wajah babak belur nya .
" apa ada pembegal ? atau kamu berkelahi ? apa di kroyok ? tapi dengan siapa " tanya Monik panik panik .
" ba baik lah , tapi itu ke napa dulu "
" aku lelah biarkan aku berendam dan beristirahat setelah ini " jawab Gavin lagi .
Kembali ke rumah , Kevin dengan wajah penuh amarah yang tertahan , amarahnya belum sepenuhnya lepas dari dirinya , ia tampak kacau dengan wajah penuh lebam .
" apa separah itu " tanya Miguel saat melihat Dokter yang sudah selesai memeriksa dan memasang infus di tangan Flo .
"sepertinya nona muda mengalami hal yang sangat buruk , tekanan darah tinggi serta demamnya juga sangat tinggi , saya memasang infus untuk nona dan besok saya akan datang kemari lagi untuk memeriksa keadaanya serta mengecek ingus , dan ini resep obat yang harus di beli " jelas Dokter .
" baiklah ,terima kasih " jawab Miguel , mengambil alih kertas bertuliskan resep obat .
" kalo begitu saya permisi tuan "
" jek , antar dokter sampai depan dan tebus obat ini " perintah Miguel , sambil menyodorkan kertas kecil yang tadi di berikan dokter padanya .
" baik tuan " jawab Jek .
__ADS_1
" mari dok " kata Jek lagi .
miguel berjalan mendekat ke arah sang putri duduk di pinggir ranjang menatap lekat wajah Flo yang terpejam di depannya dengan mata serta bibir yang terlibat membengkak , membuat viona dan Marc di buat bingung dengan tingkah Miguel yang tak biasa itu , tapi mereka menepis semuanya saat melihat keadaan Flo .
" apa yang terjadi padanya " tanya Vioan
" apakah ayah memukul nya lagi tapi karena apa ? " tanya Marc dengan suara pelan dengan sedikit takut ia mengatakannya .
Pertanyaan itu membuat Miguel langsung menoleh kearah Marc , menatap sang putra sejenak lalu kembali melihat Flo , begitu menyesal Miguel mengingat perbuatannya kepada sang putri , wajah menyesal begitu terlihat di wajahnya , tangannya terulur untuk mengelus puncak kepala sang putri .
Melihat itu Viona dan Marc saling bertatapan lalu kembali melihat Miguel .
" tidak .." kata Miguel
" tadi ......"
Miguel menceritakan semuanya kepada Viona dan Marc , membuat kedua orang itu terkejut di buatnya , serta tidak menyangka dengan perlakuan Gavin yang seperti itu .
Ken yang akan melakukan makan malam di restoran mahal , di buat terkejut saat menelfon Viona , saat ingin mengundang sang kakak ipar serta kakanya dan keponakannya unyuk mengabarkan kabar baik soal kehamilan sang istri , tapi ia malah mendapatkan kabar buruk dari Viona soal sang keponakan tersayang nya , pantas saja jika ia tidak bisa menghubungi sang keponakan tadi .
Dengan cepat Ken dan Rose menuju kediaman utama keluarga Andarius .
" kak di mana Flo " kata Ken dan Rose saat sudah sampai .
" di dalam " kata Viona membuat Ken dan Rose bergegas akan masuk ke kamar namun di cegah oleh Viona serta Marc .
" ada apa kenapa kalian mencegah ku "
" lebih baik tunggu di sini dulu ken " kata Viona
" tapi kami ingin melihat Flo kaka " kata Rose .
Sebentar beri waktu untuk kakak kalian " kata Vioan .
" HA ! mak .. maksudnya apa kakak siapa " tanya Ken .
" lihatlah " kata mArc membuka sedikit pintu kamar untuk Ken dan Rose melihat .
Terlibat Miguel dengan setia duduk di pinggir ranjang sambil terus menggenggam tangan Flo .
" itu ka ...."
__ADS_1
" iya " jawab Marc .
" kamu juga terkejut saat melihatnya tadi " kata Viona .