Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
Gavin dan Kevin ....


__ADS_3

" kita ke rumah sakit tuan "Tanya Jek .


" kita pulang saja , tapi sebelum itu hubungi dokter pribadi untuk segera datang ke rumah " kata Miguel .


" baik tuan " jawab Jek , yang langsung mengemudikan mobilnya .


Masih di hotel Kevin dan Gavin yang bertengkar hebat keduanya saling pukul memukul .


" dasar brengsek !! ... Buk ....


dasar bajingan !! Buk ...


biadab kamu !!! Buk


" marah Kevin sambil terus memukul wajah Gavin yang memang sudah babak belur karenanya .


Gavin yang tidak terima , langsung melawan kevin dengan mendorong tubuh kevin hinga terjatuh ke lantai , dengan cepat ia menindih tubub kevin dan memukul wajah Kevin , sebagai mana yang di lakukan Kevin padanya .


" kau bilang aku bajingan ha !!! ... Buk .....marah Gavin sambil memukul wajah kevin .


" kau lah yang bajingan , brengsek ...beraninya kamu merebut ISTRI ORANG " kata Gavin dengan penuh penekanan diakhir kalimatnya .


menghentikan pukulannya dan menarik kemeja Kevin hinga kepala Kevin sedikit terangkat .


" istri orang ? merebut ? cuih ...!!! " kata Kevin , senyum miring tertarik di wajah tampan yang sudah babak belur itu .


" bukanya kamu sendiri yang bilang untuk mengambilnya "


" bukankah kamu juga yang bilang kamu tidak menginginkannya dan aku boleh mengambilnya jika aku mau "


" dan dengar baik - baik aku hanya mengambil apa yang tidak di inginkan " kata Kevin membuat Gavin terdiam tak berkata .


" benda berharga yang kau buang itu , sesuai perintah mu aku mengambilnya " kata Kevin sambil mendorong tubuh Gavin dengan kasar hinga terduduk di lantai , tidak ada perlawanan dari Gavin laki - laki itu hanya terdiam karena perkataan Kevin .


Setelah mengatakan itu Kevin langsung beranjak pergi dengan sedikit tertatih , meninggalkan Gavin yang masih terdiam membisu di tempatnya .


Sampai di rumah , Miguel dengan cepat berjalan memasuki rumah dengan menggendong Flo yang tidak sadarkan diri , membuat semua seisi rumah di buat tercengang dengan kehadiran miguel yang tampak sedikit keberatan membawa Flo serta wajah khawatirnya yang tergambar jelas , bukannya membantu semuanya malah berdiri melihat Miguel yang berjalan melewatinya , bukan hanya para pekerja di rumah besar itu yang tercengang tapi juga Viona dan Marc yang hanya menatap Miguel yang susah payah menggendong Flo .


" tolong siapkan kamarnya " kata Miguel , barulah membuat Viona dan Marc tersadar dan langsung bergerak membantu , terlihat keduanya tergopoh dan sedikit bingung .


" sayang tolong ganti baju nya " kata Miguel setelah membaringkan Flo di atas ranjang .

__ADS_1


" oh eh i iya ya "


" marc kita keluar " kata Miguel yang di ikuti Marc .


" apa yang terjadi yah " tanya Marc .


Viona sangat terkejut melihat tubuh Flo pergelangan tangan dan lengan yang membiru terlihat jelas , serta bagian leher yang begitu banyak bercak merah yang mulai membiru , bukan hanya itu bibir Flo tampak bengkak dan sedikit berdarah , yang membuat Viona semakin bingung dengan apa yang di alamai Flo saat ia melihat kancing baju Flo yang terlepas semua yang langsung menampakkan bagian depan Flo dengan sangat jelas , mata Flo juga terlihat membengkak sepertinya sudah lama ia menangis .


*Tuhan apa yang terjadi padanya ?


ini bukan miguel yang melakukannya kan ...


bukan .. pasti orang lain* ... batin Vioan .


Selesai menganti baju Flo dengan bantuan dua pelayan , Viona keluar kamar dan sudah mendapati Dokter pribadi keluarga yang sudah berdiri di dekat pintu .


" silahkan masuk " kata Miguel yang juga langsung masuk mengikuti di belakang Dokter .


Wajah penuh lebam dan tampilan yang berantakan Gavin berjalan dengan lemah menuju unit apartemennya , dia benar - benar kacau hari ini , kenapa kejadian hari ini harus terjadi .


Cklik ... " sayang kamu bar .... astaga kamu kenapa sayang " kata Monik yang terkejut melihat Gavin yang sangat kacau dengan wajah babak belur nya .


" apa ada pembegal ? atau kamu berkelahi ? apa di kroyok ? tapi dengan siapa " tanya Monik panik panik .


" ba baik lah , tapi itu ke napa dulu "


" aku lelah biarkan aku berendam dan beristirahat setelah ini " jawab Gavin lagi .


Kembali ke rumah , Kevin dengan wajah penuh amarah yang tertahan , amarahnya belum sepenuhnya lepas dari dirinya , ia tampak kacau dengan wajah penuh lebam .


" apa separah itu " tanya Miguel saat melihat Dokter yang sudah selesai memeriksa dan memasang infus di tangan Flo .


"sepertinya nona muda mengalami hal yang sangat buruk , tekanan darah tinggi serta demamnya juga sangat tinggi , saya memasang infus untuk nona dan besok saya akan datang kemari lagi untuk memeriksa keadaanya serta mengecek ingus , dan ini resep obat yang harus di beli " jelas Dokter .


" baiklah ,terima kasih " jawab Miguel , mengambil alih kertas bertuliskan resep obat .


" kalo begitu saya permisi tuan "


" jek , antar dokter sampai depan dan tebus obat ini " perintah Miguel , sambil menyodorkan kertas kecil yang tadi di berikan dokter padanya .


" baik tuan " jawab Jek .

__ADS_1


" mari dok " kata Jek lagi .


miguel berjalan mendekat ke arah sang putri duduk di pinggir ranjang menatap lekat wajah Flo yang terpejam di depannya dengan mata serta bibir yang terlibat membengkak , membuat viona dan Marc di buat bingung dengan tingkah Miguel yang tak biasa itu , tapi mereka menepis semuanya saat melihat keadaan Flo .


" apa yang terjadi padanya " tanya Vioan


" apakah ayah memukul nya lagi tapi karena apa ? " tanya Marc dengan suara pelan dengan sedikit takut ia mengatakannya .


Pertanyaan itu membuat Miguel langsung menoleh kearah Marc , menatap sang putra sejenak lalu kembali melihat Flo , begitu menyesal Miguel mengingat perbuatannya kepada sang putri , wajah menyesal begitu terlihat di wajahnya , tangannya terulur untuk mengelus puncak kepala sang putri .


Melihat itu Viona dan Marc saling bertatapan lalu kembali melihat Miguel .


" tidak .." kata Miguel


" tadi ......"


Miguel menceritakan semuanya kepada Viona dan Marc , membuat kedua orang itu terkejut di buatnya , serta tidak menyangka dengan perlakuan Gavin yang seperti itu .


Ken yang akan melakukan makan malam di restoran mahal , di buat terkejut saat menelfon Viona , saat ingin mengundang sang kakak ipar serta kakanya dan keponakannya unyuk mengabarkan kabar baik soal kehamilan sang istri , tapi ia malah mendapatkan kabar buruk dari Viona soal sang keponakan tersayang nya , pantas saja jika ia tidak bisa menghubungi sang keponakan tadi .


Dengan cepat Ken dan Rose menuju kediaman utama keluarga Andarius .


" kak di mana Flo " kata Ken dan Rose saat sudah sampai .


" di dalam " kata Viona membuat Ken dan Rose bergegas akan masuk ke kamar namun di cegah oleh Viona serta Marc .


" ada apa kenapa kalian mencegah ku "


" lebih baik tunggu di sini dulu ken " kata Viona


" tapi kami ingin melihat Flo kaka " kata Rose .


Sebentar beri waktu untuk kakak kalian " kata Vioan .


" HA ! mak .. maksudnya apa kakak siapa " tanya Ken .


" lihatlah " kata mArc membuka sedikit pintu kamar untuk Ken dan Rose melihat .


Terlibat Miguel dengan setia duduk di pinggir ranjang sambil terus menggenggam tangan Flo .


" itu ka ...."

__ADS_1


" iya " jawab Marc .


" kamu juga terkejut saat melihatnya tadi " kata Viona .


__ADS_2