Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
miguel ..


__ADS_3

09 : 45 , Gavin dinyatakan bebas dengan membayar tebusan sebagai uang denda senilai 35 juta .


kabar kebebasan itu sudah sampai ke telinga Keluarga Ardinarius , dengan Ken Rose dan Viona tampak murka di buatnya , begitupun dengan Miguel tapi ia maaih bisa mengendalikan dirinya dengan wajah yang tampak biasa - biasa saja .


Sedangkan di kamar Flo yang duduk di meja belajar melihat bunga mata hari yang di beri Marc sebelumnya , bunga yang terangkai sangat indah .


Ceklik .


" kamu suka " tanya Marc yang baru masuk kedalam , melihat sang adik duduk di meja belajar melihat bunga yang ia berikan kemarin sore .


" hemm " jawab Flo sambil mengangguk .


Marc duduk di sofa tak jauh dari sang adik yang duduk di meja belajarnya , ia menatap sang adik dengan sangat lekat dengan penuh kasih sayang .


" apa kamu tau kenapa aku sering memberi mu bunga itu "


" ...."


" karena mata hari bersinar terang dilangit , bahkan mata hari tidak membiarkan malam dengan kegelapan , lewat bulan mata hari memantulkan cahayanya untuk menyinari langit yang gelap , itulah sebabnya aku membelikanmu hadiah bunga mata hari , aku ingin kamu seperti mata hari bersinar terang , sesulit apapun kehidupan mempermainkan mu , aku ingin kamu tetap tersenyum , senyum yang sangat indah " kata Marc .


" aku sangat bersedih jika melihatmu menangis dan murung seperti kemarin , aku tidak ingin kamu redup seperti kemarin , aku ikut sakit melihatnya , jangan terlalu larut dalam kesedihan lawan ketakutanmu dan kembalilah berdiri " kata Marc .


Flo menoleh dan menatap wajah sang kakak cukup lama , lalu ia mengalihkan tatapannya dan melihat ke tempat lain .


" aku sangat menyayangimu begitupun dengan bunda ia juga sangat menyayangimu " kata Marc , kemudian menyisakan keheningan di dalam kamar , dengan flo yang masih terdiam .


" em kamu mau jalan - jalan atau kemana gitu biar tidak di kamar terus , mengurung di rumah terus itu juga tidak baik flo kamu harus bisa kembali bangkit dan hilangkan rasa takut kamu " kata Marc lagi , memecahkan keheningan .


" apa kita pergi ke vila , nati aku akan bilang ayah dan bunda "


" kita ajak saja Tee Farel dan Mike kamu setuju " kata Marc lagi .


" kak cika " sahut Flo .


" em .... ya ..... tentu " Jawab Marc dengan hati yang bersorak ria .


Pulang dari rumah tahanan Gavin bukan pulang ke apartemennya ataupun ke kediaman Andarius , Gavin malah pergi ke hotel miliknya , di sebuah kamar yang khusus , gavin merebahkan dirinya di ranjang besar menatap langit - langit kamar dengan pikiran yang masih kacau hatinya masih terasa hancur .


Begitu banyak duri dan begitu banyak tempat yang bisa kamu tusuk dengan duri , tapi kenapa dari sekian banyak duri kamu memilih satu duri yang tumpul dan menusukkannya di hatiku ...

__ADS_1


Cukup dengan satu duri dan satu kali serangan dengan sangat keras yang mampu membuat luka yang dalam dan sangat menyakitkan , kau mampu membuatku tumbang tanpa harus bersusah payah ....


Duduk di ruang kerja pribadi di rumahnya , Kevin bukan fokus dengan pekerjaannya , ia malah mengingat bagimana Angel dan Charles sang paman dan bibinya , dua orang yang berharga setelah kedua orang tuanya meninggal , karen Charles dan Angel lah yang membesarkannya seperti anak sendiri .


Dan mereka tengah bersedih saat ini , kesedihan keduanya membuat kevin tak tega melihatnya , apa yang harus ia lakukan bahkan untuk menghiburnya pun ia tidak tau .


Felix sudah menyiapkan surat pengunduran diri dari perusahan Gavin , tapi sayang karena Gavin yang masih belum datang bekerja serta Kevin yang juga tak pernah datang , membuat pekerjaan menumpuk dan mau tidak mau Felix yang mengurusnya .


Sejak kemarin ia mengerjakan semua pekerjaan sendiri , dan mengundurkan niatnya untuk mengundurkan diri dari perusahaan .


Di ruang kerja pribadi Miguel Marc yang baru masuk kedalam setelah keluar dari kamar Flo , ikut duduk di sofa bersama dengan bunda serta Ken dan Rose disana .


" apa yang terjadi kenapa kalian tampak tidak baik - baim saja " tanya Marc .


" kamu tau gavin sudah bebas dari penjara " jawab Rose dangan suara mengebu - ngebu .


" lalu kenapa kalian marah " tanya Marc yang langsung membuat Ken Rose serta bundanya menoleh ke arahnya .


" maksud marc kita tidak perlu semarah itu sekarang harusnya kita fokus dengan perceraian flo serta menghibur flo , biarkan dia bebas yang terpenting flo harus bisa pisah dengannya dan flo baik - baik saja " kata Marc lagi .


" itu benar " jawab Miguel .


" dan kak kamu belum menceritakan apapun kepada kami " kata Ken .


" jangan ada yang kamu sembunyikan dari ku kamu sudah berjanji padaku " sahut Viona .


" baiklah " kata Miguel yang lalu berdiri mengambil laptop serta buku berwarna pink .


" lihatlah ini " kata Miguel lagi setelah meletakkan laptop di meja dan memperlihatkan sebuah video .


Viona Rose serta Ken dan Marc melihat video dengan sekasama , namun di pertengahan video ituta tampak Viona yang terkejut bukan main , terlihat sang kakak yang memerintahkan seorang pelayan untuk memeberikan minuman yang sudah di beri obat kepada Miguel .


" i ini nggak mungkin ka .."


" awalnya aku tidak percaya lalu aku meminta bantuan seseorang untuk memastikan kebenaran ini , apakah video ini hanyalah rekayasa atau benar , namun jawabannya adalah benar , video itu bukan rekayasa tapi sebuah kebenaran " jawab Miguel video terus berputar hinga di akhir video tampak Miguel yang keluar kamar hotel dengan wajah berantakan .


" tapi kenapa kakak melakukannya apa alasanya " kata Vioana


" aku tidak tau " jawab Miguel .

__ADS_1


Sedangkan Marc yang sejak tadi lebih memilih membaca buku harian berwarna pink setelah melihat pertengahan video yang memperlihatkan sang bibik sebagai pelakunya .


" flo selalu marah jika ayah menyebut ibunya sebagai wanita murahan apa lagi menyebutnya ****** itu sangat menyakiti hatinya " kata Marc sambil membuka - buka buku hatian itu .


" aku tau jawaban pertanyaan bunda tunggulah disini " kata Marc yang langsung pergi keluar dari ruangan kerja sang ayah .


" apa yang marc ketahui " kata Ken .


Tidak lama kemudian Marc kembali masuk dengan membawa sebuah ponsel jadul , lalu mengotak atiknya .


" dasar anak sialan , anak dan ibu sama saja sama - sama pembawa sial "


" ampun tante ampun maafkan .... flo ... hiks ... hiks ..."


" maaf kamu sudah menghancurkan semuanya , kamu bilang minta maaf ..."


" hiks ... hiks .. aku tidak sengaja .."


" kamu tau gara - gara ibu mu rencana ku hancur waktu itu , seharusnya aku bisa menikah dengan ayah mu gara - gara ibu mu semua jadi kacau , sekarang kamu ... kamu mengacaukan rencana ku ... dasar anak pembawa sial ..."


" ..... sakit lepas ...lepas hiks ... hiks ... sakit "


" jika kamu tidak menyenggol dan membuat viona terjatuh dia akan meminum minuman yang akan aku berikan ... "


" hiks ... hiks ... sakit ...."


" gara - gara kamu aku jadi tidak bisa menghabisi viona "


Sebuah rekaman suara dari ponsel jadul yang di berikan Marc , membuat Viona dan semua orang terkejut di dalam ruangan itu .


" bunda terjatuh waktu itu karena flo yang sengaja melakukannya , ia mendorong bunda agar bunda tidak minum jus yang di berikan tante , karena flo sudah tau jika tante memasukan sesuatu kedalam minumannya , aku mendapatkan rekaman ini saat tidak sengaja saat itu aku ingin memberitakannya kepada ayah tapi ayah selalu saja menolak saat aku sudah menyebut nama adik " jelas Marc .


" dan aku menyalahkannya waktu itu dan memukulinya tanpa kata ampun " kata Miguel yang mengingat kejadian saat itu .


" jadi kakak melakukannya karena menyukai mu " kata Vioan yang semakin di buat terkejut .


" dan kak miguel membuat Flo trauma dengan kegelapan , hujan dan petir karena kamu menguncinya di dalam gudang yang gelap selama tiga hari " kata Ken .


" dan kini kebenaran sudah jelas lalu apa yang akan kak miguel lakukan , bagimana dengan almarhum ibu flo lalu bagimana kakak miguel menghadapi flo " tanya Rose .

__ADS_1


" aku tidak tau , bahkan untuk menatapnya aku tidak berani " jawab Miguel .


__ADS_2