
Sudah hampir satujam lamanya Flo tertidur dengan posisi jongkok dan kepala bertumpu dilututnya , menungu Gavin pulang membuatnya terlelap diatas dinginya lantai .
Ting ...suara lif terbukan Tak tak tak ... suara sepatu yang bersentuhan dengan lantai yang terdenar keras .
" Flo " pangil Gavin saat tau Flo tengah berjongkok dilantai .
" flo " masih tidak ada jawaban dari gadis remaja itu , Gavin berjalan mendekat untuk melihat Flo .
" tidur " gumam Gavin .
Hembusan nafas lembut terdengar begitu tenag , tanpa banyak kata lagi Gavin mengangkat tubuh kecil Flo dan membawanya masuk , dibaringkannya Flo dikasur .
" kenapa dia tidak langsung masuk saja tadi " gumam Gavin
" apa dia tidak tau sandinya " gumamnya lagi sambil meletakkan topi putih diatas nakas dekat meja , tak lupa juga ia melepas sepatu dan kaos kaki milik Flo , lalu menyelimuti tubuh kecil itu dengan selimut tebal .
" aku masih heran dia mirip siapa ya "
Ditatapnya wajah cantik nan imut , yang telah terlelap .
" aku seperti pernah melihatnya dimana ya "
" hah sudahlah itu tidak penting "
Gavin kembali kekamarnya . segera mandi dan berganti piama tidur , ia tidak makan malam karena tadi ia sudah makan bersama rekan kerjanya .
Dibukaknya ponsel yang sudah penuh dengan pesan chat dari beberapa orang tapi yang dibukak Gavin hanya pesan dari pujaan hatinya sambil senyum - senyum sendiri .
Keesokan paginya Flo terbangun seperti biasa .
" kenapa aku bisa disini , apa om Gavin yang membawaku kemari " guama Flo .
" sudahlah lebih baik aku mandi "
Di kamar sebelah manusia yang memang sulit dibangunkan pagi itu masih saja tertidur lelap sambil tersenyum - senyum tidak jelas , entah apa yang sedang ia mimpikan hinga tersenyum dalam tidurnya .
ceklik ... suara pintu yang dibukak dengan pelan tampak kepala denagn rambut panjang tengah muncul sambil menoleh kekanan dan kekiri mencari - cari sesuatu . tanpa permisi Flo masuk kedalam dengan pintu yang ia buka dengan keras , tadinya ia hanya ingin melihat dan mencari sang pemilik kamar lalu mengucapkan trimakasih , tapi saat melihat sang pemilik masih molor dijam segini membutnya gatal untuk menjahilinya .
Byur.... dengan tanpa rasa belas kasih Flo menyiram Gavin dengan air , membuat sang empu terkejut dan terbangun dengan cepat .
" banjir ...banjir ..." triak Gavin , Sebenarnya Flo ingin tertawa tapi ia tahan dan memasang wajah serius .
" banjir , oh jadi kalo ada banjir baru bisa bangun pagi " ucap Flo mambuat Gavin menoleh kearahnya , ia benar - benar tak menyadari dengan adanya Flo dikamarnya .
" kamu ..! "
__ADS_1
" iya aku istri mudamu " jawab Flo sambil meletakakan kedua tanganya didada .
" bisa ngak sih ka ..."
" tidak bisa , ini pringatan jika om bangun kesiangan bukan hanya air segelas tapi air seember , lagian om kan harus kerja " marah Flo , bener - bener nih Flo bikin Gavin hanya bisa menghela nafas pasrah , baru pertama kali ini ia mendapatkan kekerasan , dulu sebelum menikah mamanya saja membangunkannya dengan lemah lebut begitupun ayahnya yang juga melakukan hal yang sama , tapi setelah Flo masuk didalam kehidupannya jangankan tidur bahkan bernafas saja rasanya tidak tenag .
" iya iya sudah kamu keluar saya mau mandi dan berganti baju "
" cepet aku sudah lapar " ucap Flo
" kamukan bisa memasak makanan mu flo "
" ha masak ? jangankan masak nyalakan kopor saja aku tidak bisa ya om lah yang harus masak " jawab Flo santui dasar gadis tak beradab memang .
" yasudah sana kamu keluar tunggu dimeja makan , kalo bisa jangan hanya menunggu nyapu juga lap- lap " printah Gavin
" ok tapi cepet aku ngak mau mati kelaparan " kata Flo , lalu keluar meningalkan Gavin yang masih duduk dikasurnya apa aku bisa bertahan sampai satu tahun bersamanya batinya .
Ruang tengah , seperti yang disuruh Gavin flo menyapu lantai , dan mengelap semua barang disana taklupa membersihkan kaca , dia sudah lama tidak bersih - bersih dan kini ia sudah duduk diruang makan dengan kepala yang dia letakkan diatas meja " tu om - om mandi atu nyelem kesamudra lama baget kalo nggak karna sayang udah aku potong - potong tubuh tuanya " kesala Flo .
Ceklik ...tak tak tak suara Gavin yang datang mendekat .
" om lagi apasih lama banget kayak siput " omel Flo
Ditariknya nafas kasar dan dikelurkan dengan kasar juga , sepertinya ia harus bersabar hidup bersama Flo , yang ngeselinnya dan jailnya mintak ampun .
" ya karena aku anak baik dan cerdas " jawab Flo sombong .
" ya ya ya pasti ken melupakan sifat nakalmu "
" tentu saja paman ken tidak pernah memarahiku karna aku nakal tapi ia malah terus memujiku karena aku jenius " jawab Flo yang hanya mendapatkan dengusan malas dari Gavin .
Tanpa perduli lagi Gavin berjalan kedapur dan memuli memasak untuk sarapan pagi , dengan sangat ahli Gavin memasak didapur dari memotong sayur membuat bumbu , memotong daging membuat bumbu dan menumisnya , tak lupa ia juga menanak nasi .
" wah om hebat " kagum Flo
" tentu saja "
" om belajar dari mana "
" mommy "
" oh "
Tak menunggu lama Masakan Gavin sudah matang begitupun dengan nasinya , tanpa disuruh Flo dengan sigab membantu Gavin menata semuanya diatas meja makan .
__ADS_1
" om tipe cewek idaman om seperti apa " tanya Flo disela sela makannya .
" cantik pinter seksi bisa mengurus rumah dan memasak " jawab Gavin
" oh ... fikiran lelaki dewasa memang seperti itu wanita seksi hal utama bagi mereka " Ucap Flo tak senag .
" kenapa itu selera setiap lelaki "
" benarkah kalo begitu aku akan menjadi seksi dan belajar masak kepada mommi " ucap Flo
" emag kenapa kamun mau melakukan itu semua "
" ya karna aku suaka om " kata Flo serius .
Uhuk ..Uhuk .. batuk Gavin karna tersedak mendengar perkataan Flo , dengan cepat Flo mengambilkan air dan diberikan kepada Gavin , " makasih " kata Gavin menerima Gelas yang diberikan Flo , lalu meneguknya pelan .
" janga bercanda dipagi hari flo tidak seru " tegur Gavin yang mengira perkataan Flo hanya candaan .
" aku tidak bercanda aku benar - benar menyukaimu om tua " kata Flo
" sudahlah habiskan makannya janagan berbicara , aneh - aneh " kata Gavin
Aneh dasar om yang tidak peka dasar orang tua batin Flo dengan kesal Flo menyendok makanannya dan memasukannya kedalam mulut .
ini bocah kenapasih batin Gavin yang melihat Flo .
" ehem " dehem Gavin , yang hanya ditoleh sinis oleh Flo .
" kamu mulai kekampus kapan "
" ya setelah maba selesailah " jawab Flo
" kamu nggak ikut maba " kata Gavin yang mungkin berhasil mengubah suasana Flo .
" ya " jawab Flo .
" aku kasih tau ya dengan maba kamu bisa ..."
" suut om lebih baik om bantu Flo agar Flo tidak ikut maba , kedua flo mintak duit buat membeli keperluan kampus , uang jajan dan .. dan apa ya " kata Flo yang terhenti sepertinya dia lupa ingin apa .
" tidak jadi " ucapnya lagi
" flo ikut saja maba seru "
" tidak lakukan saja permintaanku aku akan menjadi anak penurut selama satu minggu " kata Flo dengan santai
__ADS_1
" kalo tidak mau biar paman ken " lanjutnya lagi .