
Selesai makan siang , Gavin kini berada di rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Monik , Keduanya tengah duduk di kursi tunggu menunggu giliran mereka , dengan Gavin yang tampak gugup di samping monik .
" kamu kenapa sayang ? apa kamu baik - baik saja ? " tanya Monik sambil mengelus lengan kekar Gavin dengan lembut .
" tidak , aku hanya merasa gugup "
" kenapa bisa gugup "
" ini pertama kalinya aku mengantar mu , dan akan melihat bagaimana perkembangan anak ku " jawab Gavin .
" jangan gugup "
" aku akan mencobanya "
Di depan makam terlihat Miguel tengah duduk di dekat nisan dengan bunga putih yang baru ia letakkan di sana di dekat bunga putih yang sudah sedikit layu .
" maaf .. maaf baru mengunjungi mu dan maaf baru mengatakan kata maaf setelah semua keburukan yang aku lakukan selama ini "
" mungkin aku sudah terlambat saat ini terlambat untuk mengetahui semuanya setelah kamu pergi , mungkin kamu membenci ku tidak mengharapkan ku datang kemari saat ini hiks ... hiks ..." ucap Miguel dengan air mata yang entah kenapa tumpah untuk kesekian kalinya , kebenaran yang terbongkar di saat yang sudah terlambat , bahkan saat ini ia pun tidak tau cara untuk menghadapi sang putri , ingin sekali ia mengatakan maaf juga pada sang putri memeluk nya dengan lembut nan erat , namun rasa malu dan takut mengingat bagai mana sang putri yang selalu menangis dan terluka karenanya .
Jam istirahat , Flo tengah duduk di taman bersama kedua temannya dan dua mahluk lagi yang ikut serta nimbrung di sana , membuat Tee dan Farel gedek di buat salah satu bocah itu .
Justin dan Bela , dua anak yang sejak kerja kelompok bulan lalu memjadi dekat dengan Flo saat di kelas , Bela gadis ngeselin yang selalu saja membuat Tee dan Farel frustasi dengan tingkah absurd nya , bagimana tidak setiap kali ketemu dengan gadis itu selalu saja Tee dan Farel di anggap sepasang kekasih .
Sedangkan Justin sangat lah berbeda dengan Bela yang super berisik minta ampun , kadang saja Flo di buat kesel dengan gadis itu karena tingkahnya yang selalu menganggap flo anak kecil , justin malah condong ke sifat pendiam dan dewasa .
Usia Justin dan Bela memang dua tahun lebih tua dari Flo dan satu tahun lebih tua dari Tee dan Farel .
" sudahlah lo bisa diam nggak sih " kesal Farel .
__ADS_1
" sudahlah jujur saja sama aku nggak papa kok " jawab Bela masih kekeh sama pendiriannya .
" lo gila ya udah di bilangin bukan " kesal Farel lagi .
" sudahlah yang waras ngalah " sahut Tee , membuat Farel mengelus dadanya menarik nafas dan mengeluarkannyandengan pelan .
" sabar - sabar " gumam Farel .
Wajah bahagia dan senyum terpancar di wajah Ken dan Raose , setelah melihat tespek dengan dua garis merah , keduanya langsung datang ke rumah sakit untuk memasyikan kabar bahagia itu .
Namun senyum keduanya berubah dengan raut tidak senang wajahnya berubah datar saat mereka berdua tidak sengaja bertatappan bersama Gavin dengan wanita yang duduk di samping nya .
Duduk tepat di depan Gavin setelah mengurus registrasi .
bukankah mereka orang yang waktu itu ...batin Monik saat melihat Rose dan Ken .
" teman ku ? kenapa ? " bingung Rose .
" dia bertangung jawab untuk ulah laki - laki lain karena kebodohannya "
" ha " bingung Rose yang masih belum faham dengan apa yang di katakan sang suami .
" bayi yang di dalam kandungan wanita itu bukan anak teman mu , itu bayi orang lain dan aku sangat menyayangkan itu temanmu lebih memilih wanita itu dari pada istrinya sendiri " jelas Ken dengan mata yang mengkode pada istrinya .
Mereka membicarakan siapa ..Batin Gavin yang mendengar percakapan Ken dan Rose .
" oh ... iya dia , dia memang laki - laki bodoh itulah hukuman bagi laki - laki brengsek , dan aku yakin kelak dia akan menyesal " kata Rose yang baru faham apa yang di maksud suaminya .
" benar kelak dia juga akan tau sendiri bertapa busuknya perempuan itu "
__ADS_1
" ibu monik dan pak gavin " panggil perawat , membuat Gavin dan Monik langsung beranjak dari tempat duduknya , namun lagkahnya terhenti saat mendengarkan Ken dan Rose berbicara lagi .
" sidang perceraiannya kapan "
" dua hari lagi " jawanb ken .
" bagus lah , lalu laki - laki yang mengakui perasaannya kepadamu "
" aku mengatakan apadanya jika dia bisa membuat nya bahagia , bisa menjaganya aku setuju - setuju saja tapi "
" tapi apa ? "
" menunggu resminya perceraian " jawab Keb membuat Gavin yang mendengarnya di buat marah , entah kenapa saat mendengar itu hatinya terasa sangat marah .
" sayang ayo " panggil Monik membuat Gavin langsung meninggalkan tempat.
" tapi apa kamu percaya padanya "
" aku mengenalinya "
" benarkah tidak salah mengenalinya seperti sahabat mu "
" tidak aku benar - benar mengenalinya " jawab Ken sambil mengingat sesuatu .
" dulu aku sering melihatnya , ada seorang gadis mungkin usianya sam dengan ku , gadis yang malang di usianya yang masih remaja ia sudah memiliki seorang anak dari seorang lelaki yang tidak pernah menganggapnya ataupun anaknya , setiap hati gadis itu selalu berdiri di depan gedung berharap lelaki itu melihat sang anak yang ada dalam gendongannya , meski sang ayah anak itu tak pernah perduli , tapi gadis itu tetap kekeh selalu datang kesana dengan seorang bayi yang selalu rewel di gendongan nya , tapi apakah kamu tau anak laki - laki itulah yang datang menghampiri gadis itu , melihat bayi yang ada di gendongan dan membuat bayi itu terdiam bukan hanya sang bayi tapi juga sang ibu yang ia hibur , hanya anak laki - laki itu yang selalu datang menghampiri gadis itu beserta anaknya , dan kamu tau Gadis itu selalu disana sampai anaknya berusia dua tahun dan hanya anak laki - laki itu yang selalu datang kepadanya menggendong anaknya dan menghibur keduanya , terkadang anak laki - laki itu menunggu kedatangan gadis itu " cerita Ken sambil menerawang masalalu .
" bahkan hingga gadis itu sudah tak kembali lagi kesana , namun anak laki - laki itu tetap kesana bahkan menunggu , andai dia tau siapa bayi yang selalu ia gendong dan di buatnya tertawa itu " cerita Ken lagi .
" kenapa bukan dia kenapa malah lelaki brengsek itu " sahut Rose .
__ADS_1