
" om bangun om " pangil Flo sudah darintadi ia membangunkan Gavin .
" OM " dengan suara keras tapi sayangnya sang empu hanya melenguh pelan .
" dasar si om om " gumamnya .
Tak tongal diam kini Flo mulai nak kekasur berbaring disebelah Gavin .
" sayang suami flo yang tamvan bangun sayang " bisik Flo sambil mengelus pelan wajah Gavi
" emmm " lenguhnya lagi .
" sayang bangun fyuhh...." bisiknya sambil meniup telinga Gavin .
" sayangnya flo " bisiknya lagi dengan suaara ditekan .
" ih ni orangtua susah banget dibangunin dikasar ditriakin sampai model lembut juga kagak bangun heran gue mimpi apaan sih " gumamnya kesal
" untung suami , untung ganteng , untung sayang " gumamnya lagi .
" om gavin maaf ya " kali ini Flo sudah membawa bantal ditangannya , dengan tanpa ada rasa kasihan Flo duduk diatas perut Gavin lalu ia membekap wajah Gavin dengan bantal dan membuat sang empu kelagepan dibawahnya .
" hos ...hos .. hos ..." nafas Gavin tersengal - sengal , ditatapanya gadis yang duduk diatas perutnya sambil membawa bantal ditangannya .
" Flo " pangilnya dengan suara tersengal - sengal .
" untunglah om nggak mati jadi flo nggak jadi janda " kata Flo dengan wajah tanpa dosa .
" kamu ..." marah Gavin .
" bangun suami flo yang sudah tua " jawab Flo tanpa peduli dengan Gavin yang menahan marah .
Cup ... satu kecupan mendarat dipipi Gavin membuat sang empu melongo karnanya , sedangkan Flo setelah mencium ia turun dari tubuh Gavin dan beranjak dari kasur .
__ADS_1
" cepat bangun dan ganti baju lalu turun makan " perintah Flo sebelum pergi dari kamar .
Felix sufah memarkirkan mobilnya dengan langkah lesu ia menuju apartemennya sambil membawa buku dan album ditangannya .
Hari ini ia akan beristirahat dulu fikirannya masih kacau dengan isi bukj diari itu .
30 oktober 2004 .
hari ini aku memeriksakan keadaanku setelah satumingu kejadian malam itu aku sering mengalami pusing dan mual - mual , sebenarnya aku sangat takut dengan keadaanku gejala yang aku alami seperti layaknya orang yang sedang mengandung aku takut ya tuha usiaku saja baru 16 tahun , jika itu terjadi apa yang akan aku lakukan bagaimana dengan kehidupanku selanjutnya aku tidak tau .
Dengan sedikit rasa takut aku tetap harus tau keadaanku yang sebenarnya , aku duduk diruang tunggu , menunggu giliranku batinku terus berucap semoga yang aku fikirkan tidak akan terjadi aku harap seperti itu .
Aku sudah menungu hampir satu jam dan kini giliranku , aku berdiri dengan tubuh lemas masuk kedalam ruang periksa . tuhan bertapa terkejutnya aku apa yang aku fikirkan itu benar terjadi apa yang harus aku lakukan diperutku - diperutku ada mahluk hidup aku harus bagaimana aku hatus melakukan apa .
Aku bear - benar linglung aku tak tau bagaimana dengan kehidupanku apa aku hatus mengugurkan kandunganku ! ...
Kepalaku mulai pusing memikirkan itu mataku terasa berat kakiku sudah tak kuat lagi menompang tubuhku .
Entah sejak kapan aku sudah diruang rawat bukankah tadi akunada dijalan pulang , aku terus bertanya - tanya hinga suatu suara mengagetkanku .
Dia ....batinku entah kenapa tubuhku terasa kaku , aku begitu takut melihatnya ingatanku akan malam itu membuatku menegang .
" gugurkan bayi itu " katanya yang membautku terkejut , kutatap wajah tamvan itu dengan sangat lekat mata yang tajam itu melihatku begitu datar bibir tipisnya yang sudah tak bergerak lagi . aku berfikir jika aku mengugurka kandunganku aku akan melanjutkan hidupku tanpa ada beban , dan jika aku gugurkan aku adalah ibu yang kejam , aku terus berfikir hinga entah keberanian dari mana aku mengelengkan kepalaku .
" tidak aku tidak mau dia anakku dia tidak berdosa " kataku dengan terus mengeleng dan menagis .
" lakuman saja aku akan membiayai semuanya " katanya lagi .
Dan entah bagaimana mulutku menolak " aku akan melahirkan anak ini aku akan membesarkannya sendiri jika kamu tidak mau mengakuinya biarlah dia tak pernah melihat ayahnya " kataku .
Aku tatap laki - laki itu dengan rasa takut , kulihat rahangnya mengeras tangannya mengepal dan matanya terus menatapku dengan tajam .
Tuhan selamatkan aku dan bayiku ....
__ADS_1
end ...
Ruang makan terlihat Flo tengah menatap makanan diatas meja makan Gavin yang baru saja turun tanpa sadar tengah menatap gadis kecil itu dengan lekat . Inagatannya berputar kembali saat dimana gadis itu menciumnya , membuat dia bergidik .
" gvin cepat kamu kenapa lama sekali sih " pangil Angel mengagetkan Gavin
" iya momm " jawab Gavin sambil melangkah mendekat dab duduk tepat disamping sang ayah .
" sayang kamu mau makan apa " tanya Flo membaut Gavin tersedak air liurnya .
" uhuk ...uhuk ..."
" sayang kamu kenapa " tanya Flo sambil menepuk bahu gavin pelan .
" ini minum dulu " kata Charels menyodorkan satu gelas air .
Gluk ...." makasih dadd "
"ya "
" kamu kenapasih vin , kalo batuk itu cepet minum obat jangan dibiarin begitu saja " kata Angel yang juga hawatir kepada anak kesayangannya .
" nggak kok ma gavin baik - baik saja hanya .. "
" sayang kalo sakit bilang ya nanti biar aku cariin obat " kata Flo membaut Gavin menoleh kearahnya dan melototinya .
" sayang kamu nggak papakan " tanya Flo tanpa peduli dengan Gavin , ia malah mengelus wajah gavin pelan dan menampilkan wajah Sedih .
" gav kamu baik - baik sajakan lihat istrimu sangat hawatir " kata Charles , dengan sangat berat hati Gavin memegang tangan Flo yang berada dipipinya dan mata yang masih melototi gadis itu .
" sayang aku nggak papa kok kamu tenag saja jangan hawatir aku hanya tersedak liur " kata gavin dengan suara yang dibuat - buat .
" benarkah jika nanti merasa tidak enak kamu kasih tau aku ya " kata Flo Cup .. lagi - lagi kecupan mendarat dipipi Gavin , jika tadi yang kanan maka yang sekarang yang kiri .
__ADS_1
Gavin melototkan matanya makin lebar tubuhnya terasa kaku sejaka kapan bocah ini batin Gavin dengan mata yang membulat .
" sudah lebih baik kita makan " kata Angel dengan senyum , ia sangat senag melihat Flo yang memperlakukan putranya dengan sangat baik begitupun dengan Charles .