
Tiga minggu sudah berlalu , laporan Miguel sudah di proses dan polisi sudah menetapkan Gavin sebagai tersangka .
Gavin tidak menyangkal soal itu bahkan ia mengakui kesalahannya didepan pihak yang berwajib di temani kuasa hukumnya .
Monik ? tentu wanita itu sangat terkejut saat mendengar kabar itu , bukan soal kasus KDRT saja tapi juga pernikahan Flo dan Gavin , ia seperti di sambar petir , kebohongan yang di katakan Gavin membuatnya terjatuh dan kini ia masuk kedalam rumah sakit karena kondisinya yang drob .
Flo ia masih sering terdiam dan melamun , kejadian waktu itu membuat nya menjadi anak yang sangat pendiam , membuat semua khawatir dengan kondisinya saat ini .
Melihat Flo yang seperti itu membuat Miguel semakin merasa bersalah pada sang putri , bahkan ia sampai sekarang belum berani mendekat kepada putrinya dan hanya bisa melihat nya dari kejauhan .
Angel dan Charles keduanya masih tak bisa berkata apa - apa lagi dengan apa yang sudah di lakukan sang putra , anak yang sudah mereka besarkan dengan penuh kasih sayang , tidak pernah mereka bayangkan akan menjadi seperti ini .
Pulang dari penyelidikan di kantor polisi , dengan status tersangka , dan masih menunggu proses hukum dari pihak kepolisian , Gavin kini berada di rumah sakit tempat Monik di rawat .
Duduk di kursi di samping ranjang tempat monik yang terduduk lemah .
" maaf "
" kenapa kamu bohongi aku "
" maaf .."
" hanya itu hiks ... hiks ... "
" bagai mana bisa kamu membohongiku di saat aku sudah benar - benar percaya padamu hiks ... hiks ... hiks ..." tangis Monik .
Di luar seseorang yang berdiri di depan kaca melihat Monik dan Gavin yang berada di dalam ruang rawat .
" aku tida akan membiarkan semuanya terjadi begitu saja " gumamnya dengan tangan mengepal erat .
Mendengar keadaan Flo sang sahabat , Tee dan Farel ikut kesal dengan apa yang di lakukan Gavin , laki - laki yang pernah mereka nilai sebagai laki - laki baik itu , kini membuat keduanya tersulut amarah , apa lagi saat ini melihat Flo yang terus terdiam tidak ceria seperti dulu lagi membuat mereka ikut sedih karenanya .
Sudah berbagai cara ia mencoba menghibur sahabatnya itu , mulai bertingkah konyol hinga menceritakan hal lucu tapi tidak membuat Flo tertawa .
" flo gue capek lihat lo kayak gini " kata Farel .
" iya flo " sahut Tee .
" mending kamu bertingkah kayak biasanya saja dah , jahil , suka nyuruh seenak jidadnya "
" iya dari pada kayak gini " kata Tee .
Bukan hanya Tee dan Farel bahkan Mike yang juga datang menjenguk Flo saja juga ikut sedih karena anak yang biasanya menggangu kehidupannya suka melakukan hal - hal yang membuatnya harus menahan amarah itu , menjadi pemurung .
semua yang dirasakan Tee , Farel serta Mike , juga di rasakan semua orang termasuk Felix .
Kevin memang sangat merindukan Flo , bahkan ia ingin sekali tau bagimana keadaan Flo saat ini , ia sering sekali mendatangi kediaman utama keluarga Ardinarius berdiri disana dan menatap pintu gerbang hinga larut , seperti saat ini ia masih melihat dari kejauhan , ingin sekali ia datang dan memeluk gadis yang sangat ia cintai .
Berjalan maju lalu berbalik lagi , terus saja seperti itu , dan Pa yang di dilakukannya terlihat oleh Ken dan Rose yang baru saja datang , keduanya melihat Kevin yang berdiri bolak balik sambil menendang kerikil kecil di jalan .
" bukankah it .." kata Rose yang dari dalam mobil .
" ya " jawab Ken .
" apa yang dia lakukan di sini " tanya Rose .
" entahlah "
" sepertinya ia sangat bingung "
" sebentar " kata Ken yang langsung berjalan keluar mendekati Kevin .
Tepukan bahu ken membuat Kevin terkejut di buatnya .
" tu tuan " panggil Kevin .
" kenapa tidak masuk ".
__ADS_1
" ...."
" masuk lah lihatlah keadaanya " kata Ken yang langsung pergi begitu saja membuat Kevin mematung di tempatnya .
Ken kembali masuk kedalam mobilnya dan kembali menjalankannya masuk kedalam kediaman Ardinariua .
" bagi mana "
" kita sudah sampai " kata Ken yang langsung turun dati mobil di ikuti Roes , keduanya masuk kedalam rumah dengan Ken yang langsung menuju ruang kerja Miguel , sedangkann Rose yang langsung menuju kamar Flo tapi sebelum itu ia menemui Viona .
" kak " panggil Rose
" kamu datang "
" ya "
" mau ke kamar Flo "
" iya "
" ya sudah barengan saja , teman - temannya juga masih di sini , sepupu kamu juga baru datang sebelum kamu " kata Viona .
" benar kah "
" ya , kalo begitu ayo kesana , sama bantu tolong bawa ini "
" baik lah , lalu marc "
" masih di kampus "
Di ruang kerja Ken dan Miguel yang duduk bersama membahas proyek batu yang mereka kerjakan bersama .
" kak kamu belum menceritakan kepada ku "
" besok akan ada pertemuan dengan pebisnis dari spanyol , kamu juga akan ikut datang bersama ku " jawab Miguel .
" kak "
" kak "
" dan tolong ur..."
" hais sudahlah aku mau keluar menemui flo " Kata ken yang langsung keluar .
Rasa penasaran akan perlakuan Miguel kepada Flo yang berbeda serta hadirnya Felix sebagai paman Flo adik dari Felicia membuat Ken tak berhenti penasaran , sedangkan sang kakak tetap bungkam tak ingin menjelaskannya .
Di depan Gerbang dengan keberanian Kini Kevin melangkah berjalan mendekat ke gerbang .
" maaf dengan siapa dan ada keperluan apa "
" sa saya ingin bertemu nona flo "
" maaf tuan tapi anda siapa ya "
" saya kevin "
" kevin ? "
" iya saya kevin "
" maaf tuan tapi saya tidak bisa membiarkan orang lain masuk tanpa izin dari tuan besar "
" tolong biarkan saya bertemu dengan flo hanya sebentar saja " kata Kevin yang memohon .
" maaf tuan "
" hanya sebentar pak "
__ADS_1
Kevin terus memohon berusaha agar ia bisa menemui orang yang benar - benar ia rindukan , hinga membuat sedikit keributan di sana .
" maaf pak jika saya bilang tidak maka tidak mohon bisa mengerti " kata penjaga itu lagi .
" tolong lah hanya sebentar setelah itu saya akan keluar "
" saya benar - benar ingin menemuinya " mohon kevin lagi dan lagi .
" baiklah tunggu di sini saya akan mengatakan pada tuan besar " kata salah satu penjaga yang langsung berlari menuju rumah besar yang jaraknya sedikit jauh dari gerbang .
Melangkah dengan cepat Penjaga itu masuk kedalam rumah , dan kebetulan saat itu Miguel yang baru keluar dari ruang kerja dan turun ke lantai bawah ,bersamaan dengan Flo yang keluar kamar bersama Rose dan Vioan di sampingnya serta Tee , Farel dan Mike yang berjalan di belakangnya .
" maaf tuan " kata Penjaga .
" ada apa "
" di luar ada seorang yang memaksa ingin masuk bertemu dengan nona muda flo "
" sipa dia "
" kalo tidak salah Kevin namanya "
Sedangkan di luar Kevin masih berdiri tepat di depan gerbang , di buat terkejut karena klakson mobil yang baru datang dan berhenti di sana .
" kevin " panggil Felix , ya felix yang baru datang .
" felix "
" tuan " panggil Penjaga .
" ada apa ini "
" gini tuan Felix , tuan ini memaksa masuk .." jelas penjaga .
" saya mengenalnya nona Florence juga " kata Felix , barulah penjaga itu percaya dan membukakan gerbang untuk Kevin dan Felix .
Mendengar nama yang di sebut penjaga , Flo langsung berlari keluar , membiat semua orang terkejut di buatnya .
" Flo " panggil Viona yang ikut berlari menyusul Flo .
Melihat kevin berada di gerabang , Flo berhenti sebentar dan kemudian berlari menuju Kevin dan memeluk laki - laki berperawakan tinggi .
" kak Kevin "
" Flo " panggil keduanya melepas rasa rindu .
Viona terhenti dan melihat Flo dan Kevin berpelukan , serta Felix yang batu datang , begitupun dengan Miguel serta yang lain , yang juga keluar dan melihat adegan berpelukan Kevin dan Flo .
" aku merindukan mu " kata Kevin sambil memeluk erat tubuh Flo .
" kakak kemana saja , flo takut "
" maaf .. maaf kan aku " jawab Kevin pelukannya dan menatap wajah cantik yang ia rindukan selama ini , wajah cantik yang kurusan .
Di elus puncak kepala Flo dengan lembut .
" jangan takut lagi sekarang aku ada di sini "
" jangan tinggalin flo " jawab Flo .
" tidak akan " jawab Kevin
" ehem ... apa kamu tidak ingin menyambut kedatangan paman juga " kata Felix membubarkan aksi romantis Kevin dan Flo .
" paman lo ganggu aja drama romantisnya " kesal Tee , Farel dan Mike , yang menyambung tawa semua orang tak , sedangkan Flo tersenyum malu - malu .
Melihat Flo yang kembali tersenyum , membuat hati semua orang terasa sedikit lega , begitupun dengan Miguel yang terus menatap sang putri .
__ADS_1
Tin ...tin ... Suara klakson mobil menghentikan tawa mereka , terlihat Mobil Marc yang baru datang .