Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
Tas pink


__ADS_3

Sampai diapartemnku yang dulu aku merasa bersukur karna Mike belum tidur , ia masih terjaga karena drama korea .


" mike belum tidur " tanyaku mengejutkannya


" lo , ngapain disini " tanyanya


" terserah guelah kan ini apart gue "


" ya maksudnya lo ngapain disini mana lakik lo "


" dia masih sibuk dengan pekerjaannya , jadi aku mau menginap disini "


" oh ... terus lo kesini sama siapa "


" sama Tefa "


" lalu mereka dimana " tanyanya


" pulanglah " jawabku sambil meletakkan kotak berisi makanan diatas meja didepannya .


" apa tuh "


" makanan "


" wah lo perhatian amat sama gue jadi sayang deh " ucap Mike sambil mengedipkan sebelah matanya .


" jijik bencong " jawabku tidak senag


" diem lo bencong - bencong gini gue juga banyak yang suka " jawabnya songong .


" palingan yang suka sama lo lihatnya pakek mata kaki " jawabku


" lo dateng - dateng mau ngajak tawuran "


" bodoh amat , mening lo makan"


" baiklah dari pada ngeladenin lo tensi gue naik mening makan " jawabnya sambil mengambil kotak makan yang ku bawa tadi , dan pergi kedapaur .


" panasin dulu sis"


" bacot lo "


" ya elah dikasih tau "


" bodo amat " jawabnya .


Melihat Mike memakan makanan yang aku bawa dengan lahap , entah kenapa aku merasakan senag dan sedikit merasa kecewa , andai yang memakan itu om Gavin pasti lebih menyenagkan , hemmm ... membayangkan saja aku sudah tersenyum - senyum sendiri , sudahlah lagian lain kali juga bisa .


FLORENCE .....END .


Pagi hari yang cerah Gavin sudah terbangun dari tidurnya , senyumnya terbit saat melihat pemandangan disampaingnya , Monik yang masih tertidur lelap disampingnya dengan tangan kanan yang dibuat bantal oleh pujaan hatinya itu .


" kamu pasti masih lelah , maaf ya " gumamnya sambil menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Monik . Perempuan itu masih tertidur lelap dengan tubuh yang tertutup selimut .


Gavin terus menatap wajah itu , wajah yang dirindukan , dan wajah yang selalu menghatuninya disetiap waktu . Saat ia masih asik dengan menatap pujaan hatinya , tiba - tiba ia teringat akan Flo , ya Flo istrinya yang kemarin menelfonnya memintak dibelikan peralatan untuk kuliah , dan sekarang ia harus segera menelfon Kevin jika tidak gadis kecil yang sering membuatnya jengkel itu akan membuat masalah .


Seperti saat berada diparis Gavin harus menerima kejahilan Flo , karna ia menolak permintaan gadis nakal itu , hemm kejadian itu tidak boleh terulang kemabali bisa bikin mumet .

__ADS_1


Karena tidak ingin menggangu tidur Monik , gavin beranjak dari kasur dengan perlahan agar tak membangunkan Monik , dengan pelan pula ia mengambil ponsel diatas nakas dan berjalan pelan kearah balkon .


Dreet ... dreeet .


Tuuut .... " halo ada apa " sapa Kevin , meski ia sedikit tergangu karena pagi - pagi Gavin sudah menelfonnya tapi mau bagaimana lagi , ini sudah menjadi pekerjaannya yang harus siap duapuluh empat jam setiap harinya .


" tolong kamu belikan peralatan kuliha untuk Flo , sekarang ia sudah mulai masuk kuliah jangan telat nanti bisa - bisa ia membuatku pusing "


" baik lah "


" hem .... ingat jangan sampai telat , bukan kamu yang kenak masalah "


" iya " jawab Kevin


Tuuuut ..... setelah mendengar jawaban Kevin , Gavin memutuskan sambungan telfonnya .


" kenapa peranku seperti seorang bapak yang tengah memikirkan anaknya " gumamnya sambil medudukan dirinya dikursi yang memang berada disana .


" anaknya siap sayang " tanya Monik yang baru datang dan mendengar gumaman kevil Gavin .


" eh kamu sudah bangun "


" emmm , anak siapa "


" i itu anak s sepupuku "


" kenapa "


" aku lupa memberi tau kevin untuk membelikannya peralata kuliah , hari ini hari pertama masuk kuliahnya "


" untungnya jika tidak pastinya dia juga akan membuatku pusing "


" yang sabar sayang "


" hemmm memang harus sabar menghadapinya " jawab Gavin .


Flo yang sudah siap dan sudah berdiri didepan kampus ditemani Tee dan Farel , ia datang tanpa membawa tas dan buku , flo hanya datang kekampus hanya membawa badan dan bajunya saja .


" flo giman " tanya Tee


" tunggu sebentar napa "


" lo punyak nomornya kak Kevin , kalo punyak lo telfon saja gih "


" benar juga , maaf aku lupa " jawab Flo , diambilnya ponsel didalam saku celana .


Dreeet .... tuut ...


" halo kak maaf ngerepotin , kak aku sudah ada dikampus nggak bawa buku , bulpen atupun tas uang saku apa lagi " kata Flo


" yasudah biar aku antar tunggu sebentar "


" iya kak maaf ya "


" iya nggak papa "


" emang kakak ada dimana "

__ADS_1


" saya ada diapartemen , kirain kamu masih diapartemen , tunggu saya sebentar " kata kevin .


Tuut ..


" Gimana "


" suruh nunggu sebentar katanya "


" oh yasudah "


Mereka bertiga menunggu didepan kampus sambil duduk dipingir jalan , sedikit lama menunggu hinga mobil lamborgini putih berhenti tepat didepan ketiganya .


" flo " pangil kevin , laki - laki berperawakan tinggi dengan setelan jas yang tampak menawan , membuat mata yang melihatnya tidak bisa berkedip termasuk flo yang tengah melihat kevi baru keluar dari mobil sambil membawa tas berwarna pink bergambar beruang .


Gila ganteng banget malah lebih ganteng dari si om ...


" ini tasnya " kata Kevin sambil menyodorkan tas pink kepada Flo dengan senyum .


" PINK " kata Tee dan Farel saat melihat model serta waran dan gambar tas Flo , membuat Flo tersadar dan melihat tas yang di berikan kevin padanya .


" kenapa memang " tanya Kevin yang tak mengerti , apa salah bukankah perempuan suka pink , lagian kata pelayan toko tadi ini tas model baru dan cute buat anak cewek .


" flo nggak suka warna pink , apalagi gambarnya beruang lagi , modelnya ini kayak anak Kecil .... gak keren kak " kata Flo , kevin yang mendengar itu seketika melihat model tas dan Flo secara bergantian , bodoh bagaiman dia lupa kan Flo bukan cewek feminim , wajahnya memang cantik dan mengemaskan tapi dandanan gadis didepannya itu sangat tomboi , kaos putih pendek hem kotak - kotam celana Cargo hitam topi hitam sepatu putih , ya memang nggak pantes lah bahwa tas pink gambar beruang itu .


" maaf saya tidak tau " kata Kevin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


" WAHAHAHAHAH " tawa Tee dan Farel pecah .


" jangan tertawa " seru Flo .


" hah pakek aja lah " kata Farel


" iya kasian kak kevin pagi - pagi harus beli peralatan buat kamu "


" yasudah aku pakek " kata Flo sambil mengambil alih tas yang dipegan Kevi dengan wajah cemberut .


" maaf ya " kata Kevin lagi


" hemm "


" makasih ya kaka maaf sahabat saya ini memang nyusahin " kata Farel dengan tawa


" cocok kok lo pakek " kata Tee dengan menahan tawa .


" jangan meledak , kak mana uang saku " tanya Flo masih dengan wajah cemberut yang terlihat menggemaskan di mata Kevin .


" sudah saya letakkan didalamnya "


" makasih " kata Flo yang langsung pergi meninggalkan Kevin dan kedua sahabatnya .


" maaf ya kaka " kata Tee


" iya nggak papa "


" kita pergi dulu ya kak " kata Farel


" silahkan "

__ADS_1


__ADS_2