Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
Menemui Flo


__ADS_3

Pagi hari yang cerah dengan burung - burung yang berkicau dengan mentari yang bersinar terang , Miguel dan Viona yang tengah berdiri di depan pintu apartemen tempat Felix dan Flo tinggal .


Huuuffff.. nafas berat Miguel keluarkan kala ia hendak memencet bel .


" jangan menyerah aku di sampingmu " kata Viona menyemangati sang suami .


" ma makasih " ucap Miguel yang mencoba tersenyum .


Di kediaman lain keluarga besar yang tengah duduk di ruang makan menikmati hidangan yang tersaji di atas meja , suara dentingan sendok garpu yang bersentuhan dengan sendok .


" gimana keadaan temanmu "


" teman ? "


" anak yang kecelakaan waktu itu "


" ...."


" apa kamu tidak pernah mengunjunginya "


" ...."


" apa kamu tidak pernah tau kabarnya setelah waktu itu "


" ...."


" apa ada masalah " tanya sang bunda membuat putra nya itu menghentikan kegiatannya .


" jika ada masalah selesaikan dengan dingin , sepertinya dia anak yang baik " sahut sang ayah .


" apakah cintamu tertolak " sahut sang kakak ipar yang membuat adik iparnya itu langsung menoleh kearahnya dengan tatapan tidak senang dengan wanita yang sudah menjadi istri sah sang kakak .


" jika karena cinta tertolak bukan berarti kamu membencinya kan , waktu itu kamu terdengar sangat khawatir saat meminta bantuan bunda untuk mendonorkan darah "


" cinta itu memang indah dan akan menyakitkan jika bertepuk sebelah tangan " sahut sang kakak dengan nada santai sambil melahap makanannya .


" begitulah " sahut sang istri .


" a aku tidak di tolak dan dan ci cin cintaku tidak bertepuk sebelah tangan " jawab Justin


" lantas " tanya semua orang yang berada di ruang makan itu dengan serempak .


" ke kenapa kalian begitu ingin tau " ucap Justin yang langsung berdiri dan pergi meninggalkan tempat makan .


" anak muda sekarang memang sulit di tebak " gumam sang ayah saat melihat anaknya yang sudah .menghilang .


" kalo bukan karena di tolak lalu apa " ucap sang bunda heran dengan sikap anak bungsunya beberap bulan terakhir ini .

__ADS_1


" mungkin .... " ucap Jessica uang mengantung .


" apa " tanya Daniel kepada sang istri .


" mungkin ada kesalah fahaman di antara hubungan keduanya " jawab Jessica .


" hufffffff ... hubungan percintaan itu terkadang tak mudah "


Di garasi Justin langsung membawa mobilnya keluar dari kediaman keluarganya .


Aku tidak mengerti apa yang harus aku lakukan aku sangat merindukannya hatiku selalu ingin bertemu dengannya tapi egoku selalu berkata lain yang selalu membuat ku bingung ...


Setelah makan pagi Gavin di temani Kevin yang langsung pergi ke tempat tujuan hati ini , tempat tinggal Felix , hati ini Gavin akan menemui Flo gadis yang sudah sejak lama menggangu pikirnya bermain - main di otaknya dan membuat dadanya sesak selama ini karna kepergiannya .


" yuan sudah sampai "


Kediaman Andarius , Angel yang duduk di depan taman menatap indahnya bunga yang bermekaran dengan sinar mentari yang terang .


" sayang " panggil Charles .


" hemm "


" apa kamu baik - baik saja "


" aku sangat baik "


" sukurlah kamu harus baik - baik saja "


" dulu kita selalu menunggu kehadiran malaikat kecil dalam hidup kita belasan tahun batu tuhan memberinya " ucap Charles .


" kita selalu berusaha hingga kita menyerah saat itu , tapi di tengah kita sudah menyerah tuhan menghadirkan malaikat itu yang membuat kebahagiaan kita sempurna saat itu " lanjut Angel .


" dan sekarang di usia kita yang sudah tua yang mungkin tidak akan lama lagi untuk melihat dunia yang akan semakin berkembang , tuhan masih menguji kita " ucap Charles .


" apakah kita akan melihat generasi selanjutnya yang akan lahir mengunakan nama belakang ku dan darah kita yang mengalir di tubuhnya " lanjut Charles .


" aku tidak tau karena tulisan tuhan akan takdir seseorang tak pernah bocor kepada mahluknya , semua terjadi begitu saja tanpa kita tau alurnya "


Masih di dalam mobil Gavin masih duduk manis di kursi penumpang sambil memainkan jarinya , ia begitu bingung saat ini apa yang ia katakan bagaimana cara menghadapinya , bagi mana cara melihatnya ia begitu bingung .


" tuan "


" biarkan seperti ini dulu "


" baik "


Di taman dekat dengan apartemen Fli tengah duduk manis di kursi roda ditemani Viona Miguel , dan Felix ? ia tengah memberi waktu dan ruang untuk mereka berbicara dan menghabiskan waktu .

__ADS_1


Pemuda itu tengah duduk tak jauh dari sang keponakan melihat wajah dingin dari sang keponakan dari kejauhan , selintas bayangan sang kakak tergambar di fikirannya .


Kak tenanglah disana aku janji akan membuatnya bahagia ....


" andai kamu hidup lebih lama lahi di sini kamu pasti tau tingkah lucu putrimu semoga kamu selalu melihat kami dan tertawa bahagia di sana terhibur dengan setiap tingkah putrimu " gumamnya sambil menatap langit .


" gimana kabar dia disana sudah lama dia tidak menghubungiku lagi " gumam Felix .


Masih di mobil Gavin masih belum mau turn dengan kevin yang setia menemaninya .


Sialan jika seperti ini terus bagai mana aku menemuinya , aku sudah janji akan mengajaknya jalan hari ini .. batin Kevin .


Dreet ..dret ... suara ponsel berbunyi dengan segera Kevin mengangkatnya .


Lili putih is cooling ...


" halo "


" ....."


" maaf aku masih ada pekerjaan mendadak "


" temani aku untuk menemuinya sekarang " ucap Gavin yang membuat Kevin langsung memutuskan sambungan telponnya dan bergegas keluar mobil menyusul Gavin yang berjalan lebih dulu .


Langkah Gavin terlihat begitu pasti , lelaki dewasa itu menghentikan langkahnya kala melihat Felix yang duduk menghadap taman yang jaraknya tak begitu jauh dari gedung apartemen , matanya mengikuti arah mata Felix terlihat Miguel Viona serta Flo duduk disana , senyumnya tertarik di wajah tampannya melihat wajah cantik yang ia rindukan selama ini , ingin sekali ia berlari dan mendekap nya menghilangkan rasa rindu yang menggebu .


Tapi sebelum melangkah ke taman Gavin memutuskan berjalan mendekat kearah Felix .


" bagaimana kabarmu " ucap Gavin yang sudah berdiri tepat di samping Felix , membuat lelaki yang lebih muda darinya menoleh kearah suara , dan membuat mata nya melebar terkejut saat melihat siapa yang menyapannya .


" t tu tuan .."


" lama tidak bertemu " jawab Gavin .


" ada apa anda datang ke ke kemari "


Tanpa menjawab Gavin mengangkat tangannya dan menunjuk kearah depan , lalu berjalan meninggalkan Felix yang masih terkejut , Gavin melangkah menuju taman .


" kev "


" maaf "


" sudahlah " jawab Felix yang langsung berjalan menyusul Gavin begitupun dengan Kevin .


Sampai di taman Gavin berdiri tepat di depan Miguel Viona serta Flo , tampak wajah Miguel dan Viona yang terkejut dengan kehadiran Gavin dan di ikuti Felix dan Kevin yang datang bersamaan , tampak wajah Felix yang kawatir .


Beralih dati Miguel Viona dan Felux , Gavin sangat terkejut melihat Flo yang tengah duduk di kursi roda , ia tampak berbeda dengan kaca mata .

__ADS_1


" Flo " panggil Gavin membuat Flo tersentak saat mendengar suara yang tak asing di telingany dengan cepat ia menoleh dan melihat kearah suara .


Wajahnya terlihat terkejut saat melihat siapa yang tengah berdiri tegap menatapnya .


__ADS_2