
...♡ FLORENCE ♡...
Hari ini aku sangat bersemangat , mulai berbelanja sayur dengan kedua sahabtku dan bertemu dengan kaka Felix disupermarket , tapi yang lebih membahagiakan lagi saat aku belajar memasak dengan mertuaku , ya seperti saat ini meski dengan kericuhan Tee dan Farel sahabatku tapi terasa sangat menyenagkan .
" kamu yang berbaju hijau tolong cuci sayurnya "
" Tee tante "
" terserah mau Tee mau ijo mau buto ijo juga saya yang mangil "
" ya tan memang maha benar dah " gumam Tee sambil mengambil sayuran yang akan dicuci .
" dan kamu yang berbaju merah kamu potong bawang merah dan bawang putih "
" Fa .. iya tan " kata Farel yang diurungkan , dia tau nanti juga jawabnya sama kayak Tee , memang mak - mak maha benar .
" dan Flo sayang kamu bantu mammy disini " kata mertuaku dengan suara lembut , membuat kedua sahabatku melirik tidak senag .
" tan kenapa sama flo baik banget giliran sama kita aja " prote Tee tak senag
" ya terserah saya dong kan flo menantu saya la kalian ? "
" kan kami sahabat flo " protes Farel
" terus kalo kalian sahabat flo kalian juga menantu saya , kalian juga istri anak saya " sewot Mertuaku , aku hanya tersenyum geli melihat itu bagaimana tidak kalian bayangin aja om gavin menikahai kita bertiga .
" ya enggak gitu juga kalik tan masak kita biniknya om Gavin " jawab Tee
" makanya tan kalo punyak anak jangan om gavin aja buat anak cewek dua gitu biar kita bertiga jadi ipar "
" nglunjak ya , walupun nantinya saya punyak anak perempuan dua juga najis punyak menantu buaya kayak kalian " jawab Mertuaku sambil menggosok - gosok perutnya Jika di fikir - fikir mertuaku juga nggak mungkinkan buat adik untuk om Gavin .
" tan emang tante mau buat adek untuk om Gavin " tanya Farel langsung disambut tawa oleh ayah mertuaku dari meja makan , yang dari tadi memerhatikan kami belajar memasak .
" dadd jangan tertawa "
" momm jika iya emang mommy mau " tanya ayah mertuaku , membuat Tee Farel dan juga aku melongo .
" oh jangan om sumpah jangan " sahut Farel dengan wajah hawatir .
" emangnya kenapa "
" kasian nanti anak om Gavin mau pangil om tapi masih sama - sama bocil , mau pangil namanya adik bapaknya kan kasian tuh " jelas Farel lagi - lagi membuat ayah mertuaku tertawa .
" benerjuga tuh " sahut Tee .
__ADS_1
" sudah - sudah daddy sama mereka sama aja " marah ibumertuaku .
" mening kalian berdua cepet nyuci sayur dan momotong bawang merah dan putihnya "
" siap ibu bos " kata Kedua sahabtku .
Kami memasak dengan suka ria , setelah perdebatan panjang tadi kedua mertuaku jadi akrab dengan Tee dan Farel . apalagi saat setelah memasak dan makan bersama , mereka tetap bercanda ria meski ujung - ujungnya mereka akan berdebat kemabali .
Terimakasih untuk hari ini , terasa begitu hangat dihatiku yang membeku kedinginan , terimakashi masih memberiku orang - orang yang mencintaiku dan menyayangiku , dan semoga hatiku menatap keindahan dan kehangatan ini , dan aku berharap rumah tanggaku yang dimulai dengan kesepakatan dan hanya perjanjian diatas kertas menjadi rumah tangga yang sempurna , ruamh tangga layaknya sepasang suami istri diluar sana .
Selesai dengan memasak dan makan siang bersama , aku beralih dengan menata sia makanan yang akan aku bawa untuk om Gavin , aku berharap om Gavin bakalan senag dengan yang aku bawa , ninatnya aku akan belajar memasak lagi setiap hari minggu bersama Tee dan Farel tentunya , selesai dengan menata makanan di kotak makan dengan bantuan para pelayan , aku segera menyusul kedua sahabatku yang tenag duduk diam membisu bersama kedua mertuaku , dilihat - lihat ibu mertuaku tengah menceramahi kedua sahabatku itu , yah ... pastinya akan sangat lama dan cukup panjang materi ceramahnya .
Benar saja kini hari mulai sore , kami harus segera pulang setelah dalil - dalil yang dikatakan ibu mertuaku untuk Tee dan Farel selesai . kami segera berpamit pulang , agar tidak kemaleman sampai dirumah karena jarak tempat kami tinggal cukup jauh .
Dengan berat ibu mertuaku melepasku , katanya sih ia masih kangen denganku , dan berpesan agar om Gavin dan aku bisa menyempatkan waktu untuk menginap disini , dan pastinya aku hanya mengganguk sebagai jawabanku , kulambaikan tanganku dari jendela mobil begitupun dengan Farel , berbeda dengan Tee ia memegang setir mobil .
" dada mommy dada daddy " kataku
" da sayang inget pesan mommy tadi "
" ok "
" dada tante om kami pulang dulu ya kapan - kapan boleh main kesink lagikan "
" iya boleh / engak " jawaban berbeda dari kedua mertuaku membuat Farel hanya nyegir .
" flo lo beneran suka sama itu om - om " tanya Tee sambil masih fokus menyetir
" iya aku harab pernikahan kami menjadi sebuah keluarga yang bahagia gimana menurut kalian " jawabku
" kalo itu keinginanmu kami hanya bisa mendukungmu " sahut Farel
" terimakasih " jawabku lagi , memang mereka yang paling pengertian .
" jika ada apa - apa jangan lupa hubungi kami , cerita sama kami ingat jangan dipendam sendiri " kata Tee yang selalu berhasil membuatku terharu , merak selalu memperhatikanku , menyayangiku dan selalu ada untukku disetiap waktu , dan jika kalain tau mereka selalu ada disaat mereka semua mengacuhkanku , tidak mempercayaiku , aku selalu merasa beruntung dengan kehadiran mereka berdua .
" iya abang - abangku tercinta " jawabku
" kami sudah mengangapmu sebagai adik , jangan pernah sungkan dan ingat jangan membuat kami hawatir " kata Farel
" siap bos ku " jawab Flo .
Sampai didepan gedung apartemen , aku memintak agar mereka menungguku sebentar , aku ingat apa yang dikatakan om Gavin tadi pagi jika ia sangat sibuk , jadi nggak mungkin kan aku tinggal diapartemen sendiri , meski dulunya aku juga tinggal diapartemen tapi akukan nggak sendiri ada Mike yang menemaniku .
Aku telfon om Gavin untuk memastikan dia sudah pulang atu belum , dalam hati aku berharab jika om Gavin sudah pulang , dan akan mencoba hasil masakanku bersama mommy dan kedua sahabatku , berkali - kali aku telfon tapi tak ada jawaban ,aku tidak menyerah aku terus menelfon om Gavin hinga ini yang terahir kalinya , harapanku masih sama jika om gavin pasti akan pulang .
__ADS_1
" gimana flo "
" sebentar masih belum diangkat " jawabku .
Tak kusangka setelah ketuju kalinya telfonku diangkat . Tapi bertapa kecewanya diriku ternyata om Gavin tidak bisa pulang , jadi mau tak mau makanan yang aku bawa akan aku berikan kepada mike nantinya , ya tentunya aku akan pulang keapartemen ku dulu dan tentunya masih bersama Mike sepupunya bibik Ros , tapi nggak papa juga sih aku pulang kesana kan aku bisa mintak bantuan Mike biar aku bisa belajar make up .
" gimana "
" pulang ke apartemenku aja " jawabku dengan wajah kecewa .
" yasudah pasti om gavin sibuk "
" hemm aku tau itu " jawabku
" tapi kenapa hari minggu tetap bekerja bukannya wiken "
" dia pengusaha kaya " sahut Farel
" tapi mama dan papaku .."
" sudahlah jangan membuat fikiran jadi negatif " sahut Farel
" yasudah mumpung belum kemaleman "
" ok " jawab Tee yang langsung mengemudikan mobilnya .
Sudahlah lebih baik aku memikirkan soal besok kuliahku yang sudah mulai masuk , seperti yang dikatakan Tee dan Farel tadi siang , besok kami akan kuliah pertama dan sesuai rencana kami bertiga tidak ikut acara maba yang diadakan dikampus . Tapi bertapa bodohnya kita malah bermain - main selama ini bukannya mencarai keperluan untuk kuliah .
" oh iya kalian sudah membeli peralatan kuliah "
" aku sih belum." jawab Tee santai , memang mahluk satu itu kelewat santainya .
" kalo kamu "
" tentunya belu " wah sama saja
"kamu sendiri " tanya keduanya kepadaku .
" beberap hari ini aku keluar dengan kalian tentunya jawabannya sama seperti kalian " jawabku
" sudahlah itu gampang " jawab Tee dan Farel , tentu mudah mereka mengatakan itu orang mereka bisa suruh pelayan untuk membelikannya secara mereka kan orang kaya la aku , eh tunggu tadi om Gavin bilang akan menyuruh kak kevin wah jadi enak dong .
" kamu mau gue atu Farel yang menyiapkan "
" tidak usah kata om gavin nanti akan disiapkan kak kevin " jawabku
__ADS_1
" oh "
" iya "