
Deruman mobil yang masuk kedalam pekarangan, berhenti tepat di depan teras rumah Miguek keluar Mobil dengan Flo beserta yang lainnya , Melihat itu seorang pelayang berlairi masuk menuju ruang keluarga membuat semua orang menoleh kearahnya tak terkecuali Marc dan Viona .
" tuan muda nana besar " ucapnya sambil menetralkan nafasnya .
" tuan besar datang bersama nona muda " ucapnya setelah ia mengambil nafas .
Mendengar itu Vioan langsung berdiri dengan bantuan Rose dan Marc , mereka berjalan menuju Flo , di ikuti kedua sahabat Flo dan Mike .
Gavin dengan pelan dan penuh kelembutan memapah tubuh kecil putrinya , dengan Ken Felix dan Kevin yang berjalan di belakangnya .
Melihat Flo yang baru datang dengan cepat Viona berjalan mendekat dan memeluk Flo dengan sangat erat rasa lega mendapati sang putri yang kembali.
" nak kamu baik - baik saja " gumamnya .
" bunda mengkhawatirkan mu ... bunda sangat takut jika bunda tidak bisa menepati janji bunda pada mama mu nak " ucap Viona dengan tangis .
" Jek panggil dokter untuk memeriksa keadaan nona muda " perintah Miguel .
" baik tuan "
" bun alangkah baiknya jika adek kekaamar dulu " kata Marc .
" oh i iya maaf - maafkan bunda " kata Viona yang langsung melepas pelukannya dan lalu menatap wajah Flo , bertapa terkejutnya saat ia melihat wajah Fli yang sangat Miris .
" nak apa yang terjadi padamu ? siaoa yang melakukan ini "
" ceritanya panjang kak , sayang " jawab ken kepada kakak ipar serta sang istri yang tampak akan menanyakan hal yang sama .
" aku akan membawanya ke kamar " kata Miguel .
" ken urus semuanya jangan sampai meninggalkan sesuatu " perintah Miguel sebelum pergi .
Gavin yang baru sampai di apartemennya , tengah duduk di pinggir ranjang dengan wajah yang tampak lesu .
" hais .... " gumamnya lagi sambil mengusap wajahnya kasar .
" aku tidak boleh menyerah seperti dia , aku harus berusaha untuk pernikahan dan cinta ku " gumam Gavin lagi , sambil membaringkan dirinya di atas ranjang .
Setelah membersihkan diri dan menganti bajunya , dengan bantuan dua pelayan , setelah itu dokter mengobati luka di kepalanya .
" luka di kepalanya cukup parah jangan sampai terkena air dulu , dan ini salep untuk memar - memarnya , dan ini obat untuk luka di kepalanya " jelas dokter setelah mengobati Flo .
" baik terima kasih dok " jawab Viona .
Flo berbaring di ranjang dengan Miguel yang duduk di sampingnya menggenggam erat tangan Flo .
Melihat itu Viona hanya tersenyum lalu keluar kamar .
Di luar kamar Marc , Tee , Farel , Mike , kevin Rose Ken Felix serta Kevin yang tengah terduduk di luar menoleh kearah Viona yang batu keluar .
__ADS_1
" dia sudah baik - baik saja ayahnya sedang menjaganya "
" kalian istirahatlah pelayan sudah menyiapkan kamar tamu " kata Viona lagi , lalu ia berjalan pergi menuju kamar utama .
Justin berjalan hingga sampai di rumahnya tampak sang ayah yang duduk di kursi teras rumah , dengan kepala yang di sanga dengan tangannya , melihat itu tangis kembli pecah air matanya mengalir membasahi pipinya .
Menyadari keberadaan sang putra Hendrik terbangun dan langsung berdiri , membuat Justin dengan cepat mengusap air matanya lalu tersenyum kepada sang ayah .
" nak kamu kemana saja baru pulang jam segini , lalu motor mu di mana " tanya sang ayah .
" ak .. ta .. "
" kamu kenapa apa ada masalah " tanya sang ayah lagi .
" tidak , tadi justin membantu mencari teman justin yang hilang , motor justin tertinggal di depan apartemen paman nya" jawab Justin .
" teman mu yang hilang ? dia pergi dari rumah atau gimana ? " tanya Hendrik .
" dia di culik , tapi sudah di temukan kok dia juga selamat "
" di culik ? kasian sekali sukurlah kalo dia baik - baik saja " jawab Hendrik .
" kamu lapar " tanya Hendrik yang di jawab angukan oleh sang putra .
" kita makan bersama " ajak Hendrik sambil berjalan masuk kedalam rumah di ikuti Justin di belakangnya .
" papi tidak enak jika makan sendiri "
" papi seharusnya makan terlebih dulu , justin nggak mau papi sakit "
" iya papi ngerti kok , kalo gitu kita makan bersama tadi kakak sama istrinya datang kemari membawa masakan kesukaanmu juga papi "
" kakak kesini "
" ya , tapi dia tidak menginap katanya kapan - kapan saja " jawab Hendrik .
Mentari bersinar begitu terang , cahayanya masuk menelusuk dati celah - celah gorden , Flo terbangun dati tidurnya mendapati sang ayah yang tertidur dengan posisi terduduk , tangannya terus menggenggam sang putri .
Flo sedikit bergerak dengan pelan Agar Miguel tidak terbangun dati tidurnya , tapi sayang saat ia sedikit menggerakkan tangannya , Miguel terbangun .
" nak kamu sudah bangun " tanya Miguel dengan suara beratnya .
" ....."
" apa kamu membutuhan sesuatu "
" ..... "
" apa mau ke kamar mandi " tanya Miguel lagi yang di jawab angukan oleh Flo .
__ADS_1
" sebentar papa akan menyurih pelayan untuk membantumu " kata Miguel yang langsung berdiri dan berjalan keluar .
Tidak lama kemudian Miguel kembali masuk bersama Viona dan dua pelayan .
" sayang lebih baik kamu bersih diri dulu lalu kita makan bersama setelah ini " kata Viona .
" ta ... baiklah " jawab Miguel yang kembali keluar .
" sayang bagai mana tidurnya nyenyak " tanya Viona .
" hemm "
" apa masih terasa sakit " tanya Viona lagi yang di jawab anggukan oleh Flo .
" bersih diri dulu , bunda akan membantu , setelah itu bunda akan mengobatinya " kata Viona .
Gavin terbangun dati tidurnya dengan tubuh yang terasa lelah , ia terduduk di ranjangnya dengan rambut yang acak - acakan , mengingat tadi malam ia tidak membersihkan diri terlebih dulu sebelum tidur , tubuhnya terasa lengket .
" aku harus segera mandi " ucap Gavin yang langsung beranjak dati ranjang menuju kamar mandi .
Di bawah sower kamar mandi , Gavin masih teringat di mana Flo yang berjalan memeluk Gavin , rasa sakitnya masih terasa begitu perih .
Selesai bersih diri dan mengobati luka , Flo dengan bantuan Viona berjalan keluar kamar menuju ruang makan , yang di sana sudah ada kedua sahabatnya Flo , Ken , Rose , Marc ,Felix , Mike , Miguel , dan Kevin .
Melihat Kevin yang juga duduk di sana Flo langsung berjalan menuju Kevin yang duduk di dekat Felix .
" kak Kevin "
" bagai mana keadaan mu " tanya Kevin .
" aku baik - baik saja "
" kakak di sini "
" tadi malam aku menginap bersama yang lain juga "
" apa keponakan ku sedang mengabaikan keberadaanku saat ini " kata Felix .
" sepertinya begitu " sahut Ken .
" bahkan ia juga tidak sadar akan keberadaan kami " sahut Tee dan Farel .
" dan tidak melihat ku di sini " kali ini Marc yang berkata .
" yah begitulah jika dunia milik berdua " kata Mike
" yang lain hanya numpang " sahut Rose , yang membuat tawa semua orang di ruang makan .
" sudah - sudah kita makan keburu dingin " kata Viona .
__ADS_1