Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
pikiran Gavin .


__ADS_3

Flo masih duduk di sofa , hatinya sangat kecewa bercampur dengan rasa sakit kala mengingat perkataan Gavin , hinaan yang terlontar padanya ,dan sebuah penolakan .


Aku harus berjuang dan memperjuangkannya dia suamiku dan ini pernikahan kita , sebuah pernikahan bukanlah permainan dan aku tidak ingin mempermainkannya ...... batin Flo sambil menatap langit .


Mendung mulai menyelimuti langit yang terang , Gavin masih terdiam membisu dengan pikirannya yang terasa ngeblank , entah kenapa perasaannya begitu berkecamuk saat mendengar apa yang dikatakan Flo .


" kak " panggil Kevin


" ......."


" kau baik - baik saja " tanya kevin .


" kenapa ini bisa terjadi "


" apanya "


" dia membuatku tidak nyaman sekarang "


" maksudnya "


" flo menyukaiku "


" HA .." kaget Kevin .


" dia bilang sudah berubah fikiran dengan pernikahan kami , dia juga akan berusaha untuk mengubah kesepakatan itu demi pernikahan ini "


" ke ke... "


" dia bilang jika pernikahan bukanlah permainan , dia juga bilang jika dia menyukaiku , aku tak tau harus apa pikiranku ngeblank seketika saat ia mengatakan itu ."


" kenapa ini bisa terjadi kau tau bahkan tak pernah terbayang oleh ku tentang hati ini tentang pernyataan flo , bagaimana bisa gadis itu menyukai ku sedangkan kita baru saja mengenal dan baru saja hidup bersama "


Rintik air hujan mulai turun , Gavin kembali terdiam sambil menatap luar dari kaca mobil , begitupun dengan Kevin yang kembali terdiam dan kembali fokus menatap kearah jalan ia tidak tau harus mengatakan apa untuk masalah sodara sekaligus bosnya itu .


Flo yang mendengar suara bel berbunyi dengan segera ia berdiri dan membuka pintu


" Flo " panggil Marc dengan senyum .


" kak marc "


" boleh aku masuk "


" silahkan " jawab Flo


Flo membuka pintu lebar untuk Marc masuk , dan setelah Marc masuk Flo menutup pintu lagi dan berjalan di belakang mengikuti Marc .


" unit yang sangat luas " ucap Marc .


" oh iya ini kakak bawa sesuatu untuk kamu "


" makasih " jawab Flo sambil mengambil alih paper bang dan bunga yang di berikan Marc .

__ADS_1


" aku dan bunda sangat terkejut dengan perubahan penampilan mu tapi kami sangat senang dengan itu , makanya aku membelikan itu untukmu semoga kamu menyukainya "


" duduklah akan aku buatkan teh hangat ,sepertinya di luar sedang hujan pasti terasa dingin "


" kamu bisa membuatnya "


" aku sudah mempelajarinya " jawab Flo yang langsung pergi ke dapur .


Mobil berhenti tepat di depan Gedung pencakar langit , namun Gavin masih engan untuk keluar dari mobil .


Entah aku sangat bahagia saat mendengar jika nona Flo akan merubah kesepakatan itu , menjadikan pernikahan yang nyata dan aku berharap nona flo bisa melakukannya ..... batin Kevin sambil menatap wajah Gavin yang terlihat dari kaca .


" kita ke apartemen monik " perintah Gavin membuat Kevin terkejut .


" ta .."


" ..... "


" baik " jawab Kevin yangblangsung menghidupkan mobilnya kembali .


Dengan menyeduh Teh buatan Flo Marc menceritakan bagiamana ia datang menemui adiknya dimana ia pergi ke kediaman Andarius dan tidak menemukan Flo di sana .


" untung nyonya Angel memberi tau jika kamu di aini " sahut Farel .


Sampai di apartemen Monik Gavin segera masuk menuju unit tempat monik tingal , sedangkan Kevin pemuda itu sudah berpamitan pergi .


Ceklik ..... " sayang " pangil monik terkejut dengan kehadiran Gavin secara tiba - tiba .


" ka ka mu ko nggak ngasih kabar kalo mau kesini " gugup monik .


" apa aku harus ngasih kabar dulu "


" ya ya en... "


Brak .... suara barang terjatuh dari arah kamar .


" suara apa itu " tanya Gavin .


" su su suara apa aku nggak denger "


" tadi seperti benda jatuh "


" oh mung .. mungkin orang sebelah " jawab monik .


" oh "


" aku lelah aku mau istirahat " jawab Gavin yang langsung duduk di sofa dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dengan mata terpejam .


" baiklah istirahatlah aku kan membuatkan kopi untuk mu " jawab Monik yang langaung pergi ke dapur .


Kevin setelah mengantar Gavi ia langsung pergi tujuan kali ini adalah rumah kantor , ia masih harus mengerjakan beberpa berkas yang sempat ia tunda .

__ADS_1


" apa berarti pekerjaanku untuk mengantar dan menjemput flo sudah berakhir " gumamnya sambil mengemudikan mobilnya di bawah derasnya air hujan .


Dreet ... dreet ... suara telfon berdering dengan cepat Kevin menepikan mobilnya di pinggir jalan lalu segera mengangkat telfon dari Felix .


" ya halo "


" apa tuan gavin bersamamu aku menelfonya tapi tidak di angkat "


" kenapa memangnya "


" pertemuan dengan C..."


" batalkan "


" kena..."


" batalkan saja tadi tuan gavin mengatakan itu padaku "


" oh baiklah "


" lalu file untuk rapat besok soal proyek bersama perusahaan elektronik aku harus menyiapkannya karena tuan Gavin mengatakan ada yang kurang "


" baiklah aku akan menanyakan soal itu "


" baiklah aku tunggu " jawab Felix yang langsung mematikan panggilannya .


Setelah itu Kevin beralih menelfon Gavin , berulang kali namun tak ada jawaban hinga di panggilan yang ke lima baru ada jawaban .


" halo "


" dimana tuan gavin " tanya Kevin saat mendengar suara perempuan yang mengangkat telponnya .


" oh sebentar "


" sa sayang asisten mu menelfon mungkin penting " kata suara di sebrang sana yang masih terdengar oleh kevin.


" ada apa vin "


" tuan file untuk rapat proyek baru dengan perusahaan Elektronik"


" kamu datang saja ke apartemen laptop ku berada di ruang kerja "


" baiklah " jawab Kevin yang langsung mematikan sambungan dan mulai menghidupakn mobilnya .


Sore ini hujan semakin deras namun Marc memilih untuk pulang .


" berhati hatilah karena di luar sangat hujan "


" hem makasih aku akan berhati - hati , terima kasih teh nya sangat enak "


" tentu " jawab Flo .

__ADS_1


" baiklah aku akan pergi " pamit Marc saat berada di depan pintu unit .


__ADS_2