
Flo masih duduk di sofa , hatinya sangat kecewa bercampur dengan rasa sakit kala mengingat perkataan Gavin , hinaan yang terlontar padanya ,dan sebuah penolakan .
Aku harus berjuang dan memperjuangkannya dia suamiku dan ini pernikahan kita , sebuah pernikahan bukanlah permainan dan aku tidak ingin mempermainkannya ...... batin Flo sambil menatap langit .
Mendung mulai menyelimuti langit yang terang , Gavin masih terdiam membisu dengan pikirannya yang terasa ngeblank , entah kenapa perasaannya begitu berkecamuk saat mendengar apa yang dikatakan Flo .
" kak " panggil Kevin
" ......."
" kau baik - baik saja " tanya kevin .
" kenapa ini bisa terjadi "
" apanya "
" dia membuatku tidak nyaman sekarang "
" maksudnya "
" flo menyukaiku "
" HA .." kaget Kevin .
" dia bilang sudah berubah fikiran dengan pernikahan kami , dia juga akan berusaha untuk mengubah kesepakatan itu demi pernikahan ini "
" ke ke... "
" dia bilang jika pernikahan bukanlah permainan , dia juga bilang jika dia menyukaiku , aku tak tau harus apa pikiranku ngeblank seketika saat ia mengatakan itu ."
" kenapa ini bisa terjadi kau tau bahkan tak pernah terbayang oleh ku tentang hati ini tentang pernyataan flo , bagaimana bisa gadis itu menyukai ku sedangkan kita baru saja mengenal dan baru saja hidup bersama "
Rintik air hujan mulai turun , Gavin kembali terdiam sambil menatap luar dari kaca mobil , begitupun dengan Kevin yang kembali terdiam dan kembali fokus menatap kearah jalan ia tidak tau harus mengatakan apa untuk masalah sodara sekaligus bosnya itu .
Flo yang mendengar suara bel berbunyi dengan segera ia berdiri dan membuka pintu
" Flo " panggil Marc dengan senyum .
" kak marc "
" boleh aku masuk "
" silahkan " jawab Flo
Flo membuka pintu lebar untuk Marc masuk , dan setelah Marc masuk Flo menutup pintu lagi dan berjalan di belakang mengikuti Marc .
" unit yang sangat luas " ucap Marc .
" oh iya ini kakak bawa sesuatu untuk kamu "
" makasih " jawab Flo sambil mengambil alih paper bang dan bunga yang di berikan Marc .
__ADS_1
" aku dan bunda sangat terkejut dengan perubahan penampilan mu tapi kami sangat senang dengan itu , makanya aku membelikan itu untukmu semoga kamu menyukainya "
" duduklah akan aku buatkan teh hangat ,sepertinya di luar sedang hujan pasti terasa dingin "
" kamu bisa membuatnya "
" aku sudah mempelajarinya " jawab Flo yang langsung pergi ke dapur .
Mobil berhenti tepat di depan Gedung pencakar langit , namun Gavin masih engan untuk keluar dari mobil .
Entah aku sangat bahagia saat mendengar jika nona Flo akan merubah kesepakatan itu , menjadikan pernikahan yang nyata dan aku berharap nona flo bisa melakukannya ..... batin Kevin sambil menatap wajah Gavin yang terlihat dari kaca .
" kita ke apartemen monik " perintah Gavin membuat Kevin terkejut .
" ta .."
" ..... "
" baik " jawab Kevin yangblangsung menghidupkan mobilnya kembali .
Dengan menyeduh Teh buatan Flo Marc menceritakan bagiamana ia datang menemui adiknya dimana ia pergi ke kediaman Andarius dan tidak menemukan Flo di sana .
" untung nyonya Angel memberi tau jika kamu di aini " sahut Farel .
Sampai di apartemen Monik Gavin segera masuk menuju unit tempat monik tingal , sedangkan Kevin pemuda itu sudah berpamitan pergi .
Ceklik ..... " sayang " pangil monik terkejut dengan kehadiran Gavin secara tiba - tiba .
" ka ka mu ko nggak ngasih kabar kalo mau kesini " gugup monik .
" apa aku harus ngasih kabar dulu "
" ya ya en... "
Brak .... suara barang terjatuh dari arah kamar .
" suara apa itu " tanya Gavin .
" su su suara apa aku nggak denger "
" tadi seperti benda jatuh "
" oh mung .. mungkin orang sebelah " jawab monik .
" oh "
" aku lelah aku mau istirahat " jawab Gavin yang langsung duduk di sofa dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dengan mata terpejam .
" baiklah istirahatlah aku kan membuatkan kopi untuk mu " jawab Monik yang langaung pergi ke dapur .
Kevin setelah mengantar Gavi ia langsung pergi tujuan kali ini adalah rumah kantor , ia masih harus mengerjakan beberpa berkas yang sempat ia tunda .
__ADS_1
" apa berarti pekerjaanku untuk mengantar dan menjemput flo sudah berakhir " gumamnya sambil mengemudikan mobilnya di bawah derasnya air hujan .
Dreet ... dreet ... suara telfon berdering dengan cepat Kevin menepikan mobilnya di pinggir jalan lalu segera mengangkat telfon dari Felix .
" ya halo "
" apa tuan gavin bersamamu aku menelfonya tapi tidak di angkat "
" kenapa memangnya "
" pertemuan dengan C..."
" batalkan "
" kena..."
" batalkan saja tadi tuan gavin mengatakan itu padaku "
" oh baiklah "
" lalu file untuk rapat besok soal proyek bersama perusahaan elektronik aku harus menyiapkannya karena tuan Gavin mengatakan ada yang kurang "
" baiklah aku akan menanyakan soal itu "
" baiklah aku tunggu " jawab Felix yang langsung mematikan panggilannya .
Setelah itu Kevin beralih menelfon Gavin , berulang kali namun tak ada jawaban hinga di panggilan yang ke lima baru ada jawaban .
" halo "
" dimana tuan gavin " tanya Kevin saat mendengar suara perempuan yang mengangkat telponnya .
" oh sebentar "
" sa sayang asisten mu menelfon mungkin penting " kata suara di sebrang sana yang masih terdengar oleh kevin.
" ada apa vin "
" tuan file untuk rapat proyek baru dengan perusahaan Elektronik"
" kamu datang saja ke apartemen laptop ku berada di ruang kerja "
" baiklah " jawab Kevin yang langsung mematikan sambungan dan mulai menghidupakn mobilnya .
Sore ini hujan semakin deras namun Marc memilih untuk pulang .
" berhati hatilah karena di luar sangat hujan "
" hem makasih aku akan berhati - hati , terima kasih teh nya sangat enak "
" tentu " jawab Flo .
__ADS_1
" baiklah aku akan pergi " pamit Marc saat berada di depan pintu unit .