Kita Mulai Dari Awal

Kita Mulai Dari Awal
Kesedihan Felix


__ADS_3

Rona bahagia dari masing masing orang terlihat jelas dimalam ini , berbeda dengan Flo yang hanya diam memasang wajah datar , entah apa yang ia lakukan dari tadi hanya terdiam dan memakan makanannya tanpa peduli dengan sekitar sesekali ia menatap wajah sang ayah yang tak pernah memperhatikannya sejak ia masuk kedalam rumah ini .


Berbeda dengan Flo Gavin ia sangat asik berbicara dengan Miguel dan Cahrles , membicarakan perusahaan , bisnis dan proyek mereka , mereka terkadang terlihat sangat serius dan terkadang mereka terlihat tengah tertawa , entah apa yang mereka tertawakan hanya tiga lelaki dewasa itu yang mengerti .


Marc ia terus saja mengajak adik kesayangannya itu berbicara meski sang empu terlihat tak senag dan hanya memilih diam , sesekali ia akan mengangguk tanda meng iyakan dan bergelenga tanda tidak .


Mata Flo fokus kepada sang ayah , dalam hati ingin rasanya memangil nya dan bersandar didada bidangnya , mendapatkan pelukan hangat dan kasih sayang yang selalu ia bayangkan .


Apa salahku sih batin Flo


" flo " pangil Marc


" hemm "


" kamu baik - baik saja "


" hemm "


Dibelahan laian Ken dan Rose sudah bersiap mengemasi semua barang - barangnya , mereka sangat senang ahirnya bisa kembali kenegaranya .


" ini oleh - oleh untuk mike dan ini untuk Flo " kata Rose sambil menata oleh - oleh yang ia beli .


" sayang kamu banyak sekali beli oleh - olehya buat flo "


" ya harus lah , aku seneg banget saat Mike bilang flo merubah penampilan , apalagi saat melihat konten youtube Mike yang ada flo , dia terliaht sangat cantik dan mengemaskan dengan penampilan barunya , dan apa kamu tau jika komentar sangat bagus banyak yang mengagumi Flo "


" tentu saja dia keponakanku "


" jangan pd "

__ADS_1


" iya - iya "


" semoga saja aku punyak anak cewek yang kayak flo "


" iya tapi jahilnya jangan ya "


" terserah lah mau dikasih persis , duplikatnya suaka - suak tuhan "


" huff ...terserah lah wanita memang nggak mau kalah " gumam Ken pelan .


" ha apa ulangi lagi "


" enggak sayang kamu malam ini cantik " kata Ken mengalihkan pembicaraan .


" benarkah "


" kamu tau baju tidur yang aku beli ini desain terbaru dari desainer terkenal dinegara ini , kemarin aku tidak sengaja bertemu dengannya dan berkenalan ....... blblblbl ......"


" iya sayang "


" hemm aku nggak sabar pengen ketemu flo dan mike , aku pengen make up in flo huh ...kapan pagi ya perasaan dari tadi malam "


" lah "


" kenapa "


" nggak sayang "


" awas aja kalo ngumpat "

__ADS_1


" nggak "


Mata sembab milik Felix masih terlihat begitu jelas , kesedihannya masih ada tapi ia mencoba untuk baik - baik saja , seperti hari - hari yang ia jalani , ia harus bangkit meski hari terasa hampa dan kini ia sudah menemukan apa yang ia cari selama bertahun - tahun tapi sayangnya dukalah yang ia dapatkan .


Sambil menggompres mata dengan es felix duduk disofa depan tv , dengan pandangan kosong .


Makan malam bersama akhirnya selesai kini Gavin dan keluarga sudah kembali pulang , dengan Flo yang sudah tertidur dan digendong oleh Gavin , karena Gavin tak tega membangunkannya ahirnya ia menggendong gadis kecil itu masuk kedalam dan membaringkanya di kasur dengan perlahan gadis cantik itu terlihat begitu pulas dengan nafas yang terdengar begitu damai .


" kenapa jatuhnya aku seperti merawat anak ya " gumam Gavin , sambil mengelus surai rambut berwarna very peri , yang terlihat cocok dengan kulit putih bersih milik Flo .


Flo memang sudah cantik meski tanpa balutan make up , dan wajah cantik yang mengemaskan membuat orang tak bisa berpaling darinya .


Gavin terus menatap wajah cantik dengan sesekali memujinya , namun terkadang ia mengingat kekasinya tapi jika disuruh jujur Flo .....! " haha sudahlah Monik tetaplah wanita dihatiku dan dia hanyalah istri yang dijodohkan dan hasil kesepakatan " gumamnya .


tapi mata elang itu tetap saja tak bisa berbohong dan terus memandang wajah yang terpahat sempurna tengah tertidur lelap , sampai ia merasakan kantuk juga .


Namun sebelum ia ikut berbaring ia harus melakukan rutinitasnya , sebuah ritual wajib sebelum tidur , mulai dari berganti piama tidur cuci mukak , pakai sekincare yang dilakukan secara rutin agar wajah terawat dan awet muda 😌 , setelah selsesai dengan rutinitasnya ia segera merebahkan diri kekasur dan tidur disamping Flo .


Dan semoga malam ini ia tidur dengan tenag ....!


Mata hanzel , yang masih setia termenung , ia kembali sedih karena melihat buku pink yang bertuliskan cerita yang membuatnya merasa sakit yang menjalar keseluruh tubuh , hantinya seperti disayat - sayat ia kembali tumbang dengan air mata yang kembali meleleh .


Tuhan ... takdir macam apa yang kamu berikan pada kami ..... ini sunguh tidak adil bagi kami , kenapa takdir begitu mempermainkan kami . apa salah kami ? dosa kami ? kenapa rasanya begitu kejam , apa kami tak pantas bahagia , menikmati indahnya kehidupan , tertawa bersama seperti dulu lagi .


" haaaaaaah ...." prang ..... , rasa kecewa yang ia rasakan , rindu yang berahir duka dan luka yang menyayat hatinya , sunguh laki - laki itu kini sangat tidak berdaya . Pecahan beling dari meja yang ia pecahkan menggunakan kepalan tangan , darah segar mengalir dari tangannya karena serpihan beling .


" hiks ...hiks ...hiks ... kenapa begitu tak adil bagi kami " gumamnya dengan air mata yang kembali mengalir , baru saja ia mengompresnya dan sepertinya mata hanzel itu akan kembali membengkak .


Salahkah aku marah ? salahkah aku menagis ? slahkah aku telah menyalahkan takdir ?..... aku tak peduli itu , karna itulah nyatanya , aku marah aku menagis bersedih , aku juga menyalahkan takdir yang kau berikin Tuahan ..... aku tak peduli jika kau marah padaku karena aku lebih marah padamu yang sudah mempermainkan takdir kehidupanku ...

__ADS_1


__ADS_2