
"Kenapa tiba-tiba sus? Ada apa ini?" tanya Bee heran pada suster yang datang untuk memindahkan ibunya ke ruang rawat vip rumah sakit.
"Maaf nona, ruangan ini akan ada perbaikan instalasi oksigen, dan juga terjadi masalah dengan kamar mandinya, jadi semua pasien disini akan di pindah ruang untuk sementara" jawab suster itu panjang lebar.
"Tapi aku tidak melihat ada gangguan disini, kamar mandinya bagus, oksigennya juga berfungsi" kembali Bee merasa heran.
"Maaf nona saya hanya menjalankan tugas dari atasan, mari nona silahkan siap-siap"
"Tapi....kenapa ke ruang vip juga? Maaf suster aku hanya takut nanti ada biaya tambahan jika dihitung naik kelas"
"Tidak nona tidak ada tambahan biaya, tenanglah"
"Kenapa tidak dipindah ruang rawat kelas tiga lainnya saja? Maaf suster aku hanya merasa ini mustahil saja, aku juga seorang perawat jadi sedikit mengerti lah jika memang seperti ini"
"Ruang lainnya sudah penuh nona hanya tersisa vip saja, maaf nona saya masih banyak pekerjaan, mari segera bersiap"
Akhirnya Bee setuju untuk pindah ruang rawat, hanya saja hatinya masih merasa janggal akan hal itu.
Ibu Bee hanya diam saja, ia merasa semakin lemah terlebih napasnya yang kian sesak dan tekanan darahnya yang tidak stabil sejak kemarin.
"Bu...bersabarlah, kita akan pindah ruangan disini sepertinya terjadi masalah dan akan diperbaiki"
Ibu hanya mengangguk lemah, tidak lama dua perawat datang untuk memindahkan ibu Bee menuju ruang rawat vip yang berada dilantai dua tidak jauh dari ruang hemodialisa atau ruang cuci darah.
Setelah sampai diruang vip, Bee membereskan semua peralatan kebutuhan ibunya selama dirawat.
Ia sebenarnya sungguh lelah karena selama seminggu ini pekerjaannya lebih banyak karena pasien yang dirawat di ruang Anggrek semakin meningkat sejak kasus demam berdarah terjadi akhir-akhir ini.
"Bee....apa kau sudah sarapan nak?" tanya ibu pelan.
"Jangan khawatirkan aku bu, aku akan sarapan nanti setelah Rafly dan Mawar datang.
Hari ini adalah hari minggu dimana Mawar dan Rafly libur bekerja dan sekolah, hingga mereka akan datang ke rumah sakit untuk menjaga ibunya.
"Sayang....ada yang ingin ibu bicarakan" Ibu Bee menggenggam tangan putri sulungnya.
"Ada apa bu, jangan terlalu banyak bicara ibu akan semakin sesak, istirahatlah dahulu"
Ibu menggeleng.
"Sayang....ibu merasa tidak akan lama lagi, kau lihat sendiri kondisi ibu tidak juga membaik seminggu ini"
__ADS_1
Bee meneteskan airmata, ia sungguh tidak sanggup mendengar kata itu dari mulut ibunya, ia membenarkan bahwa kondisi ibunya kian menurun dari hari ke hari meski kegiatan cuci darah tetap dijalankan namun tidak juga ada perbaikan.
"Jangan bicara seperti ini bu, ibu akan baik-baik saja"
"Tidak sayang....Bee dengarkan ibu baik-baik, ibu tidak ingin adikmu terlantar nak....temuilah ayahmu, bujuk dia agar mau menerima adik-adikmu...kasihan mereka Bee, kau tidak akan bisa menghidupi mereka berdua"
"Bu...aku bisa menjadi tulang punggung keluarga kita, aku mohon jangan bicara seperti ini" Bee kian menangis sama seperti ibunya.
"Percaya ibu sayang, ayahmu akan menerima mereka, apa kau tidak ingin melihat mereka sekolah dengan layak, kau sudah cukup membantu selama ini, kau sudah dewasa sayang sudah saatnya kau mementingkan urusan pribadimu sendiri"
"Tidak bu....jangan seperti ini ku mohon" ucap Bee yang sudah terisak.
"Sayang....ibu mohon padamu untuk yang terakhir kalinya, carilah kebahagiaanmu....temui ayahmu untuk menerima adik-adik yang membutuhkan uluran tangannya, ini permintaan terakhir ibu Bee....ibu ingin kau bahagia, jika kau menemui seseorang yang mencintaimu dengan tulus jangan ragu menikahlah nak....hanya ini yang ibu inginkan" ibu Bee berucap dengan napas yang tersengal.
"Tidak bu...." Bee tidak bisa berkata-kata lagi, ia sungguh terluka mendengar ibunya bicara seolah olah akan meninggalkannya.
"Bee....kau harus bahagia sayang, jangan seperti ibu....percaya pada ibu ayahmu akan menerima mereka dengan baik, temuilah dia bicara baik-baik, ibu hanya ingin kalian bahagia sayang....adikmu akan sekolah dengan layak jika bersama ayahmu"
"Bu....jangan bicara seperti ini, aku tidak sanggup bu"
"Sudah saatnya kau memikirkan dirimu sendiri Bee....kau cukup bekerja keras selama ini, berbahagialah nak, berjanjilah pada ibu"
Bee menggeleng pelan, tanpa mereka sadari Mawar dan Rafly telah mendengar semuanya di ambang pintu, mereka tak kalah menangis akan hal itu.
"Ibu benar kak.... Kami tidak keberatan jika harus tinggal bersama ayah, kakak sudah banyak berkorban selama ini" ucap Mawar.
"Aku setuju kak" jawab Rafly.
"Tidak...kakak masih bisa menghidupi kalian sayang, jangan bicara seperti ini" jawab Bee dengan mata yang sudah membengkak.
"Berjanjilah pada ibu Bee....apa kau tidak mau mendengarkan ibu mu ini?"
"Bu...." jawab Bee menggeleng pelan.
"Apa kau ingin ibu bersedih jika meninggalkan kalian dalam keadaan seperti ini?"
Kembali Bee hanya bisa menggeleng sambil sesegukan.
"Berjanjilah pada ibu"
Akhirnya Bee mengalah dan mengiyakan janji ibu nya, ia tidak ingin perempuan yang sudah berjasa membesarkannya itu menjadi sedih yang akan memperburuk keadaannya.
__ADS_1
******
Entah kenapa setelah percakapan itu kondisi ibu Bee membaik siangnya, mereka menghabiskan waktu bersama di ruang vip yang tanpa Bee ketahui telah Zayn siapkan untuk ibu dari gadis pujaannya itu.
Suasana kian membahagiakan ketika mereka bisa melihat senyum ibunya mengembang, mereka bertukar cerita, makan bersama dalam suasana yang sangat menyenangkan.
Tuhan memang mempunyai rencana lain disela kebahagian keluarga sederhana itu, benar saja kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama seakan hanya untuk meninggalkan kisah manis saja sebelum semuanya berakhir.
Pada malamnya semua tertidur nyenyak, kondisi ibu Bee yang terlihat stabil membuat Bee ikut memejamkan mata lelah disamping kedua adiknya.
Pagi menjelang, setelah menunaikan ibadah subuh bergantian dengan sang adik, tiba-tiba Bee merasa ada hawa aneh dingin yang menusuk, hening yang kian mencuat disusul suara ibunya memanggil Bee mengatakan bahwa ia merasa sesak kembali dengan perasaan yang tidak menentu.
Bee dengan sigap menambahkan aliran oksigen pada ibunya, ibunya kian gelisah hanya kata-kata syahadat yang tercipta, Bee dan adik-adiknya kian panik.
Namun Bee tersadar, ia telah terbiasa menghadapi pasien fase terminal seperti ibunya sekarang.
Bee menarik napas dalam dan mencoba menerima jika Tuhan berkehendak lain. Ia mencoba untuk tetap tenang dalam keheningan ia membimbing ibunya untuk menghadap sang khalik.
Ia terus mengajak ibunya untuk tetap bersyahadat meski suara sang ibu semakin menghilang disusul napas yang kian tersengal.
Bee menggeleng pelan ketika dua adiknya ingin menangis histeris, hingga dua bocah itu mengerti dan meredamkan suara tangis dengan keadaan ruangan yang kian tenang.
Bee sengaja tidak memanggil perawat maupun dokter, ia ingin jika memang ibunya akan berpulang biarlah ia berpulang dengan husnul khotimah tanpa ada gangguan dari suara-suara para perawat yang pasti akan melakukan tindakan.
Pada akhirnya sang ibu berpulang juga dalam pangkuan putri sulungnya yang tidak berhenti membimbing agar bisa menghadap sang pencipta dengan husnul khotimah.
Bee terdiam, ia merasakan napas ibunya menghilang disusul dengan denyut nadi yang sirna.
Bee menghela napas, airmatanya jatuh sambil menatap wajah pucat sang ibu yang tampak tenang.
"Innalillahiwainnailaihirojiun" hanya kata itu yang muncul dari bibir gadis cantik tersebut.
Mawar dan Rafly memeluk ibunya yang telah terbujur kaku, Bee meletakkan kedua tangan dingin ibunya ke atas perut.
Setelah itu ia baru memanggil perawat beserta dokter jaga pagi ini.
"Doakan ibu....ibu sudah pergi dengan tenang, kita harus ikhlas" ucap Bee pada kedua adiknya.
Bee begitu ikhlas melepaskan ibunya, ia merasa sudah melakukan yang terbaik dan merasa puas telah mendampingi wanita yang paling ia sayang itu hingga benar-benar pada akhir hayatnya.
Setelah dokter melakukan rekam jantung, pada akhirnya keputusan meninggalpun telah dokter itu sampaikan pula di hadapan ketiga anak almarhumah.
__ADS_1
Mereka berpelukan sebelum akhirnya membawa sang ibu untuk pulang ke rumah sebelum dimakamkan.
*bonus chapter hari minggu ya....jangan lupa tinggalkan jejak dan vote ya jika berkenan. makasih