Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 65


__ADS_3

Bee terbangun dari pingsannya, ia melihat sekeliling mengumpulkan nyawa dan ia bernapas dalam dan perlahan menyadari ia telah berbaring pada sebuah ranjang yang ia yakini adalah kamar hotel, ia memegang kepalanya yang masih pusing ia hanya mengingat jelas bagaimana Erina mencium pipi Zayn tepat dihadapannya sebelum ia tidak sadarkan diri.


Airmatanya kembali menetes, ia memejamkan mata sejenak menetralisir perasaannya yang tidak menentu. Kemudian lamunannya buyar oleh suara Erina yang menghampirinya dari sofa.


Bee segera menghapus butiran bening yang membasahi pipinya.


"Yasmin....kau sudah sadar? kau membuat kami semua cemas, ada apa Yas? apa kau belum makan sebelum kita pergi tadi? tapi ku lihat kau baik-baik saja ketika kita datang kesini" tanya Erina memegang tangan Bee.


"Aku hanya pusing saja Erina, tidak tahu aku merasa ada sesuatu yang membuatku jatuh pingsan, aku tiba-tiba saja merasa sesak dan kurang oksigen untuk bernapas, mungkin kau benar aku memang belum makan sejak pagi tadi" jawab Bee sedikit berbohong.


"Oh kau membuatku cemas Yasmin, aku bisa dimarahi kak Akbar jika dia tahu kau pingsan seperti ini"


Bee melirik Zayn yang berdiri tidak jauh dari ranjang tempatnya berada, pria itu hanya diam dengan raut sulit di artikan, Bee menjadi kesal menatap wajah itu.


"Erina....bisakah aku minta tolong?"


"Tentu saja, katakan padaku kau mau apa Yasmin?"


"Aku lapar.....bisakah kau membelikanku makanan di restoran hotel ini? aku sangat pusing dan lemas, aku kira memang karena belum makan" ucap Bee pada Erina.


"Ya Tuhan....aku kira apa, baiklah aku akan pergi membelikanmu makanan, berbaringlah kau butuh istirahat" jawab Erina tersenyum.


"Terimakasih Erina" ucap Bee membalas genggaman tangan gadis itu.


Erina hanya mengangguk dan segera berdiri "Kak Zayn, aku akan membelikan Yasmin makan dulu.... Kakak bisa menungguku disini, takut Yasmin kembali pusing" seru Erina pada Zayn.


"Atau biar aku saja yang membelikannya, kau perempuan lebih baik kau saja yang menunggu" jawab Zayn ingin menghindari berdua saja dengan Bee di kamar hotel tersebut.


"Tidak.....biar aku saja, aku juga akan menghubungi kak Akbar diluar, lihatlah ponselku tertinggal di dalam tas, aku rasa tas ku masih berada di pesta, aku akan mengambilnya"


"Baiklah....hati-hati" ucap Zayn mengangguk.


Setelah Erina benar-benar pergi, Zayn mendapat tatapan tajam dari mantan istrinya itu.

__ADS_1


"Aku senang kau sudah sadar Bee....kenapa tidak makan sebelum pergi tadi? kau membuat semua orang panik saja, hei kenapa menatapku seperti itu?" tanya Zayn heran.


"Semua ini karena kau pria jahat....aku memang lapar sekarang tapi aku seperti ingin memakan mu saja Zayn" kesal Bee sambil melempar bantal pada Zayn yang terkejut.


"Bee.... hentikan, kau kenapa?"


Bee bangkit dari ranjang dan menghampiri Zayn disana, perempuan ini menggigit lengan Zayn dengan geram.


"Aaah....Bee kau kenapa hei?"


"Kau pikir aku akan membiarkanmu menikah dengan adik iparku? jangan bermimpi Zayn"


Zayn lalu mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan Bee, ia mengulum senyum ia menjadi tahu penyebab kenapa jandanya ini pingsan ketika di pesta.


"Apa aku bilang akan menikahi Erina?" tanya Zayn berbalik dengan raut senyum.


"Aku mendengarnya dengan jelas tadi kalian bicara tentang pernikahan, apa kau dendam padaku hingga kau membalasnya dengan menjadi adik iparku? kau jahat Zayn, aku tidak mengizinkan mu menikah dengan Erina, tidak boleh....kalian itu bersaudara Zayn, aku tidak mau" ucap Bee menangis memukul dada pria itu.


Zayn malah terkekeh dibuat tingkah Bee seperti ini, sungguh ia merasakan bahwa perempuan itu masih sangat mencintainya bahkan dalam keadaan tidak lama lagi akan menikah.


Bee kian menangis mendengarnya "Tidak boleh, bukankah kau sendiri dulu pernah bilang hanya ingin menua bersamaku? itu artinya tidak boleh dengan wanita lain Zayn" bentak Bee kesal.


"Aku ingin menua bersama mu, tapi apalah daya kita tidak berjodoh kau akan menua bersama suami barumu nanti bukan? jadi jangan pedulikan aku lagi"


"Kau jahat Zayn....aku tidak mau kau menikahi Erina, tidak boleh Zayn tidak boleh"


"Jika wanita itu bukan Erina?" goda Zayn lagi.


"Apa kau bilang? huh...kau memang menyebalkan Zayn, kau pria menyebalkan.....aku membencimu, pergi pergi pergilah cari istri sebanyak mungkin agar kau puas menyakitiku" pekik Bee kembali mengeluarkan kekesalannya dengan menggigit lagi pergelangan tangan Zayn.


"Bee....tenanglah, jangan seperti ini kau membuatku serba salah sekarang sudah berapa kali aku mengatakan aku bisa apa? kau akan menjadi milik Akbar, bukan orang lain tapi saudaraku, tidak cukupkah aku merasa sakit akan hal itu Bee? jangan kau buat aku merasa seperti pria paling pecundang didunia ini karena tidak bisa berbuat apa-apa, aku sudah berusaha untuk ikhlas tapi kenapa kau masih bersikap seperti ini, maafkan aku jika kau marah soal Erina....ketahuilah aku dan Erina tidak seperti yang kau bayangkan"


"Lantas kenapa kalian bicara soal menikah tadi? dan kau diam saja ketika Erina menciummu" tanya Bee cepat, meski ia merasa sedikit lega mendengar penjelasan Zayn.

__ADS_1


"Lantas aku harus menghindar? kan sayang Bee....itu ku dapatkan cuma-cuma" jawab Zayn terkekeh.


"Zayn....." rengek Bee kesal tapi manja.


Bee menatap Zayn dengan mata yang masih merah karena tangis, tangan Zayn mengusap pipi Bee yang basah dengan lembut.


"Kau akan menjadi saudaraku nanti, mari kita jaga hubungan baik ini agar tidak saling menyakiti satu sama lain nantinya, Rayyan akan tumbuh dalam asuhan kita bersama....aku akan bahagia jika kau bahagia Bee, tidak ada yang bisa aku lakukan selain menerima kenyataan bahwa mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama lagi, Akbar sudah menjadi pilihan mu, aku bisa apa?" ucap Zayn serius.


"Apa kau benar-benar rela aku dimiliki lelaki lain?" tanya Bee lagi.


"Akan ku usahakan karena itulah pilihanmu" jawab Zayn mantap.


"Bagaimana jika aku membatalkan pernikahan ini?" tantang Bee.


"Memang bisa?" tanya Zayn terkekeh.


"Tentu saja bisa, aku bilang saja kita masih saling mencintai"


"Terus?" tanya Zayn lagi.


"Kau bisa menculikku di hari pernikahan" jawab Bee enteng.


"Kau benar Bee, idemu boleh juga....."


Bee menatap Zayn dengan senyum penuh harap, Bee seperti kehilangan akalnya.


"Aku hanya bercanda Bee....itu bukan tipe ku untuk melarikan pengantin orang lain" jawab Zayn terkekeh.


Bee menjadi cemberut lagi, ia ingin membalas namun Erina tiba-tiba masuk dengan makanan di tangannya.


"Oh Erina kau sudah kembali? mana pesananku? aku sudah sangat lapar, untung kau cepat datang jika tidak aku bisa makan orang sekarang" ucap Bee menerima bungkus makanan dari Erina.


Lalu Bee menuju sofa dan berniat ingin makan makanan itu beserta bungkusnya jika bisa.

__ADS_1


"Kenapa dia?" tanya Erina pada Zayn.


Pria itu hanya menghardikkan bahu seraya tersenyum.


__ADS_2