Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 53


__ADS_3

Semuanya berbahagia dengan rencana pernikahan Akbar dan Bee, terkecuali Bee sendiri. Entah kenapa dilema berat begitu melanda hatinya disaat semua sudah terencana dengan baik.


Pernikahan yang akan di laksanakan kurang dari satu minggu lagi, sebab Akbar tidak ingin berlama menunda niat baik itu terlebih ia juga mempertimbangkan soal pekerjaan yang tidak bisa ia abaikan. Bee hanya menurut saja apa yang terbaik dari rencana para orangtua ia menyadari bahwa tidak lagi bisa mundur untuk saat ini, ikhlas menerima takdirnya yang akan berlabuh melepas status janda dengan seorang pria matang dan kaya raya.


Namun sebelum semua berkas ia siapkan untuk keperluan di KUA, Bee ingin menjelaskan tentang kebenaran hubungannya dengan Zayn di masa lalu, perempuan ini tidak ingin ada rahasia dan menutupi semua itu sebelum resmi menikah dengan Akbar, pria itu wajib tahu segalanya tentang kehidupan masa lalu Bee.


Bee tidak menyangka respon Akbar begitu baik atas apa yang ia jelaskan, ia pikir Akbar akan marah dan kecewa mengingat ia cukup lama menyembunyikan kebenaran tentang Zayn dari pria itu terlebih mereka adalah keluarga.


Akbar tidak keberatan tentang Zayn, biar bagaimana pun Zayn masih sepupunya itu artinya Rayyan putra Bee adalah keponakannya sendiri, tentu saja ia menerima Rayyan dengan senang hati untuk menjadi putranya juga kelak jika menikah, Bee tidak bisa berkata-kata lagi betapa ia merasa Akbar adalah pria baik dan tulus yang tidak patut untuk disakiti.


Pada kenyataannya memang Zayn juga telah memberi pengertian pada Akbar agar tidak salah paham dan cemburu jika Bee bertemu dengannya sebab diantara mereka ada Rayyan sebagai pengikat satu sama lain, Zayn hanya tidak ingin Akbar salah arti dan bisa berdampak pada hubungan mereka nantinya.


Hingga pada semua keluarga tengah menyiapkan pernikahan, Bee dan Akbar pun sudah bersiap akan melengkapi berkas ke KUA, namun siapa sangka perhatian mereka semua harus tersita dan terpaksa menunda semua rencana karena nenek Farida jatuh sakit dan di rawat, nenek berusia senja itu tidak baik-baik saja, ia menjadi sangat lemah beberapa hari terakhir karena kondisi jantungnya yang mendapat serangan.


*****


"Sayang.....apa kau merasa terpaksa menikah dengan Akbar?" tanya nenek Farida pada Bee yang setia menjaganya.


Bee menggeleng pelan.


"Kenapa nenek bicara seperti ini? aku tidak terpaksa, kami akan menikah jadi nenek jangan berpikir yang macam-macam" jawab Bee sedikit berdusta, karena memang jauh dalam hatinya masih ingin menyangkal rencana itu.

__ADS_1


"Tapi kau tampak tidak bahagia Yasmin, nenek tidak akan memaksamu, terlebih sejak nenek tahu ternyata Zayn lah mantan suamimu, Zayn juga merupakan cucu nenek Yasmin, nenek melihat jelas kau masih mencintainya begitu juga dengan Zayn" ucap nenek Farida sendu.


Bee menitikkan airmata, ia tidak tahu harus menjawab apa sekarang.


"Yasmin....nenek hanya tidak ingin ketika kau sudah menikah dengan Akbar nanti ternyata kau masih mencintai lelaki lain, itu tidak benar sayang....sebaiknya kau selami dulu hatimu agar kau tidak menyesal nantinya"


"Tidak nek....kami akan menikah, aku tidak menyesalinya, Akbar pria yang baik....meski jujur aku belum mencintainya, namun semua itu tidaklah penting bagiku sekarang, nenek harus sembuh jika ingin menyaksikan pernikahan kami nanti, jangan berpikir terlalu jauh....kita akan tetap pada rencana awal, aku dan Zayn memang tidak ditakdirkan bersama nek tenanglah tidak ada yang akan terjadi pada kami...."


Nenek Farida tahu Bee sedang mencoba menghindari perasaannya, nenek ini sangat menyayangi Akbar cucunya, ia tidak ingin pria itu kecewa jika tidak jadi menikah namun nenek Farida tidak bisa juga untuk memaksa perasaan Bee menerima Akbar nantinya terlebih ia melihat sendiri Zayn ataupun Bee masih tampak saling mencintai meski tidak mengaku sekalipun apalagi ada Rayyan yang membutuhkan kedua orangtuanya. Hal inilah yang menjadi buah pikiran nenek tua itu hingga pada akhirnya jatuh sakit.


*****


Akbar masih harus bolak balik Singapura karena pekerjaannya, pria ini mempercayakan neneknya pada calon istri dan keluarga Zayn yang menjaga nenek Farida selama di rawat, mama Zayn menjadi lebih sering bertemu dan berinteraksi dengan Bee ketika sama-sama menjaga nenek Farida di rumah sakit.


"Terimakasih bi, aku juga senang bisa menjaga hubungan baik ini, aku yakin kami bisa menjadi orangtua yang baik untuk Rayyan, aku juga berharap Zayn mendapat pendamping hidup yang lebih baik nantinya" jawab Bee memeluk mama Zayn.


"Entahlah sayang.....sepertinya dia akan menduda seumur hidup, jangan hiraukan pria itu fokuslah pada kebahagiaanmu Bee kau berhak bahagia bersama pria yang tepat" jawab mama Zayn dengan bijak.


Bee merasa sedih mendengarnya, entah kenapa justru dengan hubungan baiknya terhadap keluarga Zayn semakin membuat perempuan ini tidak bisa melupakan Zayn yang masih saja menguasai pikiran dan hatinya entah sampai kapanpun, padahal Zayn terus saja mencoba menghindarinya saat ini demi menjaga perasaan Akbar namun Bee tidak menyukai itu, iya Bee tidak menyukai Zayn menghindarinya.


Bee merasa senang karena nenek Farida di rawat dirumah sakit milik keluarga Zayn, yang tentunya Zayn pula yang menjadi dokter penanggung jawabnya, hingga mereka menjadi sering bertemu, entah kenapa dengan perempuan itu sesekali ia merasa bersalah atas perasaannya ini pada Akbar namun ia masih saja mengharapkan Zayn lebih sering bertemu dengannya sejak Akbar sibuk mengurus pekerjaan.

__ADS_1


"Zayn....bagaimana keadaan nenek?" tanya Bee cepat seraya menyusul langkah kaki lelaki yang mencoba menghindarinya.


"Nenek sedang tidak baik-baik saja, maaf Bee jaga jarak antara kita, hal ini bisa membuat kondisi nenek menjadi tidak baik karena dia pasti akan kepikiran tentang hubungan kita apalagi melihat kita bicara seperti ini" jawab Zayn terus berjalan meninggalkan kamar nenek Farida.


Bee kesal mendengarnya.


"Apa katamu? hei kau terlalu GR Zayn...siapa yang mendekatimu? kau pikir aku berbicara padamu seperti ini karena apa? aku hanya mengkhawatirkan keadaan nenek saja bukan sengaja mendekatimu" jawab Bee ketus dan merasa tersinggung.


"Baguslah....jika seperti itu, kau bisa kembali ke kamar nenek sekarang bukan? kenapa kau mengikutiku sampai kesini?"


Bee menelan ludah mendapat penolakan dari Zayn, ia melihat sekeliling dan ia merasa malu bahwa benar ia mengikuti Zayn masuk ke ruang khusus dokter, ia menjadi teringat jika dulu Zayn sering menahan dan mengurungnya dalam ruangan serupa, memeluk dan menciumnya tanpa permisi tapi berbeda sekarang pria itu bahkan terkesan mengusirnya.


Bee menghentakkan kakinya hendak keluar, namun berhenti dan melirik Zayn lagi yang terlihat cuek dan memeriksa map pasien yang berada di atas meja, perempuan ini menghampiri Zayn dan mengacak-acak map disana membuat Zayn terkejut dan menatapnya kesal.


"Bee...apa yang kau lakukan?"


"Itu agar kau punya pekerjaan lebih dan tidak sibuk mengurung wanita di ruangan ini, selamat menyusun kembali map-map itu" jawab Bee menyeringai sambil mengacak-acak lembaran map yang ia yakini Zayn tidak tahu cara menyusunnya.


"Bee?" Zayn menghembus napas kasar dibuat mantan istrinya itu.


#####

__ADS_1


lanjut ya.


__ADS_2