
Bee menjalani rutinitasnya dengan normal, kuliah sambil bekerja paruh waktu, ibu nya tetap berjualan di kantin sekolah dan adik-adiknya tetap bisa bersekolah seperti biasa.
Tidak sedikit lelaki mendekati perempuan berhijab yang kian hari kian memancarkan kecantikannya, dari sesama mahasiswa hingga dosen pria yang masih sendiri pun tak luput untuk mendekatinya.
Akan tetapi pada kenyataan bahwa Bee telah menutup pintu hatinya sejak berpisah dari Zayn, ia menjadi dingin jika berurusan tentang pria meski usianya perlahan memasuki usia dewasa, Bee hanya fokus dengan kuliah dan mencari uang untuk meringankan beban ibunya.
Tidak berbeda dari lelaki tampan yang berprofesi sebagai dokter itu, ia terus saja dingin terhadap istrinya Kasih, ia membebaskan perempuan itu untuk tetap berkarir karena sungguh Zayn hanya menjalankan statusnya sebagai suami saja.
Kasih pun tidak terlalu mempermasalahkan tentang sikap dingin Zayn padanya, karena yang ada di pikirannya hanya uang dan popularitas saja, ia bahkan sangat senang jika Zayn selalu mengizinkannya untuk tetap menjadi model dengan berbekal uang Zayn yang tiada habisnya untuk keperluan penampilan wanita itu.
Tidak jarang pula ia menghabiskan uang suaminya untuk bersenang-senang bersama teman-teman sosialita, dan juga menghidupi keluarga karena memang ayah dan ibunya bukanlah dari kalangan atas seperti mertuanya, hingga perempuan itu tidak perlu cinta dari Zayn yang ia butuhkan hanya uang dan uang saja.
Hingga pada bulan ke berikutnya ia dengan gamblang mengiyakan Zayn yang akan melanjutkan pendidikan spesialis di kota yang berbeda, hal itu tidak menjadi masalah bagi Kasih selagi Zayn tetap memberi akses akan uang pria itu.
Mereka menjalani hubungan suami istri hanya untuk memenuhi kewajiban masing-masing tanpa rasa cinta dari Zayn, lagi-lagi Kasih tidak peduli akan hal itu.
******
Sampai pada tahun kelima pernikahannya yang tidak juga di karuniai seorang anak, mereka tidak mempermasalahkannya namun tentu berbeda dari orangtua Zayn yang memang mengharapkan seorang cucu hadir di antara mereka terlebih Zayn adalah anak tunggal.
Zayn menyelesaikan pendidikan spesialisnya, ia ditempatkan oleh ayahnya untuk menjalani karir di salah satu rumah sakit milik keluarga, ayah Zayn berharap anaknya mau menjadi direktur namun tentu itu ditolak oleh Zayn yang menganggap ia belum pantas dan cukup ilmu dari senior-seniornya yang lebih berkompeten, ia memutuskan akan mengabdi sebagai dokter di bidangnya saja.
__ADS_1
******
"Hallo......dengan perawat Yasmin disini, ada yang bisa dibantu?" jawab Bee ketika mengangkat gagang telepon yang berada di nurse station.
Iya, Bee menyelesaikan kuliahnya tepat waktu dan langsung diterima bekerja di salah satu rumah sakit swasta di kota tersebut, ia bertugas sebagai perawat ahli di ruangan Anggrek yaitu salah satu ruang bangsal kelas dua.
Bee yang sedang melaksanakan jadwal dinas pada siang itu menerima telepon dari IGD bahwa ada pasien yang akan masuk dirawat di ruang Anggrek.
"Apa ada pasien baru lagi yang akan masuk kesini?" tanya Dina teman sejawat Bee yang sama-sama bertugas diruang Anggrek.
"Iya Din....huh melelahkan ya siang ini begitu banyak pasien yang masuk" jawab Bee menghela napas setelah menutup telepon.
"Kau sih enak....lelah juga tidak apa Bee, dokter Bayu siap siaga menjagamu" jawab Dina menggoda gadis cantik berhijab itu.
Ia membayangkan wajah tampan dokter Bayu yang terang-terangan mengatakan bahwa pria itu menyukainya, namun sudah hampir satu tahun Bee bekerja di rumah sakit itu Bee belum juga memberikan lampu hijau pada dokter spesialis penyakit dalam yang sering visit di ruang Anggrek tersebut.
"Huh....kenapa tidak kau terima saja Bee? kasihan dokter manis itu, jika aku jadi dirimu mungkin sudah menikah dengan pria itu, tidak akan ku sia-siakan kesempatan ini"
Bee tertawa mendengar Dina bicara begitu.
"Kenapa tidak kau saja yang menikah dengan nya?"
__ADS_1
"Kau bercanda? bahkan dokter Bayu masih menunggu mu meski sudah hampir satu tahun Bee bukan waktu yang singkat, itu membuktikan dokter Bayu memang serius padamu, aku tidak mengerti jalan pikiran mu Bee" Kesal Dina pada teman yang sudah hampir satu tahun bersama di ruang Anggrek, karena hanya Dina dan Bee yang masih lajang disana.
"Entahlah....dokter Bayu terlalu baik untukku, aku merasa tidak pantas saja, aku juga masih ingin membahagiakan ibu dan adik-adikku saja saat ini"
"Huh.......percuma bicara padamu" Dina mencubit gemas pipi temannya itu.
*******
Keesokan harinya, Bee mendapat jadwal dinas pagi. Tindakan keperawatan pada pagi tentu lebih banyak dari jadwal dinas siang ataupun malam, Bee yang satu jadwal dengan Dina pun tengah sibuk memberi asuhan keperawatan pada pasien-pasien yang menjadi tanggung jawab mereka.
Setelah kembali ke nurse station, mereka membuat laporan perkembangan kesehatan pasien-pasiennya sambil menunggu dokter datang untuk visit ke ruangan tersebut.
"Bee kau tahu ada dokter spesialis jantung yang baru akan visit hari ini menggantikan dokter Anggi" ucap Dina sambil terus menuliskan laporannya.
"Hmmm benarkah? aku tidak tahu, memang dokter Anggi kemana?"
"Dokter Anggi naik pangkat, dia tidak memegang pasien lagi tapi sudah menjadi kepala sub diklat yang akan di struktural saja"
"Oooh....Lantas siapa dokter baru itu?"
"Nanti juga kita bisa melihatnya, aku harap dia masih bujangan jadi kita bisa curi-curi pandang" jawab Dina bercanda.
__ADS_1
Bee hanya bisa geleng kepala mendengar temannya yang suka sekali dengan dokter-dokter tampan rumah sakit itu.