
Keesokan harinya teman sejawat berserta kepala ruangan Anggrek dan tentu saja beberapa dokter yang akrab dengan gadis itu datang ke rumah duka, termasuk dokter Bayu yang baru mengetahui berita duka tersebut ketika menelepon Bee.
Bee masih jadwal libur hari ini, Dina akan menggantikan jadwal dinasnya esok hari agar Bee bisa mengurus tahlilan sampai tiga hari kepergian ibunya.
Zayn sudah berada disana duluan, ia bahkan datang lebih pagi sengaja ia mengganti jadwal visit paginya ke jadwal sore saja. Zayn menepati janji selalu datang dan membantu segala keperluan buat tahlilan setiap malamnya.
Meski Bee terus dingin padanya, namun tidak menyurutkan niat baiknya membantu keluarga Bee seperti janji Zayn pada dirinya sendiri.
Dokter Bayu heran ketika menyadari Zayn sudah berada disana pagi-pagi, dokter Bayu menjadi cemburu karena selama mereka disana ia melihat Zayn tampak akrab dengan adik-adik Bee.
Tak berbeda dengan Zayn, ia begitu tidak menyukai pemandangan ketika dokter Bayu menunjukkan perhatiannya pada Bee yang masih dalam keadaan berduka.
"Hubungi aku jika kau butuh sesuatu Bee, jangan sungkan aku akan selalu siap untukmu" ucap dokter Bayu pada Bee sebelum mereka semua berpamitan untuk kembali ke rumah sakit.
"Terimakasih banyak mas Bayu, aku menghargai perhatianmu" jawab Bee tersenyum, iya memang Bayu ingin di panggil mas ketika mereka tidak di rumah sakit agar terlihat akrab, jadi Bee sudah terbiasa memanggil Bayu dengan sebutan itu.
Zayn menggertakkan giginya geram mendengar panggilan itu, ia menatap tajam Bee namun Bee terlihat tidak acuh, bahkan Bee sengaja menyapa Bayu dengan ramah karena ia ingin Zayn segera pergi dari sana, sungguh Bee tidak nyaman dengan kehadiran Zayn yang notabennya suami orang.
Setelah semuanya berpamitan, terakhir Bee berpelukan dengan Dina sahabat dekatnya selama ia bekerja di ruang Anggrek.
Zayn tidak bergeming dari tempatnya membuat dokter Bayu heran lalu bertanya.
"Maaf dokter Zayn, kenapa kau tidak ikut kembali ke rumah sakit?" Bayu mencurigai pria itu.
"Aku tidak berkewajiban untuk menjelaskan padamu apa alasan ku, perlu kau ketahui aku sudah mengenal keluarga ini jauh sebelum kau mengenal Bee, aku akan disini sampai sore jadi kau tidak perlu repot, aku yang akan membantu segala sesuatu menyangkut Bee disini" jawab Zayn tajam dan sengaja menekankan setiap kata dalam kalimatnya.
Bee menghela napas kasar mendengar kedua pria itu saling melemparkan kata-kata tidak menyenangkan satu sama lain.
"Begitukah? baiklah.... aku hanya perlu mengingatkan mu akan satu hal bahwa tidak baik seorang suami berada di rumah seorang gadis apapun alasannya" ujar Bayu tak kalah tajam.
Zayn terdiam, ia merasa tersinggung dengan kata itu, ia kembali ingin menjawab namun Bee lebih dulu berkata.
"Maaf mas Bayu, dokter Zayn memang mengenal keluarga ku sejak lama karena kami dulu bertetangga baik, aku akan menghubungimu jika butuh sesuatu, berhati-hatilah mengemudi" Bee menengahi situasi itu.
"Baiklah.....aku senang kau sudah bisa tersenyum, aku akan kembali ke rumah sakit jaga dirimu baik-baik, aku akan meneleponmu nanti jika sudah selesai visit" jawab Bayu menatap Bee dengan senyum manisnya setelah melirik wajah Zayn yang tampak memerah.
Bee mengangguk sambil tersenyum tak kalah manisnya, membuat Zayn kian meradang melihat pemandangan menyebalkan baginya.
Baru saja Bee melambaikan tangannya pada mobil Bayu yang berlalu menjauh, Zayn kembali menatap Bee penuh tanya.
"Apa hubunganmu dengan Bayu?"
"Dia menyukaiku....aku pun menyukainya, dia pria baik" jawab Bee datar tanpa basa basi.
"Apa? ku mohon Bee jangan menghukumku seperti ini" Zayn bicara dengan nada rendah.
"Kenapa Zayn? bukankah hal yang wajar menyukai pria lajang seperti dokter Bayu, yang tidak wajar itu menyukai suami orang" sindir Bee.
"Aku tidak akan membiarkanmu bersama nya"
"Ayolah Zayn, kembali pada kenyataan bahwa kau sudah beristri, kita tidak wajar jika seperti ini terus, ini tidak benar....aku tidak ingin disebut mendekati suami orang, jadi ku mohon berhenti mendekatiku, aku sangat berterimakasih kau sudah berbaik hati membantuku dua hari ini, mengertilah Zayn"
"Tidak....aku tidak akan mundur kali ini, aku sudah kehilanganmu sekali, itu tidak akan terjadi lagi" jawab Zayn mantap.
__ADS_1
"Percuma bicara padamu Zayn, hilangkan obsesi gila mu itu, terima takdir jika kita memang tidak berjodoh, aku sudah mengikhlaskan mu Zayn, berbahagialah....buka hatimu untuk kak Kasih, aku pun demikian akan mencoba untuk membuka hatiku untuk pria lain"
"Tidak Bee...kau dengar aku baik-baik, aku tidak akan membiarkan itu terjadi, ini janjiku" tatap Zayn dengan mata yang memerah dan berkaca-kaca, setelah itu ia berlalu dari hadapan Bee yang masih tercekat atas pernyataan Zayn tanpa menunggu jawaban dari gadis itu.
Tanpa Zayn sadari, Bee merasa tersiksa dengan sikap Zayn sejak mereka kembali bertemu, bagaimana tidak Zayn selalu mendekatinya dan menyatakan cinta yang sudah mustahil bagi keduanya.
Bee merasa bersalah pada Kasih, ia merasa sebagai duri dalam rumah tangga Zayn dan wanita itu terlepas apapun alasan Zayn yang tidak menganggap pernikahan tersebut.
Bee merasa Zayn sudah keterlaluan, akhir-akhir ini pria itu bahkan tidak canggung dan terlihat santai ketika mendekatinya padahal semua orang di rumah sakit mengetahui bahwa Zayn telah memiliki istri.
*****
Setelah melewati masa berkabung, Bee akhirnya kembali bekerja namun ia masih belum terlalu bersemangat.
Bee terus berpikir tentang permintaan terakhir ibu yang menyuruh ia menemui ayahnya yang berada di kota yang berbeda, meski merasa berat untuk melepaskan adik-adiknya Bee akan berusaha memenuhi amanah terakhir sang ibunda demi kebaikan kedua adik yang sangat ia cintai.
Dokter Bayu tampak gencar mendekati gadis itu, ia menjadi cemas sendiri ketika hadirnya dokter Zayn yang sedikit banyak mempengaruhi hubungannya dengan Bee meski ia tahu Zayn sudah beristri namun kecurigaannya pada Zayn tidak hilang begitu saja terlebih ia mengerti akan tatapan Zayn pada Bee bukanlah tatapan biasa.
Begitupun Zayn, mereka seperti sedang berlomba untuk mendapatkan perhatian gadis cantik itu, dimulai dengan datang visit lebih awal agar tidak keduluan satu sama lain, setiap Bee mendapat jadwal dinas malam mereka selalu berlomba mengirimkan makanan untuk menemani sang gadis begadang.
Seperti malam ini, Bee sedang jadwal dinas bersama temannya Dina dan Toni, Bayu datang duluan mengantarkan makanan beserta minuman bandrek agar menghangatkan tubuh gadis itu ketika berjaga malam.
Lama mereka mengobrol setelah tidak ada tindakan keperwatan yang Bee lakukan.
Karena sebuah panggilan terpaksa Bayu harus pulang, Bee sangat berterimakasih atas perhatian Bayu, tidak jarang gadis berhijab ini merasa sungkan diperlakukan seperti itu.
"Bee....apa sebaiknya kau terima saja dokter Bayu, kasihan dia Bee yang tidak mendapat kejelasan dari hubungan kalian" ucap Dina ketika mereka menikmati makanan yang dibawakan Bayu.
"Aku bingung Din, aku tidak tahu dengan perasaanku, aku nyaman dengan dokter Bayu dia pria baik, tapi entahlah aku berat untuk mengiyakannya aku takut kembali kecewa, aku seakan trauma untuk memulai hubungan baru"
Dina sudah mengetahui semuanya tentang dia dan Zayn di masa lalu, Bee sengaja menceritakannya agar Dina tidak terkejut dan salah paham akan sikap Zayn padanya.
Dina mengelus pundak Bee.
"Bersabarlah Bee....tapi tidak ada salahnya jika kau mencoba, kau lihat sendiri dokter Bayu tidak main-main Bee sudah hampir satu tahun dia mendekatimu, bahkan dia tidak putus asa sampai sekarang, ayolah Bee aku ingin kau bahagia teman....meski aku juga merasa kasihan pada dokter Zayn"
Belum Bee menjawab Zayn datang dengan sekantong besar cemilan ditangannya.
"Dokter Zayn...." Sapa Dina ramah.
"Hai Din, ini ku bawakan cemilan untuk kalian berjaga" kemudian Zayn melirik makanan di atas meja yang ia yakini itu adalah pemberian dari rival terberatnya Bayu.
Ia menyembunyikan rasa kesalnya demi tidak ingin merubah mood Bee malam ini.
Bee hanya diam dan menatap datar, tidak lama kemudian ada dua orang keluarga pasien memanggil Bee dan Dina agar melihat keadaan pasien yang membutuhkan kedua perawat itu.
Bee dan Dina pergi ke kamar pasien meninggalkan Zayn dan Toni disana.
"Toni...apa makanan ini dokter Bayu yang memberikannya?" tanya Zayn.
"Iya dokter, bahkan dokter Bayu baru saja pulang dari sini" jawab Toni polos.
Zayn menjadi kesal seketika, ia melihat sisa makanan itu dan beberapa gelas bandrek yang belum tersentuh diatas meja.
__ADS_1
Lalu tanpa basa basi Zayn membuang semua itu ke tong sampah, membuat Toni heran karena merasa sayang padahal ia belum meminum bandrek itu sedikit pun.
"Kenapa dokter membuangnya?"
"Itu tidak baik untuk jantungmu" jawab Zayn singkat.
Alasan tidak masuk akal, bagaimana bisa bandrek tidak bagus untuk kesehatan jantung, bandrek hanyalah minuman penghangat tubuh saja begitu pikir Toni.
"Tapi dokter kasihan makanannya juga masih banyak, sungguh mubazir jika dibuang"
"Sudahlah apa pedulimu, ini ku bawakan banyak makanan dan susu segar bagus untuk kesehatan" Jawab Zayn santai sambil mengeluarkan barang bawaannya di atas meja.
Toni tidak bisa berkata-kata lagi, sampai pada kedua gadis itu kembali ke sana.
Bee menatap heran semua makanan yang dibawa oleh Bayu sudah tidak ada disana sekarang digantikan makanan baru yang ia yakini itu dibawa oleh Zayn.
"Kenapa makanan dan bandrek tadi sudah tidak ada Ton? apa kau menghabiskannya?" tanya Bee pada Toni.
"Enak saja....semuanya sudah dibuang oleh dokter Zayn ke tong sampah" jawab Toni seadanya.
Bee menatap Zayn penuh tanya.
"Kenapa menatapku begitu Bee.....aku hanya tidak ingin kau memakan jajanan tidak menyehatkan itu, ini ku bawakan kalian cemilan sehat dan susu segar"
"Kau benar-benar jahat Zayn, tidak bisakah kau menghargai pemberian dokter Bayu pada kami malam ini"
"Seharusnya pria itu tidak perlu repot, kan ada aku yang akan memberikan makanan untuk kalian berjaga" jawab Zayn dengan senyum menggoda.
Bee menelan ludah kasar, ia sungguh kesal atas sikap Zayn yang seenaknya.
"Tapi tidak membuangnya juga Zayn"
"Tentu aku akan membuangnya, aku cemburu Bee" tatap Zayn serius.
"Terserah kau saja, aku muak bicara padamu" jawab Bee kesal ia ingin berlalu dari hadapan Zayn yang menyebalkan.
Toni dan Dina kembali ke kamar pasien untuk memberikan obat malam hingga hanya mereka berdua yang berada di nurse station.
Zayn menangkap tangan Bee dan menariknya untuk duduk di bangku tepat berhadapan dengan Zayn.
"Jangan marah.....kau jelek ketika marah, tidak tidak kau selalu cantik dimataku sekalipun kau marah seperti singa" jawab Zayn tertawa.
Hingga Bee tidak bisa menahannya lagi maka dari itu ia reflek mencubit dan memukul lengan Zayn dengan geram tapi terasa manja bagi yang melihatnya.
Pria itu mencoba menghindar, namun Bee tetap melakukannya sampai pada Bee hampir terjungkal dari kursinya, beruntung Zayn sigap menangkap pinggang Bee agar tidak terjatuh, tangan Bee pun reflek meraih leher Zayn.
Dengan posisi berpelukan, wajah mereka bertemu tidak ada jarak keduanya mata cokelat Bee tepat berada di hadapan netra biru milik Zayn.
Lama saling memandang dengan degup jantung yang sama-sama bersahutan seiring bertambahnya frekuensi denyut nadi keduanya, entah seperti tersihir oleh keadaan Zayn mendaratkan sebuah kecupan pada bibir manis mantan kekasihnya itu.
Cup.
Hal itu membuat mata Bee membesar seketika.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Bee..."