
Keesokan harinya, Zayn pamit pulang, Bee sudah lebih baik.
Bayu baru saja mengetahui bahwa Bee terluka pagi ini, dokter tampan itu segera menjenguk gadis pujaannya yang masih terbaring disana.
"Mas Bayu" Bee tersenyum menyapa Bayu yang baru saja datang ke kamarnya.
"Bee bagaimana keadaanmu? kenapa ini bisa terjadi? kenapa kau tidak memberitahu ku"
"Maaf mas Bayu, aku tidak ingin mengganggu mu...." jawab Bee pelan.
"Astaga....aku tidak terganggu sama sekali jika itu kau Bee, syukurlah jika kau tidak apa-apa sekarang, jelaskan padaku bagaimana kejadiannya?"
Akhirnya Bee menceritakan semua yang ia alami sore kemarin, Bayu tampak geram mendengarnya, ia menyesal tidak datang sore kemarin.
"Baiklah....aku harap kau tidak trauma dengan kejadian itu, kau ingin makan sesuatu bisa ku belikan sekarang" tawar Bayu.
"Tidak.....aku sudah sarapan pagi ini, mas Bayu tidak visit?"
"Itu tidak penting, aku bisa visit siang nanti saja, aku ingin menemani mu disini"
"Baiklah....terserah mas Bayu saja"
Hening.
"Bee...." panggil Bayu memecah keheningan di antara mereka.
"Iya mas Bayu?"
"Bagaimana jawabanmu tentang lamaranku tempo hari?"
__ADS_1
Bee terdiam.
"Apa tidak terlalu cepat mas Bayu ingin menikahiku bulan depan? apa mas Bayu yakin ingin menikah denganku gadis yang tidak ada apa-apanya ini?"
"Bee....aku mengenalmu sudah hampir satu tahun, aku tidak meragukanmu untuk jadi istriku"
Bee kembali terdiam, ia teringat akan Zayn yang juga mengharapkan kembali padanya, namun Bee tidak kehilangan akal sehatnya meski Bee juga mencintai pria itu namun ia bukanlah seorang yang egois ingin merebut Zayn dari istrinya.
Sudah saatnya ia harus move on dari Zayn jika tidak ingin terus terjebak masa lalu yang akan mengubahnya menjadi perebut suami orang, Bee bukanlah perempuan seperti itu.
Bee menarik napas dalam sebelum berkata.
"Baiklah...aku menerima mas Bayu, dengan syarat mas Bayu juga bisa menerima adik-adikku karena hanya mereka yang ku punya saat ini" jawab Bee pelan namun ada keraguan dalam hatinya.
"Bee...aku mencintaimu tanpa syarat, tentu saja mereka juga akan menjadi adik-adikku nantinya, orangtua ku pasti senang mendengar ini....terimakasih Bee, sungguh aku bahagia" jawab Bayu berbinar.
Bee tersenyum, ia tidak memungkiri juga merasa nyaman dengan Bayu, karena pria ini belum menampakkan celahnya, yang Bee kenal Bayu lelaki baik dan dari keluarga baik meski beberapa hari lalu Bee melihat jelas jika Bayu memarahi seorang anak remaja hanya karena hal sepele namun itu bukanlah menjadi nilai akhir dari kebaikan Bayu.
Hingga tiba-tiba para teman dan kepala ruangan Anggrek menjenguk Bee disana, termasuk Zayn karena baru selesai visit dan memang berniat akan kembali menemani Bee disana.
Suasana menjadi riuh, namun tidak bagi Zayn ia menjadi kesal ketika menyadari bahwa Bayu telah disana lebih dulu itu artinya Bayu sudah bicara banyak bersama Bee berdua saja sejak tadi.
Zayn hanya diam saja, ekor matanya tidak beralih dari gadis yang duduk bersandar di kepala ranjang pasien, ia melihat bagaimana Bee sudah menjadi lebih baik dan tampak segar karena dijenguk teman-temannya.
Sampai pada Bayu bersuara memecah perhatian Zayn.
"Oke baiklah....aku ada berita bahagia pagi ini" Bayu menarik perhatian.
"Apa itu dokter? jangan buat penasaran ayo cepat katakan" jawab salah satu dari mereka tidak sabar.
__ADS_1
"Baiklah....dengar baik-baik, aku akan menikah dengan Bee bulan depan dan akan bertunangan setelah Bee sembuh nanti"
Jderrrrrr.
Bagai tersambar petir Zayn terkejut bukan main, rahangnya mengeras dan giginya gemertak geram mendengar ucapan dari Bayu.
Ia menatap Bee tajam dan penuh tanya.
Bee melihat raut memerah Zayn, ia memilih berpaling ke lain arah.
Zayn tidak menyangka, bagaimana bisa Bee menerima Bayu dalam beberapa jam saja, ia mengingat jelas momen mereka semalam bagaimana Bee mulai melunak padanya, sungguh Zayn ingin menyangkal apa yang baru saja ia dengar.
Zayn mengepalkan tangan geram, jika tidak ramai disana mungkin saja ia sudah memberi pukulan mematikan pada pria yang berani merebut Bee darinya.
Semua heboh dan memberi selamat pada Bee dan Bayu, Zayn memilih keluar dari sana untuk menetralisir perasaannya yang berdarah.
Bee menatap punggung Zayn dengan sendu, ia berat memutuskan ini namun ia lega bahwa sudah mengambil jalan terbaik untuk hidupnya dan juga terbaik buat Zayn agar pria itu kembali pada istri dan memperbaiki rumah tangganya.
****
Zayn menghancurkan segala sesuatu yang berada diruang istirahatnya.
Sungguh Zayn tidak menerima keputusan Bee untuk menikah dengan Bayu, Zayn benar-benar kacau.
"Bee....apa seperti ini kau menghukumku?"
"Kau ingin balas dendam padaku bukan, jangan seperti ini juga Bee, kau boleh memukulku kau boleh menamparku kau boleh membunuhku jika kau mau, tapi tidak menikah dengan pria lain Bee ku mohon"
Zayn bicara pada angin, ia sungguh kacau dan benar-benar terluka oleh kenyataan pagi ini.
__ADS_1
******
jangan lupa tinggalkan jejak yaaaa....