Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 60


__ADS_3

"Zayn....ayo ambil gambarku" Bee tiba-tiba memberikan ponselnya meminta Zayn memotretnya.


Zayn melepaskan Rayyan yang masih asyik lari-larian di tengah lapang, mereka berada di sebuah taman yang berada di kebun binatang itu juga, lelaki itu mengambil ponsel Bee dan memotret perempuan yang sudah duduk berfose di atas rumput nan hijau di tengah-tengah taman.


Lama Zayn memandang wajah cantik yang ia tatap dari kamera, hatinya sedih karena mengingat perempuan cantik itu hanyalah mantan baginya, bukan miliknya lagi.



"Zayn ayo....sudah belum?"


Pria itu hanya mengangguk dan memberikan hasil petikannya, Bee melihat itu menjadi tersenyum puas.


"Bagus sekali, Zayn....kau memang handal memotretku bahkan sejak dulu kau tidak pernah meleset selalu hasilnya cantik seperti ini, hmmmm tidak-tidak tentu saja karena aku memang cantik bukan?" ucap Bee tertawa.


"Iya....kau cantik dalam keadaan apapun" jawab Zayn pelan menatap raut senyum Bee.


"Kau mengakuinya sekarang, ayo bantu aku berdiri" ucap merengek manja Bee sambil mengulurkan kedua tangannya pada Zayn tanpa canggung.


Zayn menggeleng kepala dan terkekeh, ia pun meraihnya dan membantu jandanya itu berdiri, setelah Bee berdiri tepat di hadapannya mata mereka bertemu dengan jarak yang dekat, Bee tersenyum.


Zayn baru sadar mereka hanya berdua saja disana, Bee pun sama membelalakkan mata melihat sekitar.


"Rayyan" ucap mereka bersamaan.


Zayn dan Bee segera berpindah dari sana dan mencari putra mereka yang sudah berlari meninggalkan mereka sejak tadi.


"Zayn....dimana putra kita? ya ampun....semua ini karena kau tidak menjaganya" ucap Bee cemas.


"Bukankah aku sibuk memotretmu?" jawab Zayn kesal.


"Zayn....." rengek Bee lagi memajukan bibirnya kedepan.


"Ayo cepatlah, kenapa kau sibuk merengek saja sejak tadi, yang kecil disini Rayyan bukan kau Bee...." jawab Zayn tanpa sadar menarik dan menggandeng tangan Bee agar berjalan lebih cepat menyusul langkahnya, Bee tersenyum dibalik menatap punggung kekar Zayn tanpa melepas tangan mereka.


Lalu tidak jauh disana, senyum mereka mengembang melihat Rayyan yang sedang berusaha memanjat patung gajah yang berada di sudut taman Rayyan tampak kesal dan menendang kaki gajah itu dengan bibir mengoceh, lalu anak lelaki itu melihat kearah kedua orangtuanya yang berjalan mendekat, Rayyan pun merengek meraih tangan daddynya seakan minta bantuan untuk menaiki patung gajah tersebut.


Bee dan Zayn saling menatap satu sama lain lalu terkekeh.


"Dia sama sepertimu bisanya hanya merengek saja" ucap Zayn menggoda Bee.


"Zayn...." kesal Bee lalu memukul lengan pria itu dengan manja.


Zayn melepas tautan tangan mereka dan menggendong Rayyan, tentu saja Bee merasa gemas lalu ia mencium pipi putranya dengan sayang memainkan hidung mancungnya pada Rayyan yang masih berada di gendongan Zayn.

__ADS_1


"Mommy sangat mencintaimu sayang....." ucap Bee gemas pada Rayyan yang terkekeh geli, tidak di duga tubuhnya pun berada sangat dekat dengan Zayn hanya berjarak tubuh mungil Rayyan saja, kembali mata mereka bertemu, Zayn menatapnya sedih namun penuh damba. Iya Bee merasakannya tatapan itu masih sama tatapan mata biru yang masih penuh cinta, entah kenapa Bee bahagia melihatnya.


"Kau bilang apa?" tanya Zayn menggoda.


"Aku mengatakan cinta pada putraku, bukan padamu...." jawab Bee terkekeh.


"Tapi kau mengatakannya kenapa sambil menatapku?" goda Zayn lagi.


Wajah Bee memerah.


"Aku bisa mengatakannya padamu, seandainya kau tidak menjadi pria pengecut" jawab Bee kesal.


"Kau selalu saja bilang aku pengecut"


"Memang iya, benar kan sayang? daddy mu seorang pria pengecut, tu....lihat anakmu saja mengangguk" jawab Bee lagi.


Rayyan memang mengangguk apa yang diucapkan mommy nya sejak tadi, mendengar itu Zayn menjadi terpancing tanpa diduga ia meraih pinggang ramping mantan istrinya itu, hingga tubuh mereka menjadi lebih dekat ia membalas dengan tatapan tajam, Bee menjadi gugup sendiri dan darahnya berdesir mendapat sentuhan tangan pria yang hanya menjadi kenangan baginya sekarang, namun anehnya Bee tidak berusaha menghindar.


"Jadi kau mau aku apa? aku bisa saja merebutmu dari Akbar jika aku mau" ucap Zayn serius.


Bee menelan ludah, Rayyan masih diam ia pun bingung dengan tingkah kedua orangtuanya.


"Buktikan jika kau bisa" jawab Bee menantang.


Zayn melepas tubuh perempuan itu ketika pikirannya kembali ke permukaan setelah melihat cincin yang melingkar di jari manis Bee yang kebetulan bertengger di lengannya.


"Maaf....aku hanya bercanda" ucap Zayn lagi sambil tersenyum.


Entah kenapa Bee kesal, ia hanya membalas dengan lirikan tajam dan wajah yang cemberut.



******


Setelah makan siang bersama Rayyan begitu puas bermain bersama kedua orangtuanya, baru pertama kali mereka pergi bertiga seperti ini, layak pasangan muda lainnya yang tampak bahagia padahal tidak ada yang tahu mereka sudah berpisah.


"Zayn, bagaimana jika sebelum pulang kita mampir ke pantai?" usul Bee sambil mengusap punggung Rayyan yang kembali tertidur di dalam mobil berniat akan segera pulang.


"Tidak, kita sudah lama pergi lebih baik kita pulang saja, Rayyan juga sudah lelah kasihan dia" jawab Zayn seraya mengusap rambut anaknya dengan sayang.


Bee memutar bola mata malas, padahal ia sangat ingin masih berlama-lama menghabiskan waktu bertiga seperti ini, entah mungkin ini yang pertama dan yang terakhir karena selain Zayn sibuk bekerja tentu saja hari pernikahan pun semakin dekat itu artinya Bee tidak memiliki kesempatan lagi untuk membahagiakan putranya dengan bermain bersama orangtua yang lengkap.


"Ayolah Zayn....kita bisa menghabiskan satu hari bukan? aku bahagia bisa pergi bertiga seperti ini, Rayyan harus merasakannya" bujuk Bee lagi.

__ADS_1


Zayn terdiam, ia juga bahagia bisa menghabiskan waktu bersama orang tercinta, namun sayang ia tidak bisa berlama-lama bersama Bee tentu saja membuat hatinya semakin sakit.


"Zayn...." rengek Bee lagi menatap Zayn dengan kepala bersandar di tempat duduknya, dimana mata cokelat itu tidak bisa dihindari begitu saja.


"Huh.....baiklah, hanya sebentar saja" jawab Zayn mengalah.


"Bagus, suami yang penurut" ucap Bee tersenyum begitu saja tanpa sadar akan ucapannya.


Zayn mendengar itu menjadi terenyuh, ia melirik Bee yang tersenyum manis menghadapnya, ia pun jadi terkekeh.


"Aku bukan seorang suami lagi Bee....." ucap Zayn kembali menghadap depan fokus mengemudi.


Bee bungkam baru tersadar akan ucapannya, senyumnya pudar seketika.


"Maaf" ucap Bee pelan sambil mengeratkan pelukan pada Rayyan.


Tiba di pantai, Rayyan yang terbangun pun begitu girangnya melihat air, ia pun berlari menarik tangan daddy nya menuju air yang sedang berombak kecil membasahi kaki mereka.


Tidak berpikir panjang Bee pun menarik tangan Zayn menuju kesana, Zayn hanya menghela napas melihat raut bahagia kedua orang yang dicintai tersebut.


"Sayang jangan main basah.....kita tidak bawa baju ganti, ini semua karena mommy mu....kenapa tidak berencana dari awal akan ke pantai" ucap Zayn mencegah Rayyan yang sudah ingin berendam.


Bee tersenyum, ia berniat mengerjai Zayn disana. Bee menggendong tubuh mungil Rayyan menuju air dan langsung saja berjalan sedikit ketengah hingga air membasahi tubuh mereka, Rayyan dan Bee tertawa geli melihat Zayn menjadi kesal, pria itu berdiri dengan tangan di pinggang menatap dua orang paling berarti dalam hidupnya itu tertawa lepas.


Akhirnya Zayn mengalah, ia pun mendekat dan menjadi basah juga. Mereka bertiga bermain air dengan gembira, Bee dan Zayn bahagia bisa menghabiskan waktu bersama putra tercinta.


Setelah puas bermain air dan basah, mereka berjalan menyusuri pasir putih pantai yang sesekali ombak menerpa kaki mereka, Rayyan berjalan ditengah digandeng kedua tangan mommy dan daddy nya saling tertawa satu sama lain hingga senja pun tiba, langit yang akan berubah warna menyadarkan mereka jika sudah waktunya untuk pulang.


Baru saja sampai di mobil, Bee mengernyit heran dengan ponselnya yang berdering berkali-kali, perempuan ini meraih tasnya senyum yang semula mengembang bahagia pun harus hilang ketika nama Akbar tampak di layar ponselnya.


"Kenapa tidak di angkat?" tanya Zayn heran, lelaki ini baru saja meletakkan pakaian basahnya dan Rayyan di bangku belakang, mereka kompak membeli dan memakai kaos yang di jual pedagang kaki lima di pinggir pantai karena tidak ingin pulang dalam keadaan basah.


"Akbar" jawab Bee pelan, ia tidak menerima panggilan itu.


"Terimalah...nanti calon suamimu bisa cemas" ucap Zayn mencoba bersikap biasa.


"Tidak....nanti saja, hari ini waktu ku khusus untuk Rayyan dan kau saja jadi tidak boleh ada yang mengganggu, biar putraku merasakan keberadaan orangtuanya secara lengkap tidak ada suara-suara lain selain mommy dan daddy nya saja" jawab Bee mantap setelah mematikan ponselnya, lalu kembali mengeratkan pelukan pada Rayyan yang sibuk memainkan mobil-mobilan, matanya berkaca-kaca menyadari waktu mereka bersama telah berakhir hari ini.


Zayn menatap Bee sendu, ia tidak bisa berkata-kata lagi selain menjalankan mobilnya menuju jalan pulang.


######


te be ce

__ADS_1


__ADS_2