Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 91


__ADS_3

Sejak kedatangan keluarga Akbar dari tanah air, pria itu seakan lupa diri dan sedikit mengabaikan calon istrinya. Meski persiapan pernikahan telah rampung karena semuanya diserahkan pada pihak penyelenggara pernikahan yang dibayar mahal oleh Akbar agar tidak repot mengurusinya.


Besok tepatnya hari pernikahan itu, dimana Yasmin malam ini hanya berdiam diri saja di kamar, entah kenapa ia begitu malu dan canggung untuk berkumpul bersama paman dan bibi Akbar yang datang dari jauh. Terlebih Erina pun telah kembali dari Malaysia untuk menghadiri pesta pernikahan kakaknya tercinta meski baru mengenal Yasmin, Erina tahu bahwa kakaknya tidak salah dalam memilih wanita.


Yasmin merasa iri melihat Erina begitu dekat dengan Bee dan Rayyan, ia merasa seakan kehadirannya tidak berarti sejak kedatangan mereka. Yasmin merasa Akbar melupakannya karena terlalu asyik meladeni dan berkumpul dengan keluarganya dari tanah air.


Yasmin sesekali mengintip dari kamarnya melihat interaksi antara Akbar dengan pasangan suami istri yang begitu membuatnya penasaran, oleh karenanya Yasmin memanggil Rini agar gadis pelayan itu menceritakan semua yang terjadi pada Akbar dan Bee dimasa lalu.


"Benarkah? jadi Bee adalah seorang janda ketika bekerja di sini?" tanya Yasmin heran setelah mendengar semua cerita Akbar dari Rini.


Rini mengangguk "Iya, seperti yang aku ceritakan.....tuan Akbar jatuh cinta pada nona Bee dan berniat ingin menikahinya atas persetujuan mendiang nenek Farida, namun sayang ketika mereka sampai di tanah air ternyata nona Bee adalah mantan istrinya tuan Zayn yang semua tahu adalah sepupu tuan Akbar, entah bagaimana ceritanya hingga tuan Akbar kembali ke sini membawa kabar bahwa mereka tidak jadi menikah sebab tuan Akbar mengalah demi sepupunya tuan Zayn" jawab Rini lagi.


Yasmin terdiam, ia berpikir bahwa mungkin saja Akbar menyukainya karena namanya sama dengan perempuan yang mampu membuat pria itu jatuh cinta untuk pertama kalinya. Yasmin yang duduk di depan cermin pun menatap wajahnya lekat-lekat.


"Apa benar dia menyukaiku? Akbar tidak pernah mengatakan bahwa dia mencintaiku Rini, dia tiba-tiba saja melamarku dan besok kami akan menikah, bagaimana jika Akbar masih menyimpan rasa pada nona Bee?" tanya Yasmin pada Rini namun wajahnya masih menghadap cermin dengan raut sedih.


"Hei.....nona Bee sudah kembali pada suaminya terdahulu, mereka juga bakal nambah anak lagi kenapa kau jadi berpikiran seperti ini Yasmin, semuanya sudah berlalu mereka saudara sepupu sekarang, tidakkah kau lihat tuan Akbar begitu jantan melamarmu? itu artinya dia menyukaimu, aku mengenal baik tuan majikan itu dia tidak pernah bermain-main dengan wanita, kau harus jauhkan pikiran buruk Yasmin, kalian menikah besok tuan Akbar akan menjadi milikmu" ucap Rini menenangkan.


"Iya, dia akan menjadi milikku.... tapi bagaimana dengan hatinya? tidakkah kau lihat Rini, Akbar bahkan melupakan ku sejak kedatangan mereka, aku juga melihat tatapannya pada nona Bee, aku rasa tidak mudah hilang begitu saja, aku mulai merasa aku hanya pelampiasan saja mungkin karena nama kami sama, itu artinya Akbar tidak bisa berpaling dari perempuan bernama Yasmin bukan? tidak dapat Yasmin yang itu, dia melamar Yasmin yang ini" jawab Yasmin menunduk sedih.


Rini menggeleng malas.


"Ya ampun, hilangkan pikiran burukmu itu nona... aku rasa kau butuh istirahat, besok kita pagi-pagi sekali akan ke hotel. Tenangkan dirimu, ingatlah tuan Akbar akan menjadi milikmu seutuhnya besok, seharusnya berbahagia" ucap Rini lagi.

__ADS_1


Yasmin hanya diam, ia terus berkelana dengan pikirannya sendiri. Rini pun kembali ke kamarnya.


Yasmin berniat ingin menghampiri Akbar yang tampak berjalan ke arah balkon. Namun langkahnya terhenti tatkala ia melihat Akbar rupanya menghampiri Bee yang berdiri di balkon menghadap hamparan taman samping rumah besar itu dengan angin berhembus menyapu wajah cantik perempuan yang tengah hamil besar tersebut. Yasmin melihat sekeliling tidak ada Zayn di sana, hanya ada Bee dan calon suaminya yang datang mendekat.


Yasmin mengintip di balik dinding sebelum mencapai ruang terbuka itu.


"Yasmin, hmmmm maaf maksudku Bee....kenapa kau berdiri sendirian di sini?" tanya Akbar pada mantan tunangannya itu.


"Oh....Akbar, kau di sini? hmmm.... tidak aku hanya sedikit bernostalgia dengan angin yang berhembus ini, aku merindukan nenek Farida" jawab Bee tersenyum.


"Iya, aku juga merindukan nenek..." ucap Akbar juga.


"Apa kau bahagia?" tanya Akbar tiba-tiba.


"Kenapa bertanya seperti itu? tentu aku bahagia, seperti kau yang juga bahagia karena besok adalah hari besarmu, selamat Akbar.....aku sangat senang dengan pernikahanmu" jawab Bee tersenyum.


"Terimakasih, aku bahagia jika kau bahagia sekarang, keputusanku melepasmu adalah yang terbaik. Aku harap Zayn tidak akan menyakitimu lagi" ucap Akbar menatap Bee dalam.


Yasmin meneteskan airmata mendengar calon suaminya bicara seperti itu pada Bee.


"Tidak.....kami sangat bahagia sekarang, kau lihat sendiri kami akan kedatangan anggota baru, aku harap kau segera menyusul untuk memberikan Rayyan saudara sepupu bersama Yasmin" ucap Bee tertawa kecil.


"Kau membuatku iri saja" kata Akbar terkekeh.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kau akan menikah dengan perempuan yang juga bernama Yasmin? aku rasa kau tidak bisa move on dari ku? aku salut padamu kau bisa menemukan perempuan bernama Yasmin dalam waktu singkat" tanya Bee seraya tertawa dengan nada bercanda.


"Dunia begitu sempit bukan? iya aku tidak bisa move on dari perempuan bernama Yasmin makanya aku juga mencari calon istri bernama sama dengan mu" jawab Akbar tidak kalah bercanda.


Mereka tertawa bersama. Iya mereka hanya bercanda saja namun tidak bagi pendengaran Yasmin di balik dinding itu. Gadis ini menangis mendengarnya, ia merasa pikirannya benar bahwa nama Yasmin adalah salah satu alasan Akbar menikahinya. Ia memutuskan untuk pergi dari sana, ia kembali ke kamar dan menumpahkan tangisnya di ranjang.


"Akbar tidak benar-benar menyukaiku, dia bahkan tidak ingat padaku hari ini" gumam gadis yang akan menjadi pengantin esok hari.


"Jika bukan karena namaku sama dengan nama nona Bee, mungkin saja dia tidak akan pernah melirikku" ucapnya lagi dalam tangis, hingga Yasmin lelah sendiri dan tertidur dengan posisi tidak pada tempatnya.


Akbar mengetuk pintu kamar calon pengantinnya, namun tidak mendapat jawaban hingga ia buka ternyata pintu itu tidak dikunci.


"Ya ampun, kenapa tidurnya selalu berantakan seperti ini" gumam Akbar tersenyum melihat posisi tidur Yasmin di atas ranjang.


Akbar memperbaiki posisi tidur calon istrinya itu ke tempat yang benar dan nyaman, ia naikkan selimut batas dada Yasmin.


"Apa dia habis menangis?" gumam Akbar menyentuh mata Yasmin yang tampak bengkak.


"Apa dia merindukan ibunya?" tanya Akbar geleng kepala, ia membelai wajah Yasmin dengan lembut lalu mengecup kening gadis itu sangat lama dengan perasaan dalam.


"Aku akan membahagiakanmu Yasmin, memiliki anak yang banyak, huh aku sungguh tidak sabar kau tidak tahu aku begitu iri dengan Zayn dan Bee yang sebentar lagi akan memberi Rayyan seorang adik" ucap Akbar tersenyum.


"Aku harap kita juga akan bahagia seperti mereka" gumam Akbar lagi terkekeh sendiri membayangkan masa depannya bersama gadis yang sudah terlelap itu, Akbar mengusap bibir Yasmin pelan lalu mengecupnya lembut sebelum meninggalkan kamar.

__ADS_1


__ADS_2