
Yasmin tersenyum sendiri memainkan hidung Akbar yang masih terlelap, ia benar-benar tidak menyangka bahwa telah resmi menjadi seorang istri yang sesungguhnya.
Ternyata prasangka nya selama ini keliru bahwa Akbar tidak benar-benar menginginkannya, namun semua itu ditepis oleh sikap Akbar semalam, mereka telah melaksanakan kewajiban sebagai suami istri yang sesungguhnya diawali pernyataan cinta dari pria yang semula menganggapnya hanya seorang gadis menyebalkan.
Siapa sangka justru sikap menyebalkan Yasmin lah yang mampu meruntuhkan cinta di hatinya yang semula tetap tersimpan untuk Bee yang telah ia relakan demi kebahagiaan saudaranya Zayn.
Yasmin kembali pada posisinya lalu kembali berpura memejamkan mata ketika Akbar menggeliat, namun bibirnya masih terukir senyum.
"Aku tahu kau begitu mengagumiku" ucap Akbar dengan suara serak khas bangun tidur, pria ini melirik istrinya yang bersembunyi di balik selimut.
Yasmin menyembunyikan wajah merah dan malunya. Akbar terkekeh lalu beralih memiringkan tubuh menghadap istrinya yang mungil lagi menggemaskan.
"Berhenti malu, bukankah aku sudah bilang kau akan puas mencintaiku setelah kita menikah, kau bebas melakukan apapun asal jangan membunuhku saja, ayo kenapa bersembunyi, ini wajahku, ini tubuhku semua milikmu" ucap Akbar lagi seraya membuka selimut yang menutupi tubuh polos istrinya.
Yasmin tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya mendengar kata itu keluar dari bibir Akbar di pagi buta seperti ini. Perempuan itu menatap Akbar penuh cinta lalu memberanikan diri mengecup hidung Akbar.
"Aku masih merasa ini seperti mimpi" jawab Yasmin membelai rahang suaminya.
Akbar mengecup lalu menggigit dada Yasmin seraya menggoda.
"Awh....kenapa digigit?" Yasmin menepuk lengan Akbar pelan karena terkejut.
"Kau bilang seperti mimpi, sakit? itu artinya sekarang adalah kenyataan, berhenti bermimpi aku ini pria nyata bukan suami hayalan" kecup gemas Akbar pada bibir Yasmin.
*****
Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari di rumah sakit terbaik pilihan Akbar, Zayn dan istrinya memutuskan untuk melanjutkan pengobatan dan perawatan di tanah air saja, karena mempertimbangkan beberapa hal terutama orangtuanya yang harus segera pulang untuk urusan pekerjaannya, terlebih Bee tengah hamil besar, mereka juga tidak bisa berjauhan dengan putra sulungnya Rayyan jika orangtua Zayn membawa Rayyan pulang terlebih dahulu.
Semua lebih mudah jika mereka pulang ke tanah air saja, hingga tidak membutuhkan waktu lama Zayn beserta kekuarganya pun pulang dan melanjutkan masa pemulihan di rumah mereka saja.
Bee merawat suaminya dengan baik selama Zayn belum bisa melakukan aktifitas secara mandiri, meski tengah hamil besar namun perempuan ini begitu telaten dan tidak kesulitan sama sekali atas kondisi kehamilannya, beruntung Rayyan menjadi lebih pengertian untuk tidak terlalu manja pada mommy nya sehingga Bee benar-benar fokus merawat suaminya.
__ADS_1
Seperti aktivitas mandi pagi ini, meski sudah lebih baik namun Zayn tetap merasa beruntung dengan keadaannya sekarang, bagaimana tidak ia menjadi pria manja pada sang istri, hampir semua aktvitasnya dibantu oleh Bee.
"Sayang.....apa kau tidak bosan mengurusku setiap hari seperti ini?" ucap Zayn pada istrinya ketika Bee sedang menyabuni badan besarnya setiap inci dengan sayang.
"Kenapa bicara seperti itu, sudah kewajibanku mengurusmu jika sakit. Apa kau sudah tidak mau lagi diurus?" jawab Bee tajam.
"Tidak..... justru aku merasa beruntung dari Rayyan, kau bahkan tidak pernah jauh dariku hampir 24 jam, meski sebenarnya aku sudah bisa mandi sendiri tapi tentu lebih menyenangkan dimandikan seperti ini, dimandikan perawat cantik nan seksi seperti mu" goda Zayn mengecup pipi Bee dengan gemas.
"Benarkah?" goda Bee balik pada Zayn seraya duduk di pangkuan pria itu.
Zayn ingin menjerit rasanya, tentu kakinya belum sembuh sempurna, sekarang malah mendapat beban berat dari seorang wanita hamil besar.
"Ahhhhh.....sayang, kau berat sekali" keluh Zayn mengernyit.
Segera Bee berdiri kembali pada posisinya.
"Kau bilang aku seksi, sekarang berat yang mana benar?" ujar Bee terkekeh melihat raut kesakitan suaminya.
"Berhenti mengeluh, kau akan sembuh tidak lama lagi, makanya jangan sia-siakan istri sebaik diriku ini...." jawab Bee seraya terus mengguyur tubuh Zayn dengan shower yang berada di tangannya.
Zayn tersenyum mendengarnya ia merasa sedikit tersindir, benar ia merasa sangat beruntung memiliki kekasih hati seperti perempuan yang berada di hadapannya saat ini, jika itu wanita lain belum tentu akan mau mengurusnya ketika sakit terlebih dalam keadaan hamil besar tentu tidak semua wanita akan melakukannya.
"Aku tidak akan melakukan kesalahan itu lagi Bee....." ucap Zayn sendu meraih tangan istrinya.
Bee tersenyum dan mengangguk "Aku percaya padamu sayang" jawab Bee mencium hidung mancung pria bermanik biru itu.
"Oke....kita sudah selesai mandi tuan Zayn" ucap Bee seraya meraih handuk dan langsung mengeringkan rambut hingga tubuh suaminya.
Dengan memakai tongkat untuk menopang berat badan dan kakinya yang belum sembuh total, Bee membantu Zayn menuju ranjang, segera wanita ini dengan telaten membantu Zayn berpakaian, setelah itu membantu melatih beberapa gerakan latihan pada tangan suaminya agar tidak kaku dan melatih gerak aktif lengan Zayn lagi secara perlahan.
"Aku benar-benar bersyukur memilikimu Bee, maaf aku banyak merepotkan mu sayang selama aku sakit, padahal kau sedang hamil besar, seharusnya kaulah yang lebih manja daripada aku"
__ADS_1
Ucap Zayn lagi, meraih tubuh berisi istrinya dan mendekap Bee erat di atas tanjang.
"Aku melakukan kewajibanku Zayn, aku juga merasa beruntung telah sekolah menjadi seorang perawat hingga bisa merawatmu dengan baik ketika kau sakit, jika tidak memiliki ilmu merawat orang sakit tentu kau akan dirawat oleh tenaga profesional sekarang, aku tidak mau melewatkan momen apapun tentang kita, tentang bahagia juga tentang sakit seperti ini"
Zayn tersenyum mendengarnya, pria ini mengangguk lalu mengecup kening Bee dengan perasaan dalam kemudian ia beralih mengecup seluruh bagian perut buncit Bee yang tentu saja mendapat respon dari sang calon buah hati mereka yang kedua.
"Aku mencintaimu Bee...." ucap Zayn kembali menatap wajah istrinya yang kian hari kian memancarkan kecantikan meski tampak lebih berisi.
"Aku mencintaimu Zayn, segeralah sembuh aku akan melahirkan tidak lama lagi, aku tidak mau melahirkan sendirian seperti dulu" ucap Bee mengerucutkan bibirnya kedepan.
Zayn kembali merasa tersindir.
"Tidak, aku akan mendampingimu apapun keadaannya, meski aku sakit sekalipun, sayang maafkan aku.....bisakah kau tidak mengingat kenangan buruk itu lagi? aku merasa kesal pada diriku sendiri ketika mengingatnya" Zayn menatap dalam manik istrinya.
"Aku juga kesal jika ingat itu, ingin rasanya ku cabik-cabik tubuhmu jika mengingatnya" ucap Bee kesal sendiri, namun ia tidak berniat serius membicarakan itu.
Zayn menelan ludah mendengarnya saja ia merasa ngilu, bagaimana jika benar ia akan dicabik-cabik wanita yang sering sensitif itu sejak hamil.
"Kenapa diam? apa kau takut? huh.... lihat saja nanti jika aku melahirkan tentu aku akan membalaskan dendamku padamu Zayn, kau akan ku buat tersiksa nanti. Awas saja kau" ucap Bee enteng seraya membesarkan matanya manatap raut mengernyit Zayn.
"Sayang kenapa kau berubah jadi kejam?"
"Kau juga kejam, meninggalkanku berkali-kali.....tapi herannya aku masih saja jatuh padamu juga, hingga sekarang aku kembali dibuat hamil oleh pria yang sama, kau lagi kau lagi" ucap Bee santai seraya terkekeh geli, ia meraih rahang suaminya yang sudah tegang.
Bee mengecup seluruh wajah itu dan berakhir menatapnya penuh cinta.
"Aku hanya bercanda sayang, semua sudah berlalu..... tidak hentinya aku bersyukur bahwa kembaliku padamu juga Zayn, aku mencintaimu.....hanya kau saja, tidak peduli berapapun rasa sakit yang pernah ku lewati dulu, karena aku tahu kau pun sama halnya denganku. Kita punya cinta, punya seorang putra, punya orangtua, sebentar lagi juga akan punya seorang putri, yang terpenting aku punya suami kaya raya sepertimu" ucap Bee seraya terkekeh menatap Zayn gemas.
Zayn tersenyum, ia meraih bibir Bee dan menciumnya dalam.
"Ayolah berhenti melow di pagi buta, ayo sarapan aku sudah lapar" rengek Bee lagi mengakhiri pembicaraan.
__ADS_1