
"Kak Kasih?" ucap Bee terkejut.
"Jangan terkejut seperti itu Bee....bukankah kau sudah tahu bahwa aku hanya pergi sebentar, sekarang waktunya aku pulang, apa ada yang salah? apa kau mengharapkan aku pergi selamanya? ha ha ha jangan bermimpi sayang, kita masih punya urusan yang bahkan baru saja dimulai Bee" jawab Kasih menatap Bee tersenyum penuh arti.
Bee hanya diam, ia menurut saja ketika madunya itu mengajaknya bicara di restoran seberang rumah sakit. Duduk berhadapan, Bee lebih banyak diam dan menunduk saja berbeda dengan Kasih entah bagaimana ia begitu sumringah mendengat bahwa Bee telah hamil sekarang.
"Baiklah Bee...aku hanya ingin mengatakan bahwa kau tidak boleh lupa apa yang sudah menjadi perjanjian diantara kita, dua bulan aku rasa cukup untuk merasakan kasih sayang seorang suami seutuhnya, sekarang aku sudah kembali dan akan mengambil suamiku lagi....jaga kandunganmu baik-baik, jangan coba-coba bicara pada siapapun tentang perjanjian kita atau kau akan mendengar penderitaan kedua adikmu, dua bocah itu sangat kecil bagiku sayang...."
"Ah.....iya aku lupa, aku sangat iri mendengar bahwa kau mendapat sebuah rumah mewah dari suamiku, ketahuilah Bee....kau tidak lebih dari istri simpanan saja, akulah yang sah di mata orangtua Zayn, jangan lupakan itu....jika kau mencintai pria itu dan tidak mau menghancurkan karirnya jadi kau harus tetap pada perjanjian ini"
"Kak....aku mohon, kita bisa berdamai dan hidup berdampingan, aku tidak akan menuntut lebih tapi bisakah kita batalkan saja perjanjian itu, aku tidak mau.....ini anakku kak Kasih, kau juga bisa memiliki anak sendiri bukan, aku tidak kebaratan menjadi istri kedua selamanya tapi tolong jangan ambil anakku"
Mendengar hal itu membuat Kasih marah.
"Apa kau bilang? hei.....lihat aku baik-baik, tidak ada yang bisa lolos dari perjanjian itu Bee kau sendiri yang menyetujuinya"
"Tapi aku terpaksa melakukannya" jawab Bee membela diri.
"Tapi kau menikmatinya bukan? buktinya kau bisa hamil sekarang jika kau terpaksa dan membenci Zayn aku rasa tidak akan seperti ini Bee, ayolah jangan munafik aku sudah berbaik hati ingin berbagi suami denganmu walau tidak akan lama lagi, sebab aku tidak berniat dimadu selamanya Bee.....Zayn suamiku milikku, kau hanya perlu melahirkan dan........" ucapan Kasih menggantung.
__ADS_1
"Dan......... pergi dari hidup kami selamanya, karena tidak ada dalam perjanjian bahwa kita bisa hidup berdampingan seperti katamu tadi, lagi pula aku rasa Zayn akan membencimu jika tahu hal ini karena dia pikir kau telah menjual suami dan anakmu sendiri dengan melihat perjanjian itu, makanya jangan macam-macam dengan ku" jawab Kasih dengan senyum devilnya.
"Kak ayolah....ini tidak adil bagiku, bukankah kakak sendiri yang menyeretku dalam pernikahan ini?" Bee memohon sambil memegang tangan Kasih.
Dengan cepat wanita berbibir merah itu menepisnya.
"Hidup memang tidak adil sayang, aku menyeretmu karena suatu hal yang akan menyelamatkan rumah tanggaku dengan Zayn karena kau sendiri yang lancang hadir kembali dalam kehidupannya setelah lima tahun yang membuat pria itu tidak bisa melupakanmu walau sejenak, dan itu tidak akan lama lagi jadi nikmati gelar nyonya mu yang sudah terhitung mundur dari sekarang" jawab Kasih enteng seraya berlalu dari sana meninggalkan Bee menangis tergugu seorang diri.
******
Pada kenyataannya memang benar, semula Kasih hanya memikirkan harta saja ketika ia masih di perlakukan dengan manis oleh sang kekasih, namun setelah mendapat pengkhianatan wanita ini pulang dan mengakhiri hubungan itu berniat kembali pada Zayn yang jelas-jelas pria kaya yang menjadi suaminya.
Bee hanya tertunduk lesu mencoba menerima dan menjalani takdirnya yang memang semula berniat hanya mengikuti perjanjian itu saja, meski sekarang ia merasa berat ketika telah merasakan kasih sayang Zayn dan berhasil mengandung buah cinta mereka namun Bee tetaplah perempuan lemah jika dibandingkan dengan liciknya Kasih yang bisa melakukan apa saja demi keinginannya.
"Sayang....ayo masuk, kenapa bermenung tidak baik ibu hamil banyak melamun" ajak Zayn menarik tangan istrinya menuju rumah setelah dari rumah sakit.
Bee mengangguk saja tanpa bicara, karena melihat Bee lesu Zayn pikir istrinya kelelahan maka dengan cepat pria itu menggendong Bee masuk rumah hingga ke kamar mereka, sampai ranjang Bee tidak melepas tangannya dari leher sang suami yang membuat Zayn terkekeh.
"Ada apa hm? kau terlihat lesu kau inginkan sesuatu? ingin makan apa biar ku ambilkan atau jika tidak ada di rumah bisa ku pesan" tanya Zayn membelai wajah istrinya.
__ADS_1
Lama Bee menatap lekat wajah Zayn, ia berpikir bahwa Kasih benar Zayn akan menganggap ia menjual anaknya demi ingin bebas dari kehidupan Zayn seperti yang tertuang dalam perjanjian itu, dan Zayn pasti akan sangat kecewa padanya.
Bee menggeleng pelan "Zayn....aku mencintaimu, kau percaya padaku bukan?" tanya Bee sendu.
"Ada apa lagi ini? tentu saja aku percaya, aku pun begitu sayang tidak ada yang meragukan cinta kita, kenapa kau kembali terlihat berbeda hari ini jangan membuatku takut Bee"
"Tidak...aku hanya tidak ingin berpisah darimu, bisakah aku egois ingin seperti ini saja selamanya denganmu?" ucap Bee sudah mulai menangis membuat pria ini heran.
"Kita akan terus seperti ini sampai tua nanti, bukankah memang itu tujuan kita menikah bukan? ayolah sayang jangan membuatku cemas, apa yang kau rasakan? apa ada sesuatu yang mengganggumu?"
"Kau pasti sudah tahu istri pertamamu sudah kembali bukan?" ucap Bee pelan sambil menunduk.
"Astaga jadi karena Kasih kau jadi seperti ini? sayang dengar aku, sudah aku jelaskan padamu bahwa aku dan perempuan itu tidak seperti yang kau pikirkan aku hanya terikat oleh sesuatu saja hingga belum bisa melepasnya, tapi aku sedang mengusahakan itu karena tidak mudah terlepas dari wanita licik itu" jawab Zayn serius.
"Tapi dia istrimu Zayn, kau wajib pulang ke rumahnya, aku tidak apa.....bukankah sudah menjadi risikonya istri kedua akan terus menjadi yang kedua bagi istri pertamamu"
Zayn membungkam bibir Bee dengan ciuman mesra.
"Dia hanya istri di atas kertas sayang, percaya padaku apa kau tidak dengar bahwa mulutku berbuih mengatakan bahwa kau lah satu-satunya istriku yang sesungguhnya, tidak Kasih atau perempuan lain. Memang saat ini aku belum bisa menjelaskan hubungan kami sebenarnya padamu, aku berjanji akan jujur padamu suatu saat nanti" jawab Zayn lagi.
__ADS_1
"Maafkan aku Bee, kau akan membenciku jika tahu perjanjian itu, bahwa akulah yang telah membatalkan pernikahanmu dengan dokter Bayu atas bantuan Kasih dan juga memaksamu menerima pernikahan ini" gumam Zayn dalam hati, pria ini pun takut jika Bee membencinya karena memang awal pernikahan tersebut semuanya dipaksa terlebih lagi jika Bee tahu Zaynlah penyebab dokter Bayu meninggalkannya.