
Setelah semua proses melahirkan dilalui, bayi lelaki itu tengah disinari agar lebih hangat di ruang berbeda, Bee telah dipindahkan ke ruang rawat karena telah melewati dua jam observasi tidak ada tanda-tanda perdarahan setelah melahirkan maka darinya ia bisa segera beristirahat di ruang rawat tetap ditemani pelayan setianya bi Sumi.
Baru saja akan memejamkan mata lelahnya, Bee melihat Kasih masuk ruangan dimana ia terbaring.
"Hallo sayang.....selamat Bee kau sudah berhasil melahirkan anakku" ucap Kasih penuh senyum.
"Kak Kasih.....aku mohon, ayo kita berdamai saja.....jangan ambil anakku Kak, aku tidak mau" jawab Bee langsung menangis.
"Tapi sayangnya itu tidak ada dalam perjanjian Bee.....suamimu juga sudah mengetahuinya, dia kecewa dan benci padamu Bee....kau menjualnya dan anakmu padaku demi terbebas dari kami seperti dalam perjanjian awal kita, kau akan mendapat kebebasan setelah ini....aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi, lagi pula aku sangat berterimakasih kau sudah menyelamatkan rumah tanggaku, sudah seharusnya kau melakukan ini karena memang salahmu sejak awal telah meracuni hati Zayn hingga tertutup hanya untukmu saja, sekarang aku rasa akan berbeda.....Zayn pasti akan lebih memilih putranya daripada kau, tenanglah Bee aku akan merawat bayimu dengan baik kau bebas sekarang" ucap Kasih tersenyum puas.
"Tidak kak....jangan lakukan ini, kau boleh ambil Zayn lagi aku tidak peduli....kau bisa memiliki anak bersama Zayn bukan? kenapa anakku? ayolah kak Kasih, kita berdamai aku akan melepaskan Zayn seutuhnya tapi jangan putraku" kembali Bee memohon.
"Tapi sayang sekali pria itu sama sekali tidak tertarik padaku Bee, dia bahkan tidak pernah mau menyentuhku bagaimana aku bisa hamil? namun dengan bayimu ada padaku mungkin saja aku punya kesempatan itu untuk menarik perhatiannya.....terimalah takdirmu Bee, kau bebas sekarang, anak itu akan hidup bersamaku dan Zayn, jangan lupa kau juga harus mendesak Zayn agar menceraikanmu"
Ucap Kasih sambil membelai wajah madunya itu.
"Kau benar-benar jahat, kau menghancurkan hidupku" pekik Bee pada Kasih, ia ingin marah rasanya.
Tidak lama berselang Zayn masuk ruangan menggendong bayinya, ia menatap Bee tajam bergantian dengan Kasih.
"Apa kalian sedang bernegosiasi tentang seseorang?" sindir Zayn.
__ADS_1
Bee menggeleng, tangannya ingin meraih bayi itu.
"Zayn berikan bayiku" pinta Bee.
"Bukankah kau tidak menginginkannya Bee? kau sudah menyerahkan anakku pada Kasih bahkan sebelum menikah kau sudah menyerahkannya" jawab Zayn telak.
"Tidak Zayn, kak Kasihlah yang memaksa ku....aku mohon ayo kita berdamai, kau bisa memiliki anak lagi bersama kak Kasih bukan? kalian bisa memperbaiki hubungan rumah tangga kalian setelah ini, aku akan mengalah untuk melepaskanmu Zayn.....tapi jangan ambil anakku" ucap Bee pelan.
Kasih hanya terkekeh mendengarnya.
"Apa Bee? bahkan sekarang kau dengan gamblangnya menyerahkan ku pada perempuan yang sama sekali tidak aku cintai, dan benar kau memang tidak menginginkan aku lagi rupanya....baiklah kau menginginkan kebebasan bukan? tapi tidak dengan bayiku, aku ayahnya jika aku jadi kau aku tidak akan menyerahkan pada siapapun walau dalam keadaan terpaksa sekalipun, aku tidak akan berpisah dari anakku, kau bisa bebas dariku sekarang jika kau menginginkannya....aku akan menceraikanmu saat masa nifasmu berakhir nanti" ucap Zayn terluka dengan mata berkaca-kaca.
Pria itu kembali keluar membawa putranya menjauh dari dua perempuan yang membuat hidupnya penuh ketidakpastian.
"Kau dengar itu Bee sayang......tanpa aku suruhpun lelaki itu melepaskan mu dengan sukarela, oh aku bahagia sekali....." colek Kasih pada dagu runcing milik Bee yang ternganga disana.
Kasih pun ikut keluar dari ruangan itu meninggalkan Bee dan bi Sumi yang masih belum bisa mencerna apa yang baru saja terjadi, hingga Bee tersadar.
"Zayn....tidak jangan putraku, Zayn.....kembalikan putraku" ucap Bee berontak dari ranjangnya, ingin ia mengejar mereka namun tubuhnya semakin lemah, bi Sumi terus memeluknya erat agar Bee tidak turun dari ranjang.
"Bi......ayo panggilkan lagi mereka, aku tidak mau seperti ini, bayi itu milikku bi.....putraku" ucap Bee pilu menangis dalam dekapan bi Sumi yang juga ikut menangis sedih.
__ADS_1
"Mereka jahat padaku bi.....kenapa semuanya jahat padaku, apa salahku bi....aku tidak pernah menginginkan seperti ini, aku mau suami dan anakku bi...aku mencintai mereka, perempuan itulah yang seharusnya mendapatkan ketidakadilan ini, dialah penyebabnya....dia benar-benar jahat, dia merampas semuanya dariku" ucap Bee lagi dalam tangis dan suaranya yang semakin lemah.
"Sabar nona, bibi yakin tuan Zayn hanya sedang marah saja saat ini....semua bisa dibicarakan nanti setelah nona membaik dan pulang dari sini, pulihkan dulu tenaga nona jangan membuat semuanya menjadi rumit nona akan bertambah sakit jika memaksa, bersabarlah bibi disini akan selalu mendampingimu" ucap bi Sumi seraya mengusap punggung Bee menenangkannya.
Bee hanya bisa menangis dan menangis, bagaimana jika Zayn benar-benar berpisah darinya, bahkan ia belum puas menatap bayi lelaki yang seharusnya dalam dekapan perempuan itu sekarang, belajar menyusui seperti ibu dan anak pada umumnya.
Jika seperti ini hanya penyesalan yang ada, sungguh Bee menyesal menerima perjanjian itu hanya karena takut malu jika semua orang tahu ia menjadi perempuan perusak rumah tangga orang lain oleh karena sebuah video saja, untuk sekarang Bee malah lebih memilih malu dan hancur di awal namun tidak terlibat pernikahan semu yang membawa dosa baginya yang menyerahkan darah dagingnya sendiri pada perempuan lain.
"Jika tahu sesakit ini rasanya, lebih baik aku malu dan biarkan saja semua orang menilai buruk tentangku karena video itu biar saja aku kehilangan pekerjaan, aku tidak akan menikah dan melahirkan yang ujungnya aku juga yang akan hancur bahkan lebih hancur dari rasa malu yang ku takutkan dulu....aku menyesal bi, aku benar-benar menyesal sekarang, aku bahkan lebih sakit sekarang melihat putraku di ambil orang, aku harus bagaimana bi? Zayn akan meninggalkanku....bukankah ini jelas aku yang merugi seutuhnya?" ucap Bee pada bi Sumi.
"Nona jangan berkata seperti itu....tuan Zayn mencintaimu tidak ada yang salah dari pernikahan kalian, bersabarlah kau bisa membujuk dan menjelaskan semuanya nanti" jawab bi Sumi optimis, namun tidak bagi majikannya itu.
"Aku ini ibu seperti apa bi? aku menyerahkan putraku sendiri bahkan jauh sebelum ini hanya karena tidak ingin malu jika wanita itu menyebarkan video tersebut pada semua orang, saat itu aku hanya memikirkan masa depan adikku bi jika aku tidak bekerja lagi siapa yang akan menghidupi kami, aku sungguh terpaksa bi percaya padaku.....aku mau putraku bi, tolong panggilkan Zayn bawa putra ku kesini aku ingin menyusuinya bi....ku mohon" ucap Bee pilu ia kembali menangis tersedu.
Membuat bi Sumi kian menangis mendengarnya, ia sungguh menyayangi Bee seperti putrinya sendiri sejak ia mulai bekerja pada rumah tangga Bee dan Zayn.
"Sabarlah nona....semua akan baik-baik saja nanti, istirahatlah dulu nanti bibi akan coba menghubungi tuan Zayn untuk membawa putra kalian kesini"
Bee hanya diam, ia sudah semakin lelah, lelah habis melahirkan saja sudah sangat menguras tenaga ditambah lelah hati menghadapi permasalahan rumah tangganya yang terjadi bertubi-tubi sejak siang tadi.
#####
__ADS_1
Sedih ya.....ayo dukung terus ya novel ini, jangan lupa jejaknya sayang....
lanjut?