Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 72


__ADS_3

Bee terbangun dari tidur lelapnya, ia terduduk dengan napas tersengal ia memegang dadanya yang kempang kempis oleh sesak, menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan ia lakukan berulang kali agar ia menjadi tenang.


Mengumpulkan kesadaran, ia menatap sekeliling kamar yang masih dihiasi berbagai bunga disana, kelopak mawar merah memenuhi lantai hingga ke ranjang pengantinnya, senyumnya mengembang tatkala melihat lengan kekar masih melingkari badannya, ia melirik kesamping dimana prianya masih terpejam tanpa bergerak sama sekali.


"Aku kira ini hanya mimpi" gumam Bee melebarkan senyum menampilkan gigi rapinya.


Ia kembali berbaring masuk ke dalam kungkungan badan besar suaminya dengan perasaan bahagia, ternyata hari kemarin hingga semalam itu bukanlah mimpi atau hayalannya saja, iya Bee merasakan ini benar-benar nyata bahwa ia dan Zayn kembali menjadi suami istri setelah lama berpisah, sekejap mata memang jika Tuhan sudah mentakdirkan sesuatu yang sudah digariskan tidak ada yang bisa merubahnya.


Mereka berada di kamar hotel tempat acara resepsi semalam, lelah memang melewati berbagai rangkaian acara sejak akad nikah kemarin kemudian dilanjutkan resepsi semalam, Bee tersenyum geli mengingatnya dimana semua tamu terkejut ketika mempelai pria bisa berubah menjadi orang lain sebab Zayn dan keluarganya hanya memberi konfirmasi satu hari sebelum hari pernikahan bahwa nama pria di undangan sebelumnya telah berubah.


Bertemu teman-teman sejawat rumah sakit tempat Bee bekerja dulu, membuatnya malu sebab mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Bee menikah dengan salah satu dokter terbaik di rumah sakit mereka bekerja. Terlebih memang desas desus mereka mantan kekasih sudah muncul sejak lama.


Kenyataan pernikahan Bee dan Zayn memperkuat dugaan bahwa kedekatan antara dokter Zayn dan dokter Erina hanya gosip belaka, semua terkejut ketika mengetahui bahwa ternyata Erina adalah sepupu Zayn bukanlah wanita yang mereka anggap telah berhasil mendekati dokter duda itu.


Karena matanya sudah tidak mengantuk, perempuan ini hanya memandangi wajah suaminya saja sambil memainkan bulu-bulu halus yang memenuhi separuh wajah pria itu, sesekali ia mengusap-usap lembut dan mengecup kecil-kecil bibir Zayn yang masih tidak bergeming.


"Kenapa dia bisa tidur nyenyak sekali?" gumam Bee bingung ketika ia memainkan wajah suaminya sejak tadi namun Zayn sama sekali tidak merasa terganggu.


"Sayang.....ayo bangun" ucap Bee berbisik dengan manja nan menggoda.


Zayn masih tidak bergeming, membuat Bee kesal.


"Hei....Zayn, kenapa kau tidur seperti orang mati" gumam Bee lagi, ia memainkan pipi dan hidung pria itu.


"Hmmmm" hanya itu yang terdengar dari mulut lelaki pujaannya.


"Zayn...." rengek Bee lagi menggoyangkan badan pria ini.


"Ada apa Bee? aku masih mengantuk" jawabnya pelan dengan mata masih terpejam.


"Aku sudah bangun, kau pun harus bangun" ucap Bee lagi berniat mengerjai prianya.

__ADS_1


Bee menaiki tubuh suaminya seraya mencium gemas seluruh wajah Zayn hingga leher pria itu, sesekali ia menggigit dagu dengan rengekan menggoda. Pria mana yang tahan diperlakukan seperti ini meski masih mengantuk Zayn memaksa matanya melebar sempurna, ia hanya bisa tersenyum dan melingkarkan kedua tangannya mengunci pinggang sang istri yang masih berada diatas tubuhnya.


"Bangun.....ini sudah mau subuh" ucap Bee lagi memainkan hidung mancungnya di pipi Zayn dengan mesra.


"Kau menggodaku?" tanya Zayn menatap penuh arti.


Lalu ia membalikkan posisi Bee berada dibawah, tanpa basa basi ia menjatuhkan wajahnya dileher jenjang istri tercinta, Bee terkekeh geli namun ia menerima semua perlakuan suaminya, mendamba satu sama lain adegan itu tentu berakhir dengan mengulang percintaan panas semalam setelah sekian lama berpisah.


Bee bahagia tubuhnya hanya tercipta untuk Zayn seorang tidak ada suami kedua atau berapapun, ia bersyukur bisa kembali merajut rumah tangga bersama pria itu yang bahkan menjadi cinta pertamanya sejak dulu, belum ada yang berubah dengan perasaannya terhadap Zayn, begitupun lelaki ini. Mereka hanya terlibat kesalahpahaman namun tidak sekarang, proses kedewasaanlah yang membawa kebahagiaan mereka hingga saat ini dan tentunya berharap hingga nanti.


*****


Duduk di balkon kamar yang menghadap matahari pagi, ditemani sarapan mewah ala pelayanan khusus pengantin baru persembahan dari hotel itu.


Bee masih tidak beranjak dari pangkuan sang suami, memakai jubah tidur berbahan sutra lembut, perempuan yang sudah melepas status jandanya sejak kemarin ini meringkuk nyaman dalam dekapan Zayn yang bertelanjang dada dan hanya memakai boxer saja. Mereka berjemur dibawah hangatnya mentari pagi mengawali hari-hari bahagia mereka hingga nanti.


"Bee....apa kau tertidur?" tanya Zayn heran sebab istrinya hanya diam saja sejak tadi.


"Kau bahagia?" tanya Zayn lagi.


"Tidak pernah sebahagia ini Zayn, aku mencintaimu....." jawab Bee mengecup bibir lelaki itu dengan lembut.


"Ingin berbulan madu?"


"Mau.....aku tidak ingin melewatkan momen terbaik saat bersamamu Zayn, ayo kau mau membawaku kemana?"


"Bagiku setiap detik bersamamu adalah momen terbaik dalam hidupku, meski kau sering menyebalkan akhir-akhir ini" jawab Zayn terkekeh.


Bee membesarkan matanya, ia menggigit gemas bibir suaminya.


"Menyebalkan tapi kau tetap cinta bukan?"

__ADS_1


"Cinta mati sayang..... baiklah kemana saja kau mau? kita bisa ajak keluarga juga jika kau berkenan" jawab Zayn membelai pipi istrinya dengan sayang.


"Itu bukan bulan madu namanya, bulan madu tentu hanya kita berdua saja" jawab Bee mengerucutkan bibirnya kedepan.


"Kau tidak ingin mengajak keluarga mu ikut berlibur?" tanya Zayn heran.


"Kita bisa berlibur bersama mereka lain waktu, ini bulan madu Zayn....hanya kita berdua bukan beramai-ramai, ayolah....bagaimana jika kita ke negara korea misalnya, disana banyak oppa oppa yang memanjakan mata" jawab Bee tersenyum geli membayangkan wajah oppa oppa korea.


"Tidak tidak enak saja....ke negara lain saja" jawab Zayn ketus.


"Bagaimana jika Paris? di sana surga belanjanya para wanita sosialita" ucap Bee bercanda seraya menaikkan alisnya.


"Aku mulai curiga, sejak kapan istriku ini menjadi wanita matre?" tanya Zayn tersenyum.


"Hmmmm tidak ada salahnya menikmati kekayaan suamiku ini, jika bukan aku siapa lagi yang akan membuatmu bangkrut?" jawab Bee tertawa.


"Kau benar juga....baiklah, kita bisa urus itu nanti" ucap Zayn lagi seraya menarik leher Bee.


"Aku hanya bercanda Zayn, kemana pun aku mau....di dalam negeri juga tidak masalah yang penting bersamamu, aku sangat bahagia Zayn bukan tentang cintaku saja tapi juga tentang Rayyan aku tidak mau putra kita mempunyai keluarga yang tidak utuh, lupakan salah paham yang lalu, ketahuilah aku mencintaimu lebih dari apapun, aku ingin bersamamu sampai tua nanti, jangan tinggalkan aku lagi oke..." ucap Bee dengan perasaan terdalam.


Zayn tersenyum "Itu yang ku inginkan sejak dulu Bee....tidak pernah berubah, sampai kita tua nanti, maaf jika aku lelaki pengecut selama ini"


Bee menggeleng pelan, ia meraih wajah suaminya berciuman lama dibawah silaunya matahari, tidak membuat pasangan ini surut dalam bermesraan, tangan lelaki ini tidak bisa dikendalikan lagi, bermain di area dada istrinya membuat suara lenguhan dari bibir Bee pun keluar sebagai tanda ia pun menginginkan hal yang lebih.


Zayn tidak memberi ruang bagi perempuan ini mengelak, ia menggendong tubuh seksi itu menuju ranjang lagi, membaringkannya disana melepas tautan bibir, pria ini menatap penuh cinta seraya membelai wajah sang istri.


"Aku mencintaimu Bee.....kita akan buat anak yang banyak" goda Zayn lagi.


"Aku menurut saja sayang, apapun yang kau inginkan, aku siap melahirkan banyak keturunan untukmu....hmmm tidak tidak, tiga saja cukup Zayn" jawab Bee dengan rengekan manja.


Pria ini tidak menggubris lagi, ia mengecup dagu Bee lalu berciuman lagi dan lagi dengan napas saling memburu keduanya pun terlarut dalam suasana layaknya pengantin baru yang hanya memikirkan adegan ranjang saja.

__ADS_1



__ADS_2