Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Lanjutan 39


__ADS_3

Embun yang membasahi dedaunan hijau pagi ini, udara terasa sangat sejuk seakan menusuk ke tulang-tulang seorang perempuan yang menengadah ke langit sambil memejamkan matanya, ada tetes bening mengalir disana.


Menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan secara berulang ia lakukan demi menetralisir perasaan pilu yang terus terjadi dalam dadanya beberapa hari terakhir, waktu begitu cepat berlalu bagi Bee yang tengah menghadapi ujian terberat dalam hidupnya dimana pria satu-satunya yang ia cintai telah benar-benar melepaskannya dalam kesalahpahaman yang terus digulirkan oleh sang perempuan yang menjadi madunya satu tahun terakhir, iya Bee telah kalah dan Kasih lah yang tengah tersenyum puas sekarang.


Zayn menceraikannya persis seperti yang tertuang dalam perjanjiannya dengan Kasih, lelaki itu hanya terlarut dalam kekecewaan mendalam yang dibutakan oleh kata-kata dari istri pertamanya Kasih, mereka resmi berpisah setelah Bee lepas dari masa nifas seperti janji pria itu, dan lebih menyakitkan bagi perempuan yang baru ditinggalkan itu adalah dimana ia memang tidak bisa memiliki salah satu dari dua lelaki berarti dalam hidupnya, Zayn bahkan mengambil putranya sejak hari pertama melahirkan, bahkan perempuan ini tidak diberi kesempatan untuk menyusui bayi lelaki itu.


Kasih tentu saja menjalani sandiwaranya dengan baik di hadapan sang mertua, namun hanya berlangsung selama masa nifas palsunya saja, di luar dugaan rencana yang ia harap berjalan lancar selama yang ia mau itu tidaklah berjalan mulus sebab dengan Zayn telah menceraikan Bee pun tidak membuat pria itu melirik sedikitpun padanya, Zayn bahkan lebih dingin dari biasanya.


Pria itu hanya berfokus pada sang putra saja, ia menghormati orangtuanya yang tampak bahagia dengan kehadiran seorang Zayn junior dalam keluarga itu, Kasih mulai cemburu perhatian sang mertua hanya tertuang pada bayi tampan itu saja, semakin lama ia merasa bosan mengasuh Rayyan nama dari putra tirinya tersebut yang tidak pernah bisa diam jika bersamanya, seakan Rayyan mengerti bahwa perempuan ini bukanlah ibu kandungnya, tidak ada kontak batin di antara mereka, bahkan bayi lelaki yang baru berumur dua bulan ini lebih sering tidur bersama neneknya.


"Huh.....astaga, bahkan hingga sekarang aku tidak mendapatkan apa-apa dari bayi sialan itu, Zayn telah berpisah dari Bee namun tidak juga membawa keuntungan apapun bagiku" umpat Kasih kesal menatap wajahnya di cermin.


Mereka tinggal satu kamar namun hingga saat ini Zayn masih tidur di atas sofa sambil memeluk putranya diatas dada, Zayn sama sekali tidak menghiraukan Kasih sedikitpun.


Hingga suatu pagi Zayn menyerahkan sebuah map pada perempuan bergincu merah itu.


"Zayn apa ini?" tanya Kasih heran.

__ADS_1


"Baca sendiri" jawab Zayn singkat sambil terus menggendong putranya yang masih terlelap.


Kasih membacanya dengan teliti.


"Zayn? kenapa kau melakukan ini? bukankah kau sudah berjanji tidak akan menceraikanku?" sahut Kasih emosi.


"Apa kau lupa itu jika aku masih bersama Bee, tapi sekarang sudah tidak berlaku lagi....kau pun bisa bebas sekarang, aku sudah muak dengan kepalsuanmu, pergilah dari sini aku tidak peduli kau membongkar semuanya pada orangtuaku, aku tidak mau melihatmu lagi.....kau akan mendapatkan uang yang kau impikan selama ini" jawab Zayn enteng dan datar.


"Zayn.....kau tidak bisa melakukan ini padaku? kau sendiri yang berjanji, aku sudah berhasil membuatmu menikahi Bee, tidak aku tidak mau bercerai"


*******


Sudah seperti biasa, Rayyan akan di asuh oleh mama Zayn jika pria itu ke rumah sakit, entah kenapa meski mama Zayn percaya pada Kasih bahwa perempuan itu adalah ibunya Rayyan namun perempuan paruh baya itu lebih percaya tangannya sendiri yang mengasuh sang cucu, mengingat Kasih tidak seperti ibu pada umumnya yang secara gamblang mengatakan tidak mau menyusui bayi itu sejak lahir dengan alasan tidak ingin tubuhnya melar dan kendor, tentu saja hal itu membuat ibunya Zayn merasa lain pada menantunya itu.


"Kasih.....bisa kau menjaga anakmu sayang, mama ada tamu sebentar, ada teman lama yang datang berkunjung, Rayyan sedang tidur dikamarnya, kau harus lebih dekat dengan Rayyan sayang....kau ibunya, jangan biarkan dia jauh darimu sejak kecil, ayo biarpun dia sering menangis jika bersamamu tapi biasakan itu Kasih biar bagaimanapun Rayyan akan tetap butuh ibunya dari pada seorang nenek" ucap mama Zayn memberi pengertian pada menantunya itu.


"Iya ma..." jawab Kasih singkat namun kesal.

__ADS_1


Perempuan ini pun masih saja berpikir tentang surat cerai yang sudah ditangani oleh Zayn pagi tadi, ia tengah bingung mencari cara agar tidak bercerai karena ia belum mendapat apa-apa dari rencananya itu, meski Zayn akan memberinya uang, namun itu tidaklah sama dengan harta yang ia mau.


Kasih menatap Rayyan yang pulas tertidur di ranjang bayinya, karena kesal ia mencubit pipi Rayyan hingga memerah tentu saja hal itu membuat Rayyan menjadi terbangun dan menangis.


"Kau sama menyebalkannya dengan ibumu.....aku membencimu Rayyan, aku sudah bersusah payah menjalankan rencana ini tapi apa yang aku dapat? aku bahkan tidak mendapatkan apa-apa dari hadirnya dirimu padahal akulah yang paling berjasa hingga kau lahir kedunia ini, aku sudah berhasil menyingkirkan ibumu, kau pikir enak mengasuh bayi rewel sepertimu? aku malah dicampakkan oleh ayahmu yang menyebalkan itu" umpat Kasih pada Rayyan yang terus menangis.


"Diamlah bayi sialan.....tidak kau maupun orangtuamu kalian semuanya sama saja, kalian menyebalkan Rayyan, aku membencimu aku menyesal membantu ayahmu menikahinya dulu jika aku juga yang rugi seperti ini, diam ayo diam atau kau akan ku pukul" ucap Kasih lagi dengan marahnya pada bayi yang tidak tahu apa-apa.


"Apa maksudmu Kasih? siapa yang kau sebut sebagai ibunya Rayyan?"


"Mama?" Kasih tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya pada saat sang mertua yang sudah berdiri di sampingnya saat ini.


#####


hmmmm gimana ya? lanjut ga sih?


lanjut lah ya.....

__ADS_1


__ADS_2