
Bee selalu menghindar jika Zayn visit ke ruang Anggrek, ia selalu mencari alasan agar tidak bertugas menemani dokter tampan itu melakukan kunjungan pasien, terkadang Bee sengaja menghilang dengan alasan ke kamar pasien lain untuk melakukan tindakan keperawatan agar ia tidak bertemu pria itu.
Namun berbeda dengan Zayn, ia sengaja berlama lama di ruang Anggrek agar mempunyai kesempatan untuk bicara pada gadis itu. Seperti hari ini Zayn sengaja ingin ditemani perawat tercantik di ruang itu untuk melakukan visit dengan alasan Bee yang tengah bertanggung jawab akan pasiennya hari ini.
Karena kepala ruangan yang menugaskannya terpaksa Bee mengiyakan permintaan Zayn.
Bee terlihat bersikap biasa, ia mencoba untuk profesional saja ketika berhadapan dengan pasien.
Kebetulan teman sejawat yang lain tengah berada di kamar pasien pada jam sibuk tindakan keperawatan, tidak ada perawat lain yang berada di nurse station ketika Zayn dan Bee kembali untuk mengisi laporan dan Zayn yang akan menuliskan terapi obat untuk pasien yang baru saja ia kunjungi.
Bee terlihat dingin, ia diam saja bicara seperlunya itu pun tentang pasien.
"Bee....." Panggil Zayn dengan berani ia menyentuh tangan Bee yang tengah menulis dihadapannya.
Bee segera menarik tangannya itu.
"Apa ada lagi yang dokter ingin bicarakan?" dengan nada formal dan tetap sopan.
"Please....jangan memanggilku begitu ketika kita berdua, aku hanya ingin menanyakan kabarmu saja, kemana kau selama ini? aku tidak berhasil menemukan alamatmu" jawab Zayn sendu dengan tatapan dalam.
Bee tersenyum getir.
"Untuk apa kau mencariku? bukankah kau sudah berbahagia bersama istrimu, maafkan aku tolong jangan bahas masa lalu, aku senang kau berhasil menjadi dokter spesialis jantung seperti yang kau cita-cita kan. Mari kita bekerja profesional disini" jawab Bee membalas tatapan Zayn, namun dengan cepat ia memutuskannya.
"Aku mencintaimu Bee.....masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah dengan perasaanku hingga saat kita bertemu kemarin aku merasa ingin gila, aku bahagia bertemu dengan mu kembali, aku menikah hanya memenuhi wasiat itu saja, maafkan aku Bee...."
Ucap Zayn yang membuat Bee merasa kesal seketika bagaimana bisa Zayn masih berani menyatakan cinta dalam kondisi seperti ini terlebih statusnya sebagai seorang suami.
Bee menarik napas dalam lalu berkata.
"Huh.....aku kecewa padamu Zayn, tidak pantas seorang suami menyatakan cinta padaku sementara istrimu menunggu dirumah, maafkan aku Zayn, aku tidak ingin berdebat...ku tegaskan kau dokter disini dan aku perawat, kita adalah rekan kerja sekarang"
Bee melanjutkan tulisannya.
"Maaf jika membuatmu tidak nyaman Bee, meski begitu aku bersyukur bisa bertemu denganmu setelah sekian lama, aku masih sama seperti dulu masih mencintaimu, aku hanya ingin kau tahu itu"
Bee tidak menjawab lagi, beruntung sudah banyak teman sejawat Bee yang kembali dari kamar pasien hingga Bee merasa terselamatkan.
******
Hari-hari pun berlalu, Zayn semakin bersemangat untuk visit ke ruang Anggrek, entah kenapa Zayn seperti menemukan kembali jati dirinya setelah bertemu Bee.
__ADS_1
Namun ada yang berbeda hari ini, pria itu menahan kesal ketika tidak sengaja ia bertepatan dengan dokter Bayu melakukan visit di jam yang sama.
Zayn kalah langkah, dokter bayu lebih dulu mengajak Bee untuk mendampinginya melakukan visit seperti biasa yang mereka lakukan.
Bee terlihat selalu tertawa bersama Bayu, iya pria itu adalah dokter yang humoris dan selalu menyenangkan jika datang ke ruang Anggrek terlebih ia sudah satu tahun terakhir gencar ingin mendekati perawat tercantik itu namun sangat sulit untuk ditaklukkan.
"Ayolah dokter Bayu, aku lelah tertawa" jawab Bee masih terkikik geli dengan lelucon Bayu.
"Itu yang akan aku lakukan setiap hari jika kau menerimaku Bee..." ucap Bayu tiba-tiba serius.
Bee terdiam, ia belum bisa menjawab setiap kata itu terlontar dari dokter Bayu, meski Bee sudah sering mengatakan bahwa dirinya belum siap membuka hati kembali namun tentu tidak menyurutkan niat dokter Bayu untuk tetap gigih ingin menaklukkan hati yang telah lama patah itu.
"Ayolah Bee jangan terlalu serius, aku akan menunggu jawabanmu sampai bisa menerimaku, ayolah jangan diam saja...." Ujar dokter Bayu kembali.
Bee mengangguk, mereka melanjutkan jalannya menuju nurse station yang terdapat dokter Zayn disana.
Zayn menatap Bee sendu, ia tidak menduga rekan kerja nya Bayu ternyata sudah lebih dulu mendekati gadis itu.
"Dokter Zayn kau sudah datang? kenapa belum ke pasien mu?" tanya Bayu berbasa basi.
Bee diam saja, ia melanjutkan pekerjaannya.
"Dokter Zayn ingin di dampingi Bee untuk visit hari ini" jawab Toni teman sejawat Bee yang berdinas pagi itu.
"Karena Bee lebih tahu kondisi pasiennya, ayo Bee kau bisa menemaniku sekarang" jawab Zayn datar.
"Baik dokter" jawab Bee singkat, ia langsung saja menyiapkan map pasien yang akan dikunjungi Zayn.
Bayu merasa kesal padahal ia berniat masih ingin mengobrol dengan gadis itu.
****
"Kenapa kau tampak dekat dengan Bayu?" tanya Zayn yang sudah tidak bisa menahannya sejak tadi.
Bee menghentikan langkah sebelum masuk kamar pasien, ia menoleh pada Zayn heran.
"Kami hanya bekerja profesional, tidak ada yang istimewa semua sama, dokter Bayu dekat dengan semua perawat disini" jawab Bee pelan.
Zayn merasa sedikit lega mendengar itu, entah kenapa ia sangat cemburu melihat Bee bisa tersenyum lepas ketika bersama Bayu, bahkan senyum itu dulunya hanya untuk Zayn seorang.
Mereka terus bekerja seperti biasa sampai bulan berikutnya, meski Zayn harus lebih cepat datang daripada Bayu ketika jadwal visit, ia tidak membiarkan Bayu mendekati Bee walau sebentar, namun tanpa Zayn sadari Bayu bahkan sering mengajak Bee makan bersama ketika jam istirahat hanya saja Zayn tidak mengetahui hal itu.
__ADS_1
****
"Kak Kasih? astaga kenapa kakak bisa ada di rumah sakit ini?" tanya Bee ketika tidak sengaja bertemu Kasih di rumah sakit tempat ia bekerja.
"Bee...kau bekerja disini?"
Bee mengangguk.
"Aku sudah pernah bilang padamu bahwa suamiku seorang dokter Bee, aku kesini untuk meminta uang padanya karena kartu ku telah sampai limit"
"Oooo begitu, bagaimana apa kakak sudah punya anak? bukankah sudah lama kakak menikah bukan? maaf jika aku lancang"
"Slow down baby....tidak usah sungkan, kau tahu sendiri aku seperti apa Bee, anak bukanlah prioritasku, lagi pula aku takut tubuhku melar jika melahirkan jadi aku tidak mau punya anak, itu pasti merepotkan" jawab Kasih sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
"Astaga kak....jangan bicara seperti itu, semua wanita pasti ingin memilikinya"
"Terkecuali aku Bee....sudahlah, kau mau kemana? aku baru pertama kemari, ayo tunjukkan padaku ruangan dokter......" ucapan Kasih menggantung ketika matanya melihat sosok pria yang dia maksud.
"Sayang....." panggil Kasih pada Zayn yang tengah berjalan sesama dokter tidak jauh dari mereka.
Bee ikut menoleh ke arah mata Kasih tertuju, ia mengernyit heran karena Kasih memanggil ke arah pria itu.
Zayn mendekat dengan wajah datar, ia tersadar ketika matanya menangkap sosok Bee berada disamping istrinya.
"Sayang untung kita bertemu disini jadi aku tidak perlu lagi mencarimu kemana-mana, ayo pinjamkan aku kartu mu, kartu ku sudah mencapai limit, aku ada keperluan penting" ucap Kasih santai, ia sudah terbiasa seperti itu.
Zayn malah menatap Bee, bukan menjawab istrinya, Bee hanya bisa memalingkan wajahnya kesamping, sungguh perempuan cantik itu tidak menyangka Kasih lah yang menjadi istri dari mantan kekasihnya itu.
"Sayang....kenapa kau malah menatap Bee? apa kau mengenalnya? hei Bee....ini suamiku dokter Zayn" kembali Kasih mengenalkan mereka.
"Kami sudah kenal" jawab Zayn datar.
"Astaga aku lupa kalian kan bekerja disini, baiklah aku tidak bisa berlama-lama, ayo berikan kartu mu" pinta Kasih kembali.
Zayn tidak menjawab, ia langsung saja mengeluarkan dompetnya dan memberikan apa yang Kasih inginkan.
"Sampai jumpa Bee, senang bertemu dengan mu disini" Kasih menyentuh pundak Bee ingin berpamit, Bee hanya diam sambil mengangguk saja.
Kemudian Kasih mencium pipi Zayn sebelum akhirnya wanita itu berlalu.
Bee memejamkan matanya sejenak menetralisir sebuah perasaan aneh menjalar ketika melihat Kasih mencium pipi Zayn didepannya.
__ADS_1
Tanpa berkata lagi Bee ingin cepat berlalu dari hadapan pria itu, namun tangan Zayn lebih dulu menggapai pergelangan tangannya.
"Jelaskan padaku bagaimana kau mengenal Kasih?"