
Zayn mematung, berdiri dengan kedua tangan dipinggang dan kepala menengadah ke atas, ia menarik napas dalam dan menghembuskannya kasar.
Sungguh sesak dada pria ini, begitu frustasi mendengar bahwa Bee telah menerima perasaan Bayu, membuatnya meradang luar dalam, ia tidak ingin kehilangan perempuan cantik itu lagi untuk yang kedua kalinya.
Namun ia tersadar bahwa sikapnya baru saja menyakiti gadis itu, ia menyesal telah membuat Bee menangis hari ini. Karena terlalu kalut akhirnya Zayn meninggalkan ruangan dokter tanpa menghiraukan map pasien yang telah di antarkan oleh Bee tadi.
Tanpa mereka sadari rupanya tidak hanya mereka berdua yang berada dalam ruangan itu, seseorang keluar dari toilet yang berada disudut ruangan.
"Aku rasa rumah sakit ini akan gempar jika video ini ku sebar, astaga.....skandal yang manis nona Bee"
Ucap seseorang tersebut sambil tersenyum penuh arti menatap layar ponselnya.
******
Bee menyelesaikan pekerjaannya dengan tidak bersemangat sejak kejadian pagi tadi bersama Zayn.
Ia sudah berjanji akan pulang bersama dokter Bayu siang menjelang sore ini, karena motornya dipakai Rafly untuk bersekolah.
Bee menunggu dokter Bayu di depan rumah sakit, ia terus saja menunduk perasaannya tidak menentu sekarang. Ia merasa terluka mendapat perlakuan Zayn pagi tadi, ia tidak menyangka Zayn bisa begitu menggilainya sekarang itu membuatnya semakin terluka dimana tidak bisa bersatu dengan keadaan Zayn sudah beristri.
Jika saja Zayn bukanlah seorang pria beristri tentu Bee akan menerima kembali pria itu karena memang cinta mereka masih kuat satu sama lain.
Bee tidak bisa terus seperti ini, ia akan di anggap perebut suami orang jika Zayn masih memasuki hidupnya, maka dari itu Bee ingin mencoba untuk menerima dokter Bayu dalam hidup gadis ini.
"Hei.....kenapa termenung? sudah siap?" sapa Bayu ketika menyadarkan Bee dari lamunannya.
Bee tersenyum.
"Ayo....aku sudah siap"
"Bagaimana jika kita makan dulu, ayolah kau sedang berulang tahun, aku ingin kita merayakannya berdua sekaligus tanda terimakasih ku kau sudah mau menerimaku setelah satu tahun aku berjuang" ucap Bayu terkekeh, raut bahagia tampak jelas pada wajah dokter tampan nan baik hati ini.
Bee kembali tersenyum dan mengangguk.
Bayu membuka pintu mobil untuk perempuan pujaannya ini, kemudian ia menyusul masuk ke pintu kemudi.
"Mari berkencan nona Bee"
Deg...Deg... Bee merasakan detak jantungnya kembali gusar, ia terbiasa mendengar kalimat itu dari Zayn ketika mereka akan pergi kencan pada saat dulu mereka pacaran.
Bee hanya tersenyum getir menatap wajah sumringah Bayu disampingnya.
Zayn menatap mereka dengan perasaan terluka, ia merasa hancur ketika melihat jelas wajah Bayu menatap Bee dengan penuh damba ketika mereka akan masuk mobil, Zayn yang juga berada di parkiran tidak jauh dari mereka kembali meradang, ia menendang keras ban mobilnya kesal.
Ingin rasanya Zayn menarik Bee dari hadapan Bayu tapi itu tidaklah mungkin, namun Zayn tetap tidak ingin membiarkan mereka bersama maka dari itu dengan cepat Zayn menyalakan mesin mobil kemudian mengikuti arah mobil Bayu di depannya.
******
Bee mengajak Bayu untuk pulang lebih dulu agar ia bisa berganti pakaian, tanpa mereka sadari Zayn terus mengikuti mereka kemanapun pergi.
Zayn kembali mengeraskan rahang ketika melihat Bee berdandan cantik dengan dress panjang berbahan denim dengan hijab berwarna cokelat tampak cantik luar dalam. Hingga Bayu menjadi terpesona akan hal itu.
__ADS_1
Terlebih Zayn, ia tidak akan membiarkan kencan mereka berjalan mulus, ia tetap mengikuti kemana arah mereka melaju.
Sampai pada sebuah restoran yang rupanya telah di reservasi oleh Bayu khusus untuknya merayakan ulang tahun Bee disana.
Bee terkesiap melihat beberapa balon berbentuk hati berwarna warni, sebuah kue ulang tahun sederhana terbuat dari cokelat itu sudah tersedia disana dengan lilin angka 23 sudah menyala.
"Mas Bayu.....ini terlalu berlebihan, astaga.....aku merasa malu untuk mendapatkan ini semua" Bee tidak bisa menahan keharuan, kemudian ia terdiam sejenak mengingat Zayn dulu juga melakukan ini padanya setiap ulang tahun.
Sekarang Bayu yang melakukannya setelah lima tahun Bee tidak merasakan hal seperti ini.
"Hei....jangan melamun, ayo...aku tahu kau terharu" Bayu terkekeh melihat raut menggemaskan Bee yang disampingnya.
Mereka duduk, Bee tertawa lepas ketika mendengar lelucon Bayu setelah acara tiup lilin, Bayu mengambil photo berdua dengan kue ulang tahun berada di tengahnya, Bee tersenyum manis begitu juga Bayu tampak sangat bahagia dan menikmati momen itu.
Terkecuali Zayn yang mengikuti mereka sejak tadi, pria ini memilih duduk di meja yang lebih sudut agar mereka tidak mengetahui keberadaannya, Zayn kembali menggertakkan giginya geram melihat Bee menikmati acara itu.
Zayn tidak ingin diam saja, pria ini memanggil seorang pelayan dan membayarnya agar menumpahkan segelas jus strowberry di pakaian Bayu.
Ia tersenyum puas ketika jus itu membasahi pakaian Bayu.
"Maafkan saya tuan....maaf saya tidak sengaja, lantainya licin, saya mohon maaf sekali tuan" ucap pelayan itu memelas.
Bayu ingin marah namun ia mengurungkannya karena tidak ingin terlihat oleh Bee sifat tempramennya jika sudah merasa di ganggu oleh seseorang.
"Mas Bayu....ayolah jangan marah, dia sudah meminta maaf, ayo kita bersihkan saja" ucap Bee, ia tidak ingin ada keributan disana.
"Tidak apa....sudahlah anda bisa pergi, saya bisa bersihkan sendiri" ucapnya kemudian di angguki oleh pelayan.
Bee menolong Bayu mengelap sisa jus tadi dengan tisu, hal ini tentu tidak di inginkan oleh Zayn, ia kira tidak akan gagal namun malah Bee memberikan perhatiannya.
Namun tidak lama, karena noda tadi sangat mengganggu akhirnya Bayu pamit untuk membersihkannya di toilet saja.
Zayn tersenyum puas, ia tidak membuang waktu segera ia menghampiri Bee tanpa basa basi setelah melihat Bayu pergi kebelakang.
Zayn menarik tangan Bee paksa, ia membawa gadis itu keluar dari restoran, Bee terkejut bukan main bagaimana bisa Zayn juga berada disana saat ini.
"Zayn? ada apa ini? kenapa kau mengajakku keluar?" Bee mencoba melepaskan diri namun Zayn lebih kuat.
"Zayn lepaskan tanganku, ini sakit...kau mau membawaku kemana?"
Zayn diam saja sampai mereka sudah berada didekat mobil Zayn.
Pria itu membuka pintu mobil dan memaksa Bee untuk masuk, lalu ia menyusul masuk.
"Zayn jangan konyol, bagaimana dengan dokter Bayu" kesal Bee sedari tadi usahanya untuk lepas sia-sia.
"Aku tidak peduli padanya, aku sudah bilang aku tidak akan membiarkan kau bersama pria itu" jawab Zayn santai sambil menjalankan mobilnya meninggalkan area restoran.
"Kau gila, berhenti ku bilang Zayn, jangan seperti ini kau memang benar-benar keterlaluan, turunkan aku Zayn" pekik Bee kesal.
__ADS_1
"Kita akan pulang, aku tidak rela kau pergi bersama pria lain, apa ini kau bahkan berdandan cantik seperti ini, aku cemburu" Tatap Zayn tajam pada Bee.
"Oh.....astaga, ini benar-benar gila" Bee kehabisan kata-kata.
"Aku memang gila, jika kau mau ikut gila kita bisa ke rumah sakit jiwa sekarang, jangan membuatku membunuh pria itu" jawab Zayn serius.
"Apa?....." Bee menggeleng kesal ia tidak tahu harus menjawab apa sekarang, ia bingung terlebih ingat Bayu yang ia tinggalkan sekarang.
Maka darinya Bee membuka ponselnya, ia mengirim pesan minta maaf pada Bayu dengan alasan ia mendapat telepon dari adiknya yang mengharuskan Bee pulang.
Zayn merampas ponsel itu dan melemparkannya ke bangku belakang.
"Zayn...." Bentak Bee kesal.
"Aku tidak mau kau menerima telepon dari pria itu" jawab Zayn enteng.
"Turunkan aku" perintah Bee.
"Tidak"
"Berhenti ku bilang, aku ingin turun"
"Tidak ya tidak"
"Baiklah.....aku akan loncat keluar" ancam Bee.
"Sebelum itu terjadi aku akan menabrakkan mobil ini ke truk di depan kita, biar kita sama-sama mati" lagi-lagi Zayn berkata enteng namun terus fokus mengemudi.
Bee kehilangan kata-kata.
"Haaaaaa...kau pria paling menyebalkan" pekik Bee di telinga Zayn dengan kesal.
"Aku juga mencintaimu"
"Huh...aku bisa gila"
"Kau mau ku antar pulang atau ke rumah sakit jiwa?" tanya Zayn menggoda.
"Aku rasa kau perlu di ruqiyah Zayn" Bee menatap kesal.
Zayn malah tersenyum manis membalas tatapan netra cokelat milik Bee.
"Mmuach...." Zayn mencium dari jauh.
"Iiiiiiii....menjijikkan" jawab Bee tidak habis pikir.
"Tapi kau menikmatinya bukan?" Zayn melirik seraya menggoda.
"Ueeekk" Bee memasang wajah ingin muntah.
Zayn terkekeh, sungguh ia merasa gemas dengan gadis yang terus membuatnya tergila-gila.
__ADS_1