Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 42


__ADS_3

Zayn masuk tergesa-gesa untuk mencari keberadaan jandanya yang belum terlihat sejak tadi bahkan ia tidak menghiraukan bi Sumi yang berusaha akan menjelaskan padanya.


"Bee.....sayang kau dimana?" pekik Zayn seraya berjalan kedapur dan ke halaman belakang, tidak ada siapa-siapa disana.


Lalu pria ini masuk ke kamar, pun tidak ada wanita yang ia cari sejak tadi, ia mengusap wajahnya kasar dan kembali berjalan gontai menuju ruang tamu dimana orangtuanya dan bi Sumi sedang berada.


"Zayn tenanglah.....beri kesempatan bi Sumi untuk bicara" ujar mama Zayn sambil memberikan botol susu pada cucunya yang sudah bangun dan menangis karena haus.


"Aku tidak menemukannya" jawab Zayn tertunduk lesu.


"Ayo bi Sumi kau bisa bicara dan jelaskan kemana Bee sekarang?" ucap papa Zayn dengan sopan.


"Maaf tuan dan nyonya, memang benar nona Bee tidak disini sekarang, beliau pamit pada saya untuk mengunjungi orangtua dan adik-adiknya satu minggu yang lalu, namun hingga sekarang belum juga kembali semula nona mengatakan hanya pergi untuk beberapa hari saja namun baru kemarin nona Bee menghubungi saya bahwa tidak akan kembali lagi kesini karena sudah mendapat pekerjaan disana, beliau hanya menitipkan rumah ini jika suatu saat tuan Zayn datang untuk mengambilnya" jawab bi Sumi pelan.


"Apa?" Zayn begitu terkejut mendengarnya, bahwa wanita yang sedang ia cari saat ini memang pergi dari rumah mereka bahkan disebutkan tidak akan kembali lagi kesini.


Sungguh frustasi Zayn mendengarnya.


"Bagaimana bisa bi? apa dia meninggalkan pesan lain atau meninggalkan alamat yang bisa aku susul kesana?" tanya Zayn cepat.


Bi Sumi menggeleng pelan sekaligus takut.


"Nona tidak meninggalkan pesan apapun tuan, hanya menitipkan rumah ini saja menjelang tuan Zayn datang untuk mengambilnya, nona memang sempat depresi setelah melahirkan dan pulang kesini, namun Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik tuan...makanya nona ingin bertemu adik-adiknya untuk melepas rindu dan melupakan sejenak permasalahan rumah tangganya yang telah hancur, ketahuilah tuan Zayn nona Bee tidak seburuk yang tuan kira nona melakukan itu atas ancaman nona Kasih yang akan menyebarkan video kalian dan akan mencelakai kedua adiknya jika nona menolak perjanjian itu, nona Bee sangat stress terpisah dari putranya" jawab bi Sumi menangis.


Pelayan setia Bee ini sudah tidak bisa menahannya, ia sangat ingin mengatakan itu pada majikannya itu agar hatinya puas dimana ia juga merasa terluka melihat Bee terus bersedih dalam dua bulan ini.


"Kau dengar Zayn? kau dengar itu baik-baik tidak ada seorang ibu yang rela menyerahkan anaknya pada perempuan lain jika tidak ada alasan kuat dibaliknya, kau puas sekarang? Rayyan semakin jauh dari ibu kandungnya sekarang apa yang akan kau lakukan...." kembali papa Zayn mengungkapkan kekesalannya.


Zayn hanya tertunduk tidak bisa berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


"Kita bisa menyusulnya kesana bukan? ayo Zayn tunggu apalagi, kau harus memperbaiki semuanya mama tidak akan rela Rayyan tumbuh tanpa seorang ibu, jangan menambah dosa lagi....kasihan Bee, pasti ini sangat sulit baginya" ucap mama Zayn kembali bersemangat, ia tidak ingin menyia-nyiakan waktu.


"Aku tidak tahu alamatnya ma....." jawab Zayn sendu.


Brak, bunyi gebrakan meja papa Zayn kembali emosi mendengar jawaban dari putranya itu membuat semua orang terkejut tak terkecuali sang cucu yang langsung menangis mendengarnya.


"Astaga Zayn......pria macam apa kau ini? aku benar-benar gagal mendidikmu, kau bahkan tidak tahu dimana alamat mertuamu? ya Tuhan......" papa Zayn geleng kepala, ingin sekali ia melayangkan pukulan pada putra tunggalnya itu.


"Aku memang pria bodoh" jawab Zayn datar.


"Bi Sumi....mana nomor ponsel Bee yang bisa kita hubungi?" tanya mama Zayn optimis.


"Maaf nyonya, sejak terakhir nona menghubungi saya kemarin ponselnya sudah tidak aktif lagi hingga sekarang, maafkan saya nyonya saya juga tidak tahu dimana alamat orangtua nona Bee....hanya kota nya saja, kota x"


Zayn mengusap wajahnya kasar, ia berdiri kembali masuk ke kamar mereka untuk mencari sesuatu yang mungkin bisa menjadi petunjuk alamat mertuanya berada.


Matanya berkaca-kaca ketika membuka lemari, masih terdapat beberapa pakaian mantan istrinya disana, gaun tidur seksi yang biasa Bee pakai ketika meringkuk nyaman didalam dekapannya, kotak perhiasan yang isinya masih lengkap disana, beberapa alat make up pun masih tersusun rapi tidak ada yang berubah, Zayn terduduk diranjang dengan perasaan menyesal menguasainya.


******


Bee menatap sendu keluar jendela taksi, sepanjang jalan ia hanya memeluk sang adik perempuan Mawar, mereka sedang dalam perjalanan menuju bandara, Rafly duduk disamping pak sopir.


Perempuan yang sudah menceritakan semua rahasia hidupnya ini pada kedua adik yang ia cintai, Bee memutuskan menerima panggilan kerja yang ia ajukan seminggu yang lalu sejak berkunjung ke rumah ayahnya, dapat rekomendasi dari sang sahabat lamanya Toni, memang lamaran pekerjaan itu cocok untuk profesinya sebagai perawat, namun sekarang ia akan dipanggil sebagai perawat homecare yang akan bekerja pada salah satu keluarga kaya di negara Singapura namun keluarga itu adalah orang Indonesia asli, mereka membuka lowongan untuk mencari perawat profesional yang bisa merawat satu orang lansia.


Tentu saja Bee merasa bersyukur bahwa ternyata dialah yang lulus seleksi secara online dan di terima bekerja disana selain gajinya lumayan besar Bee juga tertarik untuk mencari pengalaman bekerja diluar negeri, tentu juga untuk tetap meneruskan hidupnya yang kian hampa setelah perceraian dan perpisahannya dengan Zayn dan putra yang baru saja dilahirkannya.


Sebelum berpisah Bee memeluk adik-adiknya bergantian.


"Sayang.....kalian harus tetap semangat sekolah, jangan merepotkan ayah dan ibu Nisa....kakak akan menjamin hidup kalian jadi tidak usah berpikir untuk bekerja sambil sekolah, fokus saja pada kuliah dan sekolah kalian oke?" ucap Bee membelai wajah Mawar dan Rafly.

__ADS_1


"Iya kak....aku janji akan fokus belajar dan bisa menjadi kakak terhebatku ini" jawab Rafly.


"Tentu kalian akan menjadi hebat nantinya, ingat sayang kita hanya bertiga saja di dunia ini....tidak ada yang bisa kita andalkan selain semangat dari kita sendiri untuk hidup lebih baik lagi, ingat Mawar kau harus jaga diri baik-baik jangan sembarang mengenal lelaki dan kau Rafly jangan juga memikirkan untuk pacaran sebelum kau lulus"


Mereka mengangguk dan memeluk kakaknya lagi sambil meneteskan airmata, mereka tidak menyangka nasib sang kakak jauh lebih malang dari mereka berdua, mereka menginginkan yang terbaik untuk kakaknya.


Bee melambai tangan pada kedua adiknya, perempuan itu lalu menghilang masuk ke pintu keberangkatan.


********


Tidak lama berselang Zayn keluar dari pintu kedatangan pada bandara yang sama, namun sayang Rafly dan Mawar telah pulang sejak keberangkatan kakak tercinta mereka.


Zayn datang ke kota x sendiri demi mencari alamat mertuanya meski tidak tahu harus kemana, sebab Bee memang tidak pernah mengatakan dimana alamat lengkap ayah dan adik-adiknya tinggal disana.


Setidaknya Zayn lega ia berada di kota yang sama dengan perempuan yang ia cintai, namun setelah keluar dari bandara Zayn kembali menjadi ciut sebab mencari satu orang di kota besar yang tidak tahu harus mencari kemana itu sama seperti mencari jarum ditumpukan jerami, sangat mustahil karena jika hanya berbekal nama mertua dan Bee saja tentu tidak cukup sebab yang memiliki nama sama pun sangatlah banyak.


Zayn yang bodoh. Ego dan marah mengalahkan rasa cinta, sekarang ia sendiri yang mendapatkan ruginya.


Berbeda dengan seorang perempuan cantik mengenakan kemeja kotak-kotak dipadu jeans senada memakai hijab pasmina berwarna cokelat muda sangat kontras dengan wajahnya yang kian memancarkan kecantikan alami. Sudah berada di dalam pesawat, ia menatap sendu jari manisnya yang masih melingkar sebuah cincin berlian bermata saphire yang belum ia lepas sejak menikah dengan Zayn, cincin yang menjadi mas kawin dimana ketika hubungan mereka terikat hanya satu tahun saja.


Bee melepasnya.


"Berbahagialah Zayn.....aku sudah ikhlas sekarang, karena memang sepertinya kau tercipta bukan untukku, aku hanya berharap kak Kasih akan menepati janjinya untuk menyayangi putra kita seperti putranya sendiri, aku juga berdoa agar istrimu berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan hadir seorang bayi yang telah ku lahirkan untuk menyelamatkan rumah tangga kalian, akupun akan melanjutkan hidupku Zayn....aku mencintaimu Zayn, masih mencintaimu tapi aku tidak akan muncul lagi sebagai penghalang, biarlah cinta ini hilang dengan sendirinya, aku tidak menyesal pernah menjadi bagian dari hidupmu jaga putra kita baik-baik"


Ucap Bee dengan perasaan terdalamnya lalu mengecup cincin itu sebelum menyimpannya dalam sebuah kotak kecil berwarna biru dongker, kemudian ia memasukkan kedalam tasnya. Iya Bee resmi melepaskan cincin kawin yang menjadi identitas bahwa ia adalah perempuan bersuami selama satu tahun terakhir, sekarang ia sudah ikhlas menyandang gelar janda sama seperti sang ibunda ketika ditinggal ayahnya.


######


Lanjut?

__ADS_1


Semangat Bee.....tapi author kasihan sama Rayyan jadi ga bisa ketemu mommy nya.


Aduh dilema.


__ADS_2