Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 83


__ADS_3

Akbar memapah tubuh mabuk Yasmin dengan hati-hati masuk mobil, meski ia merasa sangat kesal namun ada perasaan iba melihat gadis itu mengoceh mengeluarkan keluh kesahnya sejak tadi.


Akbar menjalankan mobil perlahan, sesekali ia melirik Yasmin yang memejamkan mata namun masih mengoceh saja sejak tadi membuat Akbar geleng kepala.


"Huh... aku tidak tahu kau berasal darimana Yasmin, tapi kau sungguh tidak berbakat jika ingin menjadi wanita malam, kau merepotkanku saja..... bagaimana jika aku tidak mengikutimu tadi, apa mau hidupmu hancur hanya karena pikiran gila mu itu, hidup tidak sesingkat yang kau pikirkan gadis bodoh" ucap Akbar melirik Yasmin kesal.


Senyumnya terbit ketika mendapati bahwa gadis itu mulai mendengkur halus, tangan Akbar tergerak menyibak rambut yang menutupi sebagian wajah cantiknya, ia memberhentikan mobil sebentar hanya untuk membuka jasnya menutupi tubuh Yasmin yang tampak seksi menggoda dan ia perbaiki posisi tidur gadis itu dengan pelan.


Ketika itu pula ia menatap lama wajah Yasmin yang tertidur polos, tangan Akbar tergerak membelai pipi mulus itu dengan lembut.


"Kau cantik Yasmin" ucapnya tersenyum lalu ia kembali ke posisi dan menjalankan lagi mobilnya menuju pulang.

__ADS_1


*****


Akbar bingung membawa gadis itu kemana, lama ia berputar-putar di jalan, membawa ke kost tidak mungkin meninggalkan Yasmin dalam keadaan mabuk seperti itu, membawa pulang pun ia merasa malu pada pelayan di rumahnya yang tentu belum tidur jam sekarang.


Karena terlalu lama berputar-putar kota sambil berpikir, akhirnya Akbar mantap untuk membawa Yasmin pulang ke rumahnya sebab ia melihat jam sudah menunjukkan cukup larut untuk para pelayan masih berjaga.


Ia menjadi gugup sendiri ketika menggendong tubuh seksi Yasmin masuk, ia melihat sekitar benar saja telah sepi hanya ada para satpam saja yang berjaga itupun mereka lelaki jadi tidak akan peduli dengan apa yang mereka lihat malam ini tentu berbeda jika para pelayan perempuan yang akan bergosip nantinya jika tahu ia membawa Yasmin berpakaian seksi masuk ke rumah dengan cara di gendong mesra seperti itu.


Ketika membaringkan tubuh Yasmin di ranjang, ternyata tangan Yasmin menghentikan Akbar yang ingin segera berdiri, siapa sangka gadis itu malah meraih wajah Akbar dan menatapnya.


"Aku tidak tahu tuan, kenapa wajahmu begitu mirip dengan tuan Akbar, apa kita sudah sampai hotel? oh aku pusing sekali, tapi sesuai perjanjian kau akan membayarku bukan? baiklah kau boleh meniduriku malam ini, tapi ingat lakukan dengan pelan, ini pertama kalinya bagiku, aku perawan tuan....kau sudah berjanji akan membayarku dengan mahal, aku ingin uang itu cukup untuk hidup satu tahun ke depan, atau jika kau mau kau boleh menikahiku menjadikanku istri ke berapapun aku mau, asal kau menjamin biaya hidupku, aku lelah tanpa tujuan tuan, nikahi saja aku, kau masih muda aku rasa istrimu baru satu, tidak apa menambah satu lagi, aku janji tidak akan menuntut banyak aku hanya ingin hidupku terjamin itu saja, aku hanya tidak ingin terlunta-lunta lagi tuan" ucap Yasmin dengan mata sayu menatap wajah Akbar.

__ADS_1


Akbar tidak bisa berkata-kata lagi, ia benar-benar iba pada gadis itu sekarang, Yasmin tersenyum lama mereka tidak memutus kontak mata, sampai pada Akbar tidak bisa menahannya ia mendekatkan bibirnya pada bibir yang masih bau alkohol itu, iya entah atas perintah apa Akbar mencium bibir Yasmin dengan lembut.


Yasmin membalasnya, mereka terlarut pada sebuah ciuman panjang yang membuat dada Akbar merasa sesak olehnya. Sampai pada Yasmin menghentikan adegan itu.


"Maaf tuan, aku butuh bernapas....ini pertama kalinya bagiku berciuman, sungguh rasanya membuatku gila, apa ciuman ini artinya permulaan kau akan mengeksekusiku? oh kenapa aku jadi malu sekarang, tuan....aku sangat mengantuk mataku berat sekali, apa boleh aku tidur sejenak? kau boleh membangunkan ku nanti jika kau sudah tidak tahan, tenanglah aku sudah berjanji aku tidak akan mengecewakanmu, malam ini masih panjang, masih cukup untuk kau memerawani seorang gadis" ucap Yasmin lagi dengan mata mulai menutup.


Akbar terkekeh mendengar ocehan gadis itu sejak tadi, ia hanya diam saja tanpa membalas ucapan Yasmin. Pria ini menaikkan selimut hingga ke dada Yasmin, lalu ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah keluar kamar mandi Akbar berpakaian, ia melirik Yasmin yang pulas di ranjangnya, ia tersenyum geleng kepala mengingat ciuman tadi.


Pria itu mengambil selimut dan bantal, ia pun tidur di sofa untuk malam ini. Lagi-lagi Akbar tersenyum sendiri sebelum benar-benar menjemput mimpi..

__ADS_1


__ADS_2