Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 71


__ADS_3

"Selamat sore istriku" ucap pria yang berjalan mendekat ke arah Bee seraya menyentuh pundaknya.


Bee masih diam, pandangannya kosong menatap ke jendela yang mana hujan mulai rintik kasar, ia memejamkan matanya yang kembali berair mendengar sapaan pria yang menjadi suaminya sekarang. Punggungnya gemetar menahan tangis.


Pria ini heran, ia mengambil posisi menghadap perempuan cantik dengan mata membengkak dan hidung memerah karena tangis, Bee menunduk saja entah kenapa ia masih belum bisa menegakkan wajah menatap suaminya.


Pria ini pun berlutut dihadapan Bee yang hanya menunduk meremas tangannya yang berkeringat dingin, masih terdengar suara tangis dari perempuan itu. Suaminya menyentuh dan mengambil jari lentik Bee lalu memasangkan cincin yang menjadi mahar pernikahan mereka, mendapat sentuhan dari tangan besar lelaki yang menjadi suaminya saat ini membuat Bee kian tersedu.


Pria itu mengecup tangan putih nan mulus yang telah terpasang sebuah cincin berlian bermata biru seraya mengembangkan senyum, ia tidak habis pikir kenapa pengantinnya sejak tadi menunduk dan menangis saja.


"Maafkan aku Akbar......aku merasa berdosa setelah menikah pun aku masih memikirkan pria lain, aku malu padamu, aku memang wanita jahat bukan? maafkan aku" ucap Bee tersengal-sengal.


"Aku mengerti, tenanglah....." jawab sang suami menggenggam tangan Bee erat.


"Tu kan.....aku memang sudah gila, aku bahkan berhalusinasi sejak tadi, kenapa suaramu berubah jadi Zayn? istri macam apa aku ini.... aku bahkan merasa kau seperti Zayn saja saat ini" ucap Bee lagi masih tidak mau menatap wajah suaminya.


Pria itu terkekeh.


"Maafkan aku Akbar....maafkan aku.....aku harap kau tidak marah, percayalah aku akan berusaha untuk membiasakan diri nantinya" ucap Bee lagi kembali meremas tangannya yang ia tarik dari genggaman suaminya.


"Aku rasa kau memang sudah gila Bee..."


Mendengar panggilan itu Bee menjadi tersentak, ia memberanikan diri mengangkat wajah menatap pria yang masih berlutut dihadapannya. Matanya mengikuti pria yang bergerak berdiri tersebut.


"Zayn?" matanya menatap lekat pria itu seraya ikut berdiri.


Pria mengangguk tersenyum.


"Zayn...mana Akbar? kenapa kau yang masuk? dan kenapa pula kau memakai pakaian ini?" tanya Bee cepat seraya memeriksa tubuh pria itu apa benar Zayn atau bukan.


Zayn kembali terkekeh melihat raut bingung Bee.


"Bukan urusanku Akbar mau kemana" jawab pria itu singkat.


"Zayn? ini benar-benar kau? ayolah jangan bercanda.....kenapa kau pakai baju ini? mana suamiku?" tanya Bee lagi sambil terus menangis, ia mencubit pipi Zayn dengan geram.


"Apa kau tidak mendengar ijab qabulnya dengan baik Bee?"


Bee hanya menggeleng, tangisnya kian pecah.


"Zayn jelaskan apa maksudmu masuk kesini dan memakai pakaian Akbar? mana suamiku? kenapa kau datang? apa kau mau menertawakanku yang masih memikirkan mu meski telah menikah sekalipun?" Bee menatap tajam ingin penjelasan pria ini.


Zayn menghela napas kasar, ia pun bingung menjelaskannya darimana.


"Zayn ayo jawab aku?" desak Bee.


"Kau lihat jarimu, apa itu cincin dari Akbar atau bukan?"

__ADS_1


Bee mengikuti perintah, benar saja cincin itu bukanlah cincin yang menjadi mahar Akbar untuknya, melainkan cincin lain yang berbentuk persis dengan cincin kawinnya dengan Zayn dahulu.


"Zayn?"


"Bee.....maaf membuatmu terkejut tapi ketahuilah, aku suami mu sekarang suami resmi yang diakui hukum negara kita, jangan tanya Akbar dimana karena aku bukan pengasuhnya" jawab Zayn enteng.


Bee menangis lagi, ia memukul dada pria itu sekarang lalu menggigit bahu Zayn dengan kesal.


"Ah....kenapa kau suka sekali menggigit sekarang?" ucap Zayn mengaduh mengusap bahunya.


"Kau jahat Zayn....kau berhasil membuatku gila" rengek Bee lalu senyum terbit dari bibir cantiknya, ia memeluk Zayn erat, menangis lagi disana.


Zayn terkekeh, ia membalas pelukan itu tak kalah erat seraya mengangkat tubuh Bee memutar.


"Aku mencintaimu istriku...." ucap Zayn dengan perasaan terdalam.


"Zayn....katakan ini bukan mimpi? apa kau sengaja mengerjaiku?" kembali Bee meragukan apa yang terjadi saat ini.


Zayn menurunkan tubuh istrinya, saatnya ia balas dendam dengan menggigit pelan dagu cantik milik Bee.


"Zayn....kenapa menggigitku?" pukul Bee pada lengan Zayn.


"Sakit? apa ini terlihat seperti mimpi?" tanya Zayn tersenyum mengusap pipi istrinya.


Bee menggeleng, ia kembali memeluk pria ini dengan perasaan tidak menentu.


"Hei berhenti menangis....nanti orang-orang mengira aku menyakitimu"


"Aku mencintaimu Zayn....sangat mencintaimu, jangan tinggalkan aku lagi" ucap Bee pelan.


"Tidak akan pernah sayang" jawab Zayn menempelkan kening mereka.


"Apa kau merebut paksa aku dari Akbar?"


"Jangan GR, pria itu sendiri yang menyadari bahwa tidak akan bahagia jika tetap menikahi wanita yang mencintai pria lain, tentu saja dia tidak ingin terjebak"


"Baiklah aku sudah tidak peduli itu sekarang, aku yakin Akbar akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku nantinya"


"Apa kau bahagia?"


"Tentu saja aku bahagia bodoh" jawab Bee kesal memukul dada pria ini lagi.


Saling melempar senyum dan menatap penuh cinta, Bee meraih wajah suaminya mencium dalam bibir pria yang hanya menjadi angan selama ini namun terasa begitu nyata sekarang. Mereka sama-sama berpacu dalam ciuman panjang yang mengawali hubungan mereka yang kembali bersatu setelah sekian lama berpisah.


Zayn menarik pinggang istrinya hingga tubuh mereka menempel sempurna, berciuman semakin dalam dengan perasaan yang sama hingga pada adegan itu dihentikan oleh suara mungil sang putra yang sudah duduk di pinggir ranjang.


"Mommy? daddy?" ucap Rayyan dengan mata sayu menatap heran pada kedua orangtuanya yang berdiri tidak jauh darinya berada.

__ADS_1


Zayn dan Bee saling menoleh, mereka sama-sama terkekeh merasa gemas dengan putra tampan mereka yang belum mengerti apa-apa, Bee menjatuhkan kepalanya didada sang suami seraya tersenyum lebar menatap putranya yang tidak jadi bernasib sama dengannya kecil dulu.


Belum juga mereka menghampiri Rayyan, pintu kamar kembali terbuka menampilkan mama Zayn dan yang lainnya seraya membawa sebuah kue ulang tahun.


Bee menatap Zayn heran, lalu menatap mereka yang melangkah mendekat, Bee tidak bisa menyembunyikan raut bahagianya ia mendapat kejutan berkali-kali.


"Selamat ulang tahun sayang" ucap Zayn mencium puncak kepala Bee yang masih berada di dadanya.


"Apa kalian sengaja mengerjaiku?" tanya Bee pada mereka yang tersenyum bahagia.


"Tentu saja sayang, bukankah orang yang sedang berulang tahun harus mendapat banyak kejutan bukan?" jawab mama Zayn dengan senyum manisnya.


Mawar tertawa melihat raut bingung kakaknya, gadis ini meraih tubuh mungil Rayyan seraya ikut mendekat. Rayyan yang baru saja mengumpulkan nyawa setelah tidur pun tertawa melihat kue dihadapannya, anak lelaki ini meraihnya hingga lilin itu padam dan rusak. Semua tertawa tentunya membuat Rayyan bertepuk tangan kegirangan.


"Oh sayang....kau lucu sekali" gumam Mawar mencium gemas keponakannya.


"Terimakasih banyak.....aku jadi malu" ucap Bee tersenyum, ia sama sekali tidak menyangka akan seperti ini.


"Selamat ulang tahun menantuku" ucap mama Zayn mengelus pipi Bee dengan sayang. Bee memeluk wanita paruh baya itu.


"Mama" jawab Bee tersenyum.


"Hmmm aku rasa kau cepat beradaptasi" jawab mama Zayn terkekeh.


Semua mengucapkan ulang tahun pada Bee bergantian dari seluruh keluarganya, terakhir Erina. Gadis ini bukannya memeluk Bee namun malah memeluk Zayn membuat Bee kesal seketika.


"Ha ha ha, ayolah Yasmin....aku hanya bercanda, apa kau cemburu? oh tentu saja, kau selalu cemburu jika aku mendekati kak Zayn, kau kira aku tidak tahu perasaanmu selama ini? apa kau kira aku benar-benar menyukai kakakku ini? tidak Yasmin, kau salah aku dan kak Zayn layaknya saudara, aku tidak menyukainya aku hanya mengerjaimu saja selama ini, aku senang akhirnya kak Akbar menyadari bahwa pilihannya salah aku bersyukur kalian tidak jadi menikah aku tidak mau kakakku terjebak wanita yang mencintai pria lain, berbahagialah oke.....jangan pikirkan kak Akbar, dia tampan dan kaya akan banyak wanita yang mengantri hanya belum menemukan yang tepat saja" ucap Erina terkekeh sambil menggenggam tangan Bee.


Bee terharu, ia memeluk Erina dengan sayang.


"Maafkan aku Erina, aku sama sekali tidak berniat menyakiti kakakmu...."


"Oke lupakan, sekarang berhenti menangis.....persiapkan tenaga dan wajahmu resepsi menanti kalian dalam beberapa jam kedepan, jangan sampai nanti malam mata ini masih saja bengkak itu akan lucu Yasmin" jawab Erina mengelus pipi Bee.


Semua tertawa.


"Kau mau kado apa dari papa Bee?" tanya papa Zayn yang tampak berbinar pada menantunya ini. Pria paruh baya itu tampak merangkul sang besan disampingnya dengan akrab.


Bee menggeleng, ia mundur ke arah Zayn "Aku tidak menginginkan apapun selain suamiku pa" jawab perempuan ini tanpa malu kembali memeluk badan suaminya menjatuhkan lagi kepalanya pada dada bidang Zayn yang hanya bisa menghela napas panjang seraya mengeratkan tangannya di pinggang sang istri.


Semua terkekeh dan mengulum senyum merasa malu dengan jawaban Bee.


"Oh ini terlalu sweet....." ucap Rina dan bu Nisa adik dan ibu tiri Bee yang ikut terharu sejak tadi.


#####


Sweet ya sweet part ini, tapi apa ini cuma mimpinya si bee aja atau beneran? kan si bee sering ngehalu akhir-akhir ini....jangan-jangan part ini juga halu dan mimpi doang...ha ha ha lanjut aja yaaaaa jangan lupa jejaknya oke!

__ADS_1


__ADS_2