
Keesokan harinya, Yasmin benar-benar nekad pergi ke sebuah toko pakaian demi menjalankan niatnya membeli pakaian seksi untuk menjadi modal awalnya menjajakan diri, hidupnya sudah hancur sekalian saja ia hancurkan lagi begitu pikir gadis yang sudah tidak ingin berpikir berat tentang hidup yang ia jalani.
Berlenggak lenggok di hadapan cermin ketika mencoba sebuah dress yang panjangnya di atas lutut, menampilkan paha mulusnya dan tentu saja dress tersebut tanpa lengan namun cukup menutupi area dadanya agar tidak terlalu menggoda, ia pun merasa geli sendiri ketika menatap tubuhnya yang dipadukan dengan mini dress berwarna merah maroon yang kontras dengan kulit putih bening Yasmin.
"Oh..... astaga, aku benar-benar terlihat seksi dan terbuka. Hmmm baiklah aku rasa ini cocok denganku lagipula harganya lebih murah dari yang lain, apa aku akan langsung mendapatkan pria kaya nanti malam? aku rasa dengan penampilan seperti ini tidak akan sulit jika aku pergi ke sarangnya, baiklah Yasmin niatmu sudah bulat, mari kita eksekusi" ucap gadis ini tersenyum pada bayangannya di cermin.
Yasmin sudah tidak memikirkan lagi bagaimana dengan nasibnya kedepan, yang ia pikirkan saat ini hanyalah bagaimana caranya menjadi menarik nanti malam hingga tidak membutuhkan waktu lama jika ingin mendapatkan lelaki hidung belang yang mampu membayarnya dengan harga mahal.
*****
Benar saja, Yasmin telah bersiap dan berdandan cantik dengan rambut bergelombang yang tergerai indah sebatas bahunya, memakai heels yang tidak terlalu tinggi dan memakai tas selempang berukuran kecil menambah cantiknya Yasmin malam ini.
Ia memastikan bahwa Fatma tidak sedang berada di kamarnya, ia tidak ingin aksinya ini diketahui oleh Fatma yang jelas-jelas akan melarangnya dan berujung ia akan dibantu keuangannya oleh Fatma nanti, Yasmin tidak ingin merepotkan Fatma lagi, sebab gadis itu juga bekerja keras untuk kehidupannya akan datang, jika Yasmin terus menumpang maka Fatma bisa mengurangi jatah kiriman gajinya untuk adiknya yang masih duduk di bangku sekolah di tanah air.
Setelah memastikan bahwa temannya belum pulang bekerja, segera Yasmin keluar kost dengan pakaian seksi itu menuju jalan raya untuk mendapatkan taksi.
Di lain sisi, Akbar baru pulang dari kantornya berniat mampir dan membawakan makanan untuk seorang gadis sebagai permintaan maafnya, ia menjalankan mobil menuju alamat kost Yasmin berada. Siapa sangka ketika hendak masuk ke lorong kost Yasmin mobilnya ia pelankan ketika melihat seorang perempuan berpakaian seksi sedang berdiri di pinggir jalan raya seperti sedang menunggu sesuatu.
__ADS_1
"Kenapa dia berpakaian seperti itu?" gumam Akbar heran menatap Yasmin dari dalam mobilnya, ia pikir mungkin saja salah orang hingga ia kembali menjalankan mobilnya ingin berbelok, namun ia menjadi yakin jika itu benar Yasmin ketika gadis tersebut menoleh dan melambaikan tangan pada taksi.
"Yasmin? itu benar-benar dia rupanya, mau kemana kau gadis tengil?" ucap Akbar lagi seraya menjalankan mobilnya mengikuti arah taksi yang baru saja ditumpangi oleh Yasmin.
Alangkah terkejutnya Akbar ketika taksi yang membawa Yasmin berhenti tepat di depan sebuah club. Lelaki ini mengernyit heran menatap Yasmin benar-benar masuk ke sana.
"Sejak kapan dia jadi liar seperti ini? huh.... dasar gadis gila" Akbar geleng-geleng kepala menyadari kenyataan Yasmin masuk ke club yang isinya para pria hidung belang dan wanita penghibur tentunya.
Entah kenapa Akbar kesal, ia tidak menyangka Yasmin bisa berbuat seperti itu sekarang, karena terlalu kesal akhirnya Akbar memilih pergi dari sana dan berniat tidak akan memikirkan nasib gadis itu lagi.
Namun baru saja berbelok arah menjalankan mobilnya dengan kencang, tiba-tiba ia merasa lain kemudian dengan raut kesal iapun kembali ke tempat semula di mana mobilnya ia parkirkan di halaman club tersebut. Dengan tergesa Akbar pun keluar mobil dan ikut masuk menyusul Yasmin.
Benar saja Yasmin tampak kebingungan, ia baru pertama kali masuk ke sana, memang benar ada banyak pria yang berada di sana hal tersebut juga membuatnya bingung memilih yang mana ada banyak pria yang mendekatinya tentu saja karena wajahnya cantik dan menarik perhatian.
Karena merasa pusing, Yasmin lebih nekad lagi memesan minuman beralkohol dan menenggaknya cukup banyak, dengan mabuk mungkin saja ia akan terlihat seperti perempuan yang sudah terbiasa di sana begitu pikir Yasmin, dengan begitu pula ia dengan mudah mendapatkan lelaki tanpa harus menanggung malu jika pikirannya sedang waras.
"Astaga.....ternyata mabuk lebih membuatku pusing, bagaimana ini kenapa mereka semua jadi berlipat ganda, ada apa dengan mataku?" Gumam Yasmin menatap heran semua orang di sekelilingnya.
__ADS_1
"Oh kau.... iya kau, kemari" Panggil Yasmin lagi pada salah satu pria yang tampak masih muda dan bergaya layaknya orang kaya.
"Ada apa nona? kau butuh sesuatu?" tanya sang pria tersenyum devil menatap Yasmin penuh arti, ia memang tertarik pada gadis ini sejak awal kedatangan Yasmin ke club tersebut, bagai pucuk dicinta ulampun tiba pria ini pun merasa sangat senang mendapat panggilan dari Yasmin.
"Hei.....kenalkan namaku Yasmin, aku lihat kau cukup tampan dan terlihat seperti pria kaya, ayo apa kau butuh wanita malam ini? kau boleh membeliku, asal kau tahu tuan tampan untuk itulah aku kemari, aku sengaja menjajakan diri pada pria hidung belang seperti kalian, ayo kau punya uang banyak bukan? aku masih perawan, aku harap kau menghargaiku sedikit lebih mahal dari wanita-wanita itu" ucap Yasmin frontal pada lelaki tersebut sambil menunjuk pada wanita penghibur yang sedang asyik berjoget di tengah, ia sudah mulai mabuk dan dikendalikan oleh minuman beralkohol tinggi yang ia minum tadi, tubuhnya sudah tidak berdiri sempurna.
Akbar mendengar jelas perkataan Yasmin, karena pria ini sudah berada di belakang gadis itu sejak tadi. Emosinya meningkat disaat Yasmin mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas untuk seorang gadis sepertinya, terlebih Akbar melihat jelas pula lelaki yang ditawari Yasmin itu menyeringai mesum menatap Yasmin dari ujung kaki hingga ke kepala.
Pria itu menarik Yasmin hingga tubuh mereka sangat dekat, lelaki ini membelai wajah mulus Yasmin sambil tersenyum "Akan aku bayar berapa pun kau mau cantik.....ayo ikut aku, kita bisa menginap di hotel bintang lima untuk malam pertama mu" seringai pria itu lagi sambil menarik pinggang Yasmin berniat mengajaknya segera pergi.
Namun sebelum itu terjadi, tidak diduga pria itu tersungkur karena sebuah pukulan keras di rahangnya, Yasmin yang masih bingung pun bertambah bingung ketika menyadari ia sudah berada di luar gedung itu sekarang.
"Hei.....kau pria tadi bukan? kenapa wajahmu berubah jadi tuan Akbar yang menyebalkan itu? apa aku terlalu mabuk? hei kita mau kemana? ke hotel? astaga kenapa wajahmu begitu mirip tuan Akbar padahal tadi tidak seperti ini" gumam Yasmin mengoceh menatap heran pada Akbar yang menarik tangannya kasar menuju mobil.
Akbar kesal dan membalas tatapan Yasmin dengan dingin, ia tidak berkata lagi hendak kembali menarik tangan Yasmin menuju mobilnya namun terhenti saat gadis itu menahannya.
"Hei.....apa kau benar-benar tuan Akbar? apa aku yang sudah gila membayangkannya pada wajah lelaki lain? ayo jawab aku, kau benar-benar mirip dengannya? lalu pria yang akan membeliku tadi mana?" tanya Yasmin heran sambil menepuk-nepuk pipi Akbar, jarak mereka sangat dekat hingga aroma napas alkohol Yasmin menerpa wajah pria yang masih bungkam itu.
__ADS_1
Mata mereka bertemu, namun tentu saja Yasmin tidak fokus karena sudah mabuk, ia hanya menatap dan memeriksa wajah Akbar saja sejak tadi. Berbeda dengan Akbar ia merasa ingin marah saja saat ini melihat kelakuan Yasmin begitu nekad ingin menjual diri.
"Huh... aku rasa karena terlalu mabuk jadinya aku berhalusinasi merubah wajahmu menjadi wajah pria kejam itu, maafkan aku tuan baiklah... ayo kita segera ke hotel saja, aku sudah sangat lelah, ternyata mabuk itu tidak enak pikiran ku melayang kemana-mana, ayo....tapi ingat kau harus membayarku lebih karena aku masih perawan, setidaknya uang itu cukup untuk aku bertahan hidup hingga satu tahun kedepan... ha aha haa oh aku terlalu banyak bicara, ayo tunggu apalagi aku sudah pasrah, kau bebas apakan aku malam ini" ucap Yasmin lagi sambil terus terkekeh dengan tubuh mulai sempoyongan hendak jatuh namun dengan cepat Akbar menahannya.