Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 70


__ADS_3

Di sebuah restoran sebelum bandara terdapat dua orang lelaki yang saling bicara dengat raut dingin dan sulit diartikan. Akbar manatap tajam pada pria dihadapannya ini yang tidak lain adalah saudara sepupunya sendiri Zayn, mereka sepakat bertemu di sana sebelum Zayn meninggalkan kota menuju negara yang menjadi tujuannya untuk menata hidup baru.


Pada kenyataannya Akbar menghubungi Zayn selagi pria ini di jalan menuju bandara setelah adegan perpisahannya dengan mantan istri tercinta, Akbar mengajak bertemu ingin membicarakan sesuatu sebelum Zayn berangkat.


Entah apa yang mereka bicarakan, cukup lama terlarut dalam obrolan yang tampak menegangkan satu sama lain, namun sebelum mengakhiri pertemuan itu Akbar berkata dingin pada Zayn.


"Aku harap kau tidak mengacaukannya" ucap Akbar menatap Zayn penuh arti.


Zayn tersenyum "Tenanglah....bukankah aku sudah berjanji untuk itu, berbahagialah Akbar aku mendoakan kebaikan untuk saudaraku ini" balas pria ini seraya menepuk pundak sepupunya.


"Maaf kau harus melewati ini Zayn, aku juga mendoakan kebaikan untukmu" jawab Akbar memeluk Zayn sebelum mereka benar-benar berpisah.


******


Semburat bahagia terpancar dari wajah-wajah keluarga mempelai perempuan dimana mereka telah usai menempuh serangkaian acara di rumah mewah Akbar yang telah disulap oleh pihak wedding organizer menjadi tampak seperti taman bunga, para tamu telah hadir dari berbagai kalangan atas tentunya sebab mitra kerja Akbar lumayan banyak di tanah air jadi tidak heran semua hadir untuk menyaksikan pernikahan dari rekan bisnis mereka, meski keluarga Akbar hanya sedikit itupun dari ayah dan ibunya Zayn saja serta keluarga jauh nenek Farida juga turut di undang, mama Zayn selaku bibi ia lah yang mengatur semuanya bersama Erina, mereka menginginkan pernikahan yang benar-benar berkesan bagi Bee dan Akbar nantinya.



Akad nikah akan dimulai kurang dari dua jam lagi, sedang resepsi pun telah menanti di sebuah hotel mewah tentunya sama seperti pernikahan Zayn dan mendiang Kasih terdahulu.


Ayah Bee hanya bisa diam dan bersyukur di dalam hati saja tentang nasib putri sulungnya yang akan berubah nasib menjadi nyonya kaya dalam hitungan jam saja. Tidak luput dari pandangannya dimana istri dan anak-anaknya pun turut bahagia akan pernikahan ini, bu Nisa dan Rina hanya sibuk memuji dan menikmati hidangan pesta mewah itu sejak kedatangan mereka beberapa waktu lalu, rumah besar bak istana membuat mereka memanjakan mata merasa bangga bisa berbesan dengan orang kaya.


Ayah Bee sedikit gugup, sebab ini pertama kalinya ia akan menjadi wali langsung pernikahan putri sulungnya, didampingi Rafly yang tampak biasa saja karena pikirannya masih tertuju pada sosok kakak tercintanya yang berada di kamar sedang di make over menjadi seorang pengantin cantik tentunya.


Adik lelaki satu-satunya Bee ini tahu pasti perasaan kakaknya, ia tidak menyangka takdir membawa sang kakak pada nasib seperti ini, memang rumit sejak dulu.


Benar saja, Mawar yang mendampingi kakaknya yang baru selesai berdandan pun hanya bisa menghela napas sebab sejak tadi Bee hanya diam dengan pandangan kosong, tidak bahagia seperti mempelai pada umumnya.

__ADS_1


Mengenakan kebaya putih mewah yang dihiasi banyak bebatuan swarovsky di bagian dadanya, dibalut hijab senada Bee telah menjelma menjadi seorang pengantin cantik dengan riasan wajah yang sederhana karena permintaannya sendiri, iya Bee tidak menyukai dandanan yang berlebihan.


Mata cokelatnya hanya memandangi Rayyan saja sejak tadi, anak lelakinya bermain dikamar itu dengan masih mengenakan pakaian santainya, entah kenapa Rayyan selalu menangis ketika akan di pakaikan baju yang senada dengan mommy dan keluarganya, anak yang belum mengerti apa-apa itu masih betah bermain dan tidak ingin berganti pakaian sejak tadi.


"Kak.....kau baik-baik saja bukan?" tanya Mawar cemas melihat raut datar mempelai wanita itu.


"Tidak pernah seburuk ini" jawab Bee datar.


"Tu kan....kak Bee ayolah jangan seperti ini, bukankah kakak berjanji kemarin jika akan menerima pernikahan ini, aku tidak mengerti kak.....ini pilihanmu sendiri, bukan paksaan tapi kau seolah menikah karena terpaksa" Mawar mulai gerah.


"Aku lelah Mawar.....tenanglah aku akan baik-baik saja, aku sudah berniat akan menerima suamiku seutuhnya nanti, aku tidak terpaksa hanya saja andai waktu bisa ku putar" jawab Bee datar seraya mengedarkan pandangan pada jendela yang terbuka menampilkan cuaca mendung, langit nan kelabu menandakan akan turun hujan tidak lama lagi, sesekali angin bertiup menyapu wajah cantiknya yang sudah benar-benar siap menyandang status istri beberapa saat lagi.


"Huh......aku ragu" jawab Mawar lagi menghela napas panjang sambil geleng kepala.


Mawar hanya bisa mengusap punggung kakaknya dengan sayang, sesekali ia melirik Rayyan yang bermain bersama pelayannya.


Setelah Erina pergi, airmatanya jatuh begitu saja padahal ia sama sekali tidak ingin menangis saat ini, akan tetapi tetap saja mengalir tanpa henti, dadanya sesak seakan ia butuh oksigen untuk bernapas terlebih tubuh itu terbalut busana akad yang sangat pas di badan, kain yang melilit dipinggangnya seakan mencekik begitu sempit.


Bee menangis tersedu, ia tidak lagi fokus dengan suara-suara diluar sana matanya tertuju pada Rayyan yang mengantuk sedang ditidurkan oleh pelayannya, bocah lelaki itu memegang botol susu seraya menatap mommy nya yang menangis, namun Rayyan tidak berbuat apa-apa ia hanya memandang sendu dengan mata kian menyipit karena kantuk hingga ia pun terlelap ketika susunya habis.


"Kak....ayolah jangan seperti ini, kau bilang baik-baik saja namun sekarang kau malah menangis, ini acara pernikahan semua orang bahagia bukan musibah kematian yang perlu kau tangisi, ayolah dengarkan baik-baik ijab qabulnya" ucap Mawar menggenggam tangan Bee yang masih menangis menundukkan wajahnya.


"Nanti riasanmu luntur kak...ayo berhenti menangis, ya ampun" kesal Mawar.


"Kak Bee....kau dengar itu?" tanya Mawar.


Bee masih dengan pikirannya yang entah kemana, ia sama sekali tidak fokus bahkan dengan apa yang di ucapkan adiknya Mawar.

__ADS_1


"Kak.....hei kau mendengarku? selamat kau sudah menjadi seorang istri sekarang"


Kata Mawar itu membuatnya kian tercekat, Bee luruh ke lantai, ia menangis sejadi-jadinya membuat Mawar kesal bukan main.


"Astaga.......kenapa jadi seperti ini? ayolah kau harus berbahagia sekarang, apa kau mau semua orang mencurigaimu menangis seperti orang gila ini? Kak Bee ayo berdiri" Mawar terus saja mengoceh sejak tadi namun tidak mendapat tanggapan dari kakaknya itu, gadis ini membantu kakaknya untuk duduk kembali ke kursinya.


"Mawar....." ucap Bee masih tersedu, ia memeluk adiknya erat.


"Kak.....dengarkan aku, kau sudah resmi menjadi seorang istri lagi sekarang.....tenanglah, mungkin sebentar lagi suamimu akan masuk, jangan sampai dia melihat pengantinnya menangis seperti ini" ucap Mawar melepas pelukan dan segera menghapus airmata kakaknya dengan sayang lalu ia memperbaiki riasan wajah Bee.


"Huh....lihat kau jelek sekarang, mana ada mata pengantin bengkak dihari pernikahannya" kesal Mawar.


Hingga tangis perempuan itu reda, ia kembali pada wajah datarnya sesekali ia memejamkan mata menetralisir perasaan aneh yang menghampiri, ini bukan pertama kalinya namun ia merasa jauh lebih buruk dibanding pernikahan sirinya bersama Zayn yang lalu.


Sudah tidak ada yang bisa ia lakukan sekarang selain menepati janjinya untuk menerima pria yang telah resmi memilikinya sekarang.


"Aku rasa kakak tidak mendengar ijab qabulnya dengan baik"


Ucap Mawar geleng kepala "Huh....percuma saja mulutku berbuih sejak tadi, dia bahkan lebih mirip orang depresi ketimbang pengantin" gumam Mawar kesal menatap Bee yang kembali melihat ke arah jendela sesekali airmata kembali jatuh membasahi pipi mulusnya.


Sampai pada ketukan pintu, menampilkan seorang pria yang memakai busana senada dengan pengantin wanitanya, mengembangkan senyum di ambang pintu menatap punggung Bee yang membelakanginya.


"Kak....bersiaplah, suamimu sepertinya sudah tidak sabar ingin menemui istrinya, aku akan keluar....berhenti menangis oke, berbahagialah aku harap kakak baik-baik saja setelah ini" bisik Mawar sebelum meninggalkan kakaknya disana.


####


ayolah move on Bee.....

__ADS_1


__ADS_2