Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 46


__ADS_3

"Yasmin? apa aku tidak salah dengar ini? coba kau ulangi lagi?" tanya Akbar berbinar.


Bee tidak menjawab lagi, ia hanya tersenyum saja menyaksikan betapa bahagianya dua orang yang berada di hadapannya ini, sungguh Bee tidak bisa mematahkannya.


"Tidak ada siaran ulang Akbar yang bodoh, jangan di tanya lagi bagaimana jika Yasmin berubah pikiran dengan jawabannya" kesal nenek Farida menepuk lengan cucunya.


Bee terkekeh melihat tingkah nenek Farida yang tampak sangat baik sekarang dimana wajah pucat sakitnya mulai merona dan bersemangat.


"Ya Tuhan....mimpi apa aku semalam? Yasmin benarkah ini? kau tidak sedang mengerjaiku kan?" tanya Akbar menatap Bee dengan raut bahagianya. Bee kembali mengangguk dan menampilkan senyum.


Akbar refleks ingin memeluknya, namun Bee segera mundur dan menggeleng hingga langkah Akbar terhenti dan pria itu mengusap lehernya canggung.


"Astaga....maafkan aku, aku terlalu bahagia Yasmin, mari menikah besok agar aku bisa memelukmu secepatnya" ucap Akbar bahagia.


Bee membesarkan mata terkejut, ia melirik nenek Farida yang juga masih tampak bahagia.


"Enak saja, kau pikir Yasmin ayam yang bisa kau kawini kapan saja....kita harus meminta izin pada orangtuanya, nenek ingin kalian bertunangan dan menikah secara adat kita Indonesia, kita sudah sangat lama tidak pulang ke sana Akbar, bagaimana menurutmu Yasmin? kita bisa pulang dan menemui orangtua mu, menikah disana dan kembali menetap disini, nenek sangat mengerti seorang perempuan akan senang jika ayahnya langsung yang menjadi wali nikahnya" ucap nenek Farida sambil meraih tangan Bee dengan sayang.

__ADS_1


Akbar menghembus napas dalam, ia tidak mengira ternyata menikah bukanlah hal yang mudah bagi orang Indonesia, namun ia tidak keberatan akan hal ini tentu saja semua keluarga dua belah pihak harus diberitahu kabar bahagia ini, terlebih nenek Farida masih mempunyai keluarga juga di tanah air.


"Aku menurut saja mana yang terbaik untuk kita semua" jawab Bee pelan dan menganggukkan kepala, ia memang sangat ingin pulang terlebih jika harus menikah tentu perempuan ini menginginkan ayah dan kedua adiknya terlibat.


"Aku setuju nek.....kita bisa pulang ke Indonesia setelah nenek benar-benar sembuh, yang terpenting bagiku sekarang ini adalah resminya Yasmin menjadi calon istriku mulai saat ini" ucap Akbar.


"Hmmmm kau lihat sayang, betapa cucuku bahagia bisa mendapatkanmu.....berbahagialah nak, nenek mendoakan kebaikan pada kalian berdua" ucap nenek pada Bee disampingnya.


"Tentu nek, yang penting nenek sehat dulu sekarang kita bisa mengaturnya nanti" jawab Bee mengusap punggung nenek Farida.


"Iya...sungguh nenek bahagia Yasmin, kau akan menjadi cucu menantuku nenek sudah tidak sabar ingin pulang ke Indonesia, nenek juga rindu keluarga disana, nenek ingin berziarah ke makam adik nenek dan bertemu keponakan nenek satu-satunya disana, kami lama tidak bertemu Yasmin, terlebih nenek tidak sabar ingin bertemu orangtua mu untuk meminang mu langsung dihadapan mereka"


"Tentu saja nek, kita akan bertemu mereka disana, nenek harus sembuh terlebih dahulu jika ingin mewujudkannya" jawab Bee lagi.


"Iya aku juga sudah merindukan paman disana, apalagi kita tidak bisa pulang ketika istri sepupu ku meninggal tahun lalu, aku harus minta maaf akan hal itu, oh aku lupa Erina juga akan segera selesai dan pulang nek, astaga ini momen yang sangat tepat semuanya, kita bisa pulang ke Indonesia mengabarkan kabar bahagia ini pada keluarga paman dan merayakan lulusnya Erina menjadi seorang dokter" ucap Akbar kembali.


******

__ADS_1


Dilain tempat dan waktu, Zayn masih sendiri dalam sepi meratapi betapa bodohnya ia melepaskan istri yang bahkan sejak dulu ia angan-angankan, memang kini Zayn mengakui hubungan yang dimulai tidak dengan sebuah komitmen jelas akan berakhir sia-sia ia mengalaminya sekarang mereka menikah diam-diam dan tidak terbuka pada orangtua, tidak cukup hanya mengandalkan rasa cinta yang menggebu saja namun juga rasa percaya, ia menyesal tidak mempercayai alasan Bee sebelum mereka berpisah.


Pria ini menyesal karena belum mampu mengontrol ego nya ketika masalah datang bukankah benar yang Bee katakan padanya semuanya bisa dibicarakan dengan baik-baik namun Zayn tidak bisa memahaminya, hingga sekarang pria ini hanya bisa larut dalam penyesalan ingin memperbaiki namun seakan takdir tidak mengizinkan.


Menatap wajah cantik Bee hanya dari sebuah figura dan menatap wajah sang putra yang berwajah mirip ibunya itu, bola mata cokelat Rayyan seakan mempertegas bahwa anak lelaki itu adalah buah cinta Zayn bersama Bee wanita yang sangat ia cintai, anak yang malang tumbuh tanpa kasih sayang dari ibunda sejak lahir.


Rayyan menggeliat matanya terbuka melihat daddy nya sedang menatap sendu photo cantik yang terbiasa menemani tidur mereka.


"Daddy...." Ucap anak itu, Rayyan baru bisa mengucapkan kata daddy dan mommy saja serta beberapa kata yang hanya anak itu yang mengerti.


"Hei.....apa daddy membangunkan mu?" Zayn segera memberi banyak ciuman pada wajah putranya itu hingga Rayyan langsung terbahak-bahak tertawa karena geli.


"Daddy merindukan mommy mu sayang....selalu merindukannya, iya bukan hanya daddy tentu saja kau juga merindukannya bukan?" kembali Zayn mengulangi kata itu setiap mereka berbaring bersama menatap sebuah figura menampilkan wajah cantik dan senyum terbaik Bee disana.


Rayyan mencium figura itu seakan mengiyakan perkataan daddynya meski ia belum mengerti namun Zayn terus melakukan hal yang sama setiap harinya hingga Rayyan pun sudah terbiasa.


######

__ADS_1


Gimana pemirsah? Bee mau pulang ke tanah air ngga sendiri bawa calon suami, baru calon yah sebelum janur melengkung masih bebas, apa jadinya ya jika Zayn kembali ketemu apa lelaki ini akan bersikap sama seperti ketika dia merebut Bee dari dokter Bayu? apa berlaku juga sama si Akbar? hmmmm masih di awang-awang ni.


tetap stay tune


__ADS_2