Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 25


__ADS_3

Bee menangis pilu ketika Zayn mengucapkan janji suci dihadapan penghulu, mereka resmi menikah secara siri.


Dengan pakaian seadanya, Bee melewati proses sakral itu dengan hati yang bersedih dimana takdirnya untuk menjadi istri kedua bagi pria yang ia cintai, sungguh ironi dan tidak terbayang sebelumnya.


Meski Zayn menyiapkan kebaya pernikahan yang indah dan mahal tentunya, namun Bee menolak memakainya karena ia merasa seperti tidak ada harganya. Sungguh jika Bee memiliki pilihan lain ia tentu akan menolak semua ini namun apa daya wajah kedua adiknya selalu terbayang di pelupuk mata dan garis kemiskinan kian mendekat jika ia tidak memiliki pekerjaan lain lagi setelah mendengar ancaman Kasih.


Berbeda dengan apa yang Zayn rasakan saat ini, pria itu sungguh merasakan kebahagiaan terbesar dalam hidupnya bisa memiliki Bee seutuhnya hari ini, meski ia sedikit kecewa pada Bee yang tidak ingin memakai kebaya itu dan merayakannya berdua di kamar hotel yang romantis yang sudah ia siapkan dengan sempurna.


Zayn mengatur jadwal mereka untuk cuti selama satu minggu kedepan tentu dengan sebuah alasan logis agar teman di ruangan Bee bekerja tidak mencurigai keduanya.


Kini tinggallah mereka berdua di kamar tersebut, Zayn merasa kecewa karena Bee masih diam sejak tadi, gadis itu hanya bermenung menghadap jendela kamar hotel yang luas itu.


Pikirannya entah kemana, ia tidak punya pilihan lain selain pasrah dan mencoba berdamai dengan takdirnya saat ini.


"Sayang....." Zayn menyentuh pundak istri barunya.


Bee hanya diam.


"Apa kau tidak bahagia?" tanya Zayn kembali.


Airmata Bee jatuh begitu saja.


"Aku membencimu Zayn" jawab Bee dengan nada rendah.


Zayn memejamkan mata mendenangarnya.

__ADS_1


"Bee....maafkan aku, tapi sungguh aku tulus menikahimu, ini yang ku impikan sejak dulu, ku mohon Bee terima aku"


Zayn memegang kedua lengan Bee agar menghadapnya.


"Sekarang kau sudah mendapatkannya, aku hanya merasa ini tidak adil bagiku Zayn maafkan aku, aku malu pada diriku sendiri, aku sudah menjadi duri dalam rumah tanggamu" ucap Bee menunduk.


"Tidak Bee....jangan bicara seperti ini, ku mohon Bee kita berhak bahagia, percaya padaku hubunganku dan Kasih tidak seperti yang kau bayangkan, kami tidak seperti pasangan suami istri" jawab Zayn kembali meyakinkan.


Bee kian menangis, ia teringat wajah ibu dan adik-adiknya, sungguh ia merasa telah mengecewakan mereka.


Melihat itu Zayn menjadi tidak tega, ia berniat meninggalkan Bee agar lebih tenang. Tentu ia tidak ingin memaksa wanita yang ia cintai sepenuh hati itu untuk menerimanya setelah Bee melewati berbagai masalah akhir-akhir ini terlebih pernikahan itu terkesan memaksa.


"Aku tidak ingin memaksa mu Bee, aku rasa kau butuh istirahat...tidurlah jika kau lelah, aku akan menunggumu sampai kau bisa menerimaku, perlu kau tahu kau satu-satunya wanita yang ku cintai dan ku inginkan hingga aku tua nanti, jangan bebankan pikiranmu, akulah yang bersalah dalam hal ini" jawab Zayn sendu, ia tidak bisa menyembunyikan raut kecewa atas tanggapan dari Bee.


"Aku akan tidur di kamar yang lain jika kau belum siap" ucap Zayn kembali dengan nada terendahnya. Sungguh ia juga tidak ingin berada di posisi ini, jika saja waktu dapat diputar kembali ingin Zayn memilih untuk tidak menuruti wasiat neneknya dan memilih tetap bertahan dengan gadis ini, tapi sayang semua sudah berlalu dan tidak dapat ia ubah.


Zayn berjalan menjauh, ia melangkah gontai menuju pintu, ia tidak ingin menambah kesedihan Bee, biarlah Bee beristrirahat agar bisa berpikir jernih.


Bee melihat punggung Zayn menjauh, ia merasa bersalah biar bagaimana pun mereka sudah resmi menjadi suami istri.


"Zayn" panggil Bee.


Perempuan ini berlari mengejar dan memeluk Zayn dari belakang, ia bahkan tambah terisak.


"Kau jahat, kau bilang mencintaiku....kenapa kau ingin meninggalkan aku sendiri disini" ucap Bee kesal disela isak tangisnya.

__ADS_1


Demi apa, Zayn tersenyum mendengarnya, ia berbalik badan menghadap wajah istrinya.


"Aku hanya tidak ingin memaksamu Bee, aku pikir kau sedang tidak ingin bersamaku, kau diam sejak tadi membuatku merasa bersalah, sungguh aku akan menunggu sampai kapanpun kau siap untukku" ucap Zayn serius, ia bicara pelan sambil memegang wajah cantik yang memerah karena tangis itu.


Bee memeluk Zayn dengan erat.


"Maafkan aku Zayn, maaf aku yang lemah iman seolah menolak takdir ini, maafkan aku....aku sungguh lelah dengan semua ini, kau benar kita berhak bahagia, mari berdamai dengan keadaan"


"Aku mencintaimu Zayn, aku mencintaimu suamiku.....ku mohon jangan tinggalkan aku" jawab Bee yang masih terisak.


Zayn tersenyum bahagia, bahkan ia mengusap sudut matanya yang berair karena terlalu bahagia mendengar apa yang baru saja Bee ucapkan, Zayn mengangkat tubuh gadis itu dengan gerakan memutar.


Iya mereka sama-sama tersenyum, mereka memang saling mencintai tidak ada yang berani menyangkal hal itu.


Zayn meraih bibir istrinya, mereka berciuman dengan mesra dimana itu adalah adegan pertama setelah resmi menikah, Bee menerimanya dengan sepenuh hati.


Zayn menghentikan aktivitas itu.


"Apa aku boleh membuka hijab mu?"


"Tentu saja....aku milikmu Zayn, kau akan mendapatkan hak mu, tapi..... bisakah kita mandi terlebih dahulu, aku lelah dan berkeringat karena terlalu banyak menangis"


Zayn terkekeh mendengarnya "Astaga....aku mencintaimu sayang, kau memang membuatku gila"


"Aku tidak mau punya suami gila" jawab Bee berbalas canda, ia memukul pelan dada suaminya.

__ADS_1


"Biar saja gila yang penting kau mencintaiku"


"Iya....aku mencintaimu, sungguh mencintai pria gila ini....baiklah aku akan mandi duluan" Ucap Bee dan segera memberi kecupan bibir dengan mesra sebelum meninggalkan Zayn disana.


__ADS_2