Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 30


__ADS_3

"Kenapa pintunya dikunci?" tanya dokter Rossa rekan Zayn yang juga baru saja selesai kunjungan pasien di ruang Anggrek, semua dokter yang visit akan ke ruang khusus dokter untuk mengisi resep maupun diskusi sesama dokter dalam menangani pasien-pasiennya seperti halnya yang dilakukan dokter Rossa hari ini, dokter yang masih lajang tersebut sudah terbiasa jika selesai visit ia akan mampir ke ruangan itu.


"Maaf aku tertidur" jawab Zayn singkat.


"Tertidur? tapi wajahmu sama sekali tidak seperti mengantuk dan bahkan terlihat sangat segar" ucap dokter Rossa sambil mendudukkan dirinya di kursi.


Zayn hanya menghardikkan bahu, sesekali ia melirik pintu toilet yang istrinya tengah bersembunyi disana, pria ini terus mengulum senyum bahwa Bee tidak bisa lepas begitu saja.


"Zayn.....aku ingin curhat padamu" ucap dokter Rossa yang sudah menjadi teman sejawat Zayn dari sejak mereka kuliah.


"Huh.....tentang siapa lagi? kau terlalu pemilih jadi wanita makanya belum laku hingga sekarang, aku bosan mendengar curhat mu" jawab Zayn santai sambil memainkan ponselnya.


"Zayn.....kali ini berbeda" jawab perempuan berjas putih berwajah manis itu seraya membentak Zayn kesal.


Pada akhirnya dokter Rossa tetap bercerita tentang pria yang sedang dekat dengannya, meski Zayn hanya mengiyakan saja dan menjadi pendengar saja, pikiran pria ini masih tertuju pada istrinya yang entah bagaimana rasanya bersembunyi di toilet dalam waktu yang lama.


Ponselnya berdenting tanda pesan masuk dari istri tercinta.


'Zayn....hentikan kekonyolan ini, enak saja kalian main curhat-curhatan sedang aku terjebak disini, ayo suruh dokter Rossa segera pergi aku sudah gerah sayang....ku mohon'


Begitu isi pesan Bee, membuat Zayn ingin tertawa dibuatnya.


'Kau sendiri yang mau bersembunyi disana, aku tidak berniat menutupi apa yang kita lakukan tadi pada Rossa, biar saja dia tahu tentang kita, dia temanku dia tahu persis aku seperti apa....dia tidak akan berpikir yang macam-macam tentangmu sayang, ayolah keluar saja' jawab Zayn membalas pesan istrinya.

__ADS_1


'Tidak mau.....kau gila, aku malu jadi istri kedua, astaga.....aku akan mati di dalam toilet ini Zayn, kau menyebalkan' balas Bee memakai emoticon marah pada pesan itu.


"Zayn.....kau mendengarku tidak? mulutku berbuih curhat padamu dan kau tersenyum-senyum pada ponselmu, dasar teman gila" bentak dokter Rossa kesal seraya menepuk keras lengan Zayn yang masih fokus pada ponselnya.


"Oke baiklah terserah kau saja jika kau suka pria itu kenapa tidak kau lamar saja, mungkin dia malu kau terlalu kaya untuknya, jika kau menyukainya kau lah yang harus memulainya jangan sampai kau melepasnya kau akan menyesal seperti yang aku rasakan, oke itu saran dariku sekarang kau boleh pergi aku sakit perut mau ke toilet"


Jawab Zayn pada dokter Rossa yang tercengang, ia hanya mengangguk saja apa yang dikatakan oleh Zayn tadi.


"Iya kau benar Zayn, aku sudah berumur jika tidak ada pria yang berani melamarku maka sebaiknya akulah yang melamarnya duluan bukan?" ucap dokter Rossa seraya berpikir.


Zayn hanya geleng kepala dan berlalu masuk ke toilet.


"Zayn....kenapa kau kesini? bukankah seharusnya kau membuat dokter Rossa pergi dari sini" tanya Bee berbisik.


Bee menepuk pelan dada suaminya kesal.


"Aku sudah terlalu lama meninggalkan ruangan Zayn, ayolah suruh dokter Rossa pergi agar aku bisa keluar, kau jahat mengurungku disini" rengek Bee manja pada suaminya, bukan membuat Zayn mengiyakan malah membuat lelaki ini tidak ingin melepaskan Bee begitu saja.


"Aku tidak peduli sayang, asal bersamamu di toilet pun aku mau" jawab Zayn meraih bibir Bee dan mengecupnya penuh perasaan.


"Zayn...." rengek Bee, namun perempuan ini tidak mencoba menghindar, ia bahkan melingkarkan kedua tangannya pada leher Zayn yang jauh lebih tinggi daripada tubuhnya.


Berciuman dalam keadaan berdiri, tangan Zayn mengusap lembut pinggang dan punggung istrinya seraya memperdalam tautan bibir mereka, lama terlarut dalam suasana sampai suara dokter Rossa kembali membuat Zayn kesal.

__ADS_1


"Zayn....apa kau masih lama? aku juga butuh ke toilet" pekik dokter Rossa.


Bee menjadi panik lagi.


"Aku masih lama, kau pakai toilet lain saja....perutku masih mulas mungkin akan memakan waktu setengah jam lagi" jawab Zayn dari dalam toilet.


"Astaga....apa selama itu jika pria memakai toilet? Zayn kau tidak apa-apa bukan? Zayn jika kau merindukan istrimu pulanglah, jangan mengeluarkannya di toilet, ha ha ha" jawab dokter Rossa bercanda seraya meninggalkan ruangan tersebut karena perempuan ini pun sudah tidak bisa menunggu Zayn lebih lama lagi.


Mendengar itu membuat Zayn kesal, namun Bee terkekeh dibuatnya.


"Kau dengar itu sayang? jika tidak tahan pulanglah jangan mengeluarkannya di toilet terlebih ini masih di rumah sakit" ejek Bee tertawa.


Zayn kembali menangkap pinggang istrinya gemas.


"Apa kau ingin aku mengeluarkannya disini? boleh juga.....bercinta di toilet rumah sakit tidak terlalu buruk" goda Zayn pada Bee yang sudah berwajah merah.


"Sayang aku hanya bercanda, ayo keluar aku sudah lama menghilang mereka pasti mencariku" ajak Bee lagi.


"Tidak secepat ini sayang" jawab Zayn tanpa basi basi kembali menguasai bibir cantik istrinya yang membuat ia semakin menggila.


#####


Jangan lupa, like koment dan vote ya jika berkenan, doain ya author bakal fokus lanjutin kisah ini sampai tuntas tas tas....

__ADS_1


lanjut.....


__ADS_2