Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 43


__ADS_3

Seorang perempuan cantik keluar dari bandara internasional Singapura dengan menarik koper ditangan kirinya, dan tangan kanan ia gunakan untuk menghubungi seseorang.


Setelah mengetahui ia harus berjalan ke arah mana, Bee menghentikan langkah ia memejamkan matanya sejenak lalu menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan untuk menetralisir perasaan yang berkecamuk di dada.


"Hmmmm huh.....Bismillah, aku akan melanjutkan hidup mulai dari sini semoga takdir baik menyertaiku" gumam Bee pada dirinya sendiri lalu ia mantap melanjutkan langkah tanpa melihat ke arah belakang lagi.


Memang benar, baru saja mencapai luar bandara ia sudah dapat melihat seorang wanita yang tampak seumuran dengannya yang tadi menghubungi Bee didampingi seorang wanita lagi yang lebih tua dengan pakaian seragam khas pelayan.


"Maaf apa anda benar nona Elsa?" tanya Bee sopan, ia ingin memastikan saja meski ia sudah mengetahui wajah perempuan itu di ponselnya tadi.


"Benar, kau pasti nona Yasmin.....ayo kita berangkat sekarang kita bisa bicara di mobil saja"


Bee mengangguk dan mengikuti langkah dua perempuan itu menuju mobil.


Dalam perjalanan Bee dijelaskan tentang dimana dan pada siapa Bee bekerja, diketahui bahwa Elsa adalah sekretaris dari tuan rumah yang membuka lowongan pekerjaan perawat pribadi secara online itu.


Bee mengangguk tanda mengerti apa yang di jelaskan oleh Elsa yang juga merupakan orang Indonesia asli, perempuan itu sudah bekerja hampir tiga tahun terakhir pada sang majikan yang merupakan pria lajang cucu dari lansia yang akan di rawat oleh Bee nanti.


"Nona Yasmin....kau hanya bekerja sebagai perawat pribadinya nyonya besar yang selain baru saja selesai melakukan kateterisasi jantung, namun juga menderita demensia sejak satu tahun terakhir. Tuan Akbar tidak menyukai jika kita melakukan tugas yang merangkap, kita sudah ditugaskan pada pekerjaan masing-masing dan tidak boleh ikut campur satu sama lain, ingat itu....tapi tenanglah tuan Akbar orang yang baik, hanya saja dia sedikit lebih dingin pada pegawai-pegawainya"


"Baik nona Elsa....aku akan mengingat pesanmu, aku baru pertama datang ke negara ini jadi mohon bantuannya jika aku sedang mengalami kesulitan" jawab Bee sopan.


"Tentu saja Yasmin, kita bisa berteman sejak sekarang, kita memang berbeda profesi namun kita tetaplah berasal dari negara yang sama tentu harus saling membantu panggil aku Elsa saja kita seumuran dan juga sama-sama seorang pekerja di sini" ucap Elsa kembali membuat perasaan lega dan senang di hati Bee sebab ia merasa punya teman di negara yang masih asing baginya.

__ADS_1


Sesampainya di sebuah rumah besar nan mewah, Bee di ajak masuk oleh kedua perempuan tadi, Bee melihat-lihat bangunan klasik bergaya eropa itu dengan rasa kagum yang luar biasa, ia tidak menyangka akan bekerja pada sebuah keluarga sekaya ini.


Tidak dipungkiri hatinya kembali mengingat satu keluarga kaya lainnya yang menetap di Indonesia, yaitu keluarga Zayn yang sama kayanya jika dibandingkan dengan rumah sebesar ini, Bee hanya berdoa dalam hati semoga tuan rumah ini juga merupakan orang baik dan tidak sombong seperti orangtua Zayn.


Karena terlarut dalam rasa kagum akan keindahan arsitektur bangunan, Bee tidak sadar bahwa ia sudah berada dihadapan seorang pria berwajah manis berbadan tegap, berhidung mancung dan memiliki mata hitam yang tegas.


Mata mereka bertemu, saling memandang untuk pertama kalinya, Bee segera menunduk hormat ketika ia menyadari bahwa pria itu pasti tuan rumah.


"Tuan Akbar, ini nona Yasmin yang sudah lulus seleksi untuk menjadi perawat pribadi nyonya besar" Elsa memperkenalkan Bee pada majikannya.


"Perkenalkan saya perawat Yasmin tuan" Bee ikut memperkenalkan diri seraya menunduk.


Namun pria bermanik hitam itu menatapnya lekat tidak berkedip, entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini, namun sungguh ia merasa seperti ada kupu-kupu yang terbang di perutnya ketika menatap wajah cantik yang terpancar dari perempuan asing bernama Yasmin.


"Kau bisa bekerja mulai hari ini, silahkan tanda tangani kontraknya untuk satu tahun kedepan, aku harap kau bisa bekerja secara profesional, aku tidak mempekerjakan seseorang yang tidak berkompeten untuk nenekku"


Bee memberanikan diri maju kedepan meja kerja Akbar, ia membuka dan membaca isi perjanjian kerjanya, tidak ada isi perjanjian itu yang merugikan dirinya maka Bee memantapkan diri untuk segera membubuhkan tanda tangannya disana.


"Baik....kau bisa bertemu dan berkenalan dengan nenekku sekarang setelah itu kau boleh istirahat, bi Maya ajak Yasmin bertemu nenek di kamarnya setelah itu tunjukkan kamarnya untuk beristirahat" ucap Akbar lagi.


Elsa dan bi Maya sampai tercengang mendengarnya sebab yang mereka tahu tuannya ini tidak pernah berbicara sebanyak itu jika dengan para pegawainya. Pikiran bi Maya segera ditepis dan segera mengangguk atas perintah tuannya.


Bee hanya menurut saja tidak banyak membantah, namun Elsa melihat lain pada pandangan mata sang majikan yang belum beralih menatap perawat baru itu meski hanya memandangi punggungnya saja yang sudah berjalan menjauh bersama bi Maya.

__ADS_1


"Kenapa kau masih disini, ayo kembali pada pekerjaanmu....atur waktu untuk pertemuan kita dengan tuan Hirata besok" perintah Akbar pada Elsa yang masih mematung disana.


*******


Akbar adalah seorang pria lajang yang baru genap menginjak usia tiga puluh dua tahun, pria ini sebenarnya seorang pelukis namun dua tahun terakhir ia terpaksa meninggalkan hobinya itu demi meneruskan perusahaan karena ayahnya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mau tidak mau ia harus meneruskan perusahaan yang telah dibangun ayahnya sejak ia masih kecil.


Keluarga ayahnya berasal dari Indonesia asli yang menetap di Singapura karena ibunya berasal dari negara singa putih tersebut, ia mempunyai seorang adik perempuan yang tengah menempuh pendidikan dokter spesialis di negara Malaysia bernama Erina, gadis itu hanya pulang sesekali saja, mereka tumbuh tanpa seorang ibu sebab sudah ditinggalkan sejak mereka masih kecil karena sang ibunda menderita sakit parah, mereka hanya mempunyai ayah dan seorang nenek saja namun dua tahun terakhir mereka kembali ditinggal mati ayahnya, dan sekarang nenek juga tengah sakit jantung sekaligus demensia yang mau tidak mau menyita perhatian Akbar.


Bee berkenalan dengan nenek yang sudah berumur tujuh puluh tahun itu, nenek Farida sangat ramah pada siapapun ketika ia sedang dalam keadaan normal, namun berbeda ketika ia sedang kumat demensianya yang hanya mau ditemani dan bicara pada orang tertentu saja.


Kebetulan saat berkenalan dengan Bee nenek Farida sedang dalam keadaan baik, hingga ia menyambut hangat perawat barunya ini.


"Kau bisa istirahat sekarang nak.....nenek sudah minum obat dan makan, kau tentu lelah dari perjalanan besok kita bisa mengobrol lagi lebih jauh" ucap nenek Farida setelah merasa cukup untuk berkenalan terlebih ia melihat jelas wajah lelah perempuan yang menjadi perawat pribadinya mulai malam ini.


Bee mengangguk.


"Terimakasih nyonya....semoga nyonya senang dengan pekerjaanku nanti" jawab Bee sopan.


"Tentu saja aku senang di dampingi perawat cantik sepertimu Yasmin, dengan menatap wajahmu saja aku sudah merasa sehat sekarang jangan panggil aku nyonya panggil aku nenek saja biar akrab sepertiku dan bi Maya" ucap nenek Farida lagi.


Bee tersenyum mendengarnya "Baik nenek, sekarang nenek juga harus istirahat aku akan ke kamarku sekarang"


******

__ADS_1


Spoiler


Lanjut yaaaa, Akbar memang ga kalah tampan dari Zayn namun apa bisa pria ini menggeser pesonanya si mantan dari hati Bee nantinya? kita lihat nanti....ikutin terus ya.


__ADS_2