Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 93


__ADS_3

Akbar sampai rumah sakit dengan tergesa, benar saja di sana tampak Erina dan kedua orangtua Zayn yang menunggu di luar unit gawat darurat, namun yang membuat Akbar heran adalah keberadaan seorang perempuan yang tengah hamil juga berada di sana yaitu Bee.


"Paman" panggil Akbar mendekati pamannya.


"Akbar kau datang?"


"Iya, Erina memberitahuku....apa yang terjadi? dan Bee kau tidak apa-apa?" tanya Akbar lagi tidak sabar.


Bee hanya menggeleng, matanya sudah bengkak akibat menangis sejak tadi.


"Aku baik, tapi suami ku...." ucap Bee tersedu dengan suara seraknya.


"Sayang tenanglah, suami mu akan baik-baik saja oke....." sela mama Zayn menenangkan menantunya seraya mengusap punggung Bee dengan sayang.


Pada kenyataannya, Zayn dan Bee mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang dari berburu kuliner malam berdua saja, di perjalanan karena mereka terlalu asyik bercanda dalam mobil hingga Zayn kehilangan fokus mengemudi sampai pada ia harus menghindari sebuah mobil lain yang menyalip di hadapannya, tabrakan pun tidak bisa dielak lagi, namun Zayn dengan cepat melindungi tubuh Bee dengan badannya hingga Zaynlah yang terkena hantaman sampai saat ini baru diketahui bahwa lelaki yang berprofesi dokter itu mengalami patah tulang bagian lengan dan kaki kanannya.


Beruntung Bee hanya mengalami luka lecet saja, meski perempuan ini sempat pingsan diawal kecelakaan. Semua bersyukur bahwa kandungannya baik-baik saja dikarenakan Zayn tidak sedang mengemudi kencang, jika saja kedua mobil sama-sama kencang entah apa yang akan terjadi, mungkin saja tidak ada yang selamat dalam kecelakaan itu.


Bee terus saja menangis sambil menunggu dokter yang menangani Zayn keluar dan memberi penjelasan tentang kondisi suaminya saat ini.


"Semua karena aku mengajaknya keluar ma.....andai kami tidak pergi dari pesta" ucap Bee menyesal telah memaksa suaminya menuruti kemauannya yang menginginkan mencari makan dan jajan di salah satu tempat favoritnya di negara tersebut.

__ADS_1


"Bee.....semua sudah terjadi, namanya musibah tidak bisa kita prediksi, kita berdoa saja agar Zayn baik-baik saja, tenanglah..... kau tahu kondisi suamimu hanya mengalami patah tulang, semua akan membaik seiring waktu, kita tunggu keputusan dokter tentang hal ini jangan stress kasihan kandunganmu" ucap papa Zayn yang terlihat tegar sejak tadi.


Akbar merasa kasihan, Zayn adalah saudaranya ia tidak ingin pria yang pernah menjadi pesaingnya itu mengalami hal buruk apapun kondisinya, terlebih Bee dalam keadaan mengandung sekarang.


Akbar akan memberikan pelayanan terbaik selama Zayn dirawat di negara itu.


******


Dokter menjelaskan bahwa Zayn mengalami patah tulang di bagian lengan kanannya hingga diperlukan tindakan operasi untuk memasang plat agar tulangnya bisa menyatu lagi, juga terdapat serpihan tulang yang harus dibersihkan agar tidak terjadi infeksi, terlebih pada bagian tersebut pula terdapat luka robek yang cukup besar.


Beruntung kaki kanannya tidak mengalami patah tulang, namun hanya terjadi dislokasi sendi lutut atau bergesernya sendi lutut yang keluar dari mangkuknya, hanya diperlukan tindakan pemasangan gips saja.


Akbar kembali ke hotel sudah dini hari, itu pun ia tidak berlama karena akan kembali ke rumah sakit karena Zayn akan dioperasi pukul delapan pagi. Akbar tentu merasa bertanggung jawab atas musibah yang menimpa saudaranya itu, karena untuk menghadiri pernikahannya lah Zayn dan keluarganya datang.


Ia melihat Yasmin yang meringkuk di atas ranjang seorang diri, Akbar mendekat dan mengecup kening istrinya seraya tersenyum.


"Maaf Yasmin, kau harus menunggu karena ini" gumam Akbar ikut berbaring sejenak memeluk Yasmin dari arah belakang. Gadis itu terlalu lelap hingga tidak menyadari bahwa ia berada dalam dekapan sang suami.


******


Karena tidak ingin membangunkan istrinya, Akbar hanya meninggalkan sebuah pesan di kertas saja, mengatakan bahwa ia kembali ke rumah sakit untuk mengurus segala tentang operasi Zayn dan kebutuhan pengobatannya, pria ini juga meminta maaf tidak mengajak serta Yasmin, karena ia tahu perempuan itu masih lelah oleh acara resepsi kemarin dan hanya menyuruhnya istirahat saja di hotel sampai urusan Akbar selesai.

__ADS_1


"Apa aku begitu tidak berarti? bahkan Akbar hanya meninggalkan pesan ini saja, apa dia tidak ingin mengajakku karena tidak ingin aku melihat dia memberikan perhatiannya pada nona Bee? huh..... nona Bee sedang mengalami hal sulit, pasti Akbar lebih mengkhawatirkan dia daripada aku" gumam Yasmin sedih menatap secarik kertas pesan Akbar.


"Apa salahnya membangunkanku dan bicara langsung kenapa mesti di kertas ini, apa dia takut jika aku bangun aku akan memaksa ikut ke rumah sakit, yang artinya dia tidak leluasa memperhatikan nona Bee?" kembali Yasmin dengan pikiran buruknya.


"Yasmin....Yasmin....sungguh malang, ditinggalkan dimalam pertama, pulang dia diam-diam, pergi pun diam-diam, bahkan dia hanya sebatas menciumku saja tidak lebih dari itu, huh ini menyebalkan.... aku bahkan tidak punya nomor ponsel suamiku sendiri, aku benar-benar bodoh" ucapnya lagi dengan raut kesal.


Yasmin bangkit dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri agar pikirannya kembali tenang.


*****


Bee menangis memeluk suaminya yang sudah menjalani operasi pagi tadi, perempuan ini bahkan enggan beranjak sejak Zayn pindah ruang rawat, karena efek anastesi pria itu belum juga membuka mata hingga sekarang.


Semua menemani Bee di sana, hanya Rayyan saja yang tinggal bersama pelayannya di rumah Akbar karena tidak baik lingkungan rumah sakit bagi anak kecil, kedua orang tua Zayn senantiasa memberi dukungan dan doa terbaik bagi anak menantunya.


"Sayang.....kau bahkan tidak istirahat sejak semalam, ayo berbaringlah di sofa, kasihan bayimu nanti Bee.... kita semua di sini, Zayn akan baik-baik saja oke" ucap mama Zayn yang sejak tadi membujuk Bee agar beristirahat sejenak.


"Iya Bee, bibi benar....jangan sampai kau ikut sakit nantinya, Zayn akan baik-baik saja" ujar Akbar lagi menimpali. Ia pun merasa kasihan pada mantan tunangannya ini karena memang Bee sejak semalam tidak meninggalkan Zayn di ranjangnya sendiri.


"Mana bisa aku istirahat, sedang suamiku belum sadarkan diri. Aku mencemaskannya" jawab Bee yang masih setia menggenggam tangan Zayn di sana dengan mata masih bengkak oleh tangis, entah kenapa Bee menjadi lebih cengeng sejak semalam padahal ia tahu betul bahwa Zayn akan baik-baik saja, sebab tidak ada hal yang mengancam jiwa suaminya akibat kecelakaan itu.


Semua geleng kepala melihat tingkah Bee. Memang benar tidak mudah melewati musibah seberat ini.

__ADS_1


__ADS_2